Sudah Terlambat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 September 2016

Semilir angin menghembus menusuk ke dalam jaket yang ku pakai. Ya, ini sudah musim dingin. Malam sudah tiba dan aku masih berada dalam perjalanan menuju rumahku. Inilah aku Didit. Siswa SMP yang baru mengenal cinta. Hal yang membuatku merasakan sakit yang taK terkira.

Mentari pagi sudah terbit. Kumulai aktivitasku sebagai pelajar di salah satu SMP di sumedang, jawa barat. Saat berada dalam perjalan, aku bertemu dengan sahabatku Fitri. Ya, dia adalah perempuan lugu, lucu dan cantik. Dia adalah sahabatku sejak kecil. Aku memendam rasa pada dirinya.

Bel masuk berbunyi, kami pun bergegas ke kelas masing masing. Kelasku da Fitri memang tidak begitu jauh. Kelasku berada di sebelah kelasnya Fitri.

Tak terasa, bel pulang sekolah pun berbunyi. Aku selalu menunggu Fitri di depan kelasnya, kadang bergantian dia yang menungguku. Kami pulang berdua melewati sungai sungai yang indah. Jam menunjukan pukul 14.00. “Aduh lupa, aku kan hari ini ada ekskul karate. Gawat nih, jangan jangan Fitri sudah menungguku di rumahnya.” ucapku. Aku pun bergegas menuju ke rumah Fitri untuk pergi ke sekolah. Fitri yang sudah menunggu di depan rumahnya terlihat kesal. “Didit kamu kemana aja sih? Aku dari tadi nungguin kamu disini”. Ucap Fitri. Aku tak menjawabnya karena sudah sangat terlambat pergi ekskul.

Setelah sampai di sekolah aku pun memegang tanganya dan mengungkapkan perasaanku padanya. “Fit, dari semenjak kita masuk SMP aku mulai suka sama kamu. Kamu mau gaK jadi pacar aku? Ucapku. Tapi dia hanya menjawab “maaf dit, tapi aku cuman nganggep kamu sebagai temen doang kok, gaK lebih”. Ucapnya pelan. Aku yang sudah menanti nantikan dia untuk menjadi pacarku hanya bisa bersedih di dalam hati.

Hari hari berlalu. Semenjak kejadian itu aku tak pernah mengobrol lagi denganya. Aku hanya bisa melamunkan dia. Saat melamunkannya tiba tiba darrr… Suara Agnes mengejutkanku. Aku yang sedang melamun seketika saja kaget dengan suara itu. Ya dia adalah teman sekelasku. Agnes adalah perenpuan yang baik, soleha dan pendengar curhatanku. “lagi ngelamunin apaan sih? aku yah? Ucapnya dengan percaya diri. “EnggaK lah. Aku tuh lagi ngelamunin Fitri”. Jawabku. “Fitri lagi Fitri lagi. GaK bosen apa? Diakan udah nolak kamu dit”. “Tapi kan aku masih sayang sama dia”. Kemudian Agnes menghampiriku dan berkata “Mendingan sama aku aja dit”. Ucapnya
“maksud kamu?” jawabku. Kemudian dia mengatakan bahwa dia suka sama aku. Aku yang sebenarnya juga suka sama dia tidak melewatkan kesempatan itu. Dan akhirnya aku dan Agnes pun berpacaran.

Hari hari berlalu tiba tiba Fitri datang dan menanyakan sesuatu “Didit kamu pacarnya Agnes?” “Iya, emang kenapa gitu?”. Jawabku kesal. “EnggaK aku cuma mau bilang aku sayang kamu. Sebenernya waktu itu aku mau koK jadi pacar kamu tapi aku belum siap buat pacaran.” ucapnya. Aku yang sudah melupakannya tak bisa menerima lagi kehadirannya. “Kemana aja kamu Fit? Aku yang dulu sayang sama kamu tapi malah disia-siain sama kamu. Terus sekarang kamu balik lagi ke aku dan kamu bilang sayang sama aku. Maaf aja ya Fit aku gaK bisa jadi pacar kamu. Aku udah ngelupain kamu dan aku juga udah punya agnes.” ucapku.

Cerpen Karangan: Didit Aditia
Facebook: Dits bangbungters bazit

Cerpen Sudah Terlambat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhirnya Beneran (Part 1)

Oleh:
Sedikit lagi selesai pekerjaanku untuk membereskan semua berkas-berkas rapat hari ini, maklum sebentar lagi akan ada event di sekolah dan kebetulan aku menjadi sekretaris dalam panitia penyelenggara, jadi banyak

Kisah Cinta Gadis Bali

Oleh:
Jilid 1 Devi Pramesti adalah gadis remaja yang cantik, berusia 17 tahun, rambutnya lurus, hitam, panjang sepinggang. Dia terlahir dari keluarga kaya raya di kuta Bali pulau Dewata. Dia

Candra Abyad

Oleh:
Awan kelabu dengan hembusan angin sejuk menyapa ritmik setapak langkah. Menyegarkan dengan tetesan embun dan juga warna pekat awan mengundang guyuran hujan hingga menjadikan view luar bandara menjadi lebih

Pembantu Bodoh

Oleh:
Di sebuah Kota yang besar hiduplah sepasang keluarga kaya, mereka mempunyai anak bernama Rico. Ayah dan Ibu Rico selalu kerja, jadi ia di rumah hanya sendiri, dan akhirnya pada

This Is My Love Story

Oleh:
Saat itu aku sedang menunggu sahabat kesayanganku dan tiba-tiba ada seseorang yang turun dari mobil lalu menghampiriku. Dari situlah awal cintaku… “Hai”, sapanya “Hai”, ucapku membalas sapanya “Ngapain disini?”,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *