Selamat Natal Kasih (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 31 January 2018

RAY dan KASIH berkenalan di sebuah acara pernikahan sahabat Kasih, yang juga merupakan keluarga Ray. Ray anak seorang yang sangat kaya sedangkan Kasih dari keluarga yang sederhana. Awalnya hubungan mereka ditentang oleh keluarga Ray karena status mereka. Namun karena melihat keteguhan hati Ray ingin memperistri Kasih, akhirnya hati kedua orangtuanya luluh dan merestuinya. Mereka tidak ingin mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan 5 tahun yang lalu. Dalam hati mereka juga yang akan menjalani rumahtangganya nanti. Tugas mereka hanya menasehati jika nanti pasangan muda ini sedang dalam masalah.

Ray kemudian membawa Kasih ke rumahnya dan diperkenalkan kepada orangtuanya. Awalnya mereka hanya ingin menyenangkan hati anaknya saja. Tapi setelah Kasih lebih sering berkunjung, mereka tidak mengingat status Kasih lagi. Mereka merasa aman dan seperti ada perubahan dalam keluarganya. Yang tadinya sibuk karena pekerjaan masing-masing bahkan Kakak Ray yang suka menghamburkan uang mencari hiburan dan perhatian di luar juga mengalami perubahan bahkan sudah menetapkan hatinya pada satu wanita yang sudah siap dinikahinya. Setelah melihat perubahan di rumah itu Kasih sadar ada sebuah tanggungjawab yang TUHAN berikan, yaitu berdoa bagi keluarga itu. Tadinya, hari minggu bagi mereka adalah waktunya untuk bertemu teman bisnis sambil makan di luar. Tapi setelah mengenal kebenaran hari bagi mereka hari minggu adalah harinya TUHAN. Juga terjadi perubahan dalam keluarga ini, mereka menyempatkan waktu untuk berdoa bersama bahkan saat sarapan dan makan malam, mereka kumpul bersama dimeja makan. Mereka juga mulai mengerti apa itu perpuluhan dan juga buah sulung. Kadang di hari minggu Ibu Ray meminta Kasih datang da bergereja bersama di gereja tempat orangtua Ray berjemaat dan Kasih pun tidak menolak karena kasih ingin mereka lebih dalam lagi mengenal TUHAN. Kasih rindu keluarga ini semakin dewasa dalam pengenalan akan ALLAH.

Tak terasa kedekatan mereka sudah berbulan-bulan. Ray pun ingin melamar Kasih. Bagi orangtua Ray, itu sangat bagus dan mendapat respon positif dalam artian merestui maksud anaknya. Ray pun menyampaikan maksudnya kepada Kasih. Mendengar maksud Ray Kasih sangat senang tapi juga timbul dalam hatinya apakah Ray benar sudah siap? Apakah dia sudah tahu arti dari pernikahan? Apakah dia siap selalu bersama dalam suka dan duka? Hanya mengandalkan TUHAN Kasih menerima lamaran Ray. Kasih pun mengajak Ray ke kampung halamannya untuk diperkenalkan pada orangtuanya. Mereka kemudian mencari waktu yang tepat untuk pulang beberapa hari. Sebelum berangkat supaya orangtuanya tidak kaget, Kasih banyak bercerita tentang Ray dan Keluarganya. Orangtua kasih pun menerima kedatangan Ray dengan senang hati. Kasih berpikir setibanya di kampung halaman, Ray bisa cepat akrab dengan keluarganya karena dia adalah pemuda yang sangat baik dan suka bergurau.

Tibalah hari keberangkatan mereka berdua. Kasih tidak sabar ingin cepat sampai ke rumahnya dan memperkenalkan Ray begitupun Ray tidak sabar untuk sampai ketempat tujuan dan mengenal keluarga kasih. Sebelum melanjutkan perjalan mereka mampir di sebuah rumah makan. Ray seperti bersuara dan menyebut nama seorang gadis. Ray mengunci mobil mereka menuju meja yang masih kosong. Sebelum duduk Ray menyuruh Kasih memesan makanan dan ingin menyapa gadis yang sedang duduk sendiri di pojok. Kata Ray itu adalah temannya. Kasih pun mengiyakan dan memanggil pelayan untuk memesan makanan. Kemudian Ray mendekati gadis itu dan menyalaminya. Mereka berbincang sebentar dan kemudian Ray kembali ketempat dimana Kasih duduk. Entah kenapa dan apa yang terjadi dimasalalu antara Ray dan gadis itu Kasih hanya bertanya-tanya dalam hati dan berharap bahwa mereka itu hanyalah teman biasa. Kasih memperhatikan keduanya terlihat dari pandangan mereka seperti ada sesuatu yang kasih tidak tahu. Sekali-sekali Ray menoleh ke belakang dimana tempat gadis itu duduk dan gadis itu pun tak berhenti melihat Ray dan entah apa yang ada dalam pikiran mereka.

Kasih berdiri dan mendekati gadis itu tentunya juga dengan maksud ingin mengajaknya gabung bersama. Kasih berkenalan dengan gadis itu. Rupanya dia bernama Clara. Ya gadis yang pernah disebut namanya dulu oleh Ray. Dialah gadis yang sangat Ray cintai tapi karena tidak direstui oleh ibunya akhirnya Clara pergi dan menghilang begitu saja. Menurut Clara diwarung ini baru pertama kali bertemu dengan Ray setelah 5 tahun berpisah. Kasih sabar dan berpikir bahwa ini adalah masalalu Ray. Ray sudah mencintai dirinya dan tidak akan mungkin berpaling. Kasih pamit kepada Clara untuk kekamar mandi katanya, nanti kita duduk bersama Ray disana sambil cerita. Dalam hati Kasih mungkin nanti Ray akan bercerita banyak tentang dia dan Ray.

Itulah cinta kata orang cinta itu buta tidak bisa melihat yang lain. Sekembalinya dari kamar mandi Kasih dipanggil oleh pelayan katanya tadi teman cowoknya menitip surat. Kasih membuka surat itu dan membacanya katanya maaf Kasih saya tidak bisa menunggu tiba-tiba Clara sakit kata pelayan dekat sini ada rumah sakit jadi saya mengantarkannya langsung tunggu sebentar hanya sebentar. Dengan sabar Kasih mengerti jadi tidak mempersalahkan Ray Karena memang itulah yang harus dilakukan saat kita melihat ada orang yang membutuhkan pertolongan apalagi saat sakit.

Lama Kasih menunggu dadanya terasa sesak dan mulai merasa ada sesuatu yang janggal karena sampai larut malam Ray tidak ada kabar bahkan dari tadi handphonenya dihubungi dan tidak aktif. Awalnya dipikirnya mungkin hpnya lagi lowbet. Tak lama pelayan rumah makan itu datang dan berkata kepada kasih “maaf kapan temannya datang jemput, ini sudah malam dan sudah mau tutup”. Kasih bingung dan tidak tahu harus berbuat apa dan mau ke mana. Rupanya pelayan tahu kalau Kasih tidak mengenal daerah itu dan juga turut merasakan apa yang dirasakan oleh Kasih saat ini. Akhirnya pelayan itu menawarkan Kasih untuk menginap di rumahnya saja dulu besok baru melanjutkan perjalanannya. Kasih pun ikut karena memang harus itu yang dia lakukan, yaitu menerima maksud baik pelayan itu. Sambil berjalan kaki dengan pelayan itu, dalam hati kecilnya Kasih berkata besok Ray pasti telepon.

Esok harinya Handphone Kasih berdering dan benar yang menghubungi Kasih adalah Ray katanya: Maafkan saya karena meninggalkan kamu kemarin apalagi tidak memberi kabar. Ray juga menceritakan kalau sebenarnya dia masih sangat mencintai Clara dan kemarin itu dia berbohong kalau sebenarnya Clara tidak sakit tapi mereka ke rumah keluarga Clara yang jaraknya tidak jauh dari rumah makan. Alangkah terkejut dan sedihnya hati Kasih karena apa yang dia takutkan kemarin benar terjadi dia menangis sekera-kerasnya sampai pelayan rumah makan itu dan anaknya yang sedang sakit kaget. Kasih tidak habis pikir kenapa bisa seperti ini? Kenapa terjadi saat seperti ini, dalam keadaan yang mustahil sekali orang setega itu melakukannya. Mungkin inilah jawaban TUHAN untuk Kasih bahwa Ray belum siap untuk menikah apalagi bersamanya dalam suka maupun duka.

Pelayan Rumah makan yang disapa Tante Misna mendekati Kasih yang sedang menangis Kasih sambil menangis menceritakan semua apa yang telah terjadi sejak kemarin sampai Ray menelepon tadi. Tante Misna sangat sedih mendengar ceirta Kasih dan juga dalam hatinya berkata kenapa saat seperti ini. Setega itukah dia. Tante Misna menghibur Kasih dan berkata kamu harus sabar dan terima bahwa ini semua cobaan TUHAN pasti punya rencana lain untukmu. Ampuni orang itu dan serahkan semua pada TUHAN kuatkan hatimu kalau mau tinggallah di sini dulu untuk menenangkan pikiranmu biar berangkatnya besok pagi saja. Kasih tetap teguh ingin melanjutkan perjalanannya dan meminta tolong untuk diantarkan ke alamat dimana Ray menitipkan tasnya pagi ini.

Tante Misna kemudian mengantar Kasih ke tempat dimana Ray menitipkan tasnya. Sesampainya dirumah itu Kasih tidak banyak bercerita hanya dari tante Misna dia tahu kalau rumah itu adalah keluarga Carla dan menurut mereka Ray dan Carla sudah kembali ke kota. Kasih hanya mengusap dadanya dan berkata dalam hati biarlah relakan saja, itu sudah menjadi pilihan Ray. Ray tahu yang terbaik untuknya dan Kasih pun sadar dirinya itu siapa. Saat ini Kasih hanya butuh waktu untuk memulihkan kembali keadaanya setelah itu akan kembali seperti semula. Setelah mengambil tasnya Tante Misna dan Kasih menuju kerumah makan tempat Kasih kemarin mampir karena disitulah kasih akan menunggu mobil. Sesampaimya di sana tante Misna tidak bisa menemani Kasih untuk menunggu kendaraan karena anaknya lagi sakit di rumah dan sedang sendirian. Kasih mengerti dan mengijinkannya untuk pulang malah Kasih sangat berterimakasih karena Tante Misna sangat baik sudah mau membantunya. Akhirnya mereka berpisah.

Setelah lama termenung tiba-tiba Kasih teringat kalau dompetnya kemarin disisip di belakang kursi mobil. Kasih kemudian memeriksa tasnya dan benar, dompetnya tertinggal sedangkan dalam tasnya hanya ada lima lembar uang sepuluh ribuan. Dalam hati Kasih kali ini berkata lengkaplah sudah penderitaan yang dia alami. Rasa marah, kecewa dan sakit hati berkecamuk dalam hatinya jadi satu, ingin kembali kerumah Tante Misna dan menceritakan apa lagi yang dia alami saat ini tapi dia urungkan mengingat dia sudah banyak merepotkan tante Misna dan juga saat ini sedang dalam kesusahan, tidak mungkin dia akan menambah beban lagi padanya. Ingin menelepon orang dirumahnya tapi sudah terlanjur malu karena sudah banyak bercerita tentang Ray. Ingin menghubungi orangtua Ray juga tidak mungkin, Kasih tidak ingin merusak hubungan orangtua dan anak biarlah Ray yang menjelaskannya langsung. Kasih terdiam sejenak menenangkan pikirannya, hatinya dan berdoa. Dia menyerahkan semua yang sudah terjadi dan memohon TUHAN berikan kekuatan karena dia yakin pasti ada jalan.

Kemudian Kasih berjalan sambil berpikir bagaimana caranya untuk bisa mendapat uang tambahan untuk biaya sampai di kampung halamannya. Di tengah perjalanannya Kasih melihat seorang kakek yang sudah sangat tua renta Kasih mendekatinya dan bertanya kenapa dengan kakek itu. Rupanya dia mengalami hal yang seperti dia alami sekarang ingin bertemu anaknya di kampung sebelah tapi uang kurang hanya saja rumahnya menurut kakek itu sudah dekat. Dalam hati kasih ingin menolong sang kakek tapi untuk dirinya sendiri tidak cukup jika diberikan dia makan apa saat lapar nanti bagaimana caranya bisa sampai ke tempat tujuan kalau uangnya terus berkurang. Kasih kemudian berdiri dan meninggalkan kakek itu tapi hati kecilnya gelisah karena kakek itu. Kasih berhenti dan menoleh pada kakek yang sedang memandangnya dia kembali pada kakek itu dan berkata “Kek saya mau pulang ke kampung tapi dalam perjalanan saya sedang dalam masalah mohon kakek mendoakan semoga TUHAN berikan jalan dan memampukan saya melewati semua masalah yang sedang terjadi”. Kasih pun memberikan lima lembar uang sepuluh ribuan seraya berkata “kek hanya ini yang saya miliki saya berikan pada kakek untuk perjalanan pulang”, kakek itu menolak dan berkata “tidak usah nak, saya bisa berjalan kaki pulang, rumah kakek tidak jauh dari sini” tapi Kasih tetap memberikan kepada sang Kakek sambil berkata “ambillah kek saya ikhlas menolong kakek, karena saya teringat dengan orangtua di kampung jika mereka di posisi kakek dan tidak ada yang menolongnya alangkah sedihnya hati saya”. Kakek itu kemudian mengambilnya dan berkata “diberkatilah kamu nak”, Kasihpun mengaminkan dan pamit untuk melanjutkan perjalanannya.

Panas terik matahari membuatnya tidak kuat lagi untuk berjalan, Kasih kemudian beristirahat sebentar di bawah pohon seraya mengingat apa yang sedang menimpanya. Berjalan di bawah panas terik matahari membuat penglihatannya seperti kabur kakinya luka karena gesekan sendalnya sampai berdarah, tak terasa air matanya keluar dan menangis sejadi-jadinya. Dari jauh ada seorang pemuda sedari tadi memperhatikan Kasih yang sedang menghapus air matanya pemuda tersebut mendekati Kasih. Awalnya Kasih sangat takut karena tidak percaya pada siapapun lagi jangan-jangan dia ini seorang perampok atau orang yang hendak menjahati dirinya. Dalam hati Kasih berdoa minta perlindungan TUHAN dan mejauhkannya dari orang-orang yang kelakuannya seperti Ray.

Pemuda ini menenangkan Kasih dan bercerita tentang dirinya kalau dia dari kota dan saat ini sedang mengunjungi tantenya yang sedang sakit. Di kota profesinya sebagai seorang sekuriti hotel. Setelah mendengar cerita pemuda tadi Kasih mulai tenang dan memberanikan diri mengatakan kalau dia juga dari kota, rindu orangtuanya ingin pulang tapi tidak punya ongkos jadi dia berjalan kaki sampai sejauh ini. Kasih tidak ingin bercerita banyak apalagi tentang Ray. Pemuda tersebut sangat kaget dan berpikir hanya karena ingin bertemu orangtua sampai menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh ini? Tidak bisakah mengumpulkan uang dulu? Dengan lembut pemuda tersebut menasehati Kasih kalau tidak baik seorang gadis berjalan sendiri apalagi daerah tersebut asing baginya. Pemuda itu bertanya “apakah kamu tidak takut berjalan sendiri?” Kasih menjawab “sangat takut Kak tapi inilah resiko yang harus saya terima. Saya berjalan karena percaya TUHAN menjaga dan pasti TUHAN tolong”. Tak terasa airmatanya menetes. Pemuda tersebut semakin bingung dengan jawaban Kasih dalam hatinya sebenarnya apa yang sudah terjadi karena gadis ini terlihat sangat sedih. Tidak ingin melihat kasih menangis lagi maka pemuda itu berhenti bertanya.

Setelah melihat Kasih sudah tenang pemuda tersebut pergi sebentar dan berkata jangan ke mana-mana dia akan kembali. Beberapa menit kemudian pemuda itu datang dan membawa makanan dan juga obat untuk mengobati luka dikaki Kasih. Kasih mengambil obat itu dan mengolesinya tak terasa airmatanya menetes lagi, pemuda tersebut semakin bingung dan tidak mengerti kenapa dia menangis. Dari sorot matanya pemuda itu merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan gadis ini. Untuk menenangkan hati gadis di depannya pemuda ini kemudian bertanya apakah rumahmu masih jauh dari sini? Kasih mengangguk sambil berkata masih butuh perjalanan sekitar 6 jam lagi jika ditempuh dengan kendaraan. Kaget dan sedihnya pemuda itu mendengar jawaban Kasih. Dalam hatinya dia berkata apa yang terjadi dengan gadis ini kalau tidak bertemu dengannya. Setelah kasih makan pemuda itu berdiri dan memegang tangan Kasih mengajaknya untuk meneruskan perjalanan dan ingin mengantarkannya sampai tempat tujuan. Kasih kaget dan ingin menolak tapi mengingat luka dikakinya tidak mungkin dia bisa berjalan sejauh itu apalagi seorang diri. Dalam hati Kasih menghibur dirinya dan berusaha percaya bahwa pemuda ini dikirim TUHAN untuk menolongnya dan tidak mungkin berbuat jahat padanya. Hanya ini jalan satu-satunya untuk sampai ke rumahnya.

Cerpen Karangan: Esra Elsi Runalti
Facebook: Esra Elsi Runalti

Cerpen Selamat Natal Kasih (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Sejati

Oleh:
Saat itu aku masih duduk di kelas 3 SMP, dan Aku masih nggak kenal Yang namanya “cinta”. Bagiku “pendidikan” itu nomor 1 daripada “cinta”. Hingga akhirnya Aku bertemu dengan

Goodbye My First Love

Oleh:
Januari 2013 ini seseorang yang pernah berada di hatiku dalam waktu yang cukup lama melangsungkan pernikahan. Aku dapat kabar dari teman dekatku yang kebetulan juga tetangga satu RT, smsnya

Aku Pulang!

Oleh:
Kenapa semua cerita dongeng selalu berakhir bahagia? Adakah 1 kisah saja yang berakhir tragis. Agar menemaniku di sini yang sedang mencoba menghilangkan perasaan ini untuknya. Haruskah aku melupakanya karena

Penantian Berharga

Oleh:
Hari ini.. Iya, hari ini tepat satu tahun aku menunggunya, menunggu dia menepati janjinya untuk menemuiku di sini, di taman ini. Awalnya ku kira menunggu dia adalah hal bodoh

Melati

Oleh:
Dinginnya udara malam ini, hanya bertemakan hujan dan kesunyian, apa hujan tak kashian pada orang-orang yang sedang berada di luar? Yang sedang pulang kerja, yang sudah melakukan aktivitasnya? Apa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *