Surat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 August 2021

Aku masuk ke dalam kelas. Ternyata ada Nauval, dia sudah sampai duluan. “tumben datang pagi-pagi sekali, kerasukan setan darimana kamu?” ejekku. “ya pengen aja berangkat awal, males kena hukuman terus” jawabnya. “gitu dong, ini baru yang namanya anak yang rajiin” ejekku. “banyak omong kamu, nyontek PR matematikannya dong” katanya. “baru aja dipuji rajin, malah belum kerjain PR”. “cepat mana, tadi malam aku sibuk. Gak sempat ngerjain” ucapnya. “udah nyontek, maksa lagi. Nih, cepet kerjain sebelum bel masuk” sambil mengeluarkan buku matematika dari dalam tas. “makasih, kamu baik banget deh” sambil tersenyum. “iya” sambil tersenyum tipis.

Saat jam istirahat, kami pergi ke kantin sebentar untuk beli gorengan dan minuman. Kemudian, kembali lagi ke kelas. Tiba-tiba ada yang menghampiriku. “ger”. Ternyata yang datang adalah dea. “ada apa de?” tanyaku. “gimana kalau nanti kita jalan-jalan ke mall?” Katanya. Aku bingung, kenapa tiba-tiba dia ngajak aku jalan-jalan. “ehm, boleh” jawabku. “kalau begitu, nanti jemput aku di rumah jam 2, ok” ucapnya sambil tersenyum. “ok, nanti aku jemput” sambil mengangguk bingung.

“cie ada yang mau kencan nih” ejek Nauval. “aku juga bingung val, kenapa dia tiba-tiba ngajak aku jalan” kataku. “udah, tidak usah terlalu dipikirkan. Yang terpenting kamu bisa jalan berdua dengan Dea” kata dia sambil merangkulku. Benar yang dikatakan oleh Nauval, sebenarnya memang selama ini aku memendam perasaan kepada Dea. Mungkin, ini waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.

Bel berbunyi, saatnya pulang. Aku dan Nauval jalan bersama menuju parkiran. “cie yang habis ini mau kencan” ejek Nauval. “jangan dibahas terus dong, aku masih kepikiran nih” ucapku. “kepikiran apa lagi ger?” tanya Nauval. “aku masih bingung kenapa tiba-tiba dia ngajak aku jalan?” jawabku. “udahlah, gak usah dipikirkan. Santai aja” kata Nauval. “ngomong mah enak” jawabku sebal. “yaudah, aku mau pulang duluan, sudah dijemput ayah di depan” ucapnya. “tumben gak bawa motor sendiri?” tanyaku. “tadi dipake ayah, ada urusan katanya” jawabnya. “oh, yaudah. Hati-hati di jalan” kataku. “ok, siap. Kamu juga hati-hati, jangan aneh-aneh sama Dea” ejek dia sambil jalan duluan. “tenang, aku orang baik” ucapku.

Jalan-jalan hari ini, aku memakai kaos polos berwarna hijau tua, outer flannel bermotif kotak-kotak berwarna hitam dan putih, celana jeans berwarna hitam, dan sepatu converse warna biru dan putih. Aku sampai rumah Dea pas jam 2 tepat. Kemudian, aku telepon dia agar dia tahu aku sudah sampai di depan rumahnya. Beberapa menit kemudian, dia keluar. Dia menggunakan kerudung berwarna hitam, kaos polos warna hitam dengan outer panjang warna putih, celana jeans baggy, dan sepatu berwarna hitam dan putih. Dia kelihatan sangat cantik.

“ayo berangkat” ucapnya sambil tersenyum. Seketika hatiku meleleh. Seperti es cream yang terkena sinar matahari. “a-yo” jawabku agar terbata-bata. Aku menyalakan motorku, motor beat berwarna hijau. Kemudian dia naik, ini pertama kalinya aku membonceng dia. “udah?” tanyaku. “udah” jawabnya. Kami berangkat menuju mall.

Sampai di mall, kami langsung menuju ke foodcourt. Setelah berkeliling, akhirnya kami menemukan meja yang kosong. “kamu pengen apa?” tanyaku. “ehm, kentang goreng sama boba aja deh” jawabnya. “ok, beli dulu ya” ucapku. “ok” jawabnya sambil tersenyum. Lagi-lagi hatiku meleleh melihat senyumannya. Aku langsung pergi dan membeli makanan.

Setelah selesai, aku langsung kembali ke meja kami. “ini pesanan kamu” sambil memberikan pesanan dia. “makasih ger” jawabnya sambil tersenyum. Kemudian kami mulai makan.

“eh ger” ucapnya. “ada apa de?” tanyaku. “kenapa kamu gak ngomong langsung kalau mau ngajak jalan?” jawabnya. Aku bingung, bukannya dia yang tadi ngajak aku jalan. “maksudnya?” tanyaku. “kenapa gak ngomong langsung aja, kenapa harus pakai surat?” jawabnya. “surat?” tanyaku. “iya surat yang kamu taruh di kolong mejaku, disitu tertulis nama kamu” Jawabnya. Surat apa?, aku gak pernah nulis surat untuk dia.

Cerpen Karangan: Gery Milenianda
Blog / Facebook: Gery Milenianda

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 18 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Surat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Tangisan Malam

Oleh:
Romy membuka pintu rumah dengan lelah. Ransel yang ia gendong seolah terasa ingin menelannya. Berat sekali. Ketika Romy hendak berjalan, ia tercengang kaget hampir menabrak seseorang. Gadis itu langsung

Mata Najwa

Oleh:
“Baiklah anak-anak. Hari ini kita akan bermain olahraga kasti! Setuju?”, tanya pak guru. “Setujuu!”, “Pak, kasti itu melelahkan!”, “Nanti ketek saya tambah bau, pak”. Langsung saja berbagai respon dan

Akhirnya Beneran (Part 1)

Oleh:
Sedikit lagi selesai pekerjaanku untuk membereskan semua berkas-berkas rapat hari ini, maklum sebentar lagi akan ada event di sekolah dan kebetulan aku menjadi sekretaris dalam panitia penyelenggara, jadi banyak

Tentang Lo dan Gue

Oleh:
Seorang cewek menangis di tepi tempat tidurnya, entah apa rasanya hatinya saat ini, dia hanya bisa mengeluarkan air matanya. Seorang itu bernama gladis putri rahayu, keturunan orang indonesia asli.

Layka

Oleh:
geo terbangun dari tidurnya oleh sinar matahari yang menembus tirai – tirai kamarnya . ia meregangkan tubuh sejenak , lalu melangkah ke kamar mandi . akhir – akhir ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *