Sekilas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 February 2014

Sejenak ku luangkan waktuku untuk mengulang kembali rutinitas ini lagi. Ya, melukis. Dimulai dari menggoreskan setitik cat hitam pada kuas ini ke kertas kanvas tepat di hadapanku. Perlahan ku buat sebuah lengkungan dan garis-garis abstrak di area kanvas itu, dan inspirasi tuk melukiskan “sketsa wajah dia” pun terlintas di benakku. Iya, dia. Fadil. Cowok tinggi semampai, mancung dan rupawan itu. Dia adalah Juniorku di sekolah ini, dia masih kelas 7 sih. Manis banget, Sumpah!

Aneh, belakangan ini sikapku agak asing dari sebelumnya. Pandanganku seakan tertuju pada satu arah, yaitu Wajah manis Fadil. Aku tak habis pikir, cowok beralis tebal itu mampu menyita atensi, serta waktuku untuk selalu memikirkannya. Seakan separuh dari ingatan ku hanya tersimpan memory tentangnya. Entah dia mahluk dari mana, yang penting buat aku dia NYARIS sempurna deh.

Namun, saat aku ke asyikan memikirkan Fadil, sekilas mataku seakan berat untuk meratapi lukisan ini, mungkin aku ngantuk berat. Mataku berkunang-kunang dan seluruh tubuhku lemas. Akhirnya, aku pun melangkah dengan berat kaki menuju ranjangku yang berada kira-kira 5 langkah dari tempatku berpijak.

Sinar mentari pagi dari ufuk timur ini telah menembus kaca jendela kamarku. Pertanda esok telah tiba, awan-awan putih menggumpal berpadu menjadi satu. Panorama itu terlihat begitu jelas saat ku menoleh jendela kamarku.

Saat hendak menyimak awan, tiba-tiba suara decit pintu terdengar dari arah selatan kamarku. “Mika, sudah jam setengah tujuh nih. Buruan mandi gih. Entar terlambat ke sekolah lagi!” Ujar Mama sambil menyodorkan handuk biru tua itu padaku. “Iya ma” Jawabku sembari berjalan ke arah mama dan bergegas menuju ke Kamar Mandi.

Selang beberapa menit berlalu, akhirnya tubuhku yang basah kuyup ini terbaluti oleh handuk tebal, aku pun segera mengenakan baju seragam biru putih ini dan bergegas berpamitan saat berangkat ke sekolah tanpa sesuap sarapan.

“Kriiing…” Bel sekolah pun berbunyi, tanda jam pelajaran kedua berakhir, waktunya “Istirahat” atau istilah lainnya “Keluar Main”, hehe. Aku pun turut mengajak teman-teman segengku, yakni EIKH AUTIS untuk menemaniku ke kantin.
“Eh, ada yang mau ke kantin, gak?” Ujarku pada Geng EIKH AUTIS
“Yuk, gue lagi laper nih” Jawab Salsa
“Iya, gue gak sabar pengen ngelihat Fadil nih, hehe lagian gue juga laper sih. Perut keroncongan mulu nih” Seru ku sembari menoleh ke luar jendela
“eh, lo kenapa sih? bawaanya Fadil mulu, tuh lo ngelihat apaan sih?” Ujar Finka sinis
“Biasa, ngelihat fadil tuh. hehe” Ujar savira sembari menggelengkan kepala
“Dasar lo Mik, sampe sekarang kagak move on. Lo cinta mati yah?” Sambar Riska
“Ya udah, jangan salahin Mika dong. Itu kan soal perasaan. Cinta namanya, lo pada tau kan?” Seru Lulu seolah mencairkan suasana
“Woy, gak usah ribut napa. Ke kantin aja yuk. Kalau ngobrol terus bisa-bisa sampe malam kagak kelar-kelas” Ujar Nurul sembari berjalan ke arah Utara, tepatnya menuju Pintu Keluar kelas
“Oke, buruan” Ujarku mengikuti gerak langkah Nurul

Aku pun bergegas ke kantin bersama anggota geng EIKH AUTIS. Kami berjalan serentak seakan kawanan tentara. haha, itulah kami. Saat kami memasuki kantin kecil, dan sempit ini, tiba-tiba mataku terbelakak saat melihat “Fadil” berdiri tepat di samping ku.
Aku pun tampak jelas menyimak estetika sepasang bola matanya yang berbinar, oh Sungguh.. Inikah namanya Cinta? aku merasakan nyaman saat berada di sampingnya, diriku seakan berbisu tak mampu berkutat sepatah kata pun. Aku tak mampu mendefinisikan bagaimana keadaanku saat ini. Arus aliran Cinta seakan mengalir ke dalam darahku, oh, mungkin ku hanya melebay. Namun, ini fakta kok.

Seperti biasanya, saat aku berada di dekat Fadil. Serentak “EIKH AUTIS” meneriakkan suara dengan lantang dan berkata “Ciee.. sakina fadil”, gitu katanya. Aduh, gue jadi Speechless nih. Namun selang beberapa menit, Fadil pun mulai melangkahkan kakinya dan meninggalkan Area kantin ini. Ah, sungguh menyebalkan, kebahagiaan ini hanya berlangsung sekilas. Tak apalah..

Cerpen Karangan: Andin Sakina
Blog: andisakinaw.blogspot.com

Cerpen Sekilas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Taman Bulan

Oleh:
Aku adalah pemuda 19 tahun yang baru saja menyelesaikan masa SMAku. Tidak ada yang spesial dari kehidupan setelah masa SMA ini. Bosan, bosan dan bosan, itulah yang aku rasakan

Teror Beruang

Oleh:
Aku Icha, ketiga temangu Ria, Lia dan Sinta, kami adalah 4 sekawan. sekarang kami tersesat di hutan belantara. Ketika study tour akhir kelas 3, harus melakukan camping di hutan

Sahabat Yang Telah Hilang

Oleh:
Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Risa saat di Sekolah Dasar. Kami saling mengenal saat di kelas 4 SD. Dia adalah orang yang sangat baik, cantik dan juga pintar.

Maroon (Part 2)

Oleh:
Seperti yang sering Lana ucapkan dengan suaranya yang lantang dan sedikit nyaring itu. Jam kosong layaknya surga dunia. Melihat bagaimana keadaan kelas sekarang, tidak bisa dipungkiri lagi. Aku pun

Sulit Adaptasi

Oleh:
Pagi ini aku terbangun dari tidurku dan aku pun langsung sholat. “Oh ya hari ini kan jadi anak baru lagi” ucapku dalam hati. lagi lagi jadi anak baru rasanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *