Semua Tentang Senyum

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 May 2018

DUGHH!!
Sebuah bola basket mendarat di kepalaku diikuti dengan tawa brengsek dari seorang cowok yang juga brengsek. Siapa lagi kalau bukan Ivan, si mantan pacar yang sok ganteng itu.

Saat aku melihatnya, dia langsung melemparkan senyum sirup ABC yang bisa dikatakan cukup… Huh, sejujurnya aku malas mengatakan hal ini. Rasanya mau muntah. Tapi baiklah aku akan mengatakannya. Sebenarnya Ivan punya senyum yang manis. Senyum yang membuatku sulit tidur Halah lebay!

Aku pengen banget membalas senyum sirup ABC-nya dengan senyum kopi milikku. Tapi gengsi dong! Nanti dia pikir aku masih ngarepin dia. Tunggu-tunggu! Senyum kopi? Iya. Senyumku ibarat kopi. Udah hitam pekat, pahit lagi. Kan kampret.

Oh iya, kan nggak semua kopi itu pahit, ya. Ada juga tuh, kopi warna coklat terus rasanya manis. Contohnya kopiko. Permen yang terbuat dari kopi. Rasanya enak dan bisa menghilangkan rasa kantuk.

“Hei, lo ngelamunin gue, ya? Wah, kayaknya masih cinta, nih.” Suara itu… duh, sumpah! Aku kangen banget sama suara itu. Suara halus yang membawa kebahagiaan untukku. Eh tapi kok suara itu terdengar dekat banget, ya?

“Aaaahhhhh!” Aku menjerit. Tangan kiriku secara tanpa sengaja langsung menampar wajah seorang cowok yang begitu dekat dengan wajahku. Ivan. Aku menamparnya.

“Ivan? Aduh maaf, ya. Gue nggak sengaja. Lagian kenapa, sih lo nekat dekatin wajah lo ke wajah gue? Kan lo tau sendiri tangan gue ringan.” Ucapku dengan wajah bersalah.
Ivan tersenyum simpul. Kayaknya ada maunya nih anak. “Gue maafin lo dengan satu syarat.” Tuh kan?
“Apaan?”
“Balikan sama gue, ya?” Ujar Ivan.
“Hah? Balikan?” Tanyaku dengan tampang malas-malasan. Padahal aku mau banget. Tapi gengsi dong. Masa langsung diterima? Nanti malah terkesan murahan.
“Gimana? Lo mau kan? Kalo nggak mau ya udah. Gue juga nggak mau maafin lo.”
“Iya iya gue mau.” Ucapku masih dengan tampang yang sama.

Sejak balikan sama Ivan, senyumku langsung menjelma menjadi senyum pelangi. Penuh warna tapi cepat pudar.

Aku bosan berpacaran dengannya. Hubungan kita memang baik-baik saja. Ivan selalu membuatku tersenyum. Hubungan kita juga berjalan dengan sangat manis. Setiap hari dia selalu memberiku bunga

Tapi justru itulah yang membuatku bosan. Hubungan kita nggak ada rasa lain. Terlalu manis. Pernah, kan makan sesuatu yang manis banget? Nah, seperti itulah rasanya. Udah nggak bisa ditelan. Terus rasanya mau muntah.

Akhirnya aku memutuskan untuk putus. Kebayang, kan gimana respon si Ivan? Dia nggak mau putus.

“Apa? Putus?” Tanya Ivan tidak percaya.
Aku mengangguk mantap.
“Kenapa? Kita kan baru satu bulan pacaran. Lagian hubungan kita baik-baik aja, kan?”
“Gue bosan pacaran sama lo, Van.” Jawabku santai.

Ekspresi wajah Ivan langsung berubah saat itu juga. Dia seperti tertekan mendengar perkataanku barusan. Kedua matanya menatapku dalam-dalam. Aduh, please jangan natap gue kayak gitu, Van.

“Cuma karena bosan?” Tanya Ivan.
Aku kembali mengangguk.
“Oke. Kita putus. Tapi asal lo tau ya, Za. Gue sayang bangat sama lo.” Ucap Ivan.

Aku langsung meninggalkan Ivan. Bodo amatlah. Pokoknya aku bosan sama dia. Sekarang aku bebas. Lega rasanya.

Sudah dua minggu aku putus dari Ivan. Dan selama seminggu itulah aku tidak berbicara sama dengannya. Aku kangen dia. Aku juga masih sayang sama dia.

“Hai, Kariza!” Sapa seseorang.
Aku membalikkan badan. Oh my god. Ivan. Dia menyapaku lagi. Rasanya kayak terbang di atas awan. Tapi kok dia sama cewek, ya?
“H-hai juga.” Balasku kikuk.
“Kenalin, ini Dena. Pacar baru gue.” Ucap Ivan sambil merangkul cewek itu. Tak lupa juga dia menambahkan senyum sirup ABC-nya.

Aku yang saat itu lagi terbang langsung terjatuh. Jatuh di lumpur pula. Pacar? Oh Tuhan… semoga aja ini cuma hoax.

“Kariza?” Ivan melambaikan tangannya di depan wajahku. Aku langsung tersadar.
“Eh, Maaf… Hai, gue Kariza. Temannya Ivan,” ucapku sambil membalas uluran tangan Dena.

Kali ini aku benar-benar ingin menangis. Aku sangat menyesal udah putusin Ivan. Padahal aku masih sayang banget sama dia. Tapi kok bisa, aku sebodoh ini? Aku menyesal.

Tapi mau gimana lagi? Semuanya udah terjadi. Ini memang kesalahanku. Mungkin aku harus mendewasakan diri. Hal ini menjadi pembelajaran untukku. Kini senyum ABC milik Ivan akan menjadi kenangan terindahku.

Cerpen Karangan: Via Chrystiani
Facebook: ViaaDiawang

Cerpen Semua Tentang Senyum merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gula Kapas Biru Muda (Part 1)

Oleh:
Aku berjalan menyusuri sebuah jalan setapak selebar kurang lebih 60 cm. Menikmati hembusan angin lembut yang melewatiku, dengan pohon-pohon yang kompak tumbuh menuju arah timur. Cahaya matahari pagi merangkak

Persahabatan

Oleh:
Namaku Nurullia Annisa, biasa aku dipanggil Nurul. Aku memiliki tiga orang sahabat yaitu Fifah, Ami, dan Asri. “Nurul… Bangun Nak sudah jam 05.00 ayo bangun salat subuh dulu,” perintah

Love Street (Part 2)

Oleh:
Di kelas Lalu aku duduk dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Tak beberapa lama kemudian bel istirahat berbunyi, Aku mengeluarkan novel dari dalam tas dan membacanya. “Hei… lo kenapa?” tanya

Gerimis Awal Desember

Oleh:
Awal Desember. Langit mengganti lazuardinya jadi putih kelabu, menyembunyikan matahari yang sedang malas. Membuatnya jadi muram. Udara terasa lebih dingin. Bumi yang ini jadi basah. Sementara di belahan bumi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *