Senja di Bawah Pohon Mahoni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 24 April 2014

Senja di sore itu. Tidak akan pernah Xiaolia Shan lupakan. Waktu dirinya dan Lyu Chen mengikat janji setia di bawah Pohon Mahoni. Saat itu mereka sama-sama berumur 10 tahun.
“Xiao?” ucap seraut wajah tampan milik Lyu memecahkan keheningan sore itu. Xiao menoleh melihat ke arahnya.
“iya?” jawab Xiao.
“maukah kita berjanji sesuatu?” ujar Lyu dengan penuh pengharapan.
Xiao tampak bingung. Tapi, saat melihat pandangan Lyu yang sangat teduh. Xiao tiba-tiba merasa seolah-olah mengerti. Lalu, ia mengangguk tanda setuju.
“baiklah mari kita mengikrarkan janji kita bersama-sama?” ujar Lyu dengan antusias. “aku dan kamu berjanji.. Akan saling setia dalam persahabatan. Saling melengkapi dan selalu berbagi disaat suka dan duka..”
Xiao mengulangi ikrar itu. Dan setelah itu mereka bersama-sama mengucapkan ikrar perjanjian friendship mereka.
Lalu setelah itu, mereka menulis kenangan hari ini. Pada kertas lalu dilipat seperti origami burung Merpati. Diikat dengan tali benang lalu digantung pada salah satu dahan pohon Mahoni yang tidak terlalu tinggi.
Setelah itu kedua insan bersahabat itu pulang ke rumah mereka masing-masing.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Tidak terasa kini usia mereka sama-sama menginjak masa remaja pada umur 15 tahun. Xiao dan Lyu sudah menjadi sahabat selama 5 tahun.
Tapi tiba-tiba Xiao seperti menjauhi Lyu. Dan Lyu tidak tau apa maksud Xiao. Selama ini Lyu selalu bersikap seperti dulu. Tidak pernah memberikan perubahan dalam sikapnya seperti Xiao.

Sore ini, Xiao datang ke taman. Dan langsung duduk di kursi santai di bawah Pohon Mahoni yang masih rindang seperti dulu. Dan berhamburan kertas yang sudah tidak berbentuk lagi karena terpaan hujan deras. Xiao berdecak kagum memandang ke atas. Melihat dahan-dahan Pohon Mahoni yang sudah banyak diikat tali-tali benang yang kecil. Yang melambai-lambai saat diterpa angin. Karena dari dulu saat bersama-sama di bawah Pohon Mahoni ini dia dan Lyu selalu menulis kenangan-kenangan mereka. Entah itu saat senang, sedih, menangis atau tertawa bersama dan lain-lainya.

Tiba-tiba bahu Xiao dipegang oleh seseorang dari belakang. Xiao segera menoleh dan melihat Lyu tersenyum manis untuknya. Xiao tampak gemetaran. Lalu cepat-cepat membuang muka.
“Xiao, kamu kenapa?” tanya Lyu dengan tanda tanya besar di benaknya.
Xiao hanya diam. Lalu, menghembuskan nafasnya pelan.
Lyu dengan sabar menunggu jawaban Xiao. Dan dia membiarkan Xiao sejenak untuk menenangkan pikirannya. Karena Lyu sudah tahu sifat Xiao.
“karena ada seseorang..” ucap Xiao akhirnya.

Lyu tampak terkejut sekaligus heran dengan kata-kata Xiao.
“Maksud kamu seseorang siapa, Xiao?” tanya Lyu lagi dengan penuh kesabaran.
“Nanti kamu juga akan tahu Lyu.” ujar Xiao.
Lyu Chen tampak menebak-nebak ucapan Xiao. Berusaha mencari jawaban dari teka-teki sifat Xiao selama ini. Lyu mengingat-ingat. Dan dia tahu siapa seseorang itu. Saat pertama kali mereka masuk di SMA ini. Ada seseorang cewek kakak kelas mereka, bernama Della. Yang selalu berusaha mendekatinya dengan memberi perhatian lebih padanya. Tapi, Lyu berusaha menjauhinya karena dia takut Xiao akan marah. Meskipun Xiao tidak menunjukkan sikap marah. Tapi, Lyu memahami sifat seorang cewek. Karena Lyu mempunyai kakak yang kebetulan seorang cewek. Dari situ Lyu belajar memahami seorang cewek adalah dari kakaknya tercinta.
“Maksud kamu Della?” tanya Lyu kemudian. Karena dia mencoba menebak apa yang ada dibenak Xiao.

Tapi, Xiao tidak memberikan respon apapun. Itu yang membuat Lyu cemas.
“apa yang telah terjadi, Xiao?” tanya Lyu mendesak Xiao agar buka mulut.
Xiao memandang Lyu dengan perasaan yang tidak menentu.
“Lyu, kamu kan sudah remaja jadi kamu sudah sewajarnya untuk mengenal cinta kan?” tanya Xiao balik. Dan Lyu merasa aneh dengan pertanyaan Xiao. Dia memandang Xiao dengan tatapan curiga.
“walaupun nanti aku sudah mengenal cinta. Tapi, aku tidak akan pernah melupakanmu. Apalagi sampai meninggalkanmu sendirian untuk duduk disini sambil menikmati matahari terbenam!” jelas Lyu tampak emosional.
Xiao merasakan ketulusan Lyu, dari tutur katanya. Dan, dia tetap tidak mau mengakui bahwa Della sempat mengancamnya untuk tidak mendekati Lyu lagi. Mungkin itu wajar bagi Xiao sebagai seorang cewek. Apalagi Della mengatakan sangat mencintai Lyu. Jelas dia merasa cemburu apabila melihat Xiao dan Lyu berduaan. Walau mereka hanya sebatas sahabat.

“Tapi kita sudah remaja apalagi beberapa tahun lagi kita sudah dewasa. Aku harus membiasakan diri. Sendiri tanpa kamu disini, Lyu. Karena jika kamu meninggalkan aku nanti. Aku sudah terbiasa.” tutur Xiao. Yang membuat Lyu sangat terkejut dengan penuturannya. Karena Lyu tidak pernah sedikitpun memikirkan untuk meninggalkan Xiao selama ini. Bahkan dari kecil pun tidak pernah. Malah dia ingin selamanya bersama-sama dengan Xiao seperti dulu dan saat ini.

Lyu mengenggam tangan Xiao.
“Xiao dengar ya? Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Dari dulu kita selalu bersama-sama kan? Jadi, cuman karena cinta kita terpisah. Lebih baik kita tidak mencintai orang lain.”
Xiao balik terkejut dengan penuturan Lyu.
“Maksud kamu?” tanya Xiao.
Lyu tampak gugup dengan pertanyaan Xiao. Hatinya bergetar hebat. Akankah dia mengatakan yang sebenarnya sekarang? Tapi, dia takut Xiao malah akan semakin menjauhinya. Apalagi jika Della tahu. Tapi entahlah Dewa Amor/Dewa Cinta berkata lain. Entah keberanian dari mana yang membuat Lyu kukuh dalam pendiriannya. Bahwa sekarang sudah saatnya dia mengatakan yang sebenarnya.
Lyu menghembuskan nafasnya pelan untuk mengurangi kegugupannya.
“Xiao..” ucapnya kemudian.
“iya?” sahut Xiao dengan penuh tanda tanya.
“apakah seorang sahabat tidak boleh mencintai sahabatnya sendiri?” tanya Lyu. Yang membuat Xiao semakin penasaran.
“mungkin boleh. Selama cinta itu tidak merusak persahabatan mereka.” jawab Xiao akhirnya.
“apakah aku salah jika mencintaimu?” ungkap Lyu. Yang membuat hati Xiao bergetar tak menentu ada perasaan senang bercampur gemetaran. Mungkin inikah yang dinamakan cinta. Tapi, sekelebat bayangan Della yang seperti mengancam kata-katanya. Tapi, wajah polos dan hatinya yang lembut. Membuat Xiao mencoba menghapus pergi rasa itu. Karena dia tidak ingin karena rasa itu. Dia harus menyakiti seseorang yang sangat mencintai sahabat karibnya sendiri. Mungkin Dewi Fortuna sedang tidak memihak pada mereka saat ini.

Xiao melepaskan genggaman tangan Lyu. Lalu, perlahan membuang muka.
“Lyu, perasaanmu salah. Kita hanya sebatas sahabat. Dan karena itu buang saja rasa cintamu! Karena kamu salah mencintai!” ucap Xiao. Segera beranjak dari tempat duduknya. Lalu segera berlari meninggalkan Lyu yang tampak kecewa dengan ucapan Xiao. Beberapa saat itu juga, tiba-tiba hujan turun. Seolah-olah ikut merasa kegundah gulana dua insan bersahabat yang sama-sama saling mencintai itu. Tapi tiba-tiba petir datang seperti membangunkan mereka segera dari mimpi indah itu.

Hari-hari pun berlalu. Sikap Lyu dan Xiao tampak menunjukkan perubahan. Entah pikiran dan perasaan mereka berkecamuk ada perasaan grogi, kecewa, penyesalan dan kesedihan.

Entah bagaimana ceritanya. Tiba-tiba Lyu menggandeng tangan Della ke kantin. Dan kebetulan Xiao sedang berada di kantin juga.
Memang hati Xiao sangat sakit melihat mereka. Namun, bagaimanapun juga dia harus merelakan Lyu bersama orang yang mencintainya. Di antara dia dan Lyu hanyalah sebatas sahabat tidak lebih.

“Mungkin lebih baik seperti ini.. Cinta memang tidak harus saling memiliki.. Cinta juga tidak pernah salah.. Namun, cinta datang disaat yang tidak tepat..” tulis Xiao pada selembar kertas. Lalu melipatnya menjadi burung Merpati. Lalu digantungkan pada salah satu dahan pohon mahoni.

Kini Xiao dan Lyu memang jarang bertemu. Tapi, jika setiap sore minggu. Xiao dan Lyu akan bertemu di bawah Pohon Mahoni ini untuk menikmati senja dan matahari terbenam. Semua itu karena ikatan janji mereka dari kecil. Semakin hari dan semakin lama Xiao dan Lyu mulai saling menerima bahwa di antara mereka hanya sebatas sahabat saja. Tapi, sahabat yang saling mencintai dan menyayangi.

Cerpen Karangan: Mariana
Facebook: Mariana Akiva Allonia Bethseda
alamat twitter: @MarianA2B

Cerpen Senja di Bawah Pohon Mahoni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dua Sahabat (Part 3)

Oleh:
“Mama, aku udah selesai makannya!, aku mau main laptop ya!” Teriak Nissa. “Nissa! Beresin dulu piring bekas kamu makan!” Balas mama Nissa. “Oh iya!” Nissa menepuk jidat dan kembali

Rangga (Part 3)

Oleh:
Kutatap lekat lekat tubuh seseorang itu dari belakang. Kayak kenal deh gue, ucapku dalam hati. “Ngapain lo berdiri di situ?” Ucapnya seketika yang membuatku tersentak kaget. Dengan sedikit kesal

Friends Traitor

Oleh:
Hoam… Ngantuk sekali hari ini, aku bahkan sudah tidak mengingat hafalan yang tadi kuhafal. Hff.. Biarkan aja, pokoknya aku mau tidur dulu. Kukuruyuku..! “Bangun Tif!” Kata mamaku dari depan

Blue Hour

Oleh:
Dedaunan pohon mepel yang berwarna jingga mulai berguguran diterbangkan angin musim semi. Seorang lelaki sedang duduk di bawah salah satu pohon mepel yang ada di taman mepel. Ia hanya

Kayla

Oleh:
Kayla menatap gusar ke halaman sekolah yang kini mulai dibasahi tetesan hujan. Memasuki bulan Januari hujan semakin menjadi-jadi. Perlahan awan hitam mulai menutupi sinar matahari seiring dengan berhembusnya angin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *