Surat Usang Dari Samudra

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 6 September 2016

Aku meletakan sebuah surat yang dibungkus dengan amplop coklat dan dihiasi pita pink di atas meja kerjaku. Amplopnya sudah usang warnanya. Tadi sepulang kerja, aku sengaja mengambilnya dari dalam kotak rahasiaku yang kutaruh di atas lemari pakaianku sejak aku pindah ke rumah ini 10 tahun yang lalu.
Tak seorang pun tahu sejarah kotak itu. Suamiku mengganggap kotak itu bukan suatu hal yang penting, bahkan ia menganggapnya sebagai barang yang tak berguna. Untungnya, ia bukan orang yang senang memperhatikan hal hal kecil di rumah jadi ia tak pernah menyuruhku untuk membuangnya atau pun ingin sesekali melihatnya. Tetapi bagiku, kotak itu merupakan kotak yang mengisahkan tentang semua masa laluku. Masa laluku yang sangat indah, yang tak akan pernah kulupakan meski aku sudah bahagia dengan keluarga kecilku sekarang.

Aku ingat benar, 10 tahun yang lalu, seseorang menyuruhku untuk membukanya tepat pada hari ini. 28 November 2016.
Malam ini, aku sedang duduk di kursi ruang kerjaku. Bertatap langsung dengan laptop kecilku, entah apa yang akan aku kerjakan nanti, tak berhenti aku menatap surat itu sambil menikmati capucinno panas yang sangat kusukai dari dulu. Yap, pasti kau tahu apa alasan aku menyukainya. Aku bisa meminumnya hingga tiga kali sehari sekarang. Aku memegang surat itu dan mengingat kejadian kejadiannya. Aku masih suka merindukannya. Bahkan jika Tuhan mengizinkan, aku ingin sekali kembali ke masa itu dan mengulang semuanya.

Sudah pukul 11 malam, suamiku belum juga pulang dari rumah sakit tempat ia bekerja. Mungkin masih banyak pasien atau ada rapat penting, entahlah aku tak tahu. Kau pasti tau siapa suamiku. Kedua anakku, Sam dan Cantika juga sudah tertidur pulas di kamarnya masing masing. Aku masih menatap surat itu lalu membukanya perlahan dengan perasaan yang tak karuan

Jakarta, 28 November 2006
“Hey Ella,
Hari ini tepat 10 tahun sejak aku melakukan kesalahan besar dan kau memutuskan untuk pergi dari kehidupanku.
Mungkin kita tak akan pernah bertatap muka juga setelah itu.
Mungkin saat ini kau sudah tak mencintaiku atau bahkan kau sangat membenciku.
Bagaimana anak-anak kecilmu yang lucu?
Pasti kau menamai mereka Sam atau Cantika bukan?
Nama yang telah kita idam-idamkan sejak dahulu.
Apakah kau ingat, Ella?
Apakah kau masih ingat saat pertama kali kau menyukai capucinno buatan tanganku?
Mungkin kau telah lupa segalanya. Atau berpura-pura amnesia.
Aku senang kau menikahi pria yang sempurna.
Yang jauh lebih bisa menghidupimu dibanding aku,
Pasti kau bahagia.
Selamat atas kerja kerasmu,
pasti juga kau telah menjadi seorang wanita karir yang hebat sekarang.
Maafkan aku atas segalanya, Ella.
Aku turut bahagia untukmu.
Dari, Samudra”

Tangisku pecah, lepas dan deras, aku benar benar tak sanggup membaca kata demi kata yang ditulisnya 10 tahun yang lalu. Dan semua terjadi secara nyata dalam hidupku. Aku tak benar benar lupa atau bahkan amnesia. Semua rinduku telah dihempaskan begitu saja. Semua telah sirna. Aku tak bisa mengulang apa-apa. Suamiku datang dan memelukku. Ternyata, ia tahu apa yang terjadi sebenarnya.

“Sudahlah Ella, aku mengerti kau merindukannya. Namun, jangan pernah kau jadikan ini sebagai batu sandunganmu untuk melangkah jauh ke depan. Kau memiliki aku dan kedua anakmu yang lucu. Lupakanlah memori hitammu dan bangun kenangan yang indah bersamanya, jadi kau tak perlu menangis ketika kau mengingatnya.” dengan lembut ia menenangkan aku.
Sekarang, aku sadar bahwa ketika kau mengingat masa lalu, kau tak perlu menangisinya, kau tak perlu menyesalinya. Masa lalumu hanyalah masa lalu dan tak kan pernah terulang kembali dalam hidupmu. Kau hanya perlu mensyukurinya.
Terimakasih, Samudra. Semoga kau bahagia disana.

Cerpen Karangan: Blessita Andari
Blog: blessitandr.blogspot.com
Nama: Blessita Andari
TTL: Jakarta, 4 Januari 1999
Sosial Media: blessitandr

Cerpen Surat Usang Dari Samudra merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Secret Admirer

Oleh:
Pagi yang cerah, cukup cerah untukku yang terburu-buru di kejar waktu. Huh seperti biasa, aku bangun kesiangan lagi. Padahal di depan gerbang dua temanku, Beby dan Widy sedang menungguku

Teman Saja

Oleh: ,
Hari ini adalah hari 1 syawal 1437 tahun hijryah, Dimana semua umat muslim merayakan dengan kebahagiaan dan saling bermaafan. “Ma, Dewi ke rumah Lian dulu ya”. “Iya, hati-hati pulangnya

Jembatan Merah

Oleh:
Lelah rasanya telah berkeliling sekitar taman. Aku yang memakai kaos putih dan celana pendek serta sepatu sport yang kugunakan untuk jogging. Tak setiap hari aku jogging. Hanya hari minggu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *