Semoga Bukan Hanya Rasaku Saja (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 March 2013

Suasana kelas yang perlahan mulai penuh, dihiasi wajah–wajah ceria dan wangi khas pagi hari yang menyegarkan. Namun berbalik dengan itu semua, Ran, dengan raut muka gelisah, sesekali memandangi pintu, kemudian beralih ke jam tangannya yang hampir tepat pukul 7.
“kamu kenapa?”, tegur Yani, teman sebangkunya, penasaran yani, memang sedari tadi memperhatikan tingkah tak nyaman Ran.
“kok jam segini belum datang juga ya?”, kata Ran, Gusar…
“siapa? Pram? Pujaan hatimu itu?”, kata Yani setengah bercanda, Ran yang telah terbiasa dengan candaan yani, mengangguk, mengiyakan…
Tiba-tiba yani bangun dari duduknya, berdiri, kemudian berbicara debgan suara lantang
“Hai teman teman…” Yani menirukan gaya pemain lenong di tipi, kontan aja seluruh perhatian kelas kini menjadi milik yani, ran memandang yani penuh antisipasi, lelucon apa lagi yang akan diperbuatnya.
“ada yang tau tentang Pram gak?…”, secepat kilat Ran membekap mulut Yani
“Apa-apaan sih, bikin malu aja…”, Ran melotot, Yani cuek, pura pura berontak dari bekapan tangan Ran, sambil cengengsan
“ye.. aku kan berusaha menolong teman yang tengah susah hati di mabuk cinta…”, jawab yani dengan volume suara dibuat agar seisi kelas bisa mendengarnya, ran pasang muka jutek

“Akhirnya datang juga…” Suara Andi dari pojok kelas, dengan nada penuh kelegaan, semua mata tertuju ke pintu kelas.
Sosok Pram ada disana. Entah siapa yang memulai, seisi kelas bertepuk tangan, seolah tengah menyambut kedatangan pram.
Pram tertegun sejenak di pintu.
“suit…suit, ga jadi sedih dong…”, suara agus, menengok ke arah Ran yang duduk di belakangnya, Ran tersipu…
Entah Pram menyadari atau tidak, bahwa dirinylah yang tengah jadi objek, Pram dengan cuek dan santainya berjalan menuju tempat duduknya, ketika melintasi tempat duduk Ran, langkah Pram melambat dan memandang sejenak kea rah Ran yang menunduk tersipu malu. Yani yang sedari tadi memperhatikan tingkah mereka, ingin sekali meledeknya, tapi urung dilakukan, karna Pak Danuri, guru Bahasa inggris, talah memasuki kelas.

Semua penghuni kelas X Ipa 2 tak ada yang tak tahu, kalo Ran menyukai Pram, dan kadang Ran bertingkah memalukan, terlihat sangat jelas mengejar cinta Pram, meski seringnya pram bersikap dingin nyaris tak peduli, namun Ran tak peduli, tetap gigih mengejar pram. Yani kadang bosan dan capek, nasehatin Ran agar tidak bertingkah memalukan, dan terus menerus mengejar cinta pram, namun jawban ran cukup membuat Yani terperangah, tak percaya
“aku sendiri ga tau kenapa gak bisa berhenti untuk mengejar Pram, aku sudah menyukainya ketika pertama kali melihatnya Dulu…” cerita Ran dengan raut muka penuh perasaan, hingga yani tak tega untuk menyelanya, Yani berteman dengan Ran sejak mereka sama sama jadi murid baru di sekolah ini, dan selama ini mereka selalu satu kelas, dan baru di kelas XII ini mereka satu kelas dengan pram.

Pram, sosok yang diidolakan ran itu, sebenarnya siswa yang biasa saja, pendiam, dingin, memisahkan diri dari teman teman dan pergaulan sekolah, sebenarnya Pram seharusnya telah lulus setahun lalu, namun pernah ada kejadian yang membuatnya harus mengulang setahun lagi.
“ada sesuatu dalam dirinya yang begitu menarik, tapi aku tak tau itu apa, aku hanya ingin menjadi sahabatnya, paling tidak menjadi temannya”, ujar Ran tulus, tak pernah Yani menjumpai karibnya itu, berbicara soal perasaan terdalamnya itu, Yani yakin jika Ran telah benar-benar jatuh cinta, meski yani ragu, ran akan mendapat balasan cinta yang sama dari pram.

Ran yang malang, cintanya mungkin bertepuk sebelah tangan.
Sudah tiga hari belakangan ini, Pram tidak masuk kelas tidak ada yang tahu sebabnya, dan Yani dibuat bingung karena Ran, karibnya itu uring-uringan, tak bersemangat, ada kecemasan yang nyata diwajahnya, Yani bertanya pada agus mungkin saja dia tahu sebabnya, agus berkata tidak tahu dan menyarankan pada yani untuk menanyakan alamat rumah Pram di kantor TU. Dan pada jam istirahat Yani bergegas menanyakan alamat Pram di kantor TU, hanya ada info alamat rumah saja, tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi…

Usai jam pelajaran, Yani menyodorkan secarik kertas pada Ran
“Apa ini?”, Tanya ran
“ini alamat rumah Pram, tapi gak ada nomer telepon yang bisa dihubungi…” kata Yani, Ran menatap Yani penuh tanya juga haru
“Aku gak tega liat kamu tiap hari mengkhawa tirkan Pram, jadi aku coba nyari alamatnya, kamu bisa ke rumahnya…” kata Yani, Ran membaca sederet tulisan itu, Ran Nampak bingung
“kenapa?”, tanya Yani
“aku gak tau alamat ini, gak tau jalan menujua rumahnya…” kata Ran, kini yani yang dilanda dilema, satu sisi ingin sekali Yani menemani Ran mencari alamat rumah Pram, tapi ada hal yang lebih penting, Yani harus segera puang, karena ibunya tengah sakit.
“maaf, aku gak bisa menemani, ibuku sedang sakit…” ujar Yani memandang Ran, Ia yakin sahabatnya itu pasti bisa memahaminya…
“gak papa aku bisa pergi sendiri…” Ran berusaha meyakinkan dirinya, Yani menggenggam kuat tangan Ran seoah memberinya kekuatan, Yani menyodorkan secarik kertas berisi petunjuk jalan menuju rumah pram, lumayan jauh, kata ran dalam hati, tapi tekad ran bulat sudah demi melihat pram, yang mau disadari atau tidak telah merampok sebagian hati ran.
“thanks ya…” ucap ran, yani tersenyum penuh arti “semoga berhasil..”

Yani berlalu, hari semakin mendung, tapi tak menyurutkan tekad ran mencari pram, ran mengikuti petunjuk naik angkutan apa saja menuju rumah pram, lumayan jauh.. setiap harinya pram bersepada motor menuju sekolah… hampir satu jam ran ‘bertualang’ mencari rumah pram, tak kunjung ketemu, gerimis mulai jatuh satu per satu… ran muai ragu meneruskan niatnya, tapi kepalang tanggung, ran berdiri di depsn ruko menunggu hujan ysng mulai derass itu mereda, ran membaca lagi kertas petunjuk, oh… kini dia berdiri didepan alfa mart berarti tinggal masuk gang sebelah, yang berarti sebentar lagi, tak mau menunggu lama, ran nekad menerobos hujan yang takkunjung mereda… ran menelusuri gang sambil memperhatikan kanan kirinya mencari rumah pram, kini ran berdiri didepan sebuah rumah dengan halaman yang asri, ini pasti rumahnya, nomer rumah yang sesuai dengan alamat pram.

Didepan pintu, ran termenung sejenak… dingin menelusup hingga membuatnya menggigil, ran mengetuk pintu
Muncul pram, membukakan pintu
“hai…” ran menggigil, pram kaget.. “kamu? ngapain?”…
Ran tak tau harus bilang apa, semua kata kata yang sudah tertata rapi diujung bibir mendadak tertelan lagi… ngapain? bukan itu yang ingin ran dengar
Pram terlambat menydari ran yang menggigil dan basah kuyup… ran pingsan

Bersambung…

Cerpen Karangan: Rayna Abdillah
Facebook: raynaabdillah

Cerpen Semoga Bukan Hanya Rasaku Saja (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cukup Cintamu

Oleh:
Hari terus berganti, aku masih saja terjebak dalam statusku dengannya, entah mengapa hubunganku dengannya hanya bertahan empat bulan saja. Padahal aku sangat sayang dan mencintainya, apapun akan aku lakukan

Sahabat Kepompong

Oleh:
Halo, namaku adila aku punya sahabat bernama cindy. Cindy itu sahabatku paling baik, lucu dan gak pelit. Tapi pernah aku merasa kesal sama dia, dia itu ngajak Chelsea ke

Selembar Lontar Untuk Kakanda

Oleh:
“apa kabar Kanda? semoga Kanda dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Kanda, mungkin kini kau sedang merasa kebingungan karena mendapat selembar lontar ini. Atau bahkan, Kanda sedang

Kamulah Takdirku

Oleh:
Tak terasa kini sudah 2 minggu, tapi kenapa rasa kecewa bercampur dengan kesedihan ini tak kunjung surut dimakan oleh waktu. Apa karena diriku terlalu sedih dan tak dapat menerima

Kisah Kawan Sekitarku

Oleh:
Seperti hari-hari biasa, akulah yang hanya bisa melihatnya. Dimana pun mereka berada, diriku akan selalu terbawa oleh pikiran untuk memberi sebuah pengawasan. Pagi yang diisi oleh kicauan burung gereja,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *