Senja Bersamamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 5 August 2016

Embun pagi telah menyusuri celah rumah rita yang masih terlelap. Suara nyaring dari jam alarm tepat di sebelah tempat tidurnya belum mampu membangunkan orang yang dikenal dengan tukang tidur itu. Sekian lama alarm itu berbunyi yang bahkan membangunkan penghuni kamar sebelah, akhirnya ia terbangun. Alarm itu setiap pagi berbunyi untuk membangunkan sang pemilik yang harus kuliah di pagi hari. Semenjak menjadi mahasiswa keperawatan, setiap hari, rita harus berangkat pagi karena harus menjalankan apel pagi. Sebenarnya ia dapat mengambil kuliah siang, namun ia tak ingin melewatkan senja yang setiap hari menjadi kewajiban bagi dirinya untuk tak dilewatkan.

Setelah apel pagi selesai, rita langsung melangkahkan kaki ke ruang kelasnya. Meskipun saat berangkat dari rumah dengan keadaan tak semangat dan masih ingin melanjutkan tidurnya, namun setelah memasuki ruang kelas wajah yang sebelumnya tak memberikan senyum sedikitpun hilang seketetika. Wajah berseri dan menyebarkan senyum manisnya adalah kebiasaan rita yang selalu diingat oleh temannya.

Rita adalah salah satu di antara sekian banyak orang yang menyukai waktu di sore hari. Bagi rita, Melihat detik-detik matahari meminta senja mengantarnya tenggelam adalah keajaiban yang diberikan sang pencipta untuk dinikmati keindahannya.

Matahari semakin larut dengan terangnya, menunjukkan bahwa matakuliahnya telah berakhir. Rita mengemas buku-bukunya dan bersiap untuk pulang sebelum senja menampakkan dirinya. Rita berjalan menuju motor yang terparkir di jajaran motor yang hampir tak ada tempat untuk parkir lagi. Di parkiran, ia melihat seorang laki-laki duduk tepat di sebelah motornya dan sejak tadi menunggunya, ia bernama dika. Dika adalah sahabat yang sejak kecil berteman dengannya karena rumah dika tak jauh dari rumah rita. Ia dan dika kuliah di universitas yang sama, hanya berbeda jurusan. Seperti biasa, dika selalu menunggu rita saat pulang kuliah karena ia selalu lebih cepat menyelesaikan perkuliahan dari rita.

Rita mengajak dika untuk pulang bersama dengan alasan untuk menyaksikan matahari terbenam di pantai yang tak jauh dari rumah mereka. Ketika dika tak memiliki urusan kuliah, dika selalu memilih menemani rita menikmati senja daripada bermain bersama temannya. Bahkan ketika ia sedang bermain bersama temannya, saat rita meneleponnya untuk menemaninya, ia tak pernah menolak.

Rita dan dika telah sampai di pantai. Mereka berjalan di tepi pantai yang penuh dengan pasir berwarna coklat, sampah berserakan di tepi pantai akibat ulah pengunjung yang tak bertanggung jawab. Akhirnya mereka tiba di tempat berteduh yang sering mereka datangi yaitu pohon rimbun yang meskipun jauh dari pesisir pantai, tapi tetap dapat menikmati indahnya laut lepas dan keindahan langit biru yang menambah keindahannya dengan awan di sekelilingnya.

Rita mengeluarkan makanan yang sebelumnya ia beli. Sambil menikmati makanannya menghadap ke arah pantai, dika mulai membuka percakapan dengan santai.
“rita..” sejenak rita langsung berpaling menatapnya.
“mm..” rita menjawab dengan singkat. “eh, tadi temen lo tino ngajakin gue jalan entar malam, gimana menurut lo?”. Tanpa menunggu apa yang akan dikatakan dika, ia lebih dulu melanjutkan.
“itu sih terserah lo” jawabnya datar. “ya udah” dengan wajah sinis menatap dika.
“tadi lo mau ngomong apa?” dilanjutkannya penasaran. “gak jadi” jawabnya singkat.

Setelah lama berbincang-bincang, senja menyapa mereka dengan hangat. Semilir angin sore yang mampu menenangkan hati membuat orang yang merasakannya terasa damai.
“wahh…” tanpa sadar ia meluapkan perasaan gembiranya.
Suasana inilah yang rita nantikan sejak tadi, menantikan matahari perlahan meredupkan sinarnya hingga ia bersembunyi di balik bulan.

Setelah menyaksikan matahari terbenam, mereka kembali ke rumah dengan senyum rita yang tak lepas dari wajahnya.

Sampai di rumah, rita segera mandi dan tak lama setelah selesai rita berangkat ke tempat yang ia janjikan bertemu dengan toni yang tak jauh dari rumahnya.
Setelah menempuh perjalanan singkat, rita memasuki restoran dan melihat dari kejauhan seorang laki-laki perawakan yang hampir sempurna bagi kaum perempuan. Dengan memakai t-shirt hitam dipadukan dengan celana jeans dan sepatu kets yang sangat cocok ia pakai. Rita duduk tepat di sebelah toni. “apa kabar ta” tanyanya basa basi. “baik.. oh iya, tumben ngajakin aku jalan. Kenapa?” tanyanya langsung.
“gini ta, ada yang ingin aku sampaikan ke kamu” jawabnya gugup.
“iya, apa?” tanya rita penasaran.
“kamu tahu kan aku sama dika itu temenan, sebenarnya dika itu suka sama kamu.”
Rita tertawa “kamu bercanda ya, dika gak pernah bilang kalau dia suka sama aku” jawabnya tertawa sekaligus penasaran.
“dia itu ragu untuk mengungkapkan perasaannya ke kamu karena dia takut kamu hanya menganggapnya sahabat dan akan menjauh jika kamu tau dia menyukaimu” dengan hati-hati mengatakannya kepada rita.
“aku selama ini diam, karena menunggu ungkapan perasaan dia terhadapku” tanpa sadar ia mengungkapkan isi hatinya.

Setelah lama membicarakan perasaan rita terhadap dika kepada toni. Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Sampai di kamar, rita terus memikirkan apa yang dikatakan toni tanpa terlepas senyum di wajahnya.

Pagi kembali menyapa, rita yang setiap pagi harus dibangunkan oleh alarm, kini terbangun sebelum alaramya berbunyi. Rita secepat mungkin berangkat ke kampus. bukan tanpa alasan, ia ingin menemui sahabat yang dicintainya itu.

Setelah merasakan waktu belajar yang seaakan lebih lama dari biasanya, akhirnya waktu perkuliahan berakhir. Ia segera berjalan menyusuri lorong kampus ke tempat parkir motornya. Seperti biasa, dia melihat laki-laki yang setiap hari menunggunya itu duduk di motornya menunggu sang sahabat.
“jadi kan ke pantai?” tanya rita bersemangat. “iya” jawab dika halus.

Setelah sampai di pantai, mereka duduk di tempat yang sering mereka kunjungi. Namun tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya. Mereka bahkan tak menatap satu sama lain. Rita yang sebelumnya bersemangat, kini hilang kepercayaan diri. Perasaan canggung menghantui mereka. Setelah beberapa saat tak ada yang mengularkan kata, dika membuka obrolan.
“gimana kuliahnya” pertanyaan keluar, yang bahkan tak pernah ia tanyakan selama ia berteman. “baik” jawab rita canggung.
“rita?”
“iya” jawabnya langsung.
“menurut lo, bisa gak pacaran sama sahabat sendiri?” tanya dika yang memcoba santai.
“bisa aja sih, yang pentingkan mereka saling suka.” jawab rita mengungkapkan isi hatinya.
“kalau kita? Bisa gak?” tanya dika langsung.
“bisa” jawab rita pelan sambil menundukkan kepalanya dengan tersenyum. Dika langsung menatap rita. Tanpa mengungkapkan kata lagi, mereka berdua tersenyum seakan mengetahui perasaan masing-masing.

Senja kembali menampakkan diri dan matahari semakin menyembunyikan dirinya. Senja kali ini terasa berbeda bagi rita. Menyaksikan senja dan matahari tenggelam bersama orang yang sama namun perasaan yang berbeda dari sebelumnya. 😀

Cerpen Karangan: Nurlaela
Facebook: Nurlaela Hasnia

Cerpen Senja Bersamamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kado Untuk Sahabat

Oleh:
Pada suatu hari. Di sekolah sedang berlangsung pelajaran olahraga, Mina yang punya penyakit asma tetap berlari tiba-tiba Mina jatuh dan pingsan semuah kaget Pak Kay langsung menelepon Ibu Mina.

Maafkan Aku Sahabat

Oleh:
Libur sekolah telah usai, kini aku harus memasuki sekolahku yang baru, aku bersekolah di SMP N 1 Kroya. Sekolah ini termasuk favorit di daerah tempatku tinggal. Kebetulan kedua sahabatku

Perasaan Yang Terbalas

Oleh:
Krysan menatap wajah lelaki yang berdiri di depan papan tulis, lelaki itu menjelaskan presentasinya ke depan kelas tanpa ia sadari ia tersenyum kagum ke lelaki itu. Nama lelaki itu

Perasaan Ku

Oleh:
Cinta? Satu kata yang yang dipenuhi dengan ribuan makna, dan sulit untuk didefinisikan. Banyak orang yang mengatakan bahwa Cinta itu membawa bahagia, tapi tak sedikit juga orang yang mengatakan

Kebetulan Bareng

Oleh:
Minerva melemparkan tasnya keluar jendela dapur sekolah. Setelah memastikan tidak ada orang, ia meloncat keluar. Tubuhnya yang ramping seketika sudah berada di kebun belakang sekolah. Bolos adalah kegiatan rutin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *