Semua Karena Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 June 2017

Bagiku cinta hanyalah sebuah skenario yang diatur. Sebentar pacaran, dan tak lama kemudian putus. Itulah mengapa aku sampai sekarang masih jomblo. Lebih baik aku menulis sebuah buku. Itu lebih baik daripada pacaran yang dapat menyakitkan hati.

Seperti biasa kuawali hariku dengan segelas kopi dan berkutat di depan laptopku untuk menyelesaikan naskah. Sesekali kunaikkan kacamataku yang melorot. Kebetulan kampus sedang libur panjang sehingga aku bisa berkutat di depan laptop sepuasku.
“Yah, tintanya habis” keluhku ketika melihat tinta di mesin printerku.

Aku pergi ke depan. Kemudian memanaskan motorku dan berangkat ke toko alat tulis kantor langgananku. Ketika akan pulang, seseorang menabrakku. Menyebabkan belanjaanku dan beberapa majalah yang kubeli terjatuh. Kacamataku juga terjatuh.
“Ah, maaf” katanya seraya mengambil belanjaanku.
“Kacamataku” kataku.
Aku meraba-raba sekitar.
“Ini” orang itu mengulurkan kacamataku padaku.
Aku segera memakai kacamataku kembali.
“Ah, terima kasih” kataku.
Orang itu mengulurkan tangannya padaku. Aku menyambutnya. Orang itu membantuku berdiri.
“Ini belanjaanmu” kata orang itu. Ia seorang pria.
“Terima kasih” sekali lagi aku berterima kasih padanya.
“Andi” katanya.
“Yessy” kataku.
Ia memberikan nomornya padaku. Aku juga memberikan nomorku padanya. Kemudian kami berpisah. Namun entah mengapa aku sangat ingin selalu bersamanya.

Novel yang kukirimkan pada sebuah kantor redaksi akhirnya diterbitkan. Buru-buru kubuka handphoneku dan memberitahukan ini pada Andi.
‘Andi
Aku tahu, kok. Aku tadi udah beli novelnya. Ceritanya bagus banget. Terus berkarya, ya, Yessy’
Ternyata Andi sudah tahu. Aku juga senang dia memuji novelku. Kubalas chating-nya dengan mengajaknya bertemu di cafe kesukaanku.
‘Andi
Kamu suka di sana? Aku juga :D. Kita ketemuan di sana jam 5 sore hari ini, ya?’
‘Yessy
Ok, deh’
Jam 5 sore, hari ini. Entah mengapa hatiku kembali merasakan apa yang kurasakan saat bertemu dengannya tempo hari.

Pria yang kunanti itu sedang duduk di salah satu meja. Aku pun menghampirinya dan ternyata itu mengejutkannya.
“Udah lama nunggunya?” Tanyaku.
“Enggak” katanya. “Paling baru 5 menitan”
Seorang pramusaji menghampiri kami dan menanyakan menu yang akan kami pesan.
“Capucino” kataku.
“Latte” kata Andi.
Pramusaji itu mencatat pesanan kami dan pergi meninggalkan kami.

Setelah pesanan kami datang, Andi membuka pembicaraan. “Jadi, udah berapa novel yang kamu terbitin?”
“Baru 3, sih” kataku sambil meminum capucino pesananku. “Kamu kerja apa?” Kini aku yang balik bertanya.
“Aku komikus” katanya dengan santai.
“Wah, komik apa?” Tanyaku bersemangat. Aku memang sering baca komik untuk mencari refrensi dari novel yang kubuat.
“Cole family” kata Andi.
“Wah, itu kesukaanku” kataku bersemangat. “Tapi kok nama pengarangnya Axe Joule?”
“Nama samaran” dia sedikit berdecak.
“Oh…” Kataku singkat.
Kami membicarakan banyak hal. Namun entah mengapa perasaan itu kembali hinggap di hatiku.
Tak terasa sudah jam 8. Kami pun pulang ke rumah masing-masing.

“Apa aku jatuh cinta, ya?” Aku termenung di depan laptopku. Aku memang tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Namun rasanya aku sangat ingin bersama Andi.
Aku keluar dari microsoft office word 2007 dan membuka google. Mengetik cerita cinta dan akhirnya kudapatkan satu. Aku membacanya dan terkesan dengan cerita tersebut. Kulihat nama penulisnya. Andi Axe Joule. Bukankah itu nama gabungan dari nama aslinya dan nama samaran Andi? Aku mem-paste cerita tersebut dan menyimpannya di salah satu file di document milikku.
Aku sudah jatuh cinta padanya. Kenapa bisa begini?

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Sebuah telepon dari Andi. Segera kuangkat teleponnya.
“Halo, Andi?”
“Yessy. Besok kamu ada kerjaan, gak?”
“Enggak. Kenapa?”
“Datang deh, ke taman di dekat cafe tadi. Aku mau ngomong sama kamu”
“O, OK”
Apa yang direncanakannya?

Sesuai janjiku dan Andi kemarin, aku menunggu di taman dekat cafe yang kemarin. Dan sudah kuduga dia menungguku. Namun ada yang aneh dengannya. Dia duduk di kursi taman, dengan sekuntum mawar dan sebuah buku -mungkin komik- di tangannya. Ia melihatku dan melambai ke arahku. Aku pun membalas lambaiannya. Aku duduk di sampingnya.

“Yessy. Aku mau bicara sesuatu” Andi berbicara dengan serius.
“Ya, ada apa?” Aku membetulkan kacamataku yang sedikit melorot.
“Kamu, kamu mau gak, jadi..” Kata-kata Andi terputus.
“Jadi apa?” Tanyaku sedikit bingung.
“Kamu mau gak, jadi pacar aku?!”
Aku tersentak. Rasa itu kembali hadir di hatiku. Memintaku untuk menjawab ‘ya’. Kacamataku sampai terjatuh saking kagetnya.
“Ya, aku mau!” Kataku.

Andi mengambilkan kacamataku dan memasangkannya padaku. Rasanya damai. Dia memelukku. Rasanya hangat.
Baru pertama kali, aku merasa sehangat ini. Baru kali ini, aku merasakan cinta. Rasanya hangat dan damai. Akhirnya kutahu apakah rasa yang selalu kupendam itu. Aku jatuh cinta. Dan kini Andi sudah menjadi pacarku. Semoga kami selalu bersama sampai akhirnya kami menikah dan berkeluarga.

SELESAI

Cerpen Karangan: Zhavira Aprilia Jaya
Zhavira Aprilia Jaya. Lahir di Balikpapan tanggal 8 April 2004. Cewek penggemar One Piece ini sudah mengenal dunia tulis menulis sejak kelas 3 SD.

Cerpen Semua Karena Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


He Became Mine

Oleh:
25 september pukul 09.12 sekolah. “hmm… Dimas?” sahut Salsa. Dimas menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Salsa. “iya kenapa sal?” tanya Dimas. “nanti kita ketemuan yuk di coffe cokelat?”

Love Me?

Oleh:
Namanya Riza, anak kelas X-3 di SMA Harapan Bangsa. Cowok paling cool dan ganteng, meskipun masih kelas X namun pesonanya mengalahkan pesona kakak kelas. Dia paling sering dibicarakan oleh

Saat Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Mulai dari pukul 19.00 sampai 23.00 aku melepas rindu bersamanya. Aku tau dia bukan kekasihku. Aku sadar dia adalah milik sahabatku. Aku tak berarti apa-apa di matanya. Aku bukan

Karena Dia

Oleh:
Aku hanya melihatnya dari kejauhan. Dia mendrible bola oranye itu menuju ring. Tak lama setelah itu, dia menghampiriku meminta sebotol air mineral yang kubawa memang untukknya. Dia memang tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *