Surat Dari Leon

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 August 2013

Anggi, aku suka kamu..
– Leon –

Anggi membaca sebaris kalimat itu pada kertas pink. Deg… ia kaget dan buru-buru meremas kertas itu sebelum ketahuan mamanya. Jantung Anggi berdebar. Seperti mimpi, ia setengah tidak percaya dengan apa yang baru dibacanya itu. Ia pun mencoba mengingat kembali. Tadi, pulang sekolah, Leon memberinya sepucuk surat.

“Apa ini?” tanya Anggi.

“Nanti saja di rumah baru dibuka, dan jawab secepat-nya ya!” jawab Lon singkat, sambil ngeloyor pergi bergabung dengan teman-temannya.

“Hmm… apa ya, isinya? Jangan-jangan Leon menyuruh aku bikin puisi lagi untuk majalah dinding. Huh… malas, ah! Aku lagi gak punya ide!” kata Anggi dalam hati.

‘Anggi, aku suka kamu’. Leon bilang suka kepadanya? Lon kan sudah lama akrab dengan Anggi? Mereka sudah bersahabat sejak kelas dua. Bahkan kini mereka duduk sebangku di kelas tujuh. Berarti, sudah lima tahun mereka bersahabat. Dan sekarang, tiba-tiba Leon bilang suka…

Muka Anggi merah padam. Dadanya berdebar kencang. Perasaannya tidak karuan. Rasa senang, sebal dan kaget bercampur aduk jadi satu. Telepon di ruang tengah berbunyi.

“Anggi… Leon nih… !” teriak kak Dina.

“Haaaah… Lon? Mau apa lagi dia? Huh, menyebalkan!” gumam Anggi.
“Anggi lagi mandi kak!” teriak Anggi sambil berlari masuk ke kamar mandi. “Kata Leon, kamu di minta telepon balik!” teriak kak Dina lagi.

Anggi tak mau menelepon balik. Biar saja, pikirnya, siapa suruh aneh-aneh. Leon jadi pacar nya? Ih… mendengar kata pacaran saja Anggi jadi geli. Ia merasa belum cukup umur. Apalagi, kalau yang jadi cowoknya itu Leon. Hi… aneh rasanya.

Bukannya Leon jelek atau apa… Dalam hati, Anggi mengakui Leon itu ganteng. Badannya jangkung. Maklum, anak basket. Senyumnya Juga keren. Tak heran, banyak teman cewek di kelas yang suka sama Leon. Mereka sering nitip salam lewat Anggi. Leon sih biasa-biasa saja. Malah cengengesan tak jelas bila diberi tahu ada salam dari seseorang.

Ah, biarpun Leon memiliki segudang kelebihan, Anggi tak ingin pacaran dulu. Titik!

“Hay, Anggi!” sapa Leon ceria saat Anggi masuk kelas. Anggi berusaha tersenyum, tapi jadinya meringis.

“Kamu kenapa, Nggi? Sakit perut?” tanya Lon heran. Terpaksa Anggi mengangguk, supaya Leon tidak cerewet bertanya-tanya terus.

Untunglah, hari itu Intan tidak masuk. Anggi pun pindah tempat duduk dengan Annida, teman sebangku Intan.

“Aku lupa bawa buku IPA Le,” kata Anggi saat mengambil tas nya. Leon pun cuma mengangguk sambil memandang wajah Anggi penuh keheranan.

Saat Leon akan mengajaknya ke kantin seperti biasa, Anggi buru-buru hendak kabur dengan Annida yang mau nongkrong di perpustakaan.

“Maaf ya Le! Aku mau cari buku bacaan dulu. Kamu makan duluan ya!” Anggi nyengir lalu berlari menyusul Annida.

Pas pulang Juga begitu. Biasanya Anggi dan Leon pulang bersama karena rumah mereka searah. Melihat Leon sedang menunggunya di kantin, Anggi langsung berjalan memutar lewat belakang. Ia pulang sendirian.” Wah, Leon pasti marah sama aku. Ah, biar saja!” batin Anggi. Sampai di rumah, Anggi ganti baju dan makan siang. Tiba-tiba pintu rumah nya ada yang mengetuk. Anggi membukanya. Ups… di hadapannya Leon berdiri dengan muka cemberut.

“Le… Leon? Wah, kebetulan, ayo makan bareng! Kamu suka telur bumbu kan?” ajak Anggi sedikit gugup. Dalam lubuk hatinya, ia merasa seram melihat muka Leon yang sedang marah. Namun, begitu ingat surat Leon kemarin, Anggi jadi malu bertemu dengannya.

“Kamu kenapa sih? Hari ini kamu aneh deh Nggi!” kata Leon sambil melepas sepatunya dan mengikuti Anggi ke dalam.

“Aneh apa nya?” tanya Anggi pura-pura tidak tahu sambil melanjutkan makannya.

“Sudah, habiskan dulu makanmu! Aku mau nonton TV” kata Leon sok tua. Ia menyalakan pesawat televisi layar lebar di ruang keluarga. Leon memang sudah sering main ke rumah Anggi. Mamanya Anggi bahkan sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

“Eh, kamu tuh yang aneh. Aku biasa-biasa saja kok” kata Anggi sambil membawa piring nya ke dapur.

“Alaaa… ngaku aja. Kamu menghindar dari aku kan? Pake pindah duduk segala, buru-buru ke perpus, terus ngeloyor pulang duluan nggak bilang-bilang. Uh… bikin capek aja! Aku menunggu kamu, tahu… ? Bilang kek, mau pulang sendiri!” omel Leon.

Hihihi… Anggi tertawa sendiri. Lucu Juga Leon saat mengomel.

“Kamu kenapa sih, Nggi?” tanya Leon lagi. Anggi cuma menggeleng.

“Gara-gara suratku, ya?” Leon coba menebak.

“Habisnyaa… kamu ada-ada saja! Pake kirim surat cinta segala. Kita kan sahabatan!” jawab Anggi dengan muka merah padam.

“Biarin! Aku beneran kok!” kata Leon.

“Yee… makanya nggak usah heran kalau aku jadi aneh! Siapa suruh iseng,”

“Aku suka sama kamu!” tegas Leon lebih serius. “Haahh… apa kamu bilang?” tanya Anggi seperti tidak yakin dengan apa yang baru saja dia dengar.

“Aku suka kamu!” Jawab Leon dengan suara lebih keras.

“Tapi aku nggak mau pacaran!” tegas Anggi dengan suara tak kalah keras.

“Lah, siapa yang ngajak pacaran?” tanya Leon enteng, yang membuat Anggi jadi bingung.

“Lho, bukannya kamu kirim surat biar kita jadian?” Anggi makin penasaran dengan maksud surat Leon tempo hari.

“Nggak… ! Aku cuma bilang suka!” jawab Leon singkat.

“Terus?” kali ini Anggi makin penasaran dengan maksud kata-kata Leon.

“Ya, gitu aja! Aku suka kamu!” Anggi memandang Leon yang tertawa geli.

“Aih… aih… cowok ini makin cakep saja kalau lagi tertawa” batinnya. Hati Anggi pun lega seketika.

“Jadi, kita tetep sahabatan yah!” Anggi mencoba menegaskan sambil tersenyum manis.

Leon mengangguk sambil menyambut uluran Jari kelingking Anggi hingga saling berkaitan.

“Tapi… kalau kita sudah besar, kamu mesti Jadi pacarku ya!” goda Leon.

“Ih… Leooon… apaan sih!!” bantal yang ada di kursi pun langsung melayang ke arah Leon yang lari menghindar. Mereka berkejaran sambil tertawa bersama. Aih, siang yang indah…

The End!

Cerpen Karangan: Giselle IRT
Facebook: Giselle Tuelah

Cerpen Surat Dari Leon merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Ending Isani

Oleh:
Pagi ini hari yang begitu sangat mengesankan karena dimana hari ini sudah 1 bulannya isani bekerja di perusahaan swasta, mulai bergabung dengan rekan kerja yang baru untung saja semua

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 3)

Oleh:
Samkosim, Kepala Desa Karangtengah baru saja menyelesaikan kebutuhan biologisnya dengan istri mudanya pada penghujung malam itu ketika di halaman rumah besarnya terdengar suara mobil berhenti. Belum lagi sang Kepala

Kembali Dalam Dekapanmu

Oleh:
Pandanganku tak lepas dari air yang menetes ini. Satu jam sudah berlalu dan aku masih memandanginya. Aku tidak merasa bosan sedikitpun. Tentu saja, hujan adalah hal yang paling aku

Bukan Gue Tapi Loe

Oleh:
Loe pernah dengar yang Namanya Jagoan Sekolah ngak, Nah Di SMA Mulia mereka juga punya jagoan nih namanya Peter seorang cowok yang jagonya berantem, Hobinya kalau ngak Tawuran ya

Antara diPHP Atau Tidak

Oleh:
Aku senyum-senyum sendiri. aku suka sama dia sudah lama banget. saat pertama kali ketemu di lapangan sekolah, aku senang banget dia sekolah sama dengan sekolahan aku. pertamanya berawal dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *