Surat Perahu untuk Canopus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 31 May 2013

Aku masih menggenggam tangannya yang begitu hangat. Mataku masih menatap tajam matanya. Deraian air mata menemani kebisuan kita. Aku tak tau harus berkata apa lagi untuk meyakinkanmu, bahwa aku sangat mencintaimu oh bintang Canopus ku!

Aku benar-benar tak percaya bahwa ini kan jadi senja kebersamaan kita yang terakhir. Butiran pasir yang menapak di kakiku seakan berubah menjadi duri yang menusuk dalam hinggan lubuk hati. Aku kecewa. Mana janjimu yang dulu kau ucap manis, hinggan mampu meluluhkan hatiku yang beku. Aku tak menyangka, secepat itukah kau tarik kembali janjimu yang sudah melekat kuat di hatiku? Apa kau tak pernah memikirkan perasaanku? Perasaan yang telah terbuai dalam setiap janjimu.

“Maafkan aku Eveneus. Ini salahku telah mencoba mencintai dewi lain selain kamu. Tapi, entahlah.. aku telah melakukannya. Maaf, hatiku sudah bukan untukmu lagi. Terima kasih, kau telah mengukir cerita indah di perjalanan cintaku. Semoga kau dapat lelaki lain yang lebih baik dariku.” ucapmu, mengakhiri cerita yang telah kita bina dengan indah. Tubuhku berguncang kuat. Dadaku terasa manyesak. Air mata yang sedari ku tumpahkan rasanya belum cukup untuk membalas kekecewaanku.

Canopusku, kenapa kau tega mengatakan ini padaku? Kau bahkan tega merusak senja indah yang seharusnya kita lalui bersama. Mana Canopusku yang dulu? Yang selalu menemaniku dalam duka dan gelak tawa. Kini kau telah pergi, melepaskan genggaman tanganku yang masih melekat kuat. Seakan tak ada yang tersisa. Jejakmu pun telah tersapu bersih oleh ombak yang menggulung ke daratan.

Senja yang selalu ku tunggu-tunggu kini telah pergi, bersama langkahmu yang telah menjauh dan hilang. Mulai besok, tak kan ada lagi cerita kita bersama senja. Semuanya telah lenyap.

Ku hempaskan tubuhku di atas butiran pasir putih. Mataku kini telah kehabisan air mata untuk dikeluarkan. Semilir angin yang semakin dingin makin menusuk kulitku. Senja yang indah kini mulai berganti dengan warna gelap yang menyelimuti seluruh langit. Sinar mentari pun telah teganti dengan cahaya bulan dan bintang yang berkelap kelip. Rasanya aku tak ingin beranjak dari tempat ini. Tempat yang menyimpan berjuta kenanganku bersama Canopus. Tetapi waktu yang telah memaksaku untuk pulang.

Segera ku ambil kertas dari buku diaryku. Kurangkai kata demi kata yang terukir indah. Lalu, ku bentuk kertas berwarna biru muda itu menjadi sebuah perahu. Dan kuarungkan kertas itu. Biarlah terbawa ombak menuju laut lepas.

Canopusku
Andai ku bisa mengulang waktu
Aku takkan pernah menyia-nyiakanmu lagi
Aku akan meyakinkanmu bahwa aku adalah satu-satunya dewi yang sangat mencintaimu
Aku akan membawamu terbang bersama menuju negeri pelangi yang selalu ku ukir dalam mimpiku
Tapi, kini kau telah pergi
Meninggalkan berjuta luka yang membekas dihatiku
Tak ada pilihan lain bagiku selain merelakanmu bersama dewi laim
Aku akan tetap mencoba untuk tegar
Walau hati ini terasa begitu perih
Tetapi, yakinlah..
Aku akan tetap berada disini
Disini bersama senja yang selalu mendengar cerita kita
Sampai kau kembali..
Bahagialah
Karena bahagiamu, damaikan hatiku.

Cerpen Karangan: Tutut Setyorinie
Facebook: Tutut Setyorinie
Terima kasih telah membaca cerpen ini. Maaf kalau masih banyak kesalahan. Arigatou ^_^

Cerpen Surat Perahu untuk Canopus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Unbelivable Love

Oleh: ,
Eiji Kazuhiko, itulah namaku. Aku bersekolah di salah satu SMA di Tokyo. Aku tergolong siswa sekolah yang kurang begitu populer, akan tetapi hampir semua siswa di SMA-ku mengenaliku. Entah

Cara Mencintai Seseorang

Oleh:
Inilah caraku mencintai seseorang yaitu dengan cara diam-diam dan pada akhirnya orang yang ku sukai itu tidak pernah jadi pacarku. Cara ini memang konyol bagi remaja zaman sekarang tapi,

Rain

Oleh:
Langit semakin temaram, raja siang sudah tak terlihat lagi biasnya. Tertutup tebalnya gumpalan awan abu-abu tua yang entah berapa detik lagi akan menitihkan rintik-rintik air. Beberapa pedagang asongan mulai

Love Is Simple

Oleh:
“Cinta… aku suka kamu, kamu suka aku, kita jadian”. Dari kejauhan terlihat para siswa tengah berkumpul dan bersorak di koridor sekolah. Ternyata mereka sedang melihat Shifa dan Fahri bertengkar.

Sayangi Aku Ibu

Oleh:
Hari kelulusan sekolah waktunya telah tiba dengan suasana yang bercampur suka dan duka. Hari terakhir mereka berkumpul bersama dan akan membawa kenangan masing-masing. “Selamat ya” Ucap Sella kepada Yusuf.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *