Seindah Mimpi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 28 January 2016

Seorang cowok berambut cepak sudah berdiri di depan sebuah danau, memegang sebuah gitar berwarna cokelat. Dia yang dari tadi menunggu kedatanganku. Aku pun berjalan mendekatinya.

“maaf kalau kelamaan nunggu.”
“nggak lama kok, yuk duduk.”

Mendengar jawaban darinya aku hanya tersenyum dan ikut duduk di samping kirinya. Dia langsung memeluk gitarnya memainkan sebuah lagu favouritku. “laguku by Ungu.” Aku kaget, dan menatap ke arahnya, dia hanya membalas dengan senyum sambil menyanyikan lagu itu. Lirik demi lirik aku rasakan, suara gitar dan suaranya yang merdu membuat suasana di danau itu tenang dan aku sangat menyukai itu. Lagu pun selesai dinyanyikan. Aku bertepuk tangan dan memuji suaranya yang bikin aku terlena. Dia hanya mengucap terima kasih dengan tatapan mata ke arah danau.

“apa yang kamu rasakan sekarang?” katanya.
“senang dag-dig-dug dan terhibur.”
“terhibur karena ada aku di samping kamu atau karena lagu tadi?”
“dua-dua nya.” kataku.
“oh… Kamu nggak mau tahu apa yang aku rasakan sekarang?”
“memangnya aku boleh tahu?”
“boleh dong.” jawab lelaki itu sambil mengangkat kedua alisnya.
“hemm.. apa yang kamu rasakan sekarang?” Tanya ku serius.
“yang aku rasakan sekarang adalah cinta.”
Aku terdiam kaget, dia merasakan cinta? Benarkah itu?

“Aku serius.” sambungnya lagi seakan membaca pikiranku.
“Kenapa bisa?” Tanyaku lagi. Dia mengambil tanganku dan menggenggamnya, “Cinta itu tanpa kenapa.”
Aku diam, seribu pertanyaan mulai muncul di otakku, benarkah dia juga mencintaiku? Inikah akhir dari penantian panjangku? Inikah yang dinamakan indah pada waktunya? Tolong yakinkan aku lebih dari ini.

“Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu.” ucapnya seakan tahu apa yang aku pikirkan.
“Makasih ya.”
“hanya terima ksaih? Kamu nggak mau bilang kalau kamu juga sayang dan cinta sama aku?”
“bukankah aku yang duluan mengungkapkan perasaan ini daripada kamu! ingat?”
Sekarang gantian, dia malah diam tak menjawab pertanyaanku, entah apa yang dipikirkannya. Aku mencoba menebak tapi tidak aku bisa tahu apa yang dipikirkannya.
“iya aku ingat.” ucapnya.

Aku hanya senyum ke arahnya, seakan menjawab kalau aku senang karena dia ingat, dia juga mengetahui perasaanku, bahwa aku juga mencintainya dan perasaan itu tidak pudar sampai detik ini. “kamu mau jadi pacarku?” Pertanyaan itu! Pertanyaan yang selalu aku tunggu akhirnya terucap juga dari mulut dia. Senang dan benar benar senang. Karena akulah orang yang selalu menunggu dia untuk jatuh cinta. Jatuh cinta kepadaku tepatnya.

“Kamu serius?” tanyaku untuk memastikan ucapannya.
“Iya aku serius, mau kan?” Dengan hati yang berbunga bunga aku pun mengangguk, ‘iya’

Tiba-tiba aku langsung merasakan sebuah pelukan hangat, pelukan yang selalu aku nantikan, sebuah pelukan dari orang yang telah lama bersarang di hatiku. Salah satu mimipiku terwujud, karena sekarang aku menjadi milik dia, dia menjadi milikku. Oh Tuhan terima kasih buat anugerah ini, aku pasti akan menjaganya agar tidak hilang. Cinta, biarkan dia menjadi cinta terakhir di hidupku sungguh aku berharap dialah jodoh yang telah disiapkan Tuhan untukku. Untuk menamaniku menikmati dunia ini.

Langit di sebelah barat pun mulai berubah menjadi jingga keungu-unguan. Matahari sudah hampir meninggalkan bumi. Aku dengannya masih di tepi danau menikmati sunset dengan canda tawa dan kemesraan. Saat asyik tertawa bersamanya tiba-tiba ada orang yang melemparkan sebuah benda ke arah punggungku, aku kaget dan langsung menoleh ke belakang. Ternyata adikku yang melemparkan bantal ke punggungku hingga aku terbangun. Aku duduk di tempat tidurku. Aku pun menyadari kalau itu hanya sebuah mimpi indah. Ya hanya mimpi yang sangat indah.

Cerpen Karangan: Nurul Nahdah Qonita
Namaku Nurul Nahdah Qonita Lahir pada tanggal 22 Maret 1997, Panggil saja aku Nahdah. Gadis yang berpijar di pulau kalimantan provinsi Kalimantan Barat 🙂

Cerpen Seindah Mimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bisikan dari Surga

Oleh:
Pepohonan rindang nan tinggi tampak menyeramkan di malam hari. Namun terlihat kokoh nan indah disaat pagi, siang, dan sore hari. Menjelang libur semester Tari menyempatkan diri untuk mengunjungi perpustakaan

Kisah Cinta Si Minky

Oleh:
Di tengah-tengah sebuah hutan, tinggallah seekor monyet bernama Minky. Suatu hari, Minky sedang berjalan-jalan di taman bunga dekat sungai. Di taman itu ia melihat seekor monyet betina yang menurut

Bom Waktu

Oleh:
Sepasang kekasih itu hanya terdiam dalam sebuah sedan mewah yang terparkir di depan pelataran gedung pencakar langit di jantung kota Jakarta. Ta ada sepatah katapun yang keluar dari bibir

Cinta Suka-Suka

Oleh:
Sebagai gambaran, namaku Zama. Tubuhku proporsional jika berat badanku bisa ditambah 8 kg lagi. Dengan model rambut alakadarnya, aku begitu tampan jika dilihat dari ujung sedotan. Tahu pesepakbola tersohor

Kepergianmu

Oleh:
Pagi itu seperti biasa, aku kesiangan lagi berangkat ke sekolah. Oh iya, sebelumnya kenalin dulu nama Aku Mela panggil aja mel. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana, dan sekarang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *