Sejarah Kembali Terulang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 23 January 2017

Namaku siska, aku berusia delapan belas tahun. saat ini aku sedang liburan sekolah dan ingin berkunjung ke cafe yang sudah menjadi langgananku sejak kecil yang berada di dekat rumahku. Aku memasuki cafe yang dikelola oleh keluarga itu. kopi dan Pizza buatan rumah adalah identitas mereka yang sudah terkenal di daerahku. Karena aku sudah berlangganan dengan mereka, tidak jarang mereka memberiku potongan harga yang banyak dan aku merasa tidak enak dengan pembeli lainnya karena hanya aku yang diperlakukan khusus oleh mereka.

Aku memiliki tempa duduk yang aku suka di cafe itu. menghadap ke luar jendela dan melihat pemandangan indah. terkadang jika hujan turun menambah kesan hangat di dalam cafe itu. jikalau suasana itu sudah terjadi, berat rasanya aku beranjak dari sana.

“kenapa kau sangat tertarik dengan cafe ini?” Tanya salah satu pengelola cafe tersebut sambil menyediakan teh kepadaku.
“aku sangat menyukai makanan dan minuman disini, dan suasananya juga mendukung. dan aku juga memiliki beberapa kenangan disini.” Aku memegang cangkir teh tersebut dan meminumnya.
Perbincanggan kami berlanjut dan ia menceritakan sejarah awalnya cafe ini berdiri. aku menyimak cerita yang dituturkan satu persatu olehnya. rupannya, cafe ini sudah buka 5 tahun sebelum aku lahir. dan dia juga berkata orangtuaku juga bertemu dan berkenalan disini. aku terkejut mendengarnya seolah-olah aku tidak percaya bahwa cafe yang selama ini aku kunjungi meninggalkan sejarah.

Tidak lama kemudian saat kami sedang berbincang, datang seorang pria memakai seragam yang sama dengan pengelola cafe yang sedang berbicara denganku.
“siapa dia?” aku bertanya kepada pengelola cafe itu.
“dia dalah keponakanku, ia membantu kami disini.” Kata pengelola cafe itu menjelaskan.

Tiba-tiba si pengelola cafe itu memanggil dia dan aku diperkenalkan olehnya. kami berkenalan dan rasanya jantungku berdetak dengan kencang. entah ini yang dinamakan cinta pertama atau bukan. aku segera menyebutkan namaku dan kemudian ia menyebutkan namanya, Raymond. aku sangat senang ketika ia menyebutkan namanya. karena itu adalah nama terindah yang pernah aku dengar.

Seketika, si pengelola cafe itu meninggalkan kami berdua. mungkin agar kami menjadi lebih dekat satu sama lain mengingat ia belum mempunyai teman di sini. kamipun berbicara satu sama lain membahas asal dan kesukaan kami. pada saat aku berkata bahwa kesukaan aku adalah fotografi, rupannya ia juga memiliki minat yang sama denganku. aku pun senang mendengarnya. karena aku senang ada orang yang memiliki minat yang sama, aku mengajaknya untuk berburu foto bersama dan ia menyetujuinya.

Keesokan paginya, aku menemuinya di depan halaman cafe itu. kami berangkat dan kami berpamitan dengan kedua pengelola cafe itu. sepanjang perjalanan, kami hanya bisa terdiam seribu kata. ketika aku melihat wajahnya yang sedang diam, aku menjadi penasaran siapa dia sebenarnya. malu aku untuk bertanya karena kami baru saja saling kenal.

Kami sudah sampai di tempat tujuan.
“wah, tempatnya bagus ya, hebat sekali kamu mengetahui tempat ini” kataku sembari mempersiapkan kamera.
“ah tidak, aku juga baru tahu ada tempat ini setelah diberitahu pamanku” balasnya dengan tersipu malu.
Melihat ekspresinya yang malu-malu, membuat aku semakin penasaran siapa dia secara rinci. tanpa membuang waktu, kami segera berjalan. tidak lama kemudian aku melihat objek yang bagus untuk difoto.
“lihat, ada objek bagus sekali untuk diambil. kamu foto saja dulu” kataku sambil menunjuk.
“terima kasih” katanya sambil mempersiapkan kamera.

Dari cara dia mengambil gambar, rupanya dia sudah ahli dalam masalah fotografi. aku terkesan melihatnya.
“wah, kamu sudah ahli dalam hal ini ya. hebat.” kataku memujinya
“ah, tidak biasa saja. aku hanya melebih-lebihkan saja” katanya menjawab
Dia kembali tersipu malu. kami kembali menyusuri lokasi yang merupakan taman kota. berselang sepuluh menit kemudian, reymond memberi tahu aku bahwa ada objek bagus.
“lihat, ada objek bagus. giliranmu mengambil gambar” katanya sambil menunjuk objek
“terima kasih” kataku membalas.

Ketika aku selesai mengambil gambar, ia memujiku bagaimana teknik cara aku mengambil. giliran aku yang tersipu malu. dia tertawa ketika melihatku tersipu malu. kami saling bercanda satu sama lain.

Tidak terasa kami berjalan-jalan sudah hampir empat jam lamanya. kami bergegas pulang karena hari sudah siang. sepanjang perjalanan, kami saling melihat hasil foto kami. sepanjang perjalanan kami saling tertawa menceritakan kisah dan hasil foto kami hingga tidak terasa sudah mendekati halte rumah. kami berjalan bersama berdua dan semenjak saat itu kami terus bepergian bersama pada hari minggunya. dan pengelola cafe hanya bisa tersenyum melihat kami berdua. hingga suatu hari ia menyatakan cinta kepadaku di cafe tempat orangtuaku dahulu menyatukan cinta mereka berdua.

Cerpen Karangan: Fakhrurozy Hakim
Facebook: Fakhrurozy hakim
Nama saya fakhrurozy hakim, saya seorang penulis cerpen yang memiliki aliran horror, inspiratif dan romance
Mohon dukungannya untuk saya kedepan menjadi lebih baik lagi.

Cerpen Sejarah Kembali Terulang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bertanggung Jawab Memilikimu

Oleh:
Namaku Tiara, dulu aku pernah mencintai seseorang ketika umurku 14 tahun, dan ketika aku PDKT, dia sudah mengetahui kalau aku menyukainya. Tanpa basa-basi dia langsung menjauhiku, melihatku dengan perasaan

Your Fault

Oleh:
Aku punya cerita. Ini cerita kenyataan, salah satu bagian dalam hidupku. Namaku Rania Larasati, panggil saja Ran. Aku akan menceritakan salah satu bagian hidupku dimana aku ditembak salah satu

Inikah Cinta Terlarang?

Oleh:
Bunyi Alarm itu membuyarkan mimpi indah Gita. Perlahan ia membuka kedua matanya yang sebenarnya masih sangat susah untuk dibuka. Lalu ia menyingkirkan selimut tebal yang melindunginya dari dinginnya malam.

My Teacher, My Boyfriend

Oleh:
Dingin angin menemani liburanku dan keluarga di sini. Ramai orang-orang menikmati indahnya pesona Negara Singa ini. Aku kagum dengan indahnya dan rapinya negara ini. Sungguh jauh berbeda dengan Indonesia.

Cinta dan Gengsi

Oleh:
Siang hari yang sedikit panas di Pasar Badung, Denpasar.. Sebuah mobil jazz silver metalic memasuki area parkir. Seorang ibu keluar dari mobil sambil membawa tas belanjaan. “Arka, ayo ikut!”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *