Si Humor

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 February 2014

Namaku yovy cristina aku biasa dipanggil ovie. Aku dijuluki gadis gila. Begitulah karena aku tak takut apa-apa. Aku suka ketawa gak jelas dan suka iseng. Teman-teman ku senang kepadaku karena mereka bilang aku itu suka bikin mereka yang galau jadi ceria kembali.

“Hai.. Heloo. Halooo.” Sapaku pada temanku. Aku pun mengerjai mereka membuat mereka mengejar-ngejarku karena marah dan smabil tertawa. Brukkk tak sengaja aku tabrakan dengan seorang kakak kelas cewek dan genk nya lalu dia mengomel-ngomel dan aku mengikuti omelannya. Lalu ia makin marah dan aku malah tertawa aku pun berkata kepadanya “kak jangan marah nanti cepat tua” kataku meledek terus kabur, aku pun berlari dan sambil bernyanyi. Begitulah aku, hampir semua orang di sekolah mengenal sifatku yang gila itu. Aku sering dimarahi oleh guru tapi malah tertawa. Hidup ku tak lengkap tanpa tertawa dan banyak juga yang menggelariku sebagai spongebob. Di samping itu aku juga punya hati, aku sangat menyukai kakak kelasku yang bernama frisko dan sepertinya ia juga menyukaiku. Tapi aku takut untuk dekat dengannya karena dia punya teman cewek yang banyak banget. Tapi aku kurang memikirkan tentang cinta-cinta begitu

“aku punya pertanyaan untukmu rina kenapa kaus kaki itu bau?” tanyaku “ntah aku ngak ngerti” jawabnya “ya karena kakimu yang bau rin, gile apa kalau dia bau sendiri gak mungkin kan?” kataku meledek.
“ooopppiiieee” teriaknya aku pun kabur dan berlari dan aku pun sampai di kantin untuk membeli makanan. Lalu kak frisko datang menghampiriku dan mencubit pipiku ia bilang hobiku suka lari-lari kayak anak kecil saja. “iss mahal tau cubit cubit.” kataku “ya ampun adek aku yang satu ini, belum jadi pacar aja udah bilang mahal nanti kalau udah jadi pasti murah?” katanya. Aku tak menghiruakan lalu aku pun pergi.

Di rumah hpku tiba-tiba berdering tanda sms masuk dari kak frisko dia mengajak ku untuk ketemuan di danau belakang sekolah. Aku pun mengiyakan permintaannya. Lalu aku pun pergi ke danau.

“ada apa kak?” tanyaku “sebenernya udah lama kakak pengen bilang ini ke kamu tapi kamunya cuek.” katanya “macem baru kenal aja ngomongnya kayak gitu aduh” jawabku “maksudnya?” tanyanya “bakwan” kataku sambil terkekeh “kamu ini ada-ada saja” katanya “oo iya kalau boleh tau kamu udah punya pacar belum?” tanyanya “gak kepikiran kak” kataku “berarti ada lowongan dong buat kakak” katanya aku hanya terdiam tak tau jawab apa ” kakak boleh kan jadi pacar kamu?” katanya lagi. Aku tak tau harus apa tapi karena aku takut ia terluka aku pun mengiyakan nya. Setelah itu aku diajak nya jalan-jalan dan pulang.

(di sekolah) ada yang menyapaku dengan sapaan spongebob. Gile ternyata banyak juga yang ngefans sama aku. Aku langsung ke kelas dan ternyata gosip sudah beredar kemana-mana mereka semua menyoraki ku karena mereka tahu aku jadian sama kak frisko. Aku pun hanya tersenyam-senyum sendiri.

Semakin hari aku semakin menyukai kak frisko karena dia selalu ada buat aku dan tak pernah absen untuk datang ke kelasku menengokku. Aku pun semakin sayang sama dia tapi aku juga tak lupa sama temanku rina yang ku sayang itu. Aku pun menyuruh ia untuk mau pacaran dengan sohibnya kak frisko tapi ia sekolah di tempat lain. Hidupku terasa sempurna. Aku sangat mensyukurinya thanks.

Dan sifat ku yang dulu akan selalu melekat dan takkan pernah hilang. “spongebob”

Cerpen Karangan: Novelinda Febriany S.
Facebook: Novelinda Febriany Silalahi

Cerpen Si Humor merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Our Love Story

Oleh:
Malam ini, kurasakan betapa indahnya pemandangan malam ini berselimut kabut hitam pekat, yang berhiaskan bintang-bintang yang gemerlap bak ditabur berlian yang bersinar di hamparan pasir hitam. Hingga kusadari malam

Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 2)

Oleh:
Sudah hampir 15 menit aku menunggu Wahyu tapi tidak keluar-keluar. Aku jadi penasaran dan ingin masuk ke rumahnya, tapi kan kita tidak boleh masuk rumah orang tanpa seizin dari

Pita Merah Aisyah

Oleh:
Rembulan telah bersinar semenjak satu jam yang lalu, begitu pun gadis kecil yang tengah terduduk di tepi danau di pojok kompleks rumahnya, namanya Aisyah, gadis kelas satu SMP yang

Angkot

Oleh:
Angkot. Kendaraan umum yang selalu kunaiki saat pulang sekolah. Kendaraan berwarna biru yang bertuliskan angka 61 yang biasa kunaiki. Suasana angkot yang tidak luput dari rasa tak nyaman dengan

Mata Empat

Oleh:
Waktu terus berlalu tanpa mempedulikan tepian yang mengerak, merubah apa saja di depannya baik buruknya terukir oleh langkahnya, mengenal asa dalam tingkap perjuangan, aku mengenalnya dengan takdir, baik yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *