Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tinta Merah

Darah mengalir dengan perlahan dari luka yang terbuka. Kau tersenyum padaku seakan menjahit mili demi mili luka ini. Perih menjalar ke urat sarafku menyadarkan otakku, aku mulai memutar lagi rekaman tadi, apa yang terjadi...

Bukit Angin

Bukit mungil itu berdiri di pinggir Desa Sunyi. Di punggungnya ilalang tumbuh dengan subur. Pohon besar yang tumbuh di sana tak sampai 20 batang. Belasan pohon jambu mente tersebar mengelilinggi bukit. Sisanya adalah sepasang...

Persembahan Buat Mama (Part 1)

Sejak usia belum genap satu tahun, Ara hidup tanpa kehadiran seorang ayah. Ayahnya pergi meninggalkannya dan ibu yang sangat dicintai serta mencintainya. Melihat teman-temannya yang tumbuh dengan orangtua yang lengkap, ia...

Setia Sih, Tapi…?

“Hey”, kaget Icha teman sekelasku saat aku dan Kiran, gebetan baruku sedang duduk bersama di depan halaman sekolah, namaku Prily, aku dan Icha bersahabat sejak kami SD sampai sekarang kami kelas 1 SMA, “eh Icha, ada...

Lorong Thania

Rintik hujan menemaniku.. Ya, perlahan aku berjalan di lorong ini.. Lorong cintaku bersama Thania.. Lorong yang mempertemukan kami, merajut kisah kami menjadi hubungan cinta dua orang remaja.. Dulu kami sering jalan berdua...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Senyuman itu

  1. Agatha happy nikka costa 16 August, 2013 at 8:21 am | | Reply

    Keren ceritanya. Kayak q cuma bisa suka sama seseorang hanya dengan senyuman

Leave a Reply