Si Jutek Pengujiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 10 November 2020

Matahari mulai menampakan diri dari tempat persembunyiannya, aku segera bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus, hari ini adalah hari pertama praktikum, dan untuk pertama kalinya dibimbing oleh asisten laboratorium yang notabenenya galak.

Sesampainya di kampus hati ini semakin takut karena akan diuji oleh asisten laboratorium, ku berdoa agar mendapat asisten yang baik, kulangkahkan kakiku ke gebung c lantai 5, disana sudah banyak teman-temanku yang sedang menunggu untuk memasuki laboratorium.

Sudah waktunya masuk jam praktikum. Aku dan teman-teman segera baris di depan pintu laboratorium agar masuk laboratorium dengan tertib. Sebelum praktikum dimulai diadakan kuis dahulu untuk mengetes seberapa siapkah kita dalam praktikum itu. Akhirnya kuis sudah selesai. Kulangkahkan kakiku keluar ruangan, tiba saatnya namaku dipanggil untuk memasuki ruangan karena akan dites. Ku berdoa agar mendapat penguji yang baik, ah ternyata ku mendapat penguji yang jutek¸ Awalnya ku berfikir dia jutek, galak dan gak asik. Eh ternyata dia baik. memang wajahnya jutek tetapi dia memiliki hati yang baik.

Tiba di rumah, aku langsung merebahkan diri karena sangat lelah. Tetapi bayanganku selalu tertuju kepada dia, ya dia pengujiku. Tak terasa ku memejamkan mata dan akhirnya aku terbaring tidur.

Pagi itu Kicauan burung membangunkanku dari tidur. kucari hpku untuk melihat informasi hari ini, ternyata yang pertama kulihat dari notifikasi handponeku adalah pengujiku memfollow instagramku, dalam hatiku berkata “ya tuhan apakah ini mimpi?”

Aku sudah tiba di kampus untuk mengumpulkan laporan hasil praktikum, sesampainya di ruangan, kulangkahkan kakiku memasuki ruangan, di sana ku melihat dia sedang membaca buku, ku meletakan laporanku di meja asisten labku saat aku ingin keluar dan ternyata
“Hai” ujar orang tersebut. Aku masih mengenal Suara bariton tersebut, lalu aku menengok dan melihat wajah dari yang punya suara ini.
NYESS…
Dia menyapaku. Kuberanikan diri untuk menjawabnya
“Hai kak” balasku
“Semangat” Ujarnya disertai senyuman
“Iya, terimakasih” kubalas dengan senyum

Kulangkahkan kakiku keluar ruangan dengan jantung berdetak kencang. Sambil berkata dalam hati “ya tuhan pertanda apakah ini” Aku benar-benar tidak percaya dengan hal yang aku alami.

Seselesainya ku mengumpulkan laporan ku pergi ke toko buku karena ku sudah janji akan membelikan ibuku novel, kutelusuri rak-rak buku sambil ku mencari buku yang akan kubeli. Di ujung sana kulihat lelaki memakai jaket biru dongker jalan menghampiriku, kulihat dengan seksama sepertinya ku mengenal sosok itu, dan benar saja setiba dia di hadapanku
“sendiri aja?” ujarnya sambil melempar senyuman
“iya”
“boleh gabung bersamamu?” tanyanya sambil terus memandangiku.
Aku hanya senyum tanpa menjawab, dan akhirnya ku jalan berdua dengan dia sambil bercengkraman dan tertawa bersama.

Matahari mulai bersembunyi di tempat persembunyiannya, ku segera pamit pulang.
Tiba di rumah, kubersihkan diri dan segera ku beristirahat karena hari ini sangat melelahkan tapi paling membahagiakan, ku selalu terbaring sambil memikirkannya. Ku mulai berpikir apakah aku jatuh cinta?

Beberapa saat kemudian handponeku berdering, ternyata ada pesan masuk, segera kubuka isi pesannya
DAN…
“semoga hari ini hari paling bahagia” isi pesan itu
Kulihat nama pengirimnya ternyata dia yang mengirim pesan itu, ya dia adalah puji angga. Pengujiku yang memiliki muka jutek yang ternyata baik. segera kubalas pesan itu
“ya, terimakasih sudah memberi kebahagiaan hari ini” balasku
“Ya, semoga seterusnya bisa membuatmu bahagia” balasnya.
Ku menatap bingung balasan pesan darinya, kucerna kata demi kata yang tersirat. Tak kuhiraukan pesan itu, ku segera memejamkan mata karena besok ada kelas pagi.

Matahari sudah menerangi bumi, burung-burung sudah terbang kesana kemari mencari makan. Kulangkahkan kakiku untuk segera pergi ke kampus.
Sesampainya di kampus ku melihat dia yang begitu amat sangat kukenal sedang bercengkrama dengan seorang wanita, tak kuhiraukan pemandangan itu, segera ku berlari menuju kelas karena aku sudah terlambat.

Jam pertama telah berakhir, aku dan sahabatku keluar kelas. Karena usus perutku mulai menjerit-jerit, ku langsung saja menuju kantin untuk makan, disaat ku sedang menikmati makananku tiba-tiba
“selesai kelas aku tunggu di parkiran lantai 2” ujar lelaki itu.
Dia pergi begitu saja setelah berbicara seperti, tanpa mendengar persetujuanku dulu. Ku menatap bingung kepergian dia. “Ah tak usah terlalu kupikiran, nanti selesai kelas aku samperin dia saja” batinku

Kelas telah berakhir kulangkahhkan kakiku menuju parkiran untuk menemui dia, ternyata dia sudah menungguku disana
“hai ka, ada apa nyuruh aku kesini?” sapaku sambil tersenyum
“Ikut yuk!” ujar puji
“Kemana?”
“Udah ikut aja”

Akhirnya kuiyakan ajakan dia, dan ternyata dia mengajakku ke suatu tempat yang amat sangat indah. Tak ada yang membuka suara satu pun, hingga akhirnya…
“apakah kamu mau menjadi teman hidupku?”
NYESS…
HENING

“Sekali lagi, Apakah kamu mau menjadi teman hidupku?”
Benarkah dia mengungkapkan perasaannya di depan aku? Tanpa sadar aku langsung saja mengucapkan “Ya, aku mau.”
Percaya atau tidak, itulah faktanya. Cinta terkadang bisa datang lewat sendirinya. Sejauh apapun, cinta bisa menemukan jalannya lagi dan lagi supaya kita jumpai.

Cerpen Karangan: Annisa Noviyanti Rohmaniar
Blog / Facebook: Anisa Novianti

Cerpen Si Jutek Pengujiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Mami

Oleh:
Di sore hari, ku sendiri ditemani secangkir kopi sambil memandang indahnya alam yang telah tuhan ciptakan. Orang-orang bilang bahwa hidup itu harus ada perubahan, tujuan dan berani menatap masa

It’s Always Been You

Oleh:
“Epinn, sini! Ada kepik kuning!” “Panas Eliiin, pulang aja yuk!” “Kamu kalo mau pulang pulang duluan aja deh!” “Ya udah deh, aku tungguin.” Ugh, senin lagi! Sabtu ke Senin

Beauty and Not The Beast (Part 1)

Oleh:
Seorang gadis cantik yang baru pulang dari sekolahnya berjalan keluar gerbang menuju mobil jemputannya. Si sopir yang menyadari keberadaan si gadis pun segera keluar dari mobil “Oh, nona mau

My Love (Part 1)

Oleh:
Subhanallah, Apa yang barusan aku lihat? malaikat kan? Siapakah dia? Dia yang Menampakan wajahnya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya, senyuman yang tak biasa aku lihat -mungkin langka. Tapi

Separuh Dari Satu Yang Utuh

Oleh:
Langit malam yang tadinya hitam kelam, kini memerah, yang sepertinya menandakan pertukaran malam menjadi pagi. Langkah jarum jam seakan terdengar begitu keras pada malam menjelang pagi itu. Yang kemudian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *