Story Love Wisnu Puji

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 May 2014

Tanggal 20 Mei 2012, pukul 21.45 adalah awal kisah kami berdua. Dari pertanyaan “maukah kamu jadi pacarku?” dan jawaban “iya aku mau” dari bibirku. Resmi sudahlah hubungan kami berdua.

Sampai saat ini, hubungan kami masih terus berlanjut. Tiap hari canda tawanya selalu menghiasi hari-hariku.
Sampai suatu saat “pagi puji sayang”, sapanya dengan senyuman manis sari bibirnya, yang menyadarkan ku dari lamunanku. “pagi juga” jawabku singkat, dengan wajah yang merah padam karena malu karena ku berjalan sambil melamun.

“Kamu kenapa puji?, kok dari tadi aku perhatiin kamu ngelamun aja. Ada yang kamu pikirin ya?”, tanyannya. “aku gak apa-apa kok wisnu, hmmm udah jam segini yuk buruan jalan, ntar kita telat sekolahnya” jawabku mengalihkan pertanyaanya.

Setelah itu, kami tiba di sekolah dan masuk kelas masing-masing. Di sekolah kami tak dapat berbicara satu sama lain, karena aku selalu menghindar kalau ketemu dia.

Pujul 12.30 bel pulang pun berbunyi. Wisnu dengan setia menunggu ku di gerbang sekolah. Wisnu pun bertanya, “puji, kamu kenapa sih?, kok jadi gini, menghindar terus kalau ketemu aku, aku ada salah ya?. Aku pun menjawab pertanyaannya, “aku gak apa-apa kok, cuma perasaan kamu aja.”

Kami pun berjalan berdua, dengan suasana yang hening. tak ada suara dari kami berdua. setibanya di gang rumah Wisnu, Wisnu psmit dengan ku, “puji aku pulang duluan ya.” aku pun menjawab “iya hati-hati Wisnu.”

Aku pun berjalan sendiri sekarang, dan setibanya aku di rumah aku langsung berganti pakaian. selesai mengganti pakaian aku duduk menonton tv sambil meminum soft drink yang aku beli di jalan. udara yang begitu panas membuatku dengan cepat menghabiskan minuman itu.

Setalah itu aku pun makan siang, karena perutku sudah mulai kroncongan. Selesai makan, aku lihat hp ku. ternyata ada sms Wisnu, “puji sayang.” pesannya. Aku pun membalasnya, “kenapa?” tanyaku padanya. “lama banget sih balas mznya?” balas sms Wisnu. “maaf aku tadi habis maem, kamu udah maem?” jawabku, kembali membalas sms Wisnu. “udah kok, ngantuk banget nie, bobo yuk” smsnya lagi. “aku belum ngantuk say, bobo jha duluan kalo kamu udah ngantuk” suruhku kepada Wisnu. “ya sudahlah kalo begitu” jawab pesannya singkat.

Setelah beberapa saat hpku berdering, dan ternyata yang mengirim sms adalah Arista, mantan pacar Wisnu yang ku dengar masih menyimpan rasa kepada Wisnu dan wanita ini pula yang membuat ku malas dan sedikit bersikap dingin kepada Wisnu, “puji” pesannya. “kenapa ris?” balasku. “gini puji, aku tadi disms sama wisnu, dia ngajak aku balikan, trus akunya deh sama dia, kamu udah putus sama puji, eh dia jawab udah, emang bener ya puji?” balasnya lagi.
Huhh kali ini aku benar-benar geram membaca sms arista. “duh tuhan, belum cukup apa mereka berdua buat aku pusing dengan celotehannya? entah siapa yang harus aku percaya sekarang, atau lebih baik jika aku langsung bertanya kepada wisnu” kataku dalam hati. Tanpa sempat membalas sms arista aku pun tertidur.

Pukul 3.30, aku terbangun karena suara hp ku. dengan malasnya aku pun mengambil hp dari bawah bantal. Ternyata wisnu, “puji, ntar malem jalan yuk jam setengah 7 aku jemput kamu, oke?” pesannya. “iya wisnu” jawabku singkat.

Waktu terus berlalu, ternyata jam sudah menunjukan pukul 18.30. wisnu menjemputku, dia pun meminta izin kepada ibu, untuk mengajakku jalan, dengan catatan tidak boleh pulang terlalu malam. Setelah mendapat izin, kami berdua jalan-jalan.

Aku diajak makan malam di sebuah warung makan yang cukup terkenal di desaku. Kami berdua makan bersama, dan tanpa sadar wisnu mengambil hpku dan mengecek seluruh pesan masuk di hpku.

“puji, dari mana kamu dapat nomor hp arista dan ada kepentingan apa dia sms kamu?” tanyanya. Aku pun menjawabnya “dia minta nomorku di fb, entahlah, dia ngaku bahwa kamu ajak dia balikan.” “aku harap kamu gak dengerin omongan cewek itu, aku gak pernah smsan dsma dia, aku gak punya nomor hpnya dan satu lagi sebaiknya kamu hapus nomor hp arista dan jangan pernah hubungi cewek itu lagi, karena dia bisa rusak hubungan kita” tegasnya padaku. aku hanya diam mendengarkan omongan wisnu.

Selesai makan wisnu mengajakku pulang. Dan sejak kejadian itu kami jarang bicara. Sampai akhirnya, aku pakai fb wisnu untuk ngisengin arista. Dan hasilnya, cukup membukakan mataku, kalo wisnu memang setia denganku, dan hanya mencintai aku. Hatinya hanya untuk aku seorang.

Aku pun meminta maaf padanya, “wisnu, tunggu aku” teriakku keluar dari gerbang sekolah. “kenapa puji?”, “aku minta maaf, aku udah ngeraguin kamu, tapi sekarang aku percaya banget sama kamu” kataku kepada wisnu. “gak apa-apa kok, aku tau kamu cemburu kan?” candanya. “aku gak cemburu tau” sambil mencubit tangannya. “aaauuwww sakit, tapi bener kan?”. Aku pun tertunduk dan mengangkukkan kepala ku. “hahahaha, aduh puji-puji”

Di jalan kami berdua tertawa bersama dan bercanda. Kami pun terpisah di gang rumah masing-masing.
Oh tuhan, semoga cinta kami bertahan sampai nanti, sampai nafas ini tak berhembus dan jantung ini tak berdetak lagi. Aku sayang dia. Izinkan aku untuk bersamanya, selamanya.

Selesai

Cerpen Karangan: Made Tias Pujiatuti
Facebook: tya’z pujiastuty

Cerpen Story Love Wisnu Puji merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Monyet dan Gorila

Oleh:
Hidup adalah sekarang dan masa depan. Masa lalu? Ah, itu hanya serbuk-serbuk luka termanis penyedap rasa di masa mendatang. Seperti sobekan kisah cinta yang berserakan. Juga puzzle-puzzle yang tak

Gorengan Nasi Uduk

Oleh:
06.10 Grup LINE SEPSOSA tiba-tiba berbunyi. Mirza Satrio “TIDAK ADA KATA GAGAL SELAMA KITA MASIH BERUSAHA UNTUK MENCOBA SUKSES” “Yee.. si Ijul. Ngirimin kata motivasi mulu..” kata Dela. “Tau

I Like You Like I Like a Lake

Oleh:
Namira menghempaskan tubuh mungilnya ke atas tempat tidur dengan kasarnya. Menumpahkan semua air matanya disana. Kesedihannya memuncak sudah. Sesekali Ia berteriak histeris dengan menutupkan bantal ke wajahnya. Tak terbayangkan

Titipan Cinta

Oleh:
Semilir angin menemani indahnya siang ini, Dinda yang duduk manis melihat kekompakan teman-temannya yang bergurau tak sungkan dia juga ikut dalam gurauan teman-temannya. Di ujung sana terlihat Dino sedang

Now All It’s Over

Oleh:
Awal saya mengenal dia itu dari jejaringan sosial (facebook) dia adalah sepupu teman saya. Awal kenalan sama dia itu selalu dihiasi dengan kebencian dan pertengkaran. Ya, itulah kami. Kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *