Suami Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 23 May 2013

Shania, 24 tahun, wanita yang baik dan patuh pada permintaan kedua mertuanya. Dia hanya bisa keluar rumah jika bertemu ibu atau adiknya, Emira. Shania saat ini sedang di rundung duka dengan kematian suaminya, Melky 30 tahun yang meninggal karena kecelakaan tabrakan mobil. Memang salah suaminya yang suka kebut-kebutan, tidak takut nyawa terenggut atau meninggal dunia karena balap-balapan dengan temannya yang juga suka hobi balap. Gaya borjuis yang ditularkan anak pejabat itu memang kadang merusak moral Melky hingga Shania pun sewaktu menikah karena kegenitan Melky dan kesalahan Shania yang mau saja dan memang dia berkhayal inginnya punya suami yang sudah di kenal orangtuanya dengan kondisi dia sudah kaya dan keren.

Tetapi usia perkawinan tidak langgeng, karena sang suami ternyata playboy. Kayak Ahmad Fathanah, pejabat yang di tangkap KPK itu karena selingkuh dengan mahasiswi juga ternyata memboroskan uang negara demi berbagai perempuan lainnya. Begitu pula dengan Melky, yang sebetulnya Shania hanyalah perempuan yang terpaksa mau jadi istri demi tekanan perempuan lain yang menyuruh Melky bertangung-jawab atau bayar atas janin yang di perutnya. Permainan..

Melky memilih Shania, karena kebetulan Shania perempuan baik-baik, pun ibunya dekat ibunya Melky. Ternyata, Shania kasihan pada Melky, mau jadi istrinya. Lalu Shania berharap bisa membawa Melky ke kehidupan religius. Tetapi gagal.
Melky sudah pulang ke akhirat setelah mobilnya menabrak pembatas jalan dan terbakar, begitu pula Melky tergencet dan jiwanya tak bisa diselamatkan. Itu akibat mengemudikan mobil dengan kencang, mau adu balap dengan temannya yang entah akhirnya si Rokky itu lari ke mana setelah dimakamkannya Melky.

Shania seperti di pingit ibu mertuanya, Ibu Endang dan bapak mertuanya, Pak Johnson. Shania juga tahu siapa mertuanya yang pimpinan perusahaan, anggota partai yang akan bisa membawanya menjadi pejabat di pemerintahan. Cita-cita Bapak mertua Shania itu sejalan dengan ambisi partainya yang inginkan Pak Johnson jadi bupati atau walikota pada suatu kota di luar Jakarta. Shania pun mengerti kalau hidupnya terikat aturan dari mertuanya dan dia harus bisa menjadi menantu yang baik, melayani mertuanya, merawat rumah mertua selama mereka meninggalkan rumah. Hingga akhirnya Shania harus melihat adiknya yang sudah punya pacar yang dibawanya untuk menemui kakaknya ini dengan makanan masakan ibunya.

Shania disuruh menilai pribadi teman dekat atau pacar Nadya, adiknya itu. Memang Shania tentu sebagai anak sulung, pasti dimintai pesan ibunya agar menasihati adik-adiknya agar jangan bergaul dengan lawan jenis secara frontal, terlalu akrab. Maka Shania memberi nilai buruk buat Haris, pacar Nadya itu.

Nadya agak kecewa dengan ucapan kakaknya itu, hanya karena lihat wajah, kakaknya membisiki agar jangan terlalu berharap banyak pada Harris. Shania malah meningatkan Nadya kalau ada teman kuliah Nadya yang pernah di tolak Nadya sudah menjadi pegawai kantor. Nadya tetap tidak mau meninggalkan Haris, dan si pegawai kantor itu, Denis, hanyalah laki-laki yang tak perlu diperhitungkan Nadya.

Seiring perjalanan waktu, Shania bertemu dengan laki-laki yang memang anak buah Bapak mertuanya. Paul, Laki-laki ini baik dan memang masih bujangan. Dia melihat ada hal aneh dalam diri Shania yang sering menyendiri di taman dan teras rumah. Padahal saat itu Shania sedang menyanyi more than words dan Paul mendengarnya dengan rasa kagum. Sayangnya Shania menolak didekati Paul dan mengusirnya..
“jangan ke sini, kamu kan nggak ada urusan dengan saya!”
Namun Paul mulai agak berani pada keesokan harinya dengan menyatakan, “Kali ini aku jujur, aku tertarik padamu, mbak..”
Begitulah laki-laki setelah menyatakan cintanya terus pergi. Tinggal Shania jadi melamun tentang siapa Paul. Memang secara jujur, Shania sadar dia hanyalah janda yang empat bulan di tinggal suaminya, Melky. Namun, ia juga kagum juga pada Paul yang usianya mungkin sebaya dengan Melky.
Lama Paul tidak muncul-muncul ke rumah Bapak mertuanya itu. Mungkin sibuk.

Kemudian Shania mendengar penuturan ibunya kalau Nadya adiknya sedang berpesta malam di rumah teman Harris. Shania bilang agar adiknya hati-hati melalui SMS dan dimintanya pulang jangan larut malam. Ya tentu tidak bisa. Pesan Shania lenyap dengan sikap Nadya yang ingin menikmati masa remajanya di tempat pesta. Dan perlakuan kasar yang di terima Nadya..

Nadya merasa kesal pada Harris yang membiarkannya melepas pakaiannya di kolam renang. Harris seperti ingin memperk*sa Nadya. Bahkan lima teman Harris, laki-laki terjun ke kolam renang, menunggu Nadya di dorong Harris. “Wah, ini jelas mengerikan!” seru pembantu rumah yang berbicara pada laki-laki di sebelahnya. Pun tamu-tamu perempuan yang kayaknya sudah bukan gadis lagi, membiarkan Nadya akan jadi korban para laki-laki itu.
“Harris!! Jangan jadi orang brengsek kamu!”
Teriakan laki-laki inilah yang membuat Harris terkejut. Harris mengejar laki-laki tersebut yang tak kali adalah Paul. Keduanya berkelahi dan ternyata Harris yang kalah. Lima laki-laki itu mau menolong temannya, namun Nadya dan si pembantu rumah mengusir mereka. Moudy anak pemilik rumah, teman Harris juga serba salah. Dia tahu siapa Paul, yaitu kakaknya yang sangat berkepribadian.
Moudy akhirnya membawa Nadya masuk untuk mengenakan pakaian. Jam sudah menunjukkan jam satu pagi dan Nadya di bawa pulang oleh Paul dan Moudy serta satpam dan supir rumah.

Hari berikutnya Nadya mau menceritakan perihal Paul kepada Shania kakaknya. Nadya bahkan mengakui pernah bersms dengan Paul kepada Shania. Yang jelas, Paul dikatakan sebagai laki-laki idealis, tidak suka pesta dan tidak pernah lupa beribadah. Dia juga kakak Moudy, temannya yang jelas berbeda dengan perangainya.
“Kenapa kamu tidak berani tawari, mau nggak jadi suamimu?” seru Shania menyambar cerita adiknya.
“Ya tunggu dia yang mulai mbak.. Masak aku yang perempuan nekad menyatakan itu..!”
Uraian adiknya itu ternyata tertahan setelah muncul mobil di gerbang yang tak lain keluar Bapak mertua Shania dan Paul yang memang anak buah Pak Johnson.
Shania yang berdegup dadanya dan Nadya yang sedikitnya agak gemas dengan pertemuan itu. “Itulah kak orang yang aku ceritakan..”
Tentu saja Shania agak terkejut dengan penuturan adiknya. Demi adiknya, dia ingin melupakan saja siapa Paul itu. Apalagi, Paul kan anak buah Pak Johnson, Bapak mertuanya yang jelas pasti tidak boleh menjodohkan menantunya dengan anak buahnya itu.

Namun apa yang tidak diketahui Shania adalah muncul mobil lagi, yaitu mobil Bapak Paul. Moudy, adik Paul yang turun dari mobil. Moudy menguber Nadya dan langsung menyatakan cinta padanya. Tentu saja Nadya menampar Moudy dengan menyebut mana mungkin Moudy menjadi laki-laki yang berdedikasi. Kemudian barulah sadar Shania maupun Nadya, kalau ternyata Bapak Johnson, bersedia menawarkan Shania kepada Paul. “Wah, inilah yang membuat kaget dan susah untuk di jawab..,” batin keduanya.
Maka Nadya merelakan kakaknya untuk menerima Paul dan akhirnya Nadya pun mulai memikirkan pernyataan Moudy di lain waktu. Yang terpenting, kakaknya itu siap maju ke pelaminan lagi setelah empat tahun menjanda.

Cerpen Karangan: Jovian Andreas
Jovian AJ. Petamburan VI rt.01/07 no.5 jakpus

Cerpen Suami Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Pulang

Oleh:
Aku kembali! Di tempat inilah aku dilahirkan. Semua berawal dari tempat ini. Sudah lama aku tinggal di kota orang. Tetapi, tak sekalipun aku melupakan kotaku ini. Banyak kenangan yang

Cinta Terpendam

Oleh:
Cinta tak harus memiliki karena dia memang bukan jodoh kita. Tak apa meski ini sangat menyakiti, dan begitu melukai. Namun itulah garis terbaiknya untuk kita sebagai hamba-Nya yang harus

Gara-gara Voli Turun ke Hati

Oleh:
Namaku Vila Lestari, saat ini usiaku 15 tahun. Aku duduk di bangku kelas satu SMA. Susan adalah sahabatku yang baru aku kenal ketika masuk SMA dan sekelas denganku. Susan

Kesakitan Ku (Part 1)

Oleh:
Kicauan burung pipit terdengar bersahut-sahutan meramaikan suasana pagi ini, saebah cahaya terang merambat masuk melalui celah gorden casual brwarna putih, menyilaukan mata membuatku mau tak mau membuka mataku, melirik

Ketulusan Ibu

Oleh:
Namaku sasa yang masih duduk di bangku SMA. Aku anak tunggal yang hidup bertiga dengan kedua orangtuaku. Waktu itu, aku sangat bahagia berada di tengah-tengah keluarga yang sangat menyayangiku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *