Sena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 May 2018

“kata orang cinta itu indah
cinta itu anugerah paling indah
dan cinta dapat membuat pasangan bahagia
namun apa yang terjadi jika salah satunya pergi?”

“aku mencintaimu, sangat mencintaimu”
“jangan… jangan tinggalkan aku, tolong tetaplah di sini, aku sangat kesepian tanpamu, tolong”

*kriiiiiing… kriiiing” suara alarm berbunyi dengan kerasnya.
Wanita itu terbangun dengan sedihnya, mimpi itu mendatanginya lagi, sejak sebulan kepergian kekasihnya, ia selalu mendapatkan mimpi mimpi buruk disetiap tidur malamnya.
Dan malam ini sangat menyedihkan dari biasanya.

“hiks… hiks… aku sangat merindukanmu, sangat sangat merindukanmu, Reno. Kenapa kau pergi begitu saja” teriaknya
Tak lama pintu kamar terbuka, dan terlihat wanita setengah baya muncul di balik pintu dengan wajah khawatir.
“kau baik baik saja Sena, apa yang terjadi?”
Dengan terisak Sena menjelaskan mimpi mimpi buruknya selama ini kepada ibunya.
Ibunya sangat sedih melihat anak gadisnya menangis terisak isak mengingat kekasihnya yang telah meninggal.
“kau sangat merindukannya, makanya Reno hadir di mimpmu. Bersiaplah kita akan ke makam Reno agar kamu bisa tenang”

Mobil itu berhenti tepat di depan pemakaman, terlihat makam Reno yang masih baru di antara banyaknya makam di sana. Sena yang dituntun ibunya berjalan mendekati makam itu dengan membawa bunga di tangannya.
Ditaruhnya rangkaian bunga itu tepat di dekat papan nama Reno, dan Sena tak dapat menahan airmatanya untuk mengalir membasahi pipinya.
“Reno, aku datang, aku merindukanmu.. kenapa kau pergi begitu cepat, kenapa kau tidak membawaku, aku tak bisa hidup tanpamu Reno bantu aku untuk bangit lagi.” tangis Sena terpecah disana.
beberapa lama ibunya membiarkan anaknya menangis di sana, ibunya hanya mengusap pungung anak gadisnya itu.

Kumohon malam ini aku bisa tidur nyenyak, doa Sena
Tak lama Sena pun terlelap dalam tidurnya.

Di sekolah, yaa di kelas yang tidak asing lagi untuknya, Sena duduk seakan akan menunggu kedatangan seseorang, dan tak lama seorang lelaki tampan menghampirinya dengan senyum yang bahagia.
“Senaaaaa, aku datang dan lihat aku membelikanmu ini” sebuah cake coklat yang sangat disukai Sena
“kau tak bisa menyuapku pakai itu Reno. Kau menyuruhku tak boleh ke mana mana di jam istirahat dan kamu baru datang sekarang” ucap Sena kesal, hampir di jam istirahatnya Sena menunggu dan beberapa menit lagi jam istirahat telah berakhir
Kecupan manja mendarat di pipi kanan Sena “dasar bawel, ini makan aku balik ke kelas dulu, nanti pulang langsung aja ke parkiran oke.”
Dan reno menghilang.

Entah apa yang terjadi kali ini Sena melihat deburan ombak yang menyapu pantai, pantai ini, Sena mengingatnya di pantai kuta ini Sena dengan Reno berlibur bersama.
Renoo, yaa reno di mana dia.. Sena berlari kecil menyelusuri pantai mencari keberadaan Reno
Aaa… kaki Sena menginjak potongan karang
“hey, harusnya kau berhati hati Sena”
Suara itu… Renoo itu suara Reno, Sena yang melihat Reno di hadapannya langsung menghambur di pelukan Reno
“kamu ke mana saja, aku mencarimu”
“hey tenanglah, aku di sini, tadi aku ke toilet. Segitu cintanya kau kepadaku sampai tak bisa kutinggalkan walau hanya ke toilet? Bagaimana jika aku mening…”
“Reno, jangan teruskan lagi” Sena memeluk Reno sangat erat, dan menghilang.

Sena mencari cari Reno, membalikan badannya dan terkejut bukan pantai yang ia lihat namun di sebuah restoran favorit mereka, dimana malam itu Reno melamarnya sekaligus meninggalkannya.
Sena dengan langkah ragu menuju meja dimana Reno sudah menunggunya. Melihat Sena, Reno pun tersenyum dan berdiri menarik kursi untuk Sena.

“kau cantik sekali Sena” kecupan di dahinya dan Reno kembali duduk.
Mereka menikmati makan malam yang romantis itu dengan bahagia, dikeluarkannya kotak kecil dari saku jas Reno “Sena, will you merry me?”
Sena menutup mulutnya yang sedikit terbuka dengan sebelah tangannya.
Reno melirik cincin yang telah ia berikan meminta Sena untuk menjawab lamarannya.
“yes, I will” sangat terdengar jelas dan bahagia.
“aku tau kamu akan menjawab itu” Reno memakaikan cincin itu di jari manis Sena
Mereka sangat bahagia bagai pasangan yang tak pernah terpisahkan.

“sudah malam, ayo kita pulang” ajak Reno
“tidak, aku gak mau pulang Reno, tidak” airmata Sena mengalir dipipinya
“kau harus kembali sayang”
“tidak Reno, aku ingin di sini bersamamu” Sena bersikeras menolak ajakan Reno untuk pulang
“lihatlah Sena, ini bukan tempat untukmu.. kau harus kembali dan jalani hidupmu dengan bahagia”
Sena baru menyadari ini bukan lagi di restoran, semuanya putih bersih dan Reno tampak pucat namun terlihat damai.

“Sena, kumohon tetaplah tersenyum, tetaplah menjadi Sena yang ceria seperti dulu”
“seharusnya aku mati saja bersamamu, kenapa aku selamat sedangkan kau tidak Reno, kenapa??” ucap Sena setengah menagis
“itu sudah ditakdirkan Sena, kau tau aku mencintaimu Sena, sampai detik ini pun masih sangat mencintaimu, aku tau kau juga sama denganku namun jangan biarkan itu menghambat kebahagianmu di sana, kau harus cari kebahagiaanmu walau bukan denganku, aku yakin kamu selalu menyimpan perasaanmu untukku di dalam hatimu. Jadi bangkitlah tata masa depanmu dengan banyak kebahagiaan, lakukan itu semua untukku”
“Reno…” suara Sena yang terisak
“Renomu sudah tak bisa menjagamu lagi, tak bisa membuat senyum indah di wajahmu lagi apakah aku jahat Sena?”
“tidak Reno, tidak, kau tidak jahat.. aku berjanji akan menata kehidupanku kembali, menjaga diriku, tersenyum indah lagi dan ini semua kulakukan untukmu Reno”
Airmata Sena tak berhenti henti mengalir di pipinya, terisak sejadi-jadinya.
“aku tau kau akan lakukan itu sayang”
Reno mengusap airmata di kedua pipi Sena dan mencium keningnya, terasa sangat dingin tapi membahagiakan.

Sena pun terbangun dari tidurnya, ada rasa kelegaan disana, seperti beban di hatinya hancur dan menghilang tanpa sisa.
mimpi itu potongan dari sebagian kecil kenangan indah yang mereka lalui bersama.
“aku mencintaimu Reno, sangat mencintaimu akan kulakukan janjiku padamu. Aku akan bahagia”

Tepat dua bulan sejak kepergian Reno, dan kali ini Sena sudah bisa menjalani kehidupannya kembali, seperti yang ia janjikan pada Reno, Sena mulai menata kehidupannya lebih baik dan bahagia lagi.
Dan kini Sena mengunjungi makam Reno, dengan senyum yang indah seperti yang Reno pinta
“hay Reno, aku bawakan bunga lagi untukmu. Kau bisa lihat, aku sudah sedikit menata kehidupanku, aku sudah bisa tersenyum lagi, aku sudah melanjutkan kuliahku lagi, aku sudah ceria lagi Reno, dan kau tau aku juga sudah kembali bawel seperti biasanya, apa kau bahagia di sana melihatku seperti sekarang? Kau selalu di hatiku Reno, sampai sekarang aku belum bisa membuka hatiku untuk yang lain, maafkan aku untuk itu. Namun jangan kawatir, jika belum ada yang menggantikanmu di hatiku, itu tandanya tak ada yang lebih tampan darimu di sini. Jika aku boleh minta, berikan aku malaikat tampan dari langit untuk menggantikanmu Reno”
Sena tertawa karena apa yang ia ucapkan. Malaikat tampan, mana ada, fikirnya
“oke sayang, aku harus pergi. Ingat kata kataku tadi ya, kirimkan malaikat tampan oke, bye Reno”

Sena melangkah menjauh dari makam menuju ke mobilnya, entah bagaimana, keseimbangan Sena tidak dapat dikendalikan Sehingga ia terpeleset jatuh ke tanah
“aaaaw” teriaknya
Sena melihat lelaki yang tampan dengan senyum tulus mengulurkan tangannya untuk membantunya Sena pun menerima uluran itu sehingga dapat berdiri lagi.

“Kepergian bukan akhir dari segalanya
Menerima kepergian pun takmudah
Namun, apapun kesulitannya
Kau harus jalani hidup ini dan berbahagia”

Cerpen Karangan: Afselia
Blog: Afshelia.blogspot.com
Bukan penulis beneran
Instagram afselia_

Cerpen Sena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Tak Terbalas

Oleh:
Namaku Nayla Cantika Maulana.. kalian bisa memanggilku nay. Aku bersekolah di sekolah Swasta, sekolah itu baru memiliki 8 angakatan yaa bisa dibilang sekolah baru. Di sekolah aku Duduk di

Kumpulan Alphabet Aneh Bermakna

Oleh:
Arin keluar dari kelasnya, untuk membeli makanan ke kantin sekolah. Wigi memperhatikan langkah kaki arin yang semakin menjauh. Wigi segera berlari cepat menuju meja arin, lalu segera mengambil pensil

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Oleh:
Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah

Kirito san (Part 2)

Oleh:
Flashback on. “dasar wanita penggoda. Jangan coba-coba merayu senior laki-laki!” kata senior wanita yang aku tidak tahu namanya. Saat ini kami sedang berada di gedung yang ada di belakang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *