Surat Cinta Untuk Jessica

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 5 June 2019

Jessica, apa kabar dengan peralatan make upmu? Apa kau masih mengenakan lipstik berwarna merah tua? Atau kau sudah menggantinya dengan warna hitam? Aku yakin, kau masih sama -Jessica yang hobby berdandan. Kau pasti makin cantik saat ini. James pasti menyesal telah melukai wanita secantik kau.

Jessica, banyak yang terjadi sejak kau memutuskan meninggalkan kota ini demi mencoba menghapus kenangan bersama James. Bukan hanya James yang kau tinggalkan, tapi juga Cony sahabatmu. Apakah di negara Paman Sam kau merasa lebih baik? Apakah kau juga menemukan sahabat gila seperti Cony di sana? Bertemukah kau dengan lelaki botak yang aneh seperti Moon? Dan benarkah tak kau temukan lelaki sekeparat James di sana? Aku harap harimu bahagia di sana, Jess.

Kau tahu Jess, aku mulai kerepotan sejak kau meninggalkan Cony. Aku harus menemaninya hampir 24 Jam. Aku harus selalu siap ditelepon olehnya. Dia tak peduli aku sedang bekerja, makan, tidur, istirahat, berlibur, semuanya Cony tak peduli. Seketika dia menginginkan aku, saat itu juga aku harus menemuinya. Serumit itu Jess. Tapi kau tahu, aku teramat mencintainya. Aku tak mungkin meninggalkan wanita selucu Cony. Aku tak cukup kuat Jess untuk menolak setiap keinginan Cony. Dia rayu yang paling merayu.

Kau mungkin mulai bertanya, “Lalu apa, Brown?”

Begini Jess, satu minggu yang lalu aku membuat Cony menunggu lama. Padahal aku sudah berjanji akan datang tepat waktu. Kau tahu, Cony tak suka menunggu. Gadis itu hanya suka membuat orang menunggu. Dia sendiri sangat benci menunggu. Kau ataupun aku sangat paham, bukan?

Hari itu aku dan Cony berjanji akan ke pantai. Sebenarnya ini adalah keinginan Cony. Dua hari sebelum hari itu dia mengirim pesan lewat Line bahwa dia ingin aku membatalkan semua acara di hari Minggu, lalu menemaninya bermain di bibir pantai. Andai kau masih di kota ini, mungkin minggu lalu kau, James, Moon serta aku dan Cony akan bermain di pantai yang sama. Aku sudah mengajak Moon dan James, tapi mereka menolak untuk ikut. Oh iya aku lupa memberitahumu. Si kepala botak yang aneh itu, serta James yang telah menduakanmu dua hari yang lalu pergi dari kota ini.

Aku benar-benar membuat sahabatmu kesal minggu lalu. Lama sekali Cony menunggu di bibir pantai. Aku sibuk sekali Jess, aku tak sempat untuk menjemputnya. sebab itulah kami memutuskan untuk langsung bertemu saja di pantai. Aku datang setelah 2 jam kemudian dari jam yang dijanjikan. Kau tahu, sahabatmu itu pemarah. Aku datang sepertinya bukan untuk menemaninya lagi di pantai. Tetapi untuk melampiaskan semua kekesalannya. Dia mulai mengungkit semua hal yang dianggapnya salah. Aku ketiduran tak membalas chatnya, makan duluan tanpa mengingatkannya terlebih dahulu, menyelesaikan pekerjaan tanpa mengirimkan chat untuknya, semua itu Cony anggap salah. Dan dia memarahiku habis-habisan sore itu di bibir pantai. Padahal, menurutku kesalahan sore itu hanya satu, aku terlambat. Berkali aku minta maaf, tapi si penyuka warna pink itu terus saja berteriak marah.

Apa kau tertawa, Jess? Ya, sahabatmu tak pernah berubah. Tapi mungkin dia akan lebih tenang saat itu jika kau dan dua sahabat lainnya ada bersama kami di bibir pantai senja minggu lalu. Setidaknya masih ada kau yang akan menggodanya untuk berswafoto hingga lupa dengan amarahnya. Juga ada Moon yang akan bertingkah konyol, serta James yang mungkin bisa saja jadi pelampiasan marahnya. Kau pasti masih ingat seberapa benci sahabatmu pada James. Ditambah James telah menyakitimu, dia mengutuk James berkali-kali semoga tak temukan bahagia. Kalau saja kau mendengarkan Cony waktu itu, mungkin kau tak akan hancur oleh James dan kau akan tetap ada di kota ini bersama Aku dan Cony.

Apakah kau ingin tahu mengapa aku terlambat hari itu, Jess? Ban motorku bocor di tempat sepi. Aku harus mendorong sekitar satu jam lebih untuk menemukan bengkel. Kau tahu Cony, dia tak suka dijelaskan. Ketika dia marah biarkan, dengarkan. Senja itu, aku mencoba menggodanya agar dia tertawa. “Hahaha kau ini, Cony” hanya kalimat itu Jess. Dan Cony malah makin marah. Dia bertanya, apa yang aku tertawakan? Aku hanya menertawakan tingkahnya yang lucu. Aku tak mengapa dia marah. Dia terlihat begitu cantik ketika meninggikan suara. Namun, dia berkata bahwa yang baru saja aku tertawakan adalah perasaannya, yang aku anggap remeh itu adalah perjuangannya, dan Cony bilang yang telah aku hancurkan adalah hatinya. Aku tak bermaksud Jess, aku pikir aku bisa memainkan peranmu. Aku pikir Cony akan tertawa saat aku tertawa seperti kau yang selalu berhasil membuatnya tertawa. Entalah Jess, hari itu Cony benar-benar marah sepertinya. Setengah jam lebih aku mendengarkan amarahnya.

Esoknya, Cony jatuh sakit. Jangan panik, Jess. Dia sudah sembuh. Aku hanya ingin bercerita sedikit tentang hari di mana Cony sakit. Di chat hari itu dia minta dibelikan buah. Dia sedang sakit, harus disayang-sayang katanya.

Jessica, apa menurutmu salah ketika aku mengatakan, “Setiap hari kau aku sayangi, Cony”? Sepertinya, di hadapan Cony aku selalu salah. Cony membalas pesan Line-ku dengan tiga bubble menurutku lebih pantas jika kalimat itu untuk dirinya sendiri.

“Iya setiap saat. Saat aku sakit, kamu sayangin”
“Saat aku sayang, kamu sakitin”
“Benar-benar setiap saat sayangmu itu, Brown”

Jess, apakah cintaku untuk Cony kurang besar? Apakah kurang sabar aku ini? Aku ingat kau pernah bercerita tentang Cony. Dia menyayangiku. Apakah itu benar, Jess? Sampai hari ini aku sangat mempercayai kalimatmu itu “Cony sangat menyayangimu, Brown”

Penyakit saja tak cukup kuat bertahan di dalam tubuh Cony, dia hanya sakit sehari. Selasa, saat aku datang membawakannya buah, dia sudah tak terbaring. Aku mendapati ia sedang menyiram bunga di pekarangan rumahnya. Cony senang sekali aku datang. Dia memelukku erat. Dan pelukan Cony tak pernah menenangkan, melainkan menyesakkan. Tiap kali memeluk, ia sepertinya menghabiskan seluruh tenaganya. Sesak sekali, Jess!

Kamis, aku bertemu dengan Moon dan James. Moon lebih punya banyak saran dalam hal percintaan dibanding aku dan James. Padahal lelaki botak itu tak punya pengalaman dalam hubungan. Kau pun tahu, Jess. Moon memiliki pemikiran yang berbeda dalam segala hal. Dia penasehat yang baik. Moon bilang, cinta itu semacam mata pelajaran. Ada praktik dan ada teori. Dalam mata pelajaran cinta, ada siswa yang senang teori atau pratik saja. Namun ada juga yang suka keduanya. Dalam kelas ini, kita semua hanya menyukai praktik Jess, sedangkan Moon menyukai teori. Kita beruntung punya sahabat seperti dia.

Di kafe tempat biasa kita berkumpul menikmati kopi dan berbagi remah tawa, kami membicarakan dua hal. Pertama, aku akan melamar Cony minggu depan. Kau pasti setuju, kan? Moon dan James meyakinkan bahwa aku bisa jadi pendamping yang baik untuk Cony, begitupun Cony. Aku hanya perlu lebih memahami sifat Cony. Aku yakin bisa. Hal kedua yang kami bicarakan adalah, James mengakui bahwa kaulah gadis terbaik yang pernah ia temui.

Bersiap-siaplah, Jess. Moon dan James telah tiba di negeri Paman Sam untuk menjemputmu. Mungkin besok pagi dia akan menemuimu. Ikutlah pulang bersama mereka, bantu aku mempersiapkan lamaran istimewa untuk Cony.

Sahabatmu,

Brown

Cerpen Karangan: Lii
Blog / Facebook: Ayu Listari Abdullah

Nama: Ayu Listari Abdullah
Nama Pena: Lii, Kirana Baka
Ig: Lii.abd
Masih belajar menulis Cerpen 🙂 kritik dan saran untuk cerpen saya sangat diperlukan 🙂

Cerpen Surat Cinta Untuk Jessica merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ayu

Oleh:
Pagi ini aku bangun sekitar pukul 07.00 WIB. Oh iya, namaku Aji dan aku tinggal di kota Surakarta. Tetapi aku kuliah di kota Semarang. Setiap aku pulang ke rumah

Pria Di Persimpangan Jalan

Oleh:
Dia adalah seorang pria biasa yang baru lahir dari waktu. Ini adalah waktunya untuk berani berjalan menelusuri dunia yang belum pernah ia ketahui sebelumnya. Berawal dari waktu kehancuran tempat

Pesan Cinta Di Balik Kedai Manis

Oleh:
“Maaf, saya tidak mencintaimu. Saya hanya menganggapmu kakak, tidak lebih. Jadi jangan berharap banyak pada saya”. Pesan via BBM wanita berparas cantik itu pada lelaki di pojok kedai, kedai

Silly Feeling

Oleh:
Hari ini perasaanku nggak enak banget. Pagi-pagi dimarahin sama atasan ditambah dari semalam pikiran dan perasaanku memang sudah terasa nggak enak banget. Nggak tahu, rasanya pengen teriak, jerit-jerit, sampai

END

Oleh:
“ Mata indah itu masih bisa untuk aku tatap…….. Senyuman manis itu masih bisa ku lihat……… Suara merdu itu masih bisa ku dengar………. Tapi apakah hati itu masih bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *