Setelah Penantian Yang Panjang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 6 October 2016

Entah sudah berapa lama Fana duduk di salah satu kursi taman yang sering ia datangi hampir setiap hari bahkan penjaga taman itu pun sudah mengenalinnya, ia mengunjungi taman itu entah sekedar melepas penat atau bahkan menginggat memori dahulu bersama seseorang yang masih mengunci hatinnya tersebut.

Entah sudah beberapa lama Fana menungunnya, menunggu sesuatu yang entah akan menjadi mungkin atau tidak. kejadian 5 tahun yang lalu dimana Fana dihadapkan oleh pilihan yang sulit, memilih mempertahankan persahabatannya ataukah mengejar cintanya, ia tak menginginkan pecahnya persahabatan yang berlangsung lama karena sebuah perasaan yang entah sejak kapan tumbuh di sudut hatinnya. Ia tak tahu apakah seseorang itu masih terus mengingatnya, menginggat tentang kenangan mereka, mengingat betapa keras carannya untuk sekedar membuat Fana tersenyum, mengingat tentang masa-masa bahagia mereka ataupun masa-masa sulit yang selalu mereka hadapi bersama-sama. ia juga tak tahu apakah seseorang itu telah membaca surat yang ia berikan ataukah tidak membacannya sama sekali.

Sejak saat itu, saat mereka resmi lulus dari sekolah menengah atas dan saat itu juga mereka harus dipisahkan untuk meraih cita-cita masing-masing. sejak saat itu tak ada kabar dari dia, bertahun-tahun Fana menunggunya berharap takdir akan segera mempertemukan keduannya, berharap semua doa yang selalu ia panjatkan bisa segera terkabulkan, berharap dia kembali hadir menemani Fana walaupun tak seperti yang Fana inginkan yaitu berstatus SAHABAT Fana rela mengorbankan perasaannya demi bisa bersama sahabatnya kembali.

Hari ini Fana memutuskan untuk kembali mendatangi taman yang sering ia kunjungi lantaran sudah hampir seminggu terakhir ia tak menyempatkan waktu untuk sekedar duduk di bangku taman yang penuh dengan kenangan itu. sudah hampir satu jam Fana duduk di tempat yang selalu ia tempati ketika mendatangi taman tersebut ia hanya melihat orang-orang berlalu lalang. “kapan kamu kembali” lirih Fana, tiba-tiba ada tangan yang menutupi kedua matannya orang yang menutupi matannya itu berkata “aku sudah kembali” Fana tahu jelas itu suara siapa suara yang selama ini ia rindukan. Fana segera melepas tangan yang menutupi matannya dan kemudian ia berbalik air matanya tak bisa dibendung lagi, ia merindukan sosok di hadapannya itu tanpa perlu menunggu lagi Fana segera memeluk sosok di hadapannya.

Setelah itu Alvano sahabat sekaligus orang yang telah mengunci hati Fana menjelaskan seluruh pertanyaan yang Fana tujukan padannya dan banyak hal lagi yang mereka perbincangkan. setelah itu tiba–tiba Alvnao meraih tangan Fana dan menggenggamnya erat “SHAFANA SHALSABILLA BE MINE” Tanya Alvano pada Fana yang kemudian dibalas angukan Fana. Seketika terdengar suara riuh tepuk tangan dari sekitar mereka, mungkinkah mereka lupa bahwa sekarang mereka sedang berada di sebuah TAMAN.

End

Cerpen Karangan: Iky
Facebook: Yany Azzahra
Penulis baru, ini adalah karya pertama saya semoga bisa menyukainnya agar bisa membuat cerita berikutnya. Jangan lupa berkomentar kalau ada kesalahan
Terimakasih

Cerpen Setelah Penantian Yang Panjang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan dan Kamu

Oleh:
Aku mulai menghitung dari hari ini, menghitung hari untuk sebuah perpisahan, perpisahan karena tak ada lagi pertemuan untuk waktu yang cukup lama. Memang, hari itu masih jauh, tapi aku

Mimpi

Oleh:
Tak ku sangka hidup ini ku pertaruhkan pada pertaruhan yang menyangkut nyawaku. Hari ini adalah hari pertamaku menapakkan pikiranku pada hal yang rumit ini. Semua kekosongan dalam diriku serta

Bisikku Pada Hujan

Oleh:
Hujan mengguyur Banjarmasin sore ini, membasahi setiap jengkal tanah dan atap-atap rumah yang karatan. Hujan. Di mataku hujan adalah jembatan kenangan, membawa sejuta cerita. Ah, sialnya. Cerita yang dibawa

Berawal Dari Mimpi

Oleh:
Perjalanan yang amat sangat jauh, menyusuri jalan setapak yang penuh dengan sebuah misteri. Setiap kulangkahkan kakiku saat itu juga kurasakan betapa perasaan ini tenang, tentram, tanpa beban dan kudengar

Dendam yang Memudar

Oleh:
‘siapa dia? aku bahkan tak mau mengenalnya sedikitpun!’ ‘Aku membencimu.. bahkan aku tak ingin mengingatmu lagi!’ Ku tutup diary kecil yang baru saja aku coret dengan tinta hitam.. di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *