Senyuman Yang Menyakitkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 June 2017

“Lihat! Mereka bertiga!” Tunjukku yang sedang berada di lantai dua sekolahku.
“Kalo sudah lihat terus ngapain?” Jawab polos temanku dengan Eyww ingus cap one nya tepat berada di terowongan hidungnya.
“Isshh… Lap dulu ingus kamu tuh!” Perintahku dengan wajah kegirangan (Masa sih)
Temanku pun membersihkan ingusnya dengan kerah seragam sekolahnya. (Kasihan tuh seragam)
“Udah.. bersih gak?” mendekatkan lubang hindungnya kepadaku sambil membukakannya.
Aku berusaha menghindar “Oh.. No!!! Jangan mendekat! Sudah bersih kok! Sudah bersih” Ucapku spontan. Padahal masih ada kilauan-kilauan (teettt) masih menempel di bawah hidungnnya.

Sebenarnya, Aku ingin memberitahu teman baruku ini tentang keanehan orang-orang yang sedang kutunjuk tadi. Tapi ternyata temanku ini lebih aneh daripada mereka.
Aku berbicara sambil melihat ketiga orang itu, kepada Epin, teman yang berada di sampingku ini “Kau tahu Pin. Pin?” What? Kulihat si Epin sedang asyik mengurusi Upilnya.
“Pin please! Bisa kau berhenti mengurusi urusan pribadimu itu” Ucapku kepadanya yang dia hiraukan sepertinya.
Eyww… Yah sudahlah… Aku bercerita kepada kalian saja.

Terlihat tiga orang siswa SMA yang sedang beristirahat di lapangan sekolahnya. Mereka tampaknya sedang asik bercanda gurau. Memainkan sebuah permainan yang mereka mainkan (Pusing). Hingga ada seorang cewek dari kejauhan yang membuat mereka harus terdiam bersamaan.
“Waaw! Cantiknya” Ucap seorang siswa itu dengan menganga sambil terus menatap ke arah wanita itu.
“Dia miliku. My sweaty!” Ucap seorang temannya yang sama menatap ke arah wanita yang sama.
“Tidak! Itu My Honeyku” Kata teman satunya lagi yang tampaknya tak mau kalah oleh kedua temannya yang lain.
Mereka sepertinya terbuai oleh seorang siswi yang berparas cantik sih. Rambutnya yang panjang lurus dengan matanya yang berwarna cokelat. Postur ideal dan tinggi pula. Aku pun sepertinya suka. (Haha… tenang saja. Itu benar kok. Upsss)

Lamunan mereka terhenti saat mereka menyadari bahwa siswi itu akan datang melewati mereka. Jelaslah hanya melewati saja. Bukan menghampiri.
“Tidak! Dia ke sini, dia ke sini,..” Ucap gugup seorang di antara mereka.
“Tenang Jono, tenang!” Pinta seorang temannya kepada temannya yang bernama Jono.
“Bagaimana aku bisa tenang Tono! Dia akan datang ke sini” Jawab Jono ke temannya.
“Tenang saja. Biar aku Sang Joko yang akan mengahadapinya” si Joko itu bicara dengan membusungkan dada. Dan maju lebih depan di antara teman-temannya.
“Tak apa! Aku pun sudah tenang. Biar aku saja yang menghadapinya!” Jono meyakinkan diri dan maju selangkah di depan Joko.
“Kalau aku… Diam saja di sini. Aku tak yakin” Ucap teman satunya.
“Kenapa kau ini? Tadi kau menenangkanku Ton” Kata Jono “Kok sekarang ciut gitu? Tapi baguslah. Cindy bisa menjadi milikku. Hahaha” Tawa jahat menyeringai terlihat di bibir Jono.

Nama mereka terbongkar semua. Ada si Jono yang berwajah biasa saja. Namun gaya rambutnya yang berusaha Stylish yang beda dari yang lain. Dengan gaya Mohawknya. Badannya pun terbilang biasa. Tapi dia termasuk orang yang tajir.
Si Joko, diatas lebih tampan sedikitlah dibanding si Jono. Tubuhnya agak besar. Hanya sikapnya saja kekanak-kanakan. Gaya rambutnya cepak rapi lah. Mungin dia yang lumayan dibanding ketiganya. Karena satu lagi ada si Tono. Badannya kecil, rambutnya seperti actor Boboho dengan poninya yang ketinggalan jaman. Gimana yah mengatakannya? Pokoknya hampir sama seperti temanku si Epin.
Apa aku termasuk orang yang menggibah yah? Ya Tuhan.. Ampuni aku.

Siswi cantik itu menghampiri mereka (Hanya melintas sih kayak nya). Dia melihat tingkah Ketiga murid aneh itu. Dengan wajah tersenyum keanehan.
“H-hallo Cindy!” Ucap gagu dari Jono.
“Hai” Cindy membalasnya dengan menambah senyuman di bibirnya.
“E-ehh.. K, kamu mau ke mana?” Joko memberanikan diri bicara supaya tak kalah oleh saingannya.
Cindy pun berhenti “Sebenarnya gak tahu juga sih. Tadinya mau ke kantin. Emang ada apa?” Tanya Cindy dengan nada datar.
“Enggak! Hanya mau tau aja kok” Jawab dengan hati berdebar-debar dari Joko.
“Eh, Cindy! Kalo gitu duduk aja di sini!” menunjuk ke arah bangku yang tersusun dari beberapa balok panjang yang terbuat dari besi “kita ngobrol-ngobrol yuk?” Ucap Jono yang tak mau kalah dari Joko.

Jono dan Joko bersaing untuk mendapatkan Cindy yang mereka idam-idamkan. Sementara itu, si Tono hanya terdiam. Mungkin dia sadar diri bahwa dia kalah segalanya dari kedua temannya itu.
“ya udah, kayaknya asyik ngobrol dengan kalian” Cindy berjalan lalu duduk sambil dikerumuni oleh orang-orang aneh itu. Tapi kayaknya aku iba deh dengan si Tono. Ia hanya diam tanpa kata seperti itu. Sampai Cindy membuka mulutnya “Kalau kamu, kok diam saja?” Tanya Cindy ke arah Tono.
Tono belum membuka mulutnya si Joko sudah menyambar “Maklum lah. Dia itu orangnya aneh, gak suka ngomong gitu. kayak si Jono aja-” Jono pun membelalakan matanya karena namanya disebut oleh Joko.
“Aku aneh kenapa?” Timpal Jono “Kau mungkin yang aneh. Berlaga gagah, padahal postur kaya kacang” Ejek Jono.
“Apa? Justru kau yang aneh. Rambut aja yang keren tapi wajah pas-pasan” Joko mengejek kembali temannya itu.
“Sudahlah! Kalian gak perlu panjang lebarkan masalah itu. Toh tadi aku bertanya kepada Tono, bukan ke kalian” lerai Cindy.
“Kamu sih yang mulai” Joko bicara sambil menyenggol bahu temannya.
“Justru kau” Jono berbalik menyenggol bahu Joko.
Tono, kau kasihan sekali. Pelanga-pelongo diam seperti itu. Sepertinya aku salah menilaimu. Mungkin hanya mereka berdua saja yang aneh. Sementara kau, menurutku tidak.

“Cin! Apa kau punya pacar?” Celetuk Tono yang mengagetkan suasana. (suasana bisa kaget?) Aku pun kaget mendengarnya. Beraninya dia langsung bertanya seperti itu. Padahal kedua temannya belum tentu bisa langsung bicara seperti itu. Bahkan Aku!
“Emangnya kenapa?” tanya Cindy penasaran.
Kedua teman Tono hanya terdiam menganga keheranan. Ada setan apa yang menyambat si Tono, sampai-sampai dia bisa ngomong seperti itu.
“E-eh.., tak apa kok (Tono kayaknya mulai gugup) Hanya saja,..” berhenti sejenak, menunda perkataannya.
“Iya?” Tanya Cindy penasaran.
“Hanya saja,… Aku suka padamu” Duarr! Tono mengungkapkan perasaannya kepada Cindy. Seorang cewek yang didambakan para pria di sekolahku (pft… Termasuk aku). Sekarang aku pun bengong dengan mulut menganga karena mendengar ucapan si Tono itu.
“Apa aku gak salah dengar Ton? Hahaha” Jono tertawa geli melihat tingkah temannya itu.
“Kau itu gak pantas tau Ton berpacaran dengan Cindy! Jangankan berpacaran, berdampingan aja sudah bagaikan bumi dan langit. Hahaha” Tambah Joko sambil tertawa ngakak dengan kedua tangan memegang perutnya.
Meskipun itu benar. Tapi gak perlu bicara seperti juga kali Jok. Tak henti-hentinya mereka berdua mengejek Tono, padahal dari tadi mereka pun pasti bermaksud untuk merayu Cindy. Mental tempe saja mereka berdua. (mungkin bertiga, denganku).

“Kalo belum kenapa?” Tanya Cindy, sepertinya dia membukakan sebuah gerbang asmara (lebay ah). Tapi gak mungkin sih. Jika dibuka pun, gak mungkin dia bukakan untuk si Tono.
“Euhh… kamu mau jadi pacar aku? ” WHHATTT?!!!… Uppss! Jangan sampai mereka tahu aku mengintip di atas sini. Entah bodoh atau apa? Tono sepertinya benar-benar aneh. Nembak cewek tanpa aba-aba, langsung ceplos aja. Whooaa!!! Apa langit akan runtuh sekarang? Apa lautan akan tumpah sekarang? Apakah Misteri Ayam dan Telur yang mana duluan keluar akan terungkap sekarang? (Maaf, gak biasanya aku lebay seperti ini).

Joko dan Jono pun hanya bisa terdiam dengan mulut yang tetap terbuka. Sekarang mereka berdua yang diam tanpa sepatah kata apapun. Ya ampuun… Tonoooo… kau itu aneh sekali. Mana mungkin Cindy-
“Ya” WHHATTT?!!! Jawab Cindy saat Aku sedang berceloteh tak karuan kesana-kemari. Pin tolong aku pin. Pegangi aku pin! Pegang tanganku! Tampaknya aku akan tumbang dari atas sini. (Oh Noo!!! Upil si Epin masih dipegang oleh tangannya). Mati Aku!
“APAA!!!” Jawab mereka bertiga.
Jono dan Joko tambah menganga keheranan gak menyangka bahwa Cindy akan menerima perasaan Tono. Sementara Tono menganga dengan kebahagian. Dan senyum kecil pun mulai menyeringai datang dari bibirnya.

“Kenapa? Kenapa kau menerimanya Cin? Padahal, padahal masih ada aku di sini yang jauh lebih tampan daripada Tono!” Joko langsung bicara seakan tak terima dengan keputusan Cindy.
Cindy belum bicara, Jono sudah menyambar saja “Benar Cin! Kenapa Tono? Padahal aku lebih meyakinkan! Kenapa Cin? Kenapa?!” Jono bicara seolah semua harapan dalam hidupnya telah musnah.
“Sudahlah!” Cindy angkat bicara “Kalian memang lebih segalanya daripada Tono. Kamu Joko (Berbicara ke arah Joko) kamu memang lebih tampan dari pada Tono dan kamu Juga Jono (sekarang dia berbalik ke arah Jono) Kamu pun lebih keren daripada Tono.” Joko dan Jono kelihatan sulit menerima keadaan ini, meski Cindy sedang berbicara tentang alasan dia menerima Tono. Mereka berdua terlgulai lemas. Cindy melanjutkan perkataannya “Tapi ada sesuau hal yang kalian tidak punya dari Tono” Joko dan Jono mulai mengarahkan pandangannya kepada Cindy. Dan Aku di atas sini seberusaha mungkin mendengarkan alasan Cindy.
“Yaitu, sebuah Keberanian, Keterbukaan dan ingat juga keGentlean” Jawab Cindy sambil menarik tangan Tono, yang dari tadi hanya melamun dengan membuka mulutnya lebar-lebar. Lalu mereka pergi meninggalkan Joko dan Jono.

Tono berbalik ke arah mereka berdua dan tersenyum sebagai balasan atas semua ejekan yang dia terima dari teman-temannya itu (termasuk kepadaku!)
Aku bicara melamun kepada Epin temanku “Aku sepertinya mendapatkan sebuah pelajaran dari Tono yang dari tadi aku ejek dan aku cela karena keanehannya. Tetapi dia membalasnya hanya dengan senyuman kebahagiaan. Tetapi kenapa senyuman itu menyakitkan untukku? Bagaimana menurutmu Pin? Pin?” Aku berbalik mengarahkan pandanganku ke arah temanku yang dari tadi hanya terdiam.
“Bagaimana? Besar tidak?” Ucapnya sambil menunjukan usaha galiannya kepadaku.
“Whaatt?!!!” Aku berbalik dan lari pergi meninggalkan temanku yang super aneh itu.
(Ups… siapa tahu nanti si Epin pun akan membalas ucapanku dengan senyuman kebahagiaannya)

Cerpen Karangan: MockyCMou
Facebook: Lucky Blank’sKy
Yosh !
Apa kabar para Reader yang baik hatinya ! 🙂
Namaku Lucky. Lengkapnya Moch. Lucky Firdansyah. Seorang siswa SMA dan masih pemula dalam dunia tulis menulis.
Mohon do’a nya ya! Supaya bisa terus berkaraya.
(Psstt…. Soalnya ini baru pertama kali aku mengirimkan ke cerpenmu ini)
Bye, And GoToSucces!

Cerpen Senyuman Yang Menyakitkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Belum Cukup Umur

Oleh:
Ini kisah gue, kisah di putih abu-abu. Nyebelin sih, tapi nyenengin juga. Kenalin, nama gue Diandra. Dan gue baru kelas X, tepatnya X-6. Yaa, itu kelas gue, kelas yang

Sahabat Bisa Jadi Cinta

Oleh:
Hai nama aku Dita. Aku kenalin sahabat aku nih, Echa, Pita, Meme dan Evan. Kita sudah temenan dari kelas 1 SD sampai sekarang SMA kelas 2. Kita selalu sekolah

Tetangga Jadi Pacar

Oleh:
Aku tidak begitu percaya dengan karma, namun aku percaya bahwa semua pasti ada balasannnya, walaupun bukan kita yang membalasnya bisa jadi orang lain yang jadi pelantaranya. Seperti yang sering

Peri Mimpi di Kamarku

Oleh:
Suara bising yang mengitari telingaku membuat aku terbangun dari tidur malam yang panjang. Kubuka pelan-pelan mataku yang masih sayu-sayu dan, astaga betapa kagetnya aku melihat seekor binatang besar yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *