Still Waiting

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 September 2017

Awalnya aku hanya bingung melihat seorang siswi yang satu ini. Dalam benak aku bertanya “Apa yang terjadi dengan dia? Kenapa tingkahnya berbeda dari yang lain?”
Sewaktu aku menjadi siswa baru di sekolah ternama di tempat tinggalku. Aku merasa asing karena banyak murid baru dari berbagai sekolah yang berkumpul di halaman untuk acara pembukaan penerimaan siswa baru sekolah menengah atas. Setelah menerima begitu kata sambutan dan lain-lain, akhirnya pengumuman pengkelompokkan kelas dimulai. Ku dengar namaku dipanggil dan masuk dalam kelas Xe.

Oh iya, namaku Jupiter Semesta, setelah duduk di bangku, kupandangi pintu keluar kelas dan melihat seorang siswi yang cukup menarik sekaligus membingungkan. Yah, seharian hanya dihabiskan dengan perkenalan dan masuk dalam program MOS. Dikarenakan sedang bulan puasa, jadi pulangnya cepat. Kegiatan MOS hanya berlangsung 3 hari jadi rasanya cepat berlalu. Namun, bayang-bayang siswi itulah yang paling menarik perhatianku.
Seminggu sekolah dan libur hari besar keagamaan. Jadi aku sudah mulai melupakan siswi itu.

Hari pertama masuk sekolah, tidak sengaja kusenggol bahu cewek di depan pintu kelas yang kutuju, yah maklum sistem di sekolah ini seperti kuliahan jadi ada istilah moving class. Setelah kuperhatikan ternyata yang kusenggol itu adalah siswi yang waktu itu. Uh oh. Karena nervous aku tak sempat meminta maaf dan langsung masuk kelas. Yah, seharian aku hanya memikirkan peristiwa tadi pagi. Oh iya, sewaktu pemilihan pengurus kelas aku kebagian menjadi sekretaris kelas. Setelah menghapalkan nama-nama anggota kelas barulah kuingat namanya Pelangi Senja.

Setelah sekian hari aku jadi dekat dengannya, karena sangat menarik menururku. Waktu istirahat sempat kubilang padanya “Sore jogging yuk”. Dia setuju dan sorenya kami jogging berdua. Aku pun bertanya kenapa kondisinya seperti itu. Awalnya dia hanya diam, setelah menemukan taman untuk beristirahat dia mulai bercerita.

“Kondisi aku sekarang ini udah lumayan baik Ta, dulu sewaktu masih kecil badanku kurus jadi banyak makan vitamin buat menambah berat badan. Parahnya aku terkena penyakit genetika dari orangtua, karena aku anak ke dua. Sampai sekarang aku hanya boleh makan makanan yang tawar-tawar aja Ta. Kamu harus tahu seberapa beratnya hidup begitu, aku ga ngerti kenapa hidup dengan beban dan rasa sakit seperti ini terus.” katanya sambil menangis. Aku hanya terdiam sangat berasalah telah menanyakan hal yang tidak seharusnya. Sambil mengelus rambutnya aku pun bercerita. “Aku juga hidup ga enak lho, sedari kecil hidupku susah, lahir di kontrakan kumuh, malah ayahku pergi entah kemana sewaktu aku lahir”. Melihat reaksi matanya yang membesar aku melanjutkan cerita. “saudaraku banyak, lingkunganku keras, untuk makan aja susah sewaktu aku kecil dulu. Bahkan ini, pakaian dan sepatu yang kupakai adalah hasil pemberian orang. Makanya aku tumbuh jadi nakal sampai waktu SMP. Aku pernah dapat bayang-bayang kalau suatu saat nanti aku bakal dapat kebahagian dari seseorang.” Dia bertanya “Siapa?” aku pun hanya tersenyum. “Aku juga ga tahu, tapi sewaktu awal sekolah sepertinya aku tertarik sama seseorang”. Kataku
“Siapa tuh?” tanya dia semakin penasaran.
“Emh, sepertinya cewek yang kusenggol di depan pintu dulu deh”. Kataku misterius.
Setelah lama diam, wajahnya memerah. “Eh”
“Yuk lanjut joggingnya”. Pintaku.
Selama perjalanan kami tidak banyak bicara dan dia pulang ke rumahnya.

Aku masih belum marasakan getaran hati dengan Pelangi, jadi kuputuskan untuk mendapatkan pacar pertama di sekolah. Namanya Peri Gigi, cewek yang imut menurutku dan lumayan mempesona jadi ga perlu basa-basi kupacari dia. Awalnya sih oke-oke aja, tapi setelah sebulan dia mulai menampakkan taringnya. Yah kejamlah, bahkan di hari terakhir pacaran dia bilang kalau dia menyukai orang lain dan menerima cinta aku hanya karena aku gentleman mengutarakan perasaan tepat di depan dia. Lumayan syok sih, sempat juga emosi lalu ninju hape sendiri sampai teburai.

Sebenarnya hubunganku dengan Pelangi agak renggang karena aku pacaran dengan orang lain, dan Pelangi juga sedang dekat dengan orang lain. Aku hanya bilang padanya kata maaf dan aku sudah putus dengan Peri Gigi. Dikarenakan dia ga balas chat aku, kuputuskan untuk meneleponnya dan ternyata dia sedang jogging dengan cowok.
Jadi langsung aja aku bilangin kalo cewek yang sangat aku sukai dan jadi bayang-bayangaku sedari SMP dulu adalah dia. Sontak dimatikan teleponnya.

Malamnya ada chat dari pelangi, isinya begini “Mengapa kamu harus datang ketika separuh hati aku hampir ngelupain kamu Ta?” ga jadi kubalas karena egois sekali rasanya. Eh, tiba-tiba ada chat lagi entah dari siapa isinya begini “kita buktikan saja siapa yang lebih pantas ngedaptin pelangi!.” jadi kukira itu dari cowok yang lagi PDKT sama Pelangi.

Besoknya kudatangi Pelangi dan kusampaikan maafku karena sudah buat dia sedih dan kukatakan kalau dia mau pacaran dengan cowok lain juga silahkan karena aku mengalah.

Malamnya ada chat lagi dari pelangi “Serius Ta? Aku pengen sama kamu tapi aku takut jadi pelampiasan kamu aja. Aku ga mau jadi seperti mantan-mantanmu itu” pesannya. Lalu kubalas “kali ini aku bakalan serius sama kamu, jujur aja ada sesuatu yang istimewa dari kamu yang ga ada di cewek lain”. Cepat dibalasnya “apa itu Ta?”
Aku biarkan sampai besoknya biar dia penasaran hehe.

Sepanjang hari di sekolah dia menanyakan yang dibahas semalam tapi tetap aku bungkam. Entah karena kurang yakin atau sengaja yah udah lama juga. akhirnya kujawab lewat telepon. “kamu tuh seperti berlian cuman belum terasah, kalo kamu sama aku mungkin akan bersinar terang”.
Dia hanya diam, jadi kumatikan teleponnya.
Sekian jam menunggu akhirnya datang chat “aku ga sespesial itu Ta.” jawabnya. Kemudian datang lagi chat “aku suka kamu Ta, tapi aku belum tau perasaanmu gimana ke aku.” chatnya.

Sekitar jam 12 malam aku kirim balasan “aku sangat suka sama kamu bahkan di hari pertama sekolah hanya kamu yang menarik perhatian aku, mungkin kamu ragu karena aku sempat pacaran dengan banyak cewek tapi di sini aku pengen sekali bertahan dengan seseorang yang tulus dan perhatian. Kamu cewek yang paling baik dan tulus yang kukenal sejauh ini. Yah biar besok kuungkapkan dengan jelas. Selamat malam Pelangi Senja, semoga tidur nyenyak dan mimpiin aku ya?” balas chatku.

Esoknya sepulang sekolah kutembak dia hehe, kami pun resmi pacaran. Suka dan duka dilewati bersama selama 3 tahun di SMA. Tahun pertama, yah seperti permen karet karena sekelas. Tahun ke dua, klimaks karena rasa cemburu yang kurasa berlebihan darinya. Yah, kami pisah kelas sih.

Saat tahun ke dua ini banyak hal terjadi, saling menyayangi, saling cemburu, saling menyemangati dan sempat dia katakan putus untuk pertama kali di akhir tahun kedua, entah kenapa jadi kami renggang sampai awal kelas 3. Karena sudah berkomitmen dari awal jadi kuperbaiki hubungan kami sampai akhir kelas 3 tepatnya setelah ujian.

Aku sudah tahu kalau dia LDR dengan cowok lain sejak awal kelas 3 jadi sewaktu kuperbaiki hubungan ini rasanya udah beda. Dia juga menyadarinya hanya tidak diungkapkan saja. Sewaktu perpisahan, aku memutuskanuntuk meninggallkan acara karena ku tahu bakal ada air mata dan luka, alasanku ini juga supaya tidak ada kata putus di antara kami. Karena kuyakinkan suatu saat nanti kami pasti bakalan bersatu. Aku meyakinkan diri, bagaimanapun keadaannya suatu saat nanti bakal kuterima sepenuh hati dan lapang dada. Karena ku tahu kami punya ikatan batin dan emosional yang dalam. Tidak akan cukup cerita ini hanya manis di awal dan pahit di akhir, akan kubuktikan bahwa cinta sejati itu ada. Sakit akan menguatkan hati, keteguhan hati, kepercayaan akan membuat kita kembali bersemi. Terbanglah, bebaskan jiwa dan raihlah jawabannya. Kembalilah saat kau mau dan menetaplah di sini bersama.

THE END
Salam hormat saya Jupiter Semesta

Cerpen Karangan: Jawa
Facebook: Jakaadja[-at-]yahoo.co.id
Asalamualaikum WR. WB
Ini hanya sekedar pengalaman pribadi saja, tapi mungkin akan menarik jika di jadikan cerita. Selamat membaca

Cerpen Still Waiting merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yang Kau Sebut, Teman

Oleh:
Bak sebuah langgam lama. Bukan hilang dan pudar termakan usia. Melainkan makin mempesona klasiknya. Layaknya kenangan yang begitu indah terpatri, masa dahulu begitu indah terlewati. Semakin dalam menggurat kesan

Akhir yang Bahagia (Part 3)

Oleh:
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tapi Raka belum juga bangun dari komanya. Sudah 9 bulan dia tidak sadarkan diri. Perutku juga sudah semakin membuncit dan tinggal menunggu hari

Bingkisan Hati Nino

Oleh:
Nada rindah mengeluk benakku cahaya senja menyinari kemilau lagu itu Meluluhkan benakku dengan sejuta cerita dalam album lagu itu Antara perasaanku yang sulit ku fahami Siapa sosok yang ku

Hujan Di Abu Abu

Oleh:
Masih terdiam di derasnya hujan yang membasahi luasnya kota. Dinginnya udara tidak membuat tubuh ini tergerak. Kerasnya suara deras hujan yang jatuh di antara jalanan dan atap bangunan hanya

Cinta itu Memberi, Bukan Meminta

Oleh:
“aku sayang sama kamu. Tolong jangan sering marah-marah ke aku, aku takut…” ucap laki-laki bermata sipit ini lirih sambil menatapku. tatapan mata itu. hening, redup, berbinar, aku seperti menemukan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *