Sesempit Inikah Dunia?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 August 2017

“cieeee… dhifa lagi liatin foto siapa tuhh?” Ucapku sambil melirik ponsel miliknya
“eee.. eenngga.. kok ray gak liatin foto siapa-siapa..” ucapnya gugup
Seketika alisku naik seraya menatapnya dengan tatapan curiga, “bohong ah.. hayooo ngakuuuu”
“ihhh.. bener dehh ray suwerrrr” ucapnya
“udah deh ngaku aja.. kamu lagi fall in love ya sama kak satria..? hayoo ngaku aja sih..”
Dia hanya tertunduk dengan wajah memerah bak kepiting rebus seraya tersenyum manis hingga terlihat lekukan kecil di pipinya.
“tapi kamu jangan bilang-bilang ya ray..”
“iya iya… by the way sejak kapan kamu suka sama dia..?”
“sejak 4 bulan lalu..”
“hah? Kenapa gak kasih tau aku… kamu mah gitu” ucapku dengan kedua tangan dilipat.
“a..aku malu ray”
“malu kenapa..”
“ya pokoknya aku malu aja.. kamu janji ya gak akan kasih tau siapa-siapa?” pintanya dengan wajah memohon
“iya..”

“rayya..nanti sore ada waktu ga?” pesan itu seketika muncul di layar ponselku
“selalu ada buatmu, memangnya ada apa?”
“nanti sore kita jalan-jalan yuk keliling komplek..”
“hmmm.. boleh tuh”
“ok jam 4 nanti aku ke rumah kamu ya..”
“okk..” jawabku mengakhiri obrolan

Waktu terus berjalan tak terasa jarum jam telah berlabuh di angka 3.30. “sebentar lagi dhifa datang.. lebih baik aku bersiap dari sekarang..”
Aku sibuk memilih baju yang akan ku kenakan nanti.. satu persatu baju telah kucoba tapi tak ada yang sesuai.

“bunn..” ucapku manja
“ya?”
“menurut bunda baju mana yang bagus?”
“memang kamu mau ke mana?”
“mau jalan-jalan sama dhifa..”
“kapan?”
“nanti..”
Ia hanya memangguk seraya memilihkan baju yang cocok untukku. “bagaimana dengan ini?” tanyanya sambil menunjukkan warna biru muda kepadaku. “nanti kamu pakai baju ini sama celana jeans dihiasi bandana biru laut di kepalamu…”
Aku hanya mengangguk menyetujui ucapannya. “terima kasih bun..”
“iya.. ya sudah sekarang kamu berkemas lah.. jangan membuat dhifa menunggu lama..”
“iya..”

“wisssss…cantik banget kamu ray..”
“wesss iya donk aku kan memang cantik hehe” ucapku dengan sedikit tawa kecil di wajahku
“ya udah yukk kita jalan..”
Obrolan renyah pun terjadi mengiringi tiap langkah kaki. Namun tiba-tiba langkahku terhenti ketika melihat dia, lelaki yang menyebalkan itu..

“kenapa berhenti ray?” tanyanya
“liat deh..” ucapku sambil menunjuk ke arah lelaki itu
“ohh kak zaki..” jawabnya
“kenapa dia ada di sini?”
“ahahaha.. rayya rayya.. dia memang tinggal satu komplek dengan kita hanya beda blok..”
Aku terdiam.. sesempit inikah dunia?. “kau lihat rumah di ujung jalan sana yang besar bak istana presiden?”
Aku hanya mengangguk. “itu rumahnya..”
Lagi-lagi aku terdiam mendengar semua penjelasan temanku ini.

Tak berapa lama sosok itu datang menghampiri kami. “hei dhifa..” sapanya
“hai juga..”
“kakak lo ada di rumah tidak?” tanyanya seraya melihat ke arahku
“ada, oh ya kak kenalin ini temanku rayya.. kata rayya kalian pernah ketemu ya waktu di kantin..”
“memang..” ucapnya lantas beranjak pergi
Sombong sekali dia. Batinku.
“ayo ray.. kita lanjut lagi..”
Aku hanya mengangguk dan berjalan di sampingnya. Dia mengajakku ke sebuah danau kecil dengan hiasan langit jingga di atasnya..

“kamu pasti belum pernah ke sini kan?”
“belum, indah sekali danaunya..”
“memang.. setiap sore aku sering ke sini tuk sekedar bersantai dan menenangkan pikiran..” ucapnya
“di sini juga aku mendapatkan kenangan manis yang tak terlupakan..”
“kenangan apa..”
“sebuah kenangan yang selalu aku rindukan di setiap senja…” ucapnya sambil menatap lurus danau itu
“dia yang selalu membuat hariku berwarna, membuat hariku lebih bermakna dengan canda tawa bersamanya..”
“siapa orang itu..”
“kak satria..” ucapnya lirih
“hah? Memangnya ada hubungan apa kau dengannya?”
“dia adalah teman kecilku.. sejak kecil kami selalu bersama, dulu ia sering datang ke rumah tuk sekedar bermain dan belajar bersama.. namun semua itu berubah sejak ia mengetahui perasaanku.. ia menghindariku.. sejak itu tak ada obrolan renyah yang terjadi hanya saling diam layaknya orang asing.. terkadang aku benci akan perasaan ini mengapa rasa ini tumbuh disaat aku benar-benar dekat dengannya..” tanpa sadar butiran air mata jatuh membasahi pipinya
“jangan sedih ya dhif.. aku yakin kok semua itu kak satria lakukan pasti ada alasannya..”
“aku pernah mencoba menghubunginya namun semua nihil tak ada satu pun yang berhasil, berulang kali ku mencoba sms dia, telepon dia, BBM dia tapi tak ada satupun yang terbalas.. rasanya aku ingin mengulang kembali waktu, jika boleh memilih lebih baik aku tak pernah mengenalnya dari pada harus melupakannya.. dalam hitungan detik ku mampu mengingatnya namun ribuan tahun pun belum tentu dapat melupakannya..”
“aku ingin sekali bisa seperti dulu.. mengulang kembali kisah manis itu..tapi itu takkan mungkin bisa terjadi, mungkin sudah saatnya ku terima kenyataan bahwa ia menjauhiku bahkan mungkin membenciku..”
“kamu tak boleh berkata seperti itu.. jika dia memang diciptakan untukmu mau ada ribuan tantangan pun pasti kau kan bersatu.. yakinlah dhif.. yakinlah pada dirimu..”
Ia tak lagi menjawab hanya menoleh ke arahku.. “iya ray iya..” ucapnya seraya memelukku erat..

Tok tok tokk..
Terdengar suara ketukan berulang kali dari luar sana. Rasa penasaran pun muncul dalam pikiranku tanpa sadar langkah kaki membawaku ke tempat itu..
“Rayya.. biar gue aja yang buka..” sontak suara itu menghentikan langkahku.
“lebih baik lo ke belakang buatkan minum..” lanjutnya

Tanpa banyak tanya aku memutar tubuhku 180 derajat. Kuambil 2 gelas berukuran sedang yang akan kuisi dengan jus jeruk. Terdengar suara obrolan di ruang tengah, tanda tanya mulai menghapiriku.. ’dengan siapa dia bicara’ pikirku.
Secara perlahan kubawakan mereka 2 gelas air untuk mereka minum, betapa terkejutnya aku saat melihat siapa gerangan yang datang..

“elo? “ucap kami bersamaan
“ngapain lo di sini..?” tanyanya
“yehhh.. ada juga lo yang ngapain di sini..?”
“jadi kalian sudah saling kenal..” ucap kakakku
“udah!”
Tanpa menjawab segera kutinggalkan mereka dengan wajah kesal. Hufttt… sesempit ini kah dunia? Kuurungkan niatku sebelumnya, dengan hati-hati aku mencari tempat yang aman untuk mendengarkan obrolan mereka.

“sejak kapan lo kenal sama ade gue..?”
“ohh jadi dia ade lo..”
“kenapa?”
“ga papa bro… ade lo cantik…”
Deg! Jantungku terasa ingin copot mendengar ucapan cowok itu. “dia beda banget sama lo bro..” lanjutnya
“memang dia lebih mirip sama om gue yang tinggal di Paris..”
“nama lengkapnya siapa..?”
“Assyifa Rayya biasa dipanggil Rayya.. kenapa lo suka sama ade gue?”
“heh? Ya kali gue suka sama ade dari sahabat gue sendiri..”
“ya gak papa kali santai aja..”
Aku mulai berjalan mundur namun tiba-tiba.. Brukk!
Sontak membuatku terkejut.. “rayya suara apa itu?” teriaknya
“gak tau kak, bentar rayya lihat..” ucapku bohong

Via BBM
“PING” –dhifa
“ya?”
“kakakku masih di rumahmu?”
“ya, kenapa?”
“ohh gak papa soalnya dia Cuma bilang mau maen bentar ke rumah kak Adlan tapi sampai sekarang belum pulang..”
“kamu ke sini aja, ada kak satria juga lho..”
“iya? Yang bener kamu?”
“iya tapi sudah pulang hehe..”
“yahhh kenapa gak bilang dari tadi?”
“aku juga baru tau kalau dia ke sini..”
“huffttt… gagal ketemu lagi dehh”
“harap bersabar karena ini ujian hehe..”
“hmmm yayaya..”
Pesan itu tak kubalas hanya kubaca. Aku lagi gak mood buat ngobrol, “dia cantik..” suara itu masih terlintas jelas di kepalaku. Tanpa sadar segaris senyum terbentuk di wajahku, aku pun tak menyadari wajahku yang tiba-tiba memerah.. Oh Tuhan aku kenapa? Ada apa denganku…

Secara refleks tanganku bergerak meraih buku diary merah muda milikku.. jari jemariku mulai menari kian kemari membentuk suatu goresan penuh makna dan rekayasa. Ada apa denganku? Mungkinkah aku jatuh cinta?

Cerpen Karangan: Indi Prihatini
Facebook: Indi Prihatini Jelita
Indi Prihatini Kelas X Ak 1 Di SMKN 45 Jakarta Barat

Cerpen Sesempit Inikah Dunia? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar Berduri

Oleh:
“Udah! Kamu itu ternyata gak lebih dari seorang temen yang tega NUSUK sahabatnya dari BELAKANG! Aku benci sama kamu!” ucap seorang gadis bernama Ratu sweetthella “Ya udah… percuma ya

Ayunan Merah

Oleh:
Pagi ini terlihat sangat cerah. Angin bertiup dengan lembut menembus kulitku dan juga membuat rambutku menari-nari. Burung-burung berkicauan di jendela rumahku. Ku buka jendela, dan ku lihat matahari belum

Selamatkan Ekosistem Laut

Oleh:
Suatu hari tinggallah seorang pemuda yang suka memancing. Ia seorang yang suka membersihkan dan bertanggung jawab kepada ekosistem laut. Pemuda ini bernama Anto. Jika Anto memancing pasti Anto mengajak

Lagu ini Untukmu Sayang

Oleh:
MAN Bondowoso, inilah sekolah baruku. Masa Orientasi Sekolah merupakan masa yang sangat menyedihkan bagiku. Pada saat itu hanya aku satu-satunya siswi yang terlambat datang. Begitu aku sampai di koridor

Dreamer

Oleh:
Aku sadar sekarang, gak semua harapan bisa sesuai dengan yang kita mau iya kan? Aku seorang pemimpi, ya, walau aku tau mimpi tanpa usaha takkan berhasil. Ada beberapa pengalaman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *