Surat Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 29 July 2013

“dian” sapaku kepadanya saat aku melihat dia berlari-lari dari depan pintu perpustakaan, ia menoleh ke arahku namun tak menghiraukanku dan terlihat airmata telah keluar dari mata indahnya itu. kenapa dia? ah sudahlah tak terlalu kufikirkan. aku hanya berfikir dia mempunyai sedikit masalah

pagi ini, tidak ada terlihat tanda tanda rio hadir di sekolah ini, “Hey, apa kau melihat rio?” tanyaku pada sinta teman sekelas rio. “Tidak, aku sama sekali tidak mengetahuinya. sudah seminggu ini dia tidak datang”, setelah sinta menjawab pertanyaanku aku pergi meninggalkannya dengan ucapan “terimakasih”

rio dan dian adalah sahabat karibku dari kecil, aku menyayangi rio namun rio memberikan rasa itu ke dian
sedikit kecewa namun aku tak ambil pusing, karena rio sama sekali belum mengetahui rasaku ini
sudah seminggu ini aku tidak mendapat kabar darinya, hanya saja seminggu yang lalu terakhir aku melihatnya berjalan dan mungkin ia akan segera pulang ke rumahnya, namun setelah itu, aku tidak mengetahui kabarnya lagi. Dian pun mencoba menjauhiku seminggu ini, entahlah aku tidak mengerti ada apa dengan minggu ini!

kembali ke cerita
aku telah bertanya hampir ke semua siswa/siswi sekelas rio, namun tidak ada yang mengetahuinya. hanya ada satu sumber yang belum kutanya, dia adalah “DIAN” atau lebih lengkapnya lagi “Dian Purnama Sari”. dia seorang murid kelas XII IPA, ya dia kekasih rio sekaligus sahabat ku itu.

dimana wanita itu? batinku dari tadi bertanya tanya sembari mengelilingi sekolah yang cukup luas itu. Namun ketika di taman sekolah aku melihat seorang wanita cantik dengan rambut terurai sedang menangis, ya itu dian. ada apa dengannya? perlahan kudekati wanita cantik itu dan aku menyentuh bahunya. Mungkin itu mengagetkannya

dian sepertinya sedikit terganggu dengan kedatanganku, dia buruburu menghapus airmatanya dan menyimpan sebuah kertas yang dari tadi ia pegang ke dalam kantongnya. aku hanya bingung melihat tingkah anehnya itu
“ada apa?” tanya dian kepadaku masih dengan suara yang serak
“hah, maaf aku mengganggumu. aku hanya ingin bertanya dimana rio? aku hanya ingin menagih janjinya 2 minggu yang lalu saja”
“janji? janji apa itu? aku boleh mengetahuinya?”
“tentu, dia hanya berjanji menemaniku ke pesta ulang tahun temanku nanti malam. hanya itu dan tidak lebih” ucapku dengan semangat
“oh ya,aku telah mengetahui itu sebelumnya” ucapnya dengan ekspresi datar
“dian, dimana rio? apa kau marah karena aku mengajaknya pergi malam nanti? dia itu sahabatku” tanyaku dengan penuh rasa bingung namun dian hanya menatap kosong ke arah kolam kecil kemudian pergi berlalu meninggalkanku

entahlah, aku belum mengerti dengan apa yang terjadi hari ini. dimana pria itu? dia tidak menghubungiku lebih dari seminggu. dan kenapa wanita itu? seolah olah ada sebuah misteri dibalik hubungan mereka ini.
hasrat ingin tahuku menjadi semakin dalam namun aku lebih memilih tidak terlalu ikut campur karena aku takut dikatakan sebagai “PHO” apalagi dia sahabatku, batinku sambil berjalan menuju rumah

“aku pulang..” ucapku sembari membuka pintu yang tidak terkunci itu namun tidak ada jawaban dari dalam. ya, memang seperti ini keadaanku di rumah ini. aku lebih sering sendiri di rumah karena ibuku terlalu sibuk bekerja sedangkan ayahku sudah tiada 5 tahun lalu.
kuhempaskan badanku ke kasur ternyaman menurutku, aku berniat tidur siang untuk sejenak melepas kepenatan dan pikiran ku tentang rio sahabatku itu.

setelah kurang lebih 2 jam aku pun bangun dari tidur cantikku siang ini, aku kemudian membuka handphone ku dan terlihat ada 2 pesan misterius di dalam hapeku yang dikirim kurang lebih 1 jam yang lalu

14:01
* aku menunggumu di taman komplek dekat rumahmu
14:34
* aku menunggumu di taman komplek jam 16:00 nanti. aku harap kau datang, jangan tanya aku siapa!

huft, sms yang aneh. apa aku harus datang menemui pengirim sms ini? namun aku takut dia bukanlah orang baik. tapi aku sangat penasaran dengan ini semua, apa ini ada hubungannya dengan rio? ah entahlah, namun hasrat dalam hatiku untuk menemui orang misterius ini menggebu dan aku putuskan aku datang menemuinya

aku segera bersiap untuk menemui orang itu dan aku melupakan pesta ulang tahun temanku itu, tepat pukul 16:00 aku berada di taman itu, aku mencoba mencari orang yang mengirimkan sms misterius itu namun hasilnya NIHIL.. tidak terlihat ada satu manusiapun di taman ini.
tiba tiba seorang manusia menepuk pundakku dari belakang dan itu cukup membuatku kaget, aku menoleh dan ternyata orang itu adalah dian.

“dian? jadi kamu yang ngirim sms itu?” ucapku dengan wajah penuh tanya dan dia hanya mengangguk
“ayo ikut aku” dia menarikku dengan keras dan membawaku ke sebuah tempat kumuh yang lebih layak dikatakan sebagai gudang
“kenapa kau membawaku kemari?” ucapku masih dengan penuh keheranan
“ada yang ingin kubicarakan, ayo duduklah disini” ucapnya sembari memberiku tempat di sampingnya untuk duduk

“kau sudah tau tentang rio?” ucapnya dan ucapan itu mengagetkanku, ternyata ini ada hubungannya dengan rio
“tidak, aku sama sekali tidak mengetahuinya, aku ingin kau memberitahuku jika kau mengetahui keberadaannya. aku merindukannya, sudah seminggu aku tidak melihatnya” ucapku panjang lebar dan tiba tiba tangan dian merogoh saku celananya dan mengeluarkan secarik kertas.
“kertas itu…” ucapku seakan mengetahui kertas itu namun dian memotong pembicaraanku “ya, kertas ini. kertas yang kubaca di taman tadi siang” ucapnya seakan mengetahui apa yang ada di fikiranku

“lalu apa hubungannya rio dengan kertas ini? dan dimana rio sekarang?” tanyaku sedikit mendesak
“bisakah kau tidak ribut? kau baca saja tulisan ini” dia memberikan kertas itu kemudian menjauh dariku, sepertinya dia tidak ingin melihat isi kertas itu sekali lagi

Dear dian & sina
apa kabar? apa kalian merindukanku? hehe
maaf aku tidak memberi kalian kabar selama 3 hari ini, kemarin saat aku berjalan gontai menuju rumahku ada seseorang yang memukulku dari belakang secara tiba-tiba dan aku tidak tau siapa manusia itu
dan ketika aku terbangun aku sudah berada di tempat ini
aku merindukan kalian disini
aku tersiksa.. sudah 3 hari aku melewati hari disini tanpa sedikitpun makanan dan aku mendapat perlakuan kasar disini tapi aku tetap bisa menulis ini untuk kalian, Hebat kan? hehe
aku tak kan menceritakan apa yang kualami karena aku tak ingin kalian sedih
aku yakin umurku tidak akan panjang, berbagai cara telah kucoba namun aku tak pernah bisa keluar dari tempat ini, sepertinya seseorang memang menginginkan aku pergi
maaf aku tidak bisa menepati janjiku untuk kalian, maaf aku tidak sempat tersenyum untuk kalian
maaf jika kalian akan melihatku dengan wajah pucat tak bernyawa bersimbah darah lagi di tempat ini
andai kalian tau, hanya ada 3 wanita yang kucinta di dunia ini
mama.. sina sahabatku dan dian kekasihku
aku harap kalian tidak menangis saat membaca surat ini, walaupun raga ini tidak ada lagi untuk menemani kalian, tapi aku masih berada di dalam hati kalian dan yakinlah aku berada di dekat kalian saat kalian membaca surat ini berduaaku berada disini dengan sebuah senyuman untuk kalian, aku pergi dan selamat tinggal, maafkan aku

JLEB, air mataku menetes sangat deras ketika melihat surat ini. di dalam surat ini juga terlihat tetesan darah dan aku yakin darah ini darah rio. seorang BANGSAT membuatnya pergi tanpa ada seorangpun di sampingnya menemaninya sampai ajal menjemputnya dan hanya dengan secarik kertas ia menyampaikan sakitnya kepada kami

“sina, apa kau tau kenapa aku mengajak kau ke tempat ini?” ucap dian kepadaku namun aku hanya menggeleng karena aku memang tidak tau tentang tempat ini
“Ini tempat terakhir rio pergi” ucap dian dengan airmata yang menetes di matanya
“hah? inikah tempat itu? rio terkurung dalam tempat seperti ini sampai akhir ajal menjemputnya?” ucapku tak percaya
“iya, di tempat ini ditemukan jasad rio, dan jasad itu terbaring tepat dimana kita duduk sekarang” ucap dian yang membuat airmataku semakin menetes
“lalu siapa yang tega melakukan ini dengan rio? siapa?” ucapku dengan nada sedikit histeris
“aku tidak tau karena keluarganya tidak memberi tauku, namun pelakunya sudah ditangan polisi dan polisi juga yang menemukan surat ini tergeletak di samping rio” ucapnya
“aku belum sanggup, aku ga sanggup kehilangan rio” ucapku histeris
“sina, kita harus kuat, apa kau tidak melihat permintaan terakhir rio? dia tidak ingin kita menangis ketika membaca surat ini sin, ayo kuat” ucap dian lalu dia memelukku
“Ya, kau benar.. dan aku yakin rio ada disini dengan kita dian, dia sedang melihat kita dan dia akan sedih jika kita menangisi kepergiannya” ucapku sambil mengelap airmata yang menetes di mataku
“sepertinya kita harus pulang, ini sudah malam” ucap dian sambil menarik tanganku dan aku hanya mengikuti langkah kaki dian saja

“dian, apa kau bersedia menginap di rumahku? aku sendirian di rumah dan aku tidak berani, aku takut bayangan rio kembali menghantuiku” ucapku penuh harap semoga dian menyetujuinya
“ya baiklah” ucap dian yang membuat hatiku lega
“apakah kau ingin ke makam rio?” tanyanya dengan pelan dan “tentu, aku merindukannya” jawabku dengan singkat
tidak terasa, kami sudah berada tepat di depan kamarku kemudian kami masuk ke dalam dan segera istirahat untuk menenangkan fikiran kami yang cukup cukup kacau hariini.

Pagi ini, matahari kembali memberikan senyumannya dengan penuh kehangatan dan kedamaian, seperti rencana semalam kami akan ke makam rio pagi ini
sampai disana aku dan dian hanya bisa berdoa, berdoa agar rio di alam sana tetap tenang dan bahagia

Rio, aku merindukanmu dan apa kau tau aku menyayangimu melebihi sahabat? semoga kau tenang di alam sana 🙂 Love you (batinku dan aku tersenyum sembari memegang nisan rio)
terlihat dian sedang khusyuk berdoa untuk ketenangan kekasihnya ini di alam sana

aku yakin rio tersenyum melihat kami dari alam sana
dan surat ini akan selalu kami simpan untuk mengenangmu Rio

Cerpen Karangan: Derin Titania
Facebook: Derintitania[-at-]ymail.com

Cerpen Surat Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Garuda Jaya

Oleh:
Memang sejak usia 7 tahun anakku, Alan suka sekali dunia olahraga apalagi sepak bola, bahkan dia tak dapat dipisahkan dengan bola, apalagi dengan klub kesayangannya; Real Madrid. Dulu, semenjak

Ayah, Aku Rindu Padamu (Part 1)

Oleh:
Pagi yang cerah, aku masih terbaring malas di kasur tepatnya di kamarku. Entah mengapa hari ini aku merasa sangat malas untuk bangun dan masih saja mengantuk. Mungkin karena semalam

Berawal Dari Perjodohan

Oleh:
Di sebuah kamar di rumah sakit ada 3 orang yang sedang berbincang, yaitu Arga, Andien dan Ayah Arga yang sedang sakit. “Arga, Ayah mohon kamu terima perjodohan ini nak”

1 Desember

Oleh:
“Wooaahhhh”. Cassandra menguap lebar-lebar bertanda pagi hari telah datang. Cewek cantik yang bernama lengkap Alhyke Cassandra Myra itu biasa di panggil Cassandra. Dia keturunan Perancis-Indonesia. Ayahnya dari Indonesia sedangkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *