Si Pemalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 February 2016

Namaku Alise aku gadis kelas 1 SMA yang pemalu. Setiap kali bertemu dengan orang aku selalu bersembunyi sambil gemetaran. Aku takut sekali bila bertemu dan bercakap-cakap dengan orang lain termasuk teman-teman sekelasku. Oleh karena itu aku tak punya teman untuk diajak bicara. Kalau ada kerja kelompok aku tak pernah dapat kelompok sama seperti individu. Aku lebih memilih sendiri dibanding harus berkumpul dengan teman-teman yang lain. Tapi, ada satu lelaki yang lumayan terkenal di sekolah namanya Aldi dia baik, pintar, anak osis dan idaman para wanita.

Aku sangat menyukainya dari SMP tapi aku tak berani mengungkapkannya secara langsung. Aku terlalu malu. Waktu hari senin dia datang dan menghampiri aku dan menepuk belakangku bukannya aku memanfaatkan waktunya malah aku lari dan bersembunyi. Aldi sangat heran denganku kebanyakan perempuan mendekatinya dan mengikutinya tapi aku malah lari seperti melihat hantu di malam hari. Terkadang aku sangat kesal dengan kepribadianku yang pemalu seperti ini.

Aku jadi tidak bisa bergaul dengan teman dan menyatakan kalau aku suka dengannya. Berkali-kali aku memberanikan diri dan menyatakan aku suka dengannya tapi selalu gagal karena para murid perempuan yang mengerumuninya. Kalau sedang sendiri pun aku tak berani menyatakannya karena terhalang oleh rasa malu yang membara. Suatu hari Aldi datang ke kelasku dan menghampiri bangku yang aku duduki.

“hai Alise!” sapanya dengan senyum.
“h-hai Aldi.” para murid perempuan berteriak dan membisik sambil membawa kotak seperti kado untuk Aldi.
“kamu sebenarnya mau ngomong apa sama aku?” tanyanya. Aku hanya tersentak dan diam sambil mengaguminya
“a-ku..” jawabku gagap. Aku terus menyusun kekuatan untuk berbicara dan menelan ludah sebanyak mungkin. Badanku yang keringat dingin dan jantungku yang berdebar hebat membuatku gagap.

“a-aku s..” di saat aku sudah mendapatkan kekuatan Aldi berkata, “ayo, kita pergi ke tempat yang lebih tenang!” sambil mengambil tanganku. Aku hanya diam dan mengikutinya ke belakang sekolah. Tapi, aku harus menyatakannya. “Aldi.” sambil melepas tangan yang dipegang Aldi. “sebenarnya aku sudah lama ingin berbicara padamu bahwa aku suka sama kamu. Tapi aku tak punya kekuatan untuk berbicara denganmu!” dengan malu. Entah dari mana datangnya kekuatan itu. Hingga aku sanggup mengatakannya.

“kamu tahu tidak? Kalau aku tuh penasaran dan tertarik kepadamu. Entah bagaimana aku selalu bingung dan suka merhatiin kamu. Dan aku juga bingung aku harus apa agar aku bisa ngomong sama kamu. Kalau aku juga suka sama kamu Alise.” Perasaan senang, sedih, dan bahagia bercampur jadi satu dan aku tidak sanggup berkata-kata lagi. Mulai dari saat itu aku dibenci oleh murid perempuan di sekolahku tapi aku tidak takut karena ada Aldi di sampingku. Dengan kehadiran Aldi perlahan rasa maluku sirna dan menjadi sedikit lebih berani lagi.

Cerpen Karangan: Ruth Matulessy
Hai aku. Aku penulis baru jadi kalau ada yang kurang jelas aku minta maaf aku masih perlu banyak belajar lagi. Oh yah kunjungi juga cerpenku yang berjudul “3 Things” di cerpen bahasa inggris. Semoga cerpenku menghibur penggemar membaca.

Cerpen Si Pemalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintangku, Mark

Oleh:
Bintang-bintang yang ada pada malam hari selalu mengingatkanku padanya. Karena aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan sama seperti aku melihat bintang di langit. Entah mengapa aku merasa seperti dia

Bunga Mawar

Oleh:
Kali ini aku akan bercerita tentang manis pahitnya jalan menuju pernikahan, dua tahun sudah aku menjalani kisah percintaan dengannya, suka duka, canda tawa dan air mata menyelimuti perasaan yang

Melepaskan

Oleh:
“Aku juga sayang kamu kok yan, tapi hanya sebatas teman tidak lebih dari itu”. Kata-kata itu selalu teringat di memori otakku berdengung di dalam telingaku dan menghantui kehidupanku. Dimana

Si Pengganggu

Oleh:
“Halo chubby,” panggil Rio kepada Lia, chubby adalah panggilan Rio untuk Lia, ya memang pipi Lia chubby. “Riooo!!” Teriak Lia sambil mengejar Rio yang sudah lari. Akhirnya Lia berhasil

Faris

Oleh:
Aku hanya ingin menulis. Entah kenapa, menurutku aku bisa menumpahkan segala kedukaanku dengan tulisan. Padahal aku tidak memiliki darah sastrawan ataupun penulis dalam keluargaku. Walaupun kakekku keturunan darah biru,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *