Selamat Natal Kasih (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kristen
Lolos moderasi pada: 31 January 2018

Pemuda itu kemudian mengantar Kasih kerumahnya. Dalam perjalanan tiba-tiba hujan. Pemuda ini kemudian memberikan mantelnya untuk Kasih tapi Kasih berkata tidak usah itu untukmu saja saya diantar pulang ke rumah sudah sangat bersyukur cukup tas saja yang saya titip. Tapi pemuda itu berkata ambil saja tadi saya sudah memikirkannya dan membawa 2 mantel, sekali lagi Kasih menangis sambil memakai mantel itu. Selang beberapa jam kemudian sampailah Kasih di rumahnya. Karena saking senangnya dalam keadaan kakinya terluka dia sampai melompat kegirangan seperti sudah melupakan kejadian yang baru saja dialaminya bersama Ray. Orangtua Kasih dengan senangnya memeluk anaknya dan berkata “inikah pemuda yang sudah kamu ceritakan pada kami?” Kasih terdiam dan menangis sejadi-jadinya. Tadinya ingin menembunyikan masalah ini dari pemuda yang mengantarnya dan juga orangtuanya tapi tidak bisa terbendung lagi. Orangtuanya kaget dan membawa Kasih masuk rumah diikuti ayahnya dan pemuda tadi. Setelah duduk pemuda yang rupanya bernama Aman menceritakan bagaimana ia menemukan Kasih di jalan memberinya makan dan juga mengobati kakinya yang terluka dan berdarah. Tak terasa airmata kedua orangtua Kasih menetes sedih membayangkan bagaimana nasib anaknya seandainya tidak bertemu dengan Aman.

Hari sudah mulai gelap orangtua Kasih memohon kepada Aman untuk tidak pulang dulu. Pemuda tersebut tidak menolak karena ingin mengetahui sebenarnya ada apa dengan Kasih. Setelah Kasih merasa tenang dia pun menceritakan semua yang terjadi mulai dari rencananya datang untuk bertemu orangtuanya tapi di tengah jalan malah ditinggalkan oleh Ray. Rasa marah dan kecewa bahkan kesedihan yang sangat besar dirasakan orang-orang dalam rumah itu. Kasih yang sudah mulai tegar setelah mengeluarkan semua yang ada di hatinya kemudian berkata pada orangtuanya bahwa dia sudah baik sekarang dan mengampuni Ray katanya lagi dia bersyukur karena TUHAN sudah memperlihatkan siapa Ray yang sebenarnya. Seandainya terjadi pernikahan apakah Ray bisa bertanggungjawab? apakah bisa bersama selamanya dalam suka dan duka? Tidak mungkin karena apa yang sudah terjadi itulah jawabannya. Kasih menguatkan orangtuanya dan berkata bahwa TUHAN tahu yang terbaik untuk Kasih makanya dipisahkan dari Ray, seorang yang tidak bertanggungjawab. Kasih meminta maaf karena kejadian yang sudah membuat orangtuanya bersedih bahkan menyusahkan Aman juga. Ibunya berkata pada Kasih bagaimana selanjutnya. Kasih menjawab akan kembali ke kota dan mengenai Ray itu sudah menjadi cerita masa lalunya kasih.

Esok paginya Aman pamit untuk pulang. Tak lupa Aman berpesan kalau sekembalinya nanti ke kota dan Kasih pun kembali ke kota jangan lupa menghubunginya. Dia mengajak Kasih untuk ikut dalam ibadah pemuda yang dipimpinnya. Seraya tersenyum Kasih berkata itu pasti, kamu adalah kakak yang terbaik bagiku dan selalu ada saat aku butuh pertolongan. Sebelum berangkat Aman berpesan kepada Kasih untuk mengampuni Ray dan juga tetap menjalin hubungan baik. Jodoh TUHAN sudah siapkan yang terbaik.

Beberapa hari kemudian handphone Kasih berbunyi dan terdengar suara dari sana katanya “Kasih maafkan anak tante”. Jawab Kasih “sudahlah itu sudah terjadi dan saya sudah memaafkan anak Tante. Kasih juga meminta supaya Tante Lia (panggilan ibu Ray) mau menerima Clara sebagaimana dulu dia menerima Kasih”. Ibu Ray masih tetap mengeraskan hatinya karena ingin Kasih yang bersama Ray. Kasih memohon supaya mereka tidak dipisahkan lagi kasihan mereka berdua. Kasih berjanji setelah kembalinya ke kota Kasih tetap bersilaturahmi ke rumah Tante Lia dengan harapan sudah bisa membuka hatinya dan menerima hubungan anaknya Ray dan Clara

Dari hari kehari Kasih kembali ceria dan luka pada kakinya sudah mulai kering dan tak terasa sudah waktunya untuk pulang. Kasih harus kembali bekerja. Dalam perjalanan pulang Kasih memperhatikan sepanjang jalan yang dilaluinya beberapa waktu yang lalu. Terngiang kembali apa yang pernah dialaminya. Kasih kemudian mengusap dadanya dan menghibur hatinya seraya berkata biarkanlah semua yang sudah terjadi ikhlaskan semua, TUHAN pasti beri yang terbaik karena DIA tahu apa yang diperlukan.

Setibanya di kota Kasih tak lupa mengabari Aman kalau dia sudah sampai di kota. Amanpun sudah terlebih dahulu di kota karena tantenya sudah sehat. Tak terasa Aman dan Kasih menjadi sahabat. Aman selalu membantu Kasih dan menghibur Kasih. Aman tahu bagaimana perasaan Kasih saat ini. Dia memberikan perhatian kepada Kasih. Setiap ada ibadah Aman selalu menyempatkan diri menjemput Kasih. Sejak bersama Aman Kasih semakin dikuatkan dalam TUHAN dan terlibat aktif dalam pelayanan gereja. Sebenarnya Aman mempunyai perasaan khusus terhadap Kasih tapi belum berani karena merasa terlalu cepat. Kasih butuh waktu untuk mempelajari sifat dan karakter Aman begitupun sebaliknya. Sejak bertemu Kasih Aman juga semakin taat dan mengalami banyak perubahan. Aman semakin percaya bahwa Kasih adalah pilihan hatinya. Aman ingin menyatakan kesungguhannya kepada Kasih tapi menunggu waktu yang tepat.

Sejak kembalinya dari kota kali ini Kasih memberanikan diri ingin berkunjung ke rumah Ray. Saat menelepon, Ray dan keluarga sedang duduk dan bersiap mau ke gereja tinggal menunggu Clara saja. Setelah mendengar kabar bahwa Kasih akan datang, Ray sangat takut karena tahu bahwa dia sudah berbuat salah bahkan dia berpikir apa yang terjadi saat Kasih bertemu dngan Clara nanti. Tak lama kemudian Clara datang dan disambut baik oleh keluarga Ray. Dalam hati Ray berkata dengan kehadiran Kasih nanti tidak mungkin Ray dipaksa kembali kepada Kasih karena keluarganya sudah menerima kehadiran Clara.

Pintu diketuk dan pembantu rumah tangga membuka pintu dan terdengarlah suara “eeeeh Kasih datang”. Clara sangat kaget karena tidak tahu kalau Kasih akan datang. Dengan tersenyum Kasih masuk dan menyalami keluarga Ray dan juga berbisik kepada ibu Ray “jangan takut tante saya tidak akan bikin ribut”. Ray semakin takut saat melihat Kasih berbisik pada ibunya dan Clara juga mengalami hal yang sama. Kasih kemudian mendekati tempat dimana Ray dan Kasih duduk. Diluar dugaan Ray dan Clara, Kasih kemudian mengulurkan tangannya dan menjabat mereka berdua katanya “Selamat hari minggu, apa kabar?” Dengan senang hati dan agak ragu-ragu Clara dan Ray menyambut uluran tangan Kasih. Dalam hati Ray kenapa bisa seperti ini bukannya dia harus marah? Ray semakin bingung dan tidak mengerti dengan Kasih.

Sepulang dari gereja Clara minta izin pulang duluan dan Ray mengantarnya sedangkan Kasih diminta orangtua Ray untuk mampir sebentar. Kasih menolak karena ada janji dengan Aman untuk mengikuti sebuah acara dipanti asuhan. Ibu Kasih memohon supaya mampir sebentar saja. Tidak bisa menolak kasihpun mampir di rumahnya. Disana Kasih diminta supaya menceritakan apa yang pernah terjadi meski Ray sudah menceritakan padanya. Sekalipun hubungan Ray dan Kasih terputus tapi silaturahmi dengan keluarga Ray tetap terjalin bahkan semakin menyayangi Kasih seperti menyayangi anaknya sendiri apalagi mereka tidak memiliki anak perempuan. Asyik cerita tak lama handphone kasih berdering dan rupanya aman menanyakan dia ada di mana. Kasih memberitahukan kalau dia ada dirumah Ray. Tak lama kemudian Kasih pamit pulang karena Aman sudah menunggunya ditempat kost.

Tak terasa Natal segera tiba Ray dan Kasihpun sudah mulai kembali akrab. Suatu kali Ray mencoba menanyakan kepada Kasih kenapa dia tidak pernah marah padahal dia sudah melakukan kesalahan yang sangat besar. Kasih hanya tersenyum dan menjawab saya sudah dipulihkan TUHAN dan sudah mengampunimu. Ray sadar rupanya dia sudah meninggalkan orang yang sangat sabar menghadapinya. Dalam hati kecilnya masih ada kesempatan untuk merebut hati Kasih kembali. Suatu kali Ray mengajak Kasih bertemu disebuah restoran untuk makan bersama dengan keluarga besarnya. Ray dan Kasih lebih dulu tiba disana dan memesan tempat. Sambil menunggu kedatangan keluarga Ray dan rekan bisnisnya, Kasih bercerita pengalamannya saat ditinggal Ray. Tiba-tiba Ray tertunduk dan diam entah apa yang sedang dia pikirkan. Dari kejauhan Kasih melihat seorang pemuda yang tidak asing baginya ya, dia itu Aman. Kasih pun memanggilnya dan membujuk Ray supaya Aman bisa diajak bergabung. Tentu saja dengan senang hati Ray mengijinkan. Kasih kemudian memperkenalkan Aman padanya. Kasih memperkenalkan Aman dengan Ray merekapun bercakap dan langsung akrab. Kasih mulai lapar tapi keluarga Ray belum datang. Ray tahu kalau Kasih lapar diapun mengambil handphone mengecek orangtuanya sudah di mana. Tak lama kemudian Orangtua Ray datang dan juga teman bisnisnya. Kasih berkenalan dengan teman bisnis keluarga Ray sepertinya mereka langsung akrab bahkan ruangan itu penuh dengan canda tawa mereka.

Natal sudah tiba. Kasih tak sabar ingin pulang kerumah dan menceritakan kepada orangtuanya bagaimana kehidupannya selama dikota dan bertemu dengan orang-orang banyak bahkan menceritakan bagaimana dia aktif dalam gereja. Dia sudah melupakan semua yang sudah lalu dan memaafkan Ray. Dengan semangat Kasih menelepon orangtua Ray dan juga Aman kalau besok Kasih akan pulang jadi tidak sempat datang lagi untuk pamit. Dengan tersenyum ibu Ray menjawab “SELAMAT NATAL Nak” telepon pun ditutup. Aman juga menjawab “SELAMAT NATAL untukmu hati-hati dijalan dan jangan lupa selalu tersenyum”. Ray yang sudah dianggapnya Kakak juga ditelepon. Ray hanya mampu berkata “Maafkan Kakak atas semua yang sudah terjadi dan sepertinya sudah terlambat dik semuanya. Maafkan Kakakmu ini SELAMAT NATAL dan jangan lupa ada kado untukmu pasti kamu sangat senang”. Kasih sempat berpikir apanya yang terlambat tapi sudahlah Ray memang seperti itu.

Keesokan harinya Kasih berangkat dan tidak sabar ingin cepat sampai. Sesampainya dirumah Kasih kaget ini ada apa. Apa ada sesuatu yang terjadi di rumahku tapi tidak ada yang memberitahukan? Kasih kaget dan berlari dengan cepat. Dia ingin tahu ada apa kenapa didepan rumahnya di depan rumahnya ada banyak mobil. Kasih berhenti dan menoleh pada satu mobil seperti tidak asing baginya. Ada apa ini, pikir Kasih ini tidak mungkin. Sesampainya di dalam rumah Kasih melihat orang-orang yang tidak asing baginya. Ya, ada keluarga besarnya, ada Orangtua Ray bahkan Ray juga ada bersama Clara. Kakak Ray bersama calon istrinya juga datang. Paling mengejutkan ada Aman bukannya selama Natal dia harus piket jaga dari pagi sampai malam karena temannya cuti pulang kampung. Terus disamping Aman ada teman bisnis keluarga Ray yang dikenalkan di restaurant waktu itu. Ibu itu kemudian memanggil Kasih dan menyuruh Kasih duduk di dekatnya. Disana ibu Ray menceritakan siapa teman bisnisnya itu. Rupanya Aman sudah berbohong. Dia bukan seorang security. Hotel yang menurutnya sedang dijaga adalah milik Orangtuanya bahkan yang di sampingnya itu adalah orangtua Aman.

Kasih menoleh kepada Aman seperti ingin marah karena selama ini sudah berbohong besar padanya. Aman pun menjelaskan alasannya kalau hanya dengan cara seperti itu bisa dekat dengan Kasih apalagi saat perkenalan pertama Kasih sedang tidak percaya pada siapapun. Orangtua Ray tahu apa yang ada dalam benak Kasih kemudian dia bercerita bahwa pertemuan di restauran itu memang sudah diatur oleh Ray dan Aman untuk mengenalkan Kasih pada keluarganya. Pertemuan itu diadakan supaya nanti Kasih tidak kaget. Aman pun bercerita kalau Aman sudah lama berteman dengan Ray karena mereka rekan bisnis. Mulanya Ray bercerita tentang Kasih kepada Aman kalau dia sudah berbuat salah pada gadis yang sangat mencintainya. Mendengar cerita Ray Aman teringat dengan Kasih. Saat itulah secara sembunyi-sembunyi Aman ingin dipertemukan dengan Kasih oleh Ray siapa tahu orang yang diceritakan Ray benar dia adalah Kasih. Dan benar Ray tidak salah orang dia adalah Kasih yang dia kenal.

Lanjut orangtua Aman memberitahukan kepada Kasih kalau maksud kedatangan mereka tidak lain untuk melamar Kasih dan apakah Kasih bersedia. Saat itu Aman tertunduk entah apa yang sedang dipikirkannya. Mendengar Ayah Aman berbicara seperti itu Kasih sangat senang. Dia tidak menolak karena memang sejak dari awal sebenarnya dia sudah merasa nyaman dengan Aman. Setelah mempelajari sifat dan karakter Aman Kasih kini tidak takut lagi karena percaya dia bisa bahagia bersama AMAN. Inilah jodoh yang disiapkan TUHAN untuknya. Karena saking senangnya Aman berdiri dan memeluk Kasih seraya mengucapkan “SELAMAT NATAL KASIH. Mulai sekarang aku akan menjagamu selalu. Tidak akan ada lagi orang yang menyakitimu dan perlu kamu tahu kamu tidak salah pilih”. Sontak seluruh keluarga dalam rumah itu bertepuk tangan bahkan sampai meneteskan airmata karena sangat bahagia dan terharunya mereka.

Cerpen Karangan: Esra Elsi Runalti
Facebook: Esra Elsi Runalti

Cerpen Selamat Natal Kasih (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Empat Kata Terindah (Part 3)

Oleh:
Ketika sampai di depan pintu rumahnya, gadis itu menghentikan langkahnya. Matanya memanas. Dengan air mata yang terus mengalir gadis itu berlari tanpa arah. Hingga akhirnya, ia sampai di sebuah

Anak Tomboi Jatuh Cinta Part 1 & 2

Oleh:
Part 1 – aww.. Sakiit Seorang anak sedang memperlihatkan atraksi sepedanya pada setiap orang di sekolah itu, entah guru bahkan para pedagang asongan pun menikmatinya. Atraksi yang sedang dilakukannnya

Faris

Oleh:
Aku hanya ingin menulis. Entah kenapa, menurutku aku bisa menumpahkan segala kedukaanku dengan tulisan. Padahal aku tidak memiliki darah sastrawan ataupun penulis dalam keluargaku. Walaupun kakekku keturunan darah biru,

Believe In Love

Oleh:
“Kok busnya belum datang juga sih!” Ran ngoceh gak jelas karena sudah dari tadi ia menunggu di halte, tapi bus yang menuju sekolahnya tak kunjung datang. Tiba-tiba ada motor

Secangkir Kopi Untuk Mas Ridwan

Oleh:
Hari ini adalah awal bulan kesepuluh di tahun 2014, ritntik-rintik hujan sudah mulai setia menggerayangi bumi. Ku amati keadaan kampung yang terlihat sepi dari tempatku berdiri menyandarkan sebagian tubuh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *