Si Penulis Surat Misterius

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 May 2014

“Fiuh, hampir saja kau telat Mel, Lihat tuh jam tangan lu! Pukul berapa sekarang hah?!” Kira menghampiriku.
“Aku sih cuek!” Sergahku tanpa beban sambil berlalu menuju ke tempat dudukku di kursi nomor dua dari belakang, itulah tempat duduk favoritku.

Kurogoh loker mejaku, yang kutemukan hanyalah buku fisikaku, yang kemarin memang kutinggal bukan tanpa alasan, namun keadaan tasku kemarin memang amat sangat berat. Kubuka halaman pertama di buku itu dan disitulah terselip sepucuk surat. Tanpa pikir panjang aku langsung membacanya.

For: Amelita Kareinna
From: [No Name]
Mungkin ketika kau membaca surat ini,
kau akan terkejut, dan beranggapan bahwa aku ini hanyalah seorang pecundang yang tak berani berbicara langsung, namun kuperingatkan padamu
jika anggapanmu itu memang salah besar. Maafkan aku tak menyebutkan namaku padamu,
takutnya kau malah membenciku.
Jika kau ingin tau siapa aku sebenarnya,
Kumohon nanti sepulang sekolah kau pergi ke perpustkaan sekolah.
Aku Akan Ada Di Sana Sebelum Kau Sampai.
Apabila kau tak peduli,
Hiraukan saja surat ini, Atau bakar saja ini, dan anggap saja ku tak pernah mengirimnya.
Kuharap kau bisa datang.

Sepulang sekolah, Aku bercerita pada Hana, dia menyuruhku menemui ‘Si penulis surat’ jika memang tergulung rasa penasaran. Dengan tergesa-gesa kulangkahkan kakiku menuju ke perpustakaan. Di sana hanya kutemui Bobby, kakak kelasku. Dia sedang duduk membaca ensiklopedi. “Mel, ini ada surat buat elu, tadi ada seorang cowok yang titip ini ke gue, katanya dia ini suruh nyampein ke elu.”
“Apa?” Aku ternganga. Katanya dia mau tiba di sini sebelum gue nyampai gue kecewa sama dia, Umpatku dalam hati.
“Eh ngapain bengong? Udah terima aja ni surat!”
“Oh Oke.”

Aku pun pulang dengan langkah kekecewaan. Setelah sampai di rumah, Aku langsung membaca kertas putih yang bertuliskan rangkaian kalimat di dalamnya.
(Saat kau membaca surat ini, aku tau jika kau tadi datang tepat waktu. Terimakasih. Maaf sebelumnya aku ada urusan mendadak, jadi tak bisa tiba di sana. Temui aku nanti sepulang sekolah di taman sekolah.)

Sekiranya hanya begitulah isi suratnya. Surat itu membuatku sangat penasaran, namun aku tak mudah percaya dengannya lagi. Tak seperti biasanya, aku berangkat lebih pagi karena ada jadwal piket. Tak sengaja aku menabrak Bobby. “Sorry Kak.”
“Aku yang salah kok, aku gak ngelihatin lurus, aku hanya tertunduk ke bawah.”
“Kakak biasa berangkat sepagi ini setiap harinya?”
“Ya, memang kenapa dek?”
“Kagak deh, emang agak kepo gini gue kak.”
“Walah, kirain situ orangnya cuek, judes banget dah tatapannya.”
“Aish”.

Kenapa gue deg degan gini waktu ketemu dia, jangan jangan gue… ah sudahlah gue gak akan pikirin ini. Gumamku dalam hati. Walaupun aku berusaha menyingkirkannya dari pikiranku, namun sekeras apapun usahaku, aku memang ditakdirkan untuk tak bisa membohongi perasaanku. Kurasa aku memang suka pada Bobby.

Sepulang sekolah aku langsung pulang ke rumah, aku tidur siang dengan nyenyaknya. Malam harinya aku baru tersadar jika aku melewatkan ketemuan dengan ‘cowok misterius’ itu.

Detik itu pun aku membuat surat untuk cowok misterius itu.

‘Maafkan aku tak bisa menemuiku, aku lupa. Sekali lagi maaf, aku ingin kau memberitahu siapa namamu.’

Selesai membuat surat aku berpikir bagaimana cara memberi surat yang baru aja kutulis padanya, namanya saja aku belum tahu. Oh iya, gue titip Bobby aja lah, tiba tiba terbesit ide itu di benakku. Aku pun melangkahkan kakiku ke ranjangku dan tidur, sebelum itu aku telah memasukkan surat ke dalam tas biru ku.

Pagi pagi ku berangkat sekolah, dan menuju ke kelas Bobby, 9 D dengan senyum senyum sendiri. Modus! Teriakku dalam hati. “Kak, gue titip surat ini buat diberikan ke cowok pengirim surat misteris itu.”
“Oke, dengan senang hati.”
“Coba katakan padaku namanya saja kak, jika kau mengenalnya.”
“Maaf aku tak bisa menyebutnya sekarang, seiring berjalannya waktu kau akan tau sendiri karena ini Rahasia.”
“Oh gitu.” Aku pun berlari meninggalkan Bobby.

Hari ini agi lagi kutemukan surat di laci mejaku, hanya saja kali ini suratnya terbungkus oleh amplop.

‘Temui aku sekarang juga, aku ada di bangku taman sekolah, sejak tadi menunggu kehadiranmu, cepatlah!! Kali ini kau akan tau siapa aku sebenarnya.’

Aku berlari secepat kubisa menuju ke taman. Disana hanya terlihat seorang cowok ganteng, hitam manis, dan banyak diimpikan cewek di sekolah ini. Aku mengusap mataku, memang dia yang sekarang ada di depanku. “Kak ngapain di sini?” tanyaku padanya.
“Aku lah cowok misterius sebenarnya yang menulis surat buatmu.
Aku masih tak percaya, aku terus menatapnya, namun tatapanku kosong. Cowok itu tak lain adalah cowok yang kutaksir, yaitu Bobby. “Maafkan aku membuatmu bingung.” Ujarnya.
“Konyol sekali ini kak.”
“Maukah kau jadi pacarku, karena sebenarnya ku telah lama memendam rasa ini padamu Mel?”
“Aku tak tau bagaimana, yang jelas aku juga memendam rasa yang sama padamu kak. Love You”
“Love You Too”

Cerpen Karangan: Lena Sutanti
Blog: lena-sutanti.blogspot.com
Nama gue Lena Sutanti. Kelas 8 SMP. add fb gue: Lena Sutanti

Cerpen Si Penulis Surat Misterius merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bintang Semalam

Oleh:
Ku longok kembali kemeja kotak berwarna biru muda warna favoritku dan celana jeans merk nevada yang baru ku beli di mall sepulang sekolah tadi. Senyumku merekah membayangkan betapa cantiknya

Kamu Percaya Takdir?

Oleh:
Kamu percaya takdir? Aku merasa 26 tahun ini hidupku dikuasai oleh takdir. Takdir mengatur detak jantungku. Takdir memaksaku menerima kepergian orangtuaku. Takdir pula yang mengizinkanku untuk bertemu dengan orang-orang

Pergi Atau Diam

Oleh:
Mungkin satu hal yang membuatku susah lupa denganmu adalah kenangan kecil yang masih tersimpan dalam hati. Lekat dalam dan tertancap tak bisa terlepas dari pandangan. Bicara perihal rasa memang

Koishikawa Kaourakuen Garden

Oleh:
“Tokyo?!,” tanya Felly kepada managernya saat ia mendengar bahwa besok ia harus berangkat ke sana untuk mengikuti pemotretan. “Kenapa?,” tanya manager Felly. “Tidak. Kau bisa meninggalkan aku di sini,”

Tama

Oleh:
DUGHH!!! Akar pohon ketapang yang besar menjalar, membuatku tersungkur. Sepertinya, wajahku rata dengan tanah. Tapi, sebelum aku meringis. “Aaaww!!” Kedua sahabatku dengan lebaynya berteriak histeris. “Lilin lo kenapa?!” Aster

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Si Penulis Surat Misterius”

  1. Irene Gianda Fraulein says:

    wahhh…kereeennn…

  2. Dewi kristina says:

    Udah ketebak kalau bobby yang ngirim suratnya. Tapi tetap bagus kok kak (y)

  3. Elika Dwi Wijaya says:

    Teruskan kara karyamu teman………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *