Sisi Lain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 13 September 2015

Ibuku adalah jiwaku, dia periang meski aku tahu bagaimana cobaan selalu menekan di pundaknya. Ya, tidak diragukan sudah pasti Ibuku cantik, setiap aku berdampingan bersamanya aku menjadi pusat perhatian, bukan karena kelucuan dan keluguanku, tapi Ibuku. Ibuku dengan senyuman teduh ramahnya. Aku tinggi semampai, kata orang pasti banyak pria menyukai aku. Tapi aku yakin, jika Ibuku tidak menurunkan sifat periang dan menyenangkan ke sela-sela darahku, aku tidak akan semenarik yang orang bilang. Aku cuma akan menjadi Inta Alya Putri saja tidak ada yang spesial.

Semakin umurku bertambah, ternyata darah kental Ibuku baru mulai menunjukkan di setiap pergerakanku. Ibuku pernah bilang, sewaktu muda dulu dia banyak digemari pria dari kalangan manapun. Aku mau menjadi Ibu pasti akan lebih mudah memilih pria terbaik untukku nanti. Sayangnya, saat itu aku belum memahami artinya memiliki dan kehilangan apa yang kita miliki, aku juga belum tahu bagaimana mempertahankan sesuatu yang kita punya sekarang.

Lima belas tahun berlalu, sekarang usiaku menginjak 25 tahun.
“Bu, Alya pulaaang” ucap Alya sambil mencari Ibunya menelusuri setiap sudut rumah.
“Iya nak, tumben sudah pulang jam segini?” sahut Ibu dari dalam kamar. Alya pun masuk ke dalam kamar lalu menarik lembut tangan Ibunya.
“sini bu, aku kenalkan temanku. Ibu ini Rio, Rio ini Ibuku,” mereka berdua tersenyum dan berjabat tangan.

Obsesi seperti Ibu dalam cerita, membuat Rio menjadi orang yang kesekian kali aku pertemukan dengan Ibu. Aku hanya masih berpikir, bahwa aku sedang mencari yang terbaik di antara yang terbaik, ya sudah pasti aku benar. Namun di lubuk hati, aku mengaku salah karena sudah menyayangi beberapa di antaranya.

Satu malam yang pasti aku ingat dalam pelabuhanku sampai hari ini, saat itu aku dan Ibu sedang di kamar, Ibu bertanya.
“sebenarnya pria mana yang akan kau pilih?”
Aku diam.
“hmm, Ibu yakin semua teman priamu itu orang yang bertanggung jawab dan bisa buatmu bahagia seutuhnya” lanjut Ibu.
Aku masih terdiam.
“mana yang paling kamu cintai? Pria yang bisa buat dirimu nyaman, tersenyum, dan selalu kau rindukan?” Tanya Ibu.
“kenapa kamu cuma diam?” Tanya Ibu lagi.

Akhirnya Alya merespon.
“Aku hanya sedang takut bu. Aku takut seperti Ibu, dulu Ibu salah memilih orang yang paling Ibu cintai. Aku hanya tidak ingin hal itu terjadi padaku.” Lanjut Alya.
Ibu tersenyum.
“aku enggak ingin hidup dengan orang yang tidak aku cintai sepenuhnya seperti Ibu, apa aku sekarang salah, aku hanya ingin mencari yang terbaik untukku, yang benar-benar aku cintai? Apa caraku ini salah bu?” isak Alya.
“Kamu enggak salah nak, tapi kamu keliru. Ibu enggak pernah bilang bahwa Ibu saat ini harus hidup dengan orang yang tidak Ibu cintai, tapi yang Ibu katakan adalah Orang Yang Paling Ibu Cintai, Sudah Tidak Lagi Ada Di Sisi Ibu.” Ucap Ibu seketika.
Alya terdiam, lalu memeluk erat Ibunya.

Sekarang aku mengerti, ternyata hidup bukan mencari orang yang paling kita cinta, tapi bagaimana menyempurnakan cinta yang tidak pernah ada, menjadi benar terasa adanya, meski bukan pasangan kita sekarang orang yang kita inginkan. Terima kasih Ibu.

Cerpen Karangan: Fany Triany
Facebook: Fany Triany

Cerpen Sisi Lain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ditengah Derasnya Hujan

Oleh:
“itu orangnya?” bisik ziara menggebu. aku mengangguk pelan. “sudah berapa lama suka?” “dua tahun” “dari lo SMA?” “dari gue SMA sampe kuliah” “elo emang gila banget risya” aku menunduk.

Pahlawan Penyakit

Oleh:
“Firli! Kamu gak apa-apa kan?! Firli!” Bunda berusaha membangunkanku yang sedang terbaring lemah di Trotoar, Aku Hanya bisa mendengar teriakan Bunda “Kamu ya! Kalo jalan pake mata dong! Udah

Kafe Kafein (Part 1)

Oleh:
Betapa banyaknya ketidakyakinan di dunia ini. Kita tidak yakin akan nasib kita hari esok, atau kita tidak yakin betapa besarnya seluruh alam semesta ini. Kita tidak yakin dengan potensi

Apa Harus Cantik (Part 1)

Oleh:
Namaku Cika Afriska. Aku punya kakak perempuan yang nggak cantik-cantik banget, namanya Diana. Kak Diana itu, walaupun nggak cantik-cantik banget, dia punya banyak mantan pacar. Sekarang, Kak Diana sedang

Gadis Tanpa Tawa (Part 1)

Oleh:
Alkisah, berdirilah sebuah kastel terpencil yang biasa disebut kastil terkutuk. Sebuah keluarga kontroversial tinggal disana selama 9 tahun tepat saat anak pertama mereka lahir. Kehidupan tentram, bahagia, dan penuh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *