Selalu Ada Maaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 June 2013

Malam ini begitu menyedihkan bagiku, aku menatap sekeliling kamarku kenapa harus begini, ku kira semua akan sesuai rencanaku tapi ternyata tidak, padahal seharusnya hari ini jadi hari yang membahagiakan bagiku tetapi tidak. Tepat di ulang tahunku yang ke 17 tahun, aku harus berpisah dengan randy pacarku, ternyata dia menyukai sahabatku Risa, tapi bukan itu yang menjadi masalah, aku sedih karena tepat di ulang tahunku ini tak ada teman atau orang yang memberikan aku selamat bahkan kedua orang tuaku juga tidak, mereka terlalu sibuk dengan kerjaannya.
“semua menyebalkan!” teriakku, aku tak dapat lagi menahan air mataku, tak ada yang peduli padaku, tak ada yang sayang padaku.
Kemudian aku mendengar pintu kamarku ada yang membuka, aku melihat siapa yang masuk ke kamarku, ya mbok minah ternyata, mungkin dia mendengar teriakanku.
“non Ryana, ada apa?” Tanya mbok minah kepadaku sambil duduk di sampingku dan mengelus rambutku, mungkin hanya mbok minah yang selalu ada buat aku, dia menjagaku sejak kecil. Akupun langsung memeluk mbok minah.
“gak apa-apa kok mbok, ryan Cuma sebel aja sama mama dan papa, mereka selalu lupa ulang tahun ryan” ucapku sambil masih menangis di pelukan mbok minah.
“non, tuan sama nyonya kan lagi kerja buat cari’in uang non ryana, o ya mbok juga hampir lupa kasih selamat, maaf ya mbok Cuma bisa kasih ini” ucapanya sambil memberikan aku sebuah kado. Akupun menerimanya
“makasih ya mbok” aku membuka kado itu, isinya sebuah kalung bertuliskan namaku, memang mungkin kalung ini nggak sebagus dan semahal yang di belikan mama untukku tetapi aku senang.. akupun memeluk mbok minah lagi.

Aku sudah siap buat berangkat sekolah, aku turun ke ruang makan biasanya mbok sudah buatin aku sarapan. Nggak salah lagi sudah ada sarapan untukku di meja makan. Akupun langsung duduk dan mengampil makanan itu tetapi belum aku menyantap makanan itu, tiba-tiba hpku bergetar, ku lihat di LCD tertulis 1 pesan dari mama
Sayang, mama dan papa harus keluar kota selama 3 hari jadi jaga diri kamu baik-baik di rumah ya,
Huuuffftt, aku dah tak mempermasalahkan itu. Karena hampir tiap hari aku di rumah hanya dengan si mbok. Akupun melanjutkan sarapanku kemudian aku berangkat sekolah.

Aku menyusuri koridor sekolah, mungkin aku terlalu pagi berangkatnya jadi sekolah masih sepi. aku melihat seseorang sedang duduk di depan kelasku, aku menghampirinya.
“hey, Ndra.” ucapku pada rendra teman satu kelasku, dia emang selalu berangkat pagi, dia adalah murid paling pintar di kelasku jadi wajar kalau jam segini dia udah nongkrong di sekolah, kami juga selalu satu kelas sejak kelas 1.
“hai juga, tumben kok sudah berangkat” ucapnya
“pingin aja” jawabku sambil tersenyum, rendra ini hobinya tiap hari baca buku melulu…
“oya Happy Birthday ya, sorry telat ngucapnya,” ucapnya sambil mengulurkan tangan, akupun membalasnya, ternyata dia tahu ulang tahunku
“thanks ya..” jawabku.

Rendra dia teman yang pertama mengucapkan ultah kepadaku walaupun telat, ya mungkin juga karena ultahku gak dirayain dan juga pas hari minggu jadi kemarin gak ketemu. Sesaat kemudian sekolah pun mulai rame, wow siapa tu jalan berduaan menuju kelas, randy dan risa mereka berjalan menuju kelas, risa terlihat bahagia banget, aku sedikit merasa bersalah karena dulu aku menyukai randy padahal risa juga suka, tapi sayang randy memilih aku, semenjak aku jadian sama randy, risa sedikit menjahuiku tapi hubunganku gak lama sama randy hanya 2 bulan, kemudian randy bilang padaku kalau dia tertarik sama risa, ya sudah aku putusin aja. mungkin itu lebih baik. Dan sekarang aku melihat sahabatku bahagia.
“hai, risa,” sapaku, ya berharap aja dia mau deket lagi sama aku.
“haii ryana” jawabnya sambil tetap menggandeng randy, sedangkan randy hanya tersenyum kepadaku. kelihatannya risa benar-benar menyukai randy, nada bicaranya seperti masih membenciku dan takut kalau aku merebut randy lagi. Entah apa yang ada di fikiranku tiba-tiba aku lebih mendekati rendra, ya berharap risa berfikir kalau aku benar-benar udah gak mengharapkan randy..
“ndra, entar kita jadi ke toko buku kan?” ucapku kepada rendra, rendra sedikit bingung tapi aku langsung menyenggol sikutnya memberi isyarat, rendrapun mengerti maksudku. Sedangkan risa dan randy melihat sikapku dan rendra.
“jadi donk” jawab rendra. Bagus banget ngak rugi kalau lo tu emang pinter ndra. Sambil tersenyum kepadaku.
“wah, jadi kalian entar mau jalan, bagus deh” ucap risa. “ya udah aku ke kelas dulu, ayo yank.” Lanjutnya.
Mereka berdua akhirnya masuk kelas, sedangkan rendra dan aku masih duduk di depan kelas. Huuufft, syukur deh risa percaya.
“thanks ya” ucapku pada randy.
“no problem,” jawabnya “kayaknya randy pacar kamu deh” lanjutnya
“iya udah putus semalem, randy lebih pantes sama risa kok” ucapku sambil tersenyum. Randy pun kemudian juga tersenyum. Lalu aku mengajak rendra masuk kelas.

Bel pulang sekolahpun berbunyi, tetapi aku masih sibuk mencari pulpenku yang terjatuh.
“cari ini ryn?” ucap seseorang yang berdiri di hadapanku, akupun langsung berdiri.
“eh, iya” jawabku, ternyata rendra, hanya dia yang memanggilku ryn, karena katanya namaku sulit. Terserah lah mau di panggil apa. Akupun mengambil pulpen itu dari tangan rendra.
“mau pulang bareng?” ucapnya. Tumben banget nawarin tumpangan.
“boleh” jawabku. Ya daripada nyuruh pak budi njemput, palingan juga telat jemputnya.
Akhirnya hari ini aku pulang dianterin rendra, dan lebih bagusnya lagi, ketika keluar dari gerbang sekolah risa melihat kami berdua. Itu tambah lebih baik bagiku.

Aku dan rendra hampir tiap hari bersama, awalnya sih buat menyakinkan risa aja biar nggak berfikiran buruk padaku, bila ada tugas aku juga sering minta bantuan rendra, ternyata usahaku nggak sia-sia. Risa mulai deket lagi sama aku. Dan pastinya aku juga makin dekat sama rendra. Dan sampai risa mengira kalau aku pacaran sama rendra, akupun hanya tersenyum saat risa menyakan itu padaku.
“maafin, aku ya Nell” ucap risa. Aku sangat bahagia kerena mendengar kata-kata itu.
Jujur aku memang sedikit tertarik pada rendra, tapi kayanya nggak mungkin kalau rendra juga menyukaiku. Apalagi kami mulai akrab hanya minggu-minggu ini dan rendra itu cowok yang pintar pastinya dia juga nggak sembarangan pilih cewek.
“ryn” panggil seorang cowok, ya itu rendra. Dia berlari menghampiriku
“ada apa ndra?” tanyaku.
“ikut aku yuk?” ucapnya “kemana dulu nih?” tanyaku. dia tak menjawab malah menarik tanganku, akupun hanya ikut saja.

Aku dan rendra sampai di sebuah rumah, rumahnya model klasik, rumah siapa? pikirku, tapi untuk apa rendra ngajak aku kesini. Kemudian rendra mengajakku masuk ke rumah itu. Oh ternyata itu rumah rendra.
“Ren, udah pulang.” Sambut wanita paruh baya kepada rendra.
“udah bu” jawab rendra, oh tenyata ibunya rendra, memang mirip sih.
“ini siapa ren, cantik” ucapnya, akupun langsung menyalaminya.
“ryana bu, teman rendra yang sering aku certain itu lo” ucapnya, akupun langsung menatap rendra, seakan-akan ingin bilang, cerita apa ja lo sama ibu lo. tapi dia hanya tersenyum.

Suasana di rumah rendra sejuk banget karena jauh dari jalan raya, ibunya rendra juga baik banget. Rasanya aku betah di rumah ini, rasanya aku dapat merasakan kasih sayang seorang ibu. Aku juga bercerita banyak tentang keluargaku kepada ibu rendra, ibu rendra hanya memberikan nasehat-nasehat kepadaku. Sebenernya aku tak ingin pulang tapi gimana lagi hari sudah gelap akhirnya rendra mengantarku pulang.

Semenjak dengan rendra aku merasa gembira, dia selalu ada buat aku. Dan tahu nggak rendra kemarin nembak aku, seneng banget deh, ternyata aku nggak bertepuk sebelah tangan. Tapi masih ada kesedihan yang menyelimuti hatiku, mama dan papa aku ingin sekali mereka mempunyai waktu buat aku sedikit aja, hari liburan sekolah semester pertamapun di mulai, aku ingin liburan bersama keluarga tapi seribu banding satu rasanya.
“mama, papa” teriakku, aku nggak nyangka mereka hari ini ada di rumah.
“hai na, mama udah lihat nilai rapot kamu, dipertahannin ya” ucap mama kepadaku. Hari ini aku berencana mau pergi dengan rendra dan ibunya.
“mama sama papa sibuk nggak hari ini? Aku mau mama sama papa temenin aku liburan, please hari ini aja” tanyaku, berharap mereka mau menemaniku. Tapi mereka hanya diam dan saling bertatapan.
“ok, hanya hari ini aja kan” ucap papa, dan mama hanya menganggukan kepala. Aku seneng banget, akhinya aku bisa pergi liburan bareng mama sama papa.

Aku dan rendra bertemu di puncak, ibunya rendra juga ada, dan ternyata mama sama papa juga kenal sama ibunya rendra. Dulu alm. ayahnya rendra adalah rekan bisnis papa. Mereka berbincang-bincang, sedangkan aku dan rendra bermain di dekat kolam.
“kamu seneng banget hari ini?” ucap rendra.
“iya donk, kesempatan langka tau bisa liburan sama mama papa” ucapku.
Kemudian mama dan papa serta tante Diana mendekati kami berdua, mama tiba-tiba memelukku, entah apa yang membuat mama bersikap begini, mama juga menangis. “Ada apa ma?” tanyaku
“maafin mama ya sayang” ucap mama kepadaku, aku hanya diam. Aku nggak nyangka mama akan mengatakan itu padaku. Akhinya hari ini aku merasakan sosok ibu yang sebenarnya
“maafin, papa juga” ucap papa.
“nggak apa-apa kok ma pa, ryana tau biarpun mama sama papa sibuk tapi mama sama papa tetap sayang sama ryana” ucapku kepada mereka. Hari itu hari yang sangat berharga bagiku, bahkan hari-hari selanjutnya mama dan papa juga sering meluangkan waktu untukku.

Semua memang tak bisa kita dapatkan dengan mudah, harus dengan pengorbanan dan kesabaran.

SELESAI… ( Ganbatte!!! )

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel
kesukaan : Membaca, Menulis, ndengerin music, and nonton film animasi
salam kenal buat semuannya…

Cerpen Selalu Ada Maaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terjebak Di Dalam Api

Oleh:
“Satu, dua, tiga, satu, dua, tiga,” Aku menggerakan tubuhku dengan lincah mengikuti irama musik. Walaupun peluh mengucur deras di keningku, aku tetap semangat menggerakkan kakiku, yang hampir tidak kuat

Nilai Keberuntungan

Oleh:
“Astaga!” Mata luke sampai hampir ke luar saat ia melihat nilai yang tertera di sana. “Apa kau tak mengerti? Nilaimu C!” Luke melotot pada gadis itu, yang tengah asik

Just Be Friends

Oleh:
Andre mulai menengok ke arah Caca sambil memberikan kode-kode lewat jarinya. Jam Sembilan lebih lima saat soal matematika itu sampai ke nomor lima belas. Cuaca pagi yang menggila dan

Kau Yang Sempurna

Oleh:
Pagi saat udara Bandung masih terasa dingin, aku sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Hari ini adalah hari penentuan ku, Sidang kelulusan ku. Perasaan ku saat ini sangat bergejolak,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *