Singgahan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 December 2017

Tempat yang selalu ingin kutuju adalah kamu
Naungan terakhir yang ingin aku sambangi adalah kamu
Waktu yang ingin kuhabiskan yaitu saat saat aku bersama sama dengan dirimu

Well well well ini apa apaan sih buat tulisan kaya gini mulu… gak usah banyak ngimpi deh ntar kalo kamu kejatuhan duren baru tau rasa lo ya sakitnya.

Oh iya kenalin dulu nama aku Poetry kalian pada tahu pastinya apa arti nama itu kan. Kalo ada yang belum tahu sini deh aku kasih tahu artinya. Tapi kalian jangan pada kaget ya kalau tau artinya ntar pada iri. Poetry itu artinya sajak/syair/puisi dalam bahasa ingggris. Jadi aku itu adalah sekumpulan rasa cinta berupa sajak puisi dan syair yang disajikan dalam bentuk berbeda… Wahhhh ini yang nulis cerita siapa kok kagak karuan gini buat ceritanya. Hahaha tak apa apa aku mah apa atuh deh. Plis jangan berfikir yang negatif dulu ya kalo baca cerita ini soalnya agak mepet mepet gitu artinya. Kalo kalian gak suka tinggal dikuras aja ya bak mandinya wkwkwk..

Poetry Soekardi nama asli saya namun sering dipanggil pujangga alay gitu katanya. Karena hobbyku biasalah alay alay gitu kalo ngomong aja bahasanya tinggi banget. Dan sedikit berbicara namun kalau sekali bicara waw pada heboh deh semua orang ini.

Terakhir kali aku bahagia ketika aku mendapatkan hadiah spesial dari teman cowokku yang aku suka. Namun semua tak lagi sama dengan seiring berjalannya waktu. Karena cintaku dan cintanya berbeda. Apa karena aku terlalu memaksakan diri dengan menjalani hubungan seperti itu. Dan akhirnya aku sadar walaupun telah lama ku menunggu untuk dirimu namun tak ada jawaban yang pasti. Lalu kuakhiri saja hubungan yang tak pasti ini.

Hari hari kini kulewati seperti biasanya hanya saja aku tak pernah memperhatikan orang yang biasanya aku perhatikan. Aku acuh tak acuh begitu saja namun aku sadar ketika aku membaca sebuah cerita motivasi hatiku tergugah untuk bangkit. Menjalani hari hari dengan suasana yang baru.

Pertama kali dan untuk yang terakhir kali aku berhenti dalam satu titik balik keadaan yang tak pernah aku mengerti sebelumnya. Memendam asa namun entah ke mana perginya. Seperti halnya debu yang tersapu oleh angin. Kutananamkan dalam hati “Move on come on”. Aku pun melangkah maju menatap jauh ke depan. Menggapai semua angan dan harapan. Kuhela nafas dalam dalam. Akhirnya lega juga uneg uneg yang selama ini aku pendam terbalaskan sudah dengan membuat sepucuk tekad yang kuat untuk maju.

Telah lama kumenanti hari yang indah ini. Mentari pagi menyapu tubuh ini. Seraya mengajakku pergi dari sini. Ku berlari bersama kawan kawanan kurcaci. Bernyanyi senandung hati. Tak terasa diri ini memandangi sosok pria berbaju pelangi. Hati pun rasanya menari nari.

“Hei Put ngapain lu melongo kek lagi kelaperan aja lu”
“Ihhh asli deh ni anak buyarin imajinasiku aja”
“haha emange lagi bayangin apa sih sayangku”
“hayo kamu lagi liatin Raka kan”
“hah siapa itu? aku kagak kenal”, Pipi Poetry pun memerah namun dalam benaknya dia bertanya tanya.
“Itu tu lelaki yang kamu liatin sedari tadi”
“ah sotoy deh kamu dah ah yuk pergi aja dari sini”

Kenapa ya si Ayu kenal sama cowok cakep itu apa dia saudaranya atau temannya atau bahkan pacarnya… hey hey Poetry kamu mikir apaan sih baru aja liat cowok kayak gitu aja dipikir kan banyak tuh cowok di luar sana tapi entah kenapa kok hanya cowok itu ya yang bisa memalingkan pandanganku ini.

Hari libur telah tiba aku pun melangkahkan kaki dengan bersepeda entah mengapa aku ingin sekali berhenti di suatu tempat. Kulihat sekeliling tak kusangka tempat yang aku tuju adalah tempat dimana aku dulu bertemu dengan sesosok lelaki yang pernah mengahiasi hari hariku. Raut wajahku berubah seketika air mata pun jatuh berlinang tak kuasa hati untuk berjalan pergi.

Tiba tiba terdengar suara lirih sambil menyodorkan sapu tangan “Ini ambilah dan jangan menangis lagi ntar keliatan kagak cantik lagi lho”. Lelaki itu pun pergi meniggalkan sapu tanganya. Dan kulihat sapu tangan itu terdapat nama yang menghiasi sudut mataku Farel begitulah tulisannya. Mataku berkaca kaca, aku pun beranjak dari tempat itu. Itu semua adalah masa laluku tak perlu lagi harus aku kenang.

Hujan turun dengan begitu derasnya. Dinginnya sampai menusuk ke tulang-tulang. Membuatku terbayang bayang oleh seseorang. Seseorang yang tiba tiba datang bagai pangeran. Meneduhkan hati yang sedang kegerahan. Semoga saja ini adalah singgahan terakir yang akan menemaniku. Aku yakin akan hal itu.

Cerpen Karangan: Triyanti
Facebook: Riya Srikandi Cintha Seni

Cerpen Singgahan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Natal Kasih (Part 2)

Oleh:
Pemuda itu kemudian mengantar Kasih kerumahnya. Dalam perjalanan tiba-tiba hujan. Pemuda ini kemudian memberikan mantelnya untuk Kasih tapi Kasih berkata tidak usah itu untukmu saja saya diantar pulang ke

Hujan Membawa Takdirku

Oleh:
Di ruangan yang minimalis dengan susunan ranjang, lemari dan cermin hias yang tertata rapi, membuat suasana kamar ini indah di malam hari. Kupandangi wajah suami yang sangat aku cintai.

Cinta Takkan Kembali

Oleh:
“Hai”, Aku tersenyum. Sebelunya kita sepakat bertemu, di tempat pertama kali kita bertemu. 10 Tahun sudah kita terpisah, tempat ini pun sudah banyak sekali berubah. Dahulu tempat ini adalah

Semanis Gula Jawa

Oleh:
Rintik hujan mewakili rinduku pada seseorang. Pikiranku terbang jauh menembus awan gelap. Termenung di balik jendela menatap tiap tetes air yang jatuh membasahi bumi. Menanti dengan tatapan kosong dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *