Semoga Waktu Dapat Menyembuhkanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 26 May 2017

Mentari pagi menyambutku hangat. Menuntun jalanku ke sekolah untuk tujuan mulia, menuntut ilmu. Aku menyusuri lobi sebelum akhirnya sampai di kelas. Di depan kelas, aku melihat sahabat lamaku -Wira berlalu dengan kawan-kawannya. Ia seolah bahagia dengan hidupnya yang sekarang, tanpa aku. Aku merasa dulu pernah menyakiti hatinya. Aku bodoh sekali jika melupakan hal itu.

Apa kau pernah mendengar sebuah istilah, jika persahabatan di antara pria dan wanita selalu akan dibumbui rasa cinta, paling tidak hanya seorang dari mereka yang merasakannya? Dan itu yang kami alami. Di jenjang pendidikan sebelumnya, kami adalah teman akrab atau bisa disebut sahabat. Kami tak canggung untuk berdua bersama-sama. Ke kantin, ke perpustakaan, ke sekolah atau bahkan untuk pulang bersama.

Tapi, disuatu saat aku merasakan hal aneh darinya. Kebiasaannya berubah. Dulu ia tak canggung menarik hidungku jika kesal ataupun mencoret buku catatanku untuk membalas dendam. Tapi beberapa hari terakhir, sikapnya berubah drastis. Wira menjadi pria yang lebih lembut dari sebelumnya, lebih sabar dari sebelumnya. Pernah pula suatu saat, aku mendapatinya menatapku dalam-dalam. Seolah sedang berkonsentrasi tentang apa yang ia lihat. Aku pernah bertanya padanya, kenapa ia menatapku seperti itu. Ia menjawabnya singkat, “Aku sedang mengagumi ciptaan Tuhan paling indah.”. Menurut orang lain, itu pasti terdengar romantis. Tapi bagiku menjijikan. Tak terdengar seperti Wira.

Dan di hari kelulusan, ia membuatku lebih terkejut lagi dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya. “Aku suka kamu. Kamu mau gak jadi pacarku?” begitu kira-kira ucapan Wira padaku. Pertama kali ia mengucapkan kalimat itu, kupikir ia bercanda dan ingin membuatku baper. Tapi ternyata ia serius. Aku tak tahu harus berkata apa. Sebenarnya aku menyukainya. Tapi hanya sebatas sahabat, tak lebih. Aku ingin membuatnya bahagia. Tapi takut menyakitinya perlahan-lahan. Jadi aku katakan yang sejujurnya. Ia hanya diam dan meninggalkanku sendirian. Aku berharap ia mau menerima keputusanku dan tetap menjadi sahabat terbaikku.

Tapi ternyata tidak. Aku merasa telah menyakiti hatinya yang terdalam, hatinya yang lembut dan rapuh. Aku pernah mencoba mengajaknya bicara. Tapi ia mengacuhkanku, seolah mengusirku dengan halus. Saat itu aku menyesali apa yang terjadi. Persahabatanku, keputusanku, semuanya. Meski berat, akhirnya kubiarkan dia melanjutkan hidup tanpa aku. Aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh. Berharap waktu mampu mengobati luka hatinya karena aku.

Cerpen Karangan: Ayu Gita
Blog / Facebook: ayu-as.blogspot.com / Ayu GIta

Cerpen Semoga Waktu Dapat Menyembuhkanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Sehidup Semati

Oleh:
Suatu hari di sebuah kelas dalam satu sekolah terdapat sepasang sahabat yang bernama Desi dan Wawan. Mereka selalu bersama dan terus bersama sepanjang waktu. Rumah mereka memang berbeda komplek.

If You’re Not The One

Oleh:
Aku salah satu siswa SMA Garuda. Di situlah dimulainya kisah cinta pertamaku. Bagiku tak semua cinta berakhir bahagia dan ini kisah cinta pertamaku. Entahlah perasaan ini layak disebut cinta

Rahasia Pak Remon

Oleh:
Sebuah kelas yang berisi 38 murid itu kini hening. Murid-muridnya sedang keluar kelas untuk praktek IPA di halaman sekolah yang penuh dengan aneka tumbuh-tumbuhan bermanfaat. Tapi kali ini mereka

Cinta Hanya Sesaat

Oleh:
Pagi itu, Aku berjalan sendirian menuju sekolah. Matahari bersinar memancarkan sinar yang begitu cerah ke bumi. Menyilaukan mataku hingga tak dapat kutatap sempurna. Terlintas dalam pikiranku “Seandainya ada orang

11 Hari Menuju Hari Special

Oleh:
Ada seorang gadis remaja yang sedang menanti-nanti hari yang mungkin sangat special untuknya, tetapi dia menginginkan satu hal sebelum hari itu tiba. Hari itu dia mengajak seorang lelaki untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Semoga Waktu Dapat Menyembuhkanmu”

  1. dinbel says:

    Uhhhhhhhh, soswitssssss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *