Si Cewek Jelek dan Si Tampan Dari Facebook (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 January 2015

Berawal dari seorang gadis desa yang lugu, pemalas, gendut, polos dan tidak begitu mengerti tentang teknologi. Ia bernama Ifa sedang duduk di bangku Mts kelas 3. Pada suatu hari gadis desa tersebut pergi ke warnet yang ada di kota dekat dengan desanya, ia pergi ke warnet menaiki sepeda mininya, Ia pergi dengan seorang teman dekatnya.

Sesampai di warnet, ia mencoba mencari tempat yang berbeda dengan temannya agar tak satu tempat mereka pakai bersama, dan setelah ia menemukan tempat yang ia cari, ia menempati tempat itu lalu mencoba menyalakan sebuah komputer yang ada di depannya (yah.. walaupun ia tidak begitu mengerti tentang teknologi tapi ia masih bisa menghidupkan komputer karena di sekolahnya ada mata pelajaran TIK tiap minggunya)

Tingg… komputer yang ia nyalakan pun hidup dan ia langsung menuju ke Mozila Firefox yang ada di tampilan layar monitor komputer di depannya. Setelah tampilan mozila firefox berubah menjadi kotak pencarian, ia pun segera megetik sebuah sosial media yang bernama “FACEBOOK”.

Beberapa menit kemudian ia mencoba-coba facebook miliknya tetapi ia tak menemukan kesenangan dalam facebook, ia mencoba berfikir apa sebenrnya yang digemari teman-temannya mengenai facebook. Ia pun mencoba-coba mengirim pesan kepada semua teman yang ada di obrolan yang satu pun ia tidak mengenali. “Hai…” katanya.
Ada banyak orang di obrolan yang tidak merespon pesan darinya mungkin karena ia jelek di foto facebooknya atau karena sapaannya yang kurang asyik tapi ia bersyukur karena masih ada yang merespon pesannya walaupun hanya ada dua orang saja yang merespon pesannya.
“Hai juga” kata kedua laki-laki yang meresponnya” setelah mendapat respon seperti itu ia pun kegirangan dan bigung apa yang akan ia ucapkan selanjutnya, tanpa berfikir panjang gadis tersebut membalas dengan kata-kata yang mungkin aneh dan gengsi jika diucapkan oleh seorang gadis “Boleh kenalan gak” Tegasnya.

Secara berselingan kedua laki-laki tersebut membalas pesannya, sampai-sampai gadis tersebut tidak menghiraukan panggilan dari teman yang duduk di sampingnya, beberapa pesan pun sudah ia balas hingga ia dapat mengetahui asal usul kedua laki-laki itu walaupun dengan sedikit malu dan kesal karena membaca pesan dari salah satu laki-laki yang bernama dika dari kota jatiroto seorang alumni dari SMA 1 NEGERI JATIROTO itu.

Tapi ia senang karena seorang laki-laki yang bernama whilian membalas pesannya dengan bahasa yang lembut dan membuat ia senang dan gemar akan membuka facebook di setiap hari. Gadis itu tak ingin komunikasinya terputus sehingga ia meminta nomor telepon kedua laki-laki tersebut dengan bahasa yang sedikit rumit dan sulit dipahami, tanpa ia sadari teman di sampingnya pun mulai marah karena ia tak menghiraukannya perkataan temannya yang sedang berbicara padanya.

“Hmmm.. boleh minta nomornya gak”. katanya kepada kedua laki-laki tersebut. srettt… “buat apa?” membalas dengan cepat seorang laki-laki yang bernama dika dan bebrapa detik disambung dengan pesan dari whilian “buat apa ya dek?”, kemudian ia menjawa pesan tersebut dengan alasan yang sama. “gak ada buat kenalan aja kok”. balasnya.

Kemudian kedua laki-laki tersebut memberikan nomor hp nya kepada gadis itu, dengan kegirangan gadis itu mencatat nomor hp kedua laki-laki itu di telepon genggamya. Dan setelah itu temannya pun mencubitnya dan berkata, “ayo cepet pulang keburu sore uangmu juga gak bakalan cukup buat bayar kalau lama-lama disini”. Lalu ia terkejut dan segera mematikan komputer yang ada di depannya, dan membayar di tempat pembayaran.
“Hah…!!! Hampir saja aku mati kutu di warnet ini jika uangku kurang buat bayar tadi”. katanya sambil menghampiri temannya yang sudah menunggunya di tempat parkir. Temannya haya tertawa melihat ia tergopoh-gopoh lari keluar dan mengambil sepeda mininya.

Setelah sampai di rumah ia pun segera melihat telepon genggam miliknya dan mencari di kontak telepon, nama kedua laki-laki yang berkomunikasi dengannya di facebook tadi. Kemudian ia pun mencoba sms nomor kedua laki-laki itu. “Hai kak ini aku ifa yang ada di facebook tadi”, katanya.
Kring… kring… telepon genggamnya berbunyi nada sms, ia pun segera membuka kotak masuk smsnya. Tak terduga dan tidak di sangka ternyata pesannya dibalas oleh kedua laki-laki tersebut. Karena asyiknya smsan ia pun lupa tidak mengecek pulsa miliknya, beberapa menit kemudian ada pesan yang dikirimnya tetapi gagal terus menerus tanpa ia sadari ternyata pulsa miliknya tinggal Rp.0 “haduh… kok pulsaku habis sih, gimana ini bakal dimarahi aku kalau minta uang buat beli pulsa sama ibu ku?”. desisnya sambil kebingungan dan tertidur karena hari sudah malam.

Keesokan harinya ia masuk sekolah seperti biasanya, berangkat pagi, seragam rapi, peralatan sekolah lengkap. (yahhh… walaupun ia semalam gak belajar tapi kan yang penting di sekolah bisa mengikuti kegiatan belajar mengejar dengan rutin tanpa ada keterangan alasan di jurnal milik gurunya).

Teng… tong… (bel istirahat berbunyi). Ia pun segera keluar dari kelasnya tetapi setelah di depan pintu ia mengurungkan niatnya karena ingat dengan kejadian semalam, “ya ampun pulsaku kan habis uang saku ku cuma 5 ribu kalau aku pake’ jajan aku gak bakalan bisa beli pulsa dong?, hah yaaa… sudahlah gak usah jajan dulu untuk hari ini”. katanya sambil kembali masuk ke dalam kelasnya.

Setelah bel pulang berbunyi ia segera pergi ke tempat parkir untuk mengambil sepeda mini miliknya, sampai di parkiran ia langsung mengambil sepedanya dan bergegas pulang karena tidak sabar untuk makan di rumah. “haduh perutku lapar, baru seharian tadi aku gak jajan kayak orang yang sedang menjalankan puasa”. katanya dalam hati sambil mengayuh sepedanya.

Sesampai di rumah ia segera memasukkan sepedanya ke dalam rumah, tanpa berganti pakaian terlebih dahulu ia langsung mengambil makanan. Ia pun makan makanan tidak seperti biasanya, ia seperti orang kelaparan yang tidak makan selama 3 hari. Selesai makan ia berganti pakaian dan meminta uang kepada ibunya “bu, aku minta uangnya ya seribu aja kok” katanya dengan nada polos. Ibunya pun menjawab, “ya nak, untuk apa?”. “aku minta buat beli makanan ringan bu”. balasnya. “ya.. sudah ambil aja nak”. kata ibunya.
Lalu ia pergi ke warung tapi setelah sampai di warung ia teringat kalau telepon genggam miliknya tidak ada pulsanya, ia kembali ke rumahnya dan teringat kalau di saku seragam sekolahnya ada uang sakunya 5 ribu, kemudian ia menggabungkan uang sakunya dengan uang yang meminta kepada ibunya tadi, dan ia menggunakan uangnya itu untuk beli pulsa, dan akhirnya dia pun punya pulsa kembali.

Malam harinya ia mencoba sms salah satu laki-laki yang dikenalinya dari facebook yang bernama Whilian. “met malem…”. katanya sambil rebahan di tempat tidurnya dan berharap sms nya direspon oleh laki-laki itu. Beberapa menit kemudian telepon genggamnya berbunyi, ia langsung membuka kotak masuknya dan ternyata doa’nya terkabulkan, sms miliknya direspon oleh laki-laki itu.
“Malem juga…”. kata laki-laki itu, gadis tersebut membalas pesannya lagi dan lagi, hingga ia lupa kalau hari sudah larut malam dan besok ia harus sekolah berangkat pagi lagi agar tidak terlambat masuk ke sekolah, Kemudian laki-laki tersebut yang terlebih dahulu mengakhiri sms nya dan gadis itu pun segera tidur.

Beberapa minggu kemudian, setelah keduanya saling mengenal dan terbiasa untuk sms satu sama lain. Akhirnya, laki-laki tersebut mencoba mengungkapkan perasaannya kepada gadis itu tapi gadis itu tidak menjawab begitu saja. Ia mencoba memberikan tantangan kepada laki-laki yang bernama Whilian itu, tantagannya lumayan rumit karena isi tantangannya yaitu laki-laki tersebut harus bisa mencari rumah si gadis tersebut dan masuk ke dalam rumah si gadis lalu berjabat tangan dengan kedua orangtua sang gadis dan duduk lama di rumah sang gadis, tentunya itu tantangan yang sangat menakutkan bagi anak muda yang masih sekolah dan waktu itu masih duduk di kelas 3 SMA, Whilian masih duduk di kelas 3 SMA di SMA NEGERI 2 LUAMAJANG.

Keesokan harinya tepat pada waktu sore hari sekitar jam 4.00 sore, laki-laki itu sms kepada sang gadis, dan isi sms nya sangat mengejutkan. “rumah kamu dimana, aku lagi ada di gang rumahmu?”. sang gadis itu pun kebingungan, lantaran takut dimarahi oleh orangtunya dan takut kalau laki-laki itu tidak sesuai dengan karakteristik laki-laki idamannya.
Karena kebingungannya sampai-sampai ia menyisir rambutnya di depan rumahnya dan menoleh ke arah kanan kiri, takut ada laki-laki yang tiba-tisa berhenti di depan rumahnya.

Beberapa menit mmenuggu diluar tidak ada orang yang berhenti di depan rumahnya, gadis itu pun masuk ke dalam rumahnya dan meletakkan sisir yang digenggamnya di kamarnya.

Setelah gadis tersebut masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba ada suara seorang perempuan yang memanggil namanya.”ifa… ifa… faaaaa” kata perempuan itu yang tidak lain ternyata tetangganya. Lalu gadis itu keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya. “ada apa mbak kok panggil-panggil aku?” katanya sambil melihat ke arah perempuan itu”. “ini loh ada temen kamu yang nyari rumah kamu, dia gak tau rumah kamu makanya dia minta anter, dia masih saudaraku” kata perempuan itu sambil menggeret tangan laki-laki muda di belakangnya. Srettt… jantungku berdebar kencang karena melihat sosok laki-laki yang ada di belakang perempuan itu.
Aku tak pernah melihat laki-laki itu sebelumnya apa lagi mengenalnya tapi kenapa perempuan tetanggaku itu bilang kalau dia adalah temenku sekolah. Kapan aku punya teman seperti dia, karena kebingungan dan juga gugup, aku pun sampe lupa tidak menyuruh dia masuk ke dalam rumah. Beberapa detik pun aku mulai sadar…!!! “heh.. mas masuk dulu”. Tegasnya.

Laki-laki itu pun masuk masuk ke dalam rumah gadis itu tetapi ia tidak langsung masuk begitu melainkan dia berdiri di depan pintu dan mengucapkan salam di depan rumah cewek tersebut. Padahal pintu rumah si cewek itu sudah terbuka hanya saja karena si cowok tersebut takut jika orangtuanya galak makannya dia mengucapkan salam terlebih dahulu, setelah masuk ke dalam rumah da duduk di kursi rumah si cewek lalu tiba-tiba datanglah kedua orangtua si cewek tersebut dan si cowok itu pun langsung berjabat tangan dengan orangtua si cewek itu, lalu dia duduk kembali di kursi setelah berjabat tangan.

Tak lama kemudian nenek si cewek tersebut muncul dan membawa segelas minuman teh hangat, lalu si nenek tersebut bertanya asalnya dari mana dan tinggal dimana cowok itu, sambil menyodorkan minuman di meja tepat di depan si cowok itu duduk. “hmmm… aku takut lho dek mau ke rumah mu apa lagi ada orangtua mu dan aku disuruh masuk ke rumah kamu pula”, tegasnya sambil mengambil buku yang ada di dalam tas miliknya. “gak usah malu kan mas gak nyuri”, balasnya.

Setelah lama berbincang-bincang akhirnya si cowok tersebut bertanya kepada si cewek itu, “dek kamu gak ada pr tah? Kalau ada sini aku bantu, apa mau aku kasih tau soal tugasku di sekolahku?”. Katanya sambil membuka buku yang ada di tangannya. “tidak kok mas, aku gak ada pr, emang gimana tugas sekolahnya mas? Sulit ya?”, katanya. Lalu si cowok tersebut menjawab “gak kok dek gak sulit hanya saja butuh pemahaman dan keseriusan dalam mengerjakannya”, Balasnya.

Beberapa jam kemudian terdengar suara adzan magrib, tak terasa sangat cepat waktu yang dinikmati hari itu, akhirnya si cowok pun pamit untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. Ifa pun memanggil orangtuanya karena si cowok mau pamit untuk pulang, setelah orangtua si cewek keluar, cowok itu pun segera pamit untuk pulang, orangtua ifa dan ifa pun mengantar cowok tersebut sampai di luar rumah.

Cerpen Karangan: Diver Intan
Facebook: Intan Nawasari

Cerpen Si Cewek Jelek dan Si Tampan Dari Facebook (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


LDR Tipe Gamers

Oleh:
LDR TIPE GAMERS versi JELLAL Seperti biasa aku memencet tombol pada CPU komputerku untuk melakukan kegiatan keseharianku yaitu ngegame Online. Kudengar desisan mesin komputer ditambah deritan kipas dalam CPU

Aku Yang Ingin Jadi Bagian Mereka

Oleh:
Saat jam istirahat tiba, aku lebih memilih duduk sendirian di taman belakang sekolah. Aku duduk di bawah pohon sambil menatap siswa siswa lain yang sedang asyik bergembira bersama sohib-sohibnya.

Pacar dan Teman Berkhianat

Oleh:
Aku terlahir sebagai gadis yang bernama devi. Aku sekarang bersekolah di Smp negeri 7. Aku mempunyai 8 sahabat yang sayang banget sama aku. Jam menunjukan pukul 05.00 “devi bangun

Sapu Tangan Merah

Oleh:
Sore itu aku bersiap-siap akan mengikuti turnamen di daerah tempat tinggalku, kebetulan aku membawa motor sendiri mengikuti rombongan anggota kesebelasanku. Di tengah perjalanan, kira-kira di dekat perbatasan masuk kota

The End (Part 1)

Oleh:
Namaku, Jeslyn. Ini adalah kisah cintaku, setahun yang lalu. Meski sudah berlalu cukup lama, tapi kenangan manis yang diukir waktu bersamanya tak akan pernah bisa kulupakan. Kala itu aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Si Cewek Jelek dan Si Tampan Dari Facebook (Part 1)”

  1. arsyfira d'arnadal says:

    Cerpennya bagus.tapi part 2 nya mana?

  2. setya says:

    Kapan nih part2nya di post??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *