Senyuman itu


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 26 June 2013

“Panasnya lapangan hari ini” Ujarku. “Iya nih.” Lanjut seorang cowok di sampingku. Cowok sok tahu, dia adalah Vikron. “Apa sih? nyambung-nyambung aja lu.” Ucapku ketus. “Iya dah, Kha.” Jawabnya dengan senyumannya yang sangat lebar itu. Aku hanya terdiam. Aku selalu berpikir apa yang di lihat teman-temanku sampai mereka semua mengagumi Vikron, apa mata teman-temanku sedang kelilipan atau apalah aku tak tahu. “Apa bagusnya Vikron sih sampai pada suka gitu sama dia? Cowok aneh kaya gitu aja di kagumin, payah.” Kataku saat bercerita dengan teman sebangku ku yaitu Bella. “Ssst, ga boleh gitu nanti kalo lu yang suka gimana? Itu orangnya datang.” Ujar Bella cepat karena ia terkejut melihat kedatangan Vikron. Saat itu aku hanya terdiam melihat Vikron datang. “Kha, tugas matematika udah belum?” tanya Vikron padaku. Aku pun menjawab dengan ketus. “Udah memang kenapa? mau nyontek lagi?”
“Geer deh, orang gw di suruh kumpulin buku anak-anak yang udah selesai tugasnya.” Vikron pun memberikan senyuman khasnya.

Aku jadi malu pada Vikron. Hari Jum’at, seperti biasa sekolahku mengadakan MQ dan kami pun harus berbaris di lapangan. Matahari pagi ini tidak memberikan aku ampun lagi.
“Panas, bisa gatel-gatel nih kulit.” Ucapku sambil menggaruk tanganku yang mulai memerah terkena sinar matahari yang terik. Karena aku alergi pada sinar matahari yang begitu panas.
“Kenapa Kha? Kok kulit lu pada merah.” Saatku lihat, lagi-lagi Vikron dengan senyuman khasnya.
Lalu aku pun berseru.”Ya ampun udah tiga minggu gw sebaris sama lu. Di tambah sekarang jadi pas sebulan.”
Lalu Vikron kembali menjawab di tambah senyumannya yang khas lagi.”Kenapa memang? Ga boleh apa? suka-suka gw mau baris dimana kalo maunya sama lu gimana?”
Dasar cowok penggoda, sok keren pikirku. Aku pun tak menjawab pertanyaannya. Ku pandangi Vikron sambil ku berpikir, ternyata ia tidak terlalu buruk. Seketika itu Vikron menyadarkan lamunanku.
“Kha, jangan mgelamun! Cantik-cantik ko ngelamun? nanti cantiknya hilang lho.” Entah kenapa aku tersenyum saat mendengar ucapannya itu.
“Gitu donk. Makin cantik deh kalo lu senyum kaya gitu.”
Saat aku ingin menjawab ucapannya, ku lihat bu Ida sedang mengawasi murid-murid yang mengobrol. Aku dan Vikron hanya saling bertatapan. Tidak lupa ia memberikan senyuman khasnya. Aku pun kembali tersenyum padanya. Mulai hari itu aku jadi berpikir kalau Vikron itu cowok yang baik.

Sepulang sekolah aku bergegas naik angkot, karena aku begitu pusing dan ingin cepat sampai rumah. Hari ini aku semakin gila akan Vikron. Di kepalaku hanya terbayang senyumannya yang begitu menawan. Batinku tersiksa, sekarang aku menjadi mengaguminya. Padahal dulu aku membencinya. Aku mencoba melupakannya dan menjauhinya.

Di sekolah aku tidak memperdulikannya. Tapi sebaliknya bukannya aku melupakannya malah aku semakin mengaguminya. Sekarang waktunya ke ruang lab. komputer. Saat aku sedang asyik browsing, tiba-tiba Vikron dan Rizky datang. Mereka mencoba merebut tempatku.
“Kha, gw di sini kemarin.” Kata Vikron.
“Kemarin ya kemarin, sekarang ya sekarang.” Jawabku. Tapi Rizky menarik kursiku dan Vikron merebut mouse di tanganku.
“Vikron jangan kaya gini donk.” Aku mencoba merebut mouse di tangannya.
Tapi saat aku mencoba merebutnya, Vikron menggenggam tanganku erat. Aku dan Vikron saling bertatapan dan dengan cepat melepas genggaman tangan kami. Dia pun mengalah dan pindah ke komputer sebelahku. Karena Rizky tak mau mengalah akhirnya Vikron satu komputer denganku. Saat itu aku dan Vikron hanya terdiam. Hanya senyumannya yang terpancar di wajah tampannya itu. Aku tak kuat menahan perasaan ini. Dia mengelus punggung tanganku sambil tersenyum. Aku hanya berkata.
“Sssst, diam jangan pegang-pegang deh!”
“Iya Kha.” Aku melihat tatapannya yang begitu tulus.
“Itu tugasnya kerjain.” Ujarku.

Sudah sebulan aku memendam perasaan ini. Sepertinya Bella mulai menyadari perubahan pada diriku akhir-akhir ini
“Kha, lu kenapa sih? ko jadi suka ngelamun? cerita sama gw kalo ada masalah!” Suara Bella membuyarkan lamunanku.
“Tapi lu janji ga akan bilang siapa-siapa?” Jawabku sambil balik bertanya.
“Iya, gw janji.” Ujar Bella.
“Sekarang gw yang mengagumi Vikron.” Jawabku lirih.
“Kan udah gw bilang jangan asal ngomong. Ya udah sekarang terserah lu aja maunya gimana. Tapi jangan suka ngelamun gitu donk.” Bella menasihatiku.

Aku pun mendengarkan saran Bella dan mencoba melupakan Vikron. Hari ini hatiku terguncang. Aku mendengar kabar kalau Vikron mengagumi anak kelas lain. Aku pun mencoba tidak memperdulikan hal itu. Saat aku sendirian di tempat dudukku di kelas ada seseorang yang membuatku terkejut.
“Hayo, lagi apa lu? dari tadi gw liat sendirian di pojokan lagi.” Tak lupa ia memberikan senyuman khasnya itu.
“Ya ampun lu itu kaya setan ya datang-datang tanpa salam bilang hai atau apa gitu.” Jawabku dengan ketus.
“Maaf Kha. Lu kenapa jadi suka ngelamun lagi sih? jangan pernah lu ngelamun lagi, gw ga suka ngeliat lu kaya ga semangat hidup gitu.”
Aku hanya terdiam mendengar ucapannya aku pikir dia tak akan peduli aku seperti apa, lagi pula dia juga lebih memilih anak di kelas lain itu.
“Tuh kan ngelamun lagi.” Seru Vikron.
Aku pun kembali tercengang mendengar perkataannya itu.
“Hahk? sorry gw lagi ada masalah.” Aku pun berlari meninggalkannya. Entah apakah ia akan sadar bahwa aku mengaguminya.

Saat aku sedang belajar, handphone ku berdering.
“Hy kha, gw Vikron.” Sebuah sms yang membuatku tercengang saat membacanya.

Mulai saat itu aku semakin dekat dengannya. Walau begitu ia tak akan tahu aku mengaguminya, sebab aku selalu bersikap cuek padanya. Hari Minggu aku hanya di rumah. Saat ku lihat handphone ku, ada satu pesan baru dari Vikron.
“Kha, lu ada acara ga? jalan yuk.” Aku pun membalas ya dan bergegas menemuinya.
Dia mengajakku pergi menonton film terbaru di bioskop.
“Hai Kha, cantik banget lu hari ini.” Ujar Vikron di tambah senyuman khasnya yang selalu membuatku tertawa melihatnya.
“Makasih.” Hanya itu jawabanku karena aku begitu gerogi.

Saat sedang di dalam bioskop, Vikron menggandengku erat. Tapi aku tak menyangka kalau ia akan mengatakan itu, hal yang menurutku itu sangat tidak mungkin.
“Kha, gw sayang sama lu. Tapi kenapa ya lu ga pernah menyadari itu?.” Vikron berkata dengan terbata-bata tidak seperti biasanya yang selalu berbicara lancar di sertai senyumannya.
“Kalau gw boleh jujur gw juga sayang sama lu, tapi setelah gw denger lu suka sama anak kelas 9A gw mau coba buat lupain lu.” Kataku juga dengan terbata-bata.
“Siapa? maksud lu Devi? dia sahabat gw, selama ini gw dekat sama dia untuk minta bantuan supaya bisa dekat sama lu Kha.” Vikron menjelaskan.
Mendengar itu aku agak lega.”Jadi lu maukan jadi pacar gw? ayolah Kha.” Pinta Vikron.
Aku jadi tak serius menonton film itu karena aku jadi bingung. “hmm.. gimana ya? gw pikir lu akan dapat pacar yang jauh lebih baik dari gw. Banyak perempuan di sekolah kita yang suka dan kagum sama lu.” Jawabku.
“Tapi gw sukanya sama lu. Please kasih gw kesempatan.” Ujar Vikron dengan nada rendah dan terdengar lirih.
“Baiklah gw mau jadi pacar lu.” Jawabku pelan. Vikron pun menggenggam tangan ku erat.
“Makasih Kha, kamu udah mau terima aku.” Vikron tampak amat gembira.
“Kamu? hahaha biasanya juga lu sama gw.” Canda ku.
“kamukan sekarang pacar aku.” Jawab Vikron dan tidak lupa senyuman khasnya.
“Sekarang aku tahu kalo senyuman kamu itu yang buat aku selalu kangen sama kamu, hehehe..” Aku kembali tertawa.
“Kamu tau ga? senyumanku ini khusus buat kamu seorang, hehehe… gombal ya?” Canda Vikron.
Sekarang aku tahu perbedaan cinta dan benci yang begitu tipis. Sepertinya kebencianku dan senyumannya itu yang mengawali cintaku padanya.

tamat

Cerpen Karangan: Zulaikha Ditya Kharisma
Blog: zulaikharisma.blogspot.com

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Cerpen Romantis

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One Response to “Senyuman itu”

  1. Agatha happy nikka costa says:

    Keren ceritanya. Kayak q cuma bisa suka sama seseorang hanya dengan senyuman

Leave a Reply