Surprise Sweet Seventeen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 August 2017

Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun. Sesuatu yang kuharapkan yaitu keluargaku mengingat dan merayakan ulang tahun yang hanya terjadi setahun sekali. Aku berharap ayah dan ibu serta adik-adikku memberi kejutan ketika aku sepulang dari sekolah nantinya. Khayalanku itu melayang-layang di fikiranku dan sesekali membuatku tersenyum sendiri sambil mengipas-ngipaskan buku ke mukaku.

Krrrriiiiiiing
Suara bel pulang berbunyi nyaring membuatku bersemangat melangkah ke luar kelas meninggalkan sekolah ini. Tak kuhiraukan semua teman-teman yang melihatku tersenyum sendiri, hingga aku tak sadar ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerikku.

Di teras rumah
Hatiku semakin deg-degan ketika akan membuka pintu rumah. Perlahan kuraih gagang pintu, belum sempat aku melakukannya terdengar dari dalam rumah suara tangisan seorang perempuan. Ya aku kenal suara tangisan sendu itu, ibu… lirihku dalam hati. Perasaan senang yang kurasa berubah menjadi cemas bercampu khawatir. Cemas kalau-kalau terjadi lagi peristiwa setahun yang lalu. Kurasakan mataku mulai memanas dan pandanganku kabur. Benar, apa yang kuduga ternyata benar, kedua orangtuaku bertengkar. Hatiku dan fikiranku tak bisa berpikir jernih saat itu hingga kuputuskan untuk kabur dari rumah saat itu juga.

Kuhempaskan tas sekolahku entah ke mana lalu berlari sekuat mungkin dengan air mata yang berjatuhan. Kakiku terus berlari tak tahu arah yang akan kutuju. Lelah berlari dan aku terhenti di sebuah danau yang dulu tempatku bermain bersama adik-adikku. Aku menangis sejadi-jadinya, kutumpahkan semua kekesalan hatiku. “aaaarggghhh… kenapa semua harus terjadi padaku ya Allah, aku Cuma ingin bahagia di hari ulang tahunku. Aku Cuma ingin di hari spesial ini…” aku tak sanggup lagi mnyambung kata-kataku karena suaraku mulai serak dan hampir hilang. Yang bisa kulakukan hanyalah menangis dan menangis.

30 menit aku menangis tiba-tiba seorang yang aku kenal jongkok di sampingku. Aku menoleh ke arahnya dan dia memandangku dengan senyum yang menandakan memberi semangat untukku.
“kamu ngapain di sini?!” tanyaku jutek.
“aku ke sini mau menghibur kamu” ucap Delan padaku.
“ngapain kamu mau menghibur aku?”
“karena aku sayang kamu” ucapnya simple.
*Deg!!!*
“aa… aaapa?” kataku setengah tak percaya dengan apa yang Delan ucapkan barusan.
“kamu tunggu di sini sebentar yah!”
Delan pergi ke balik pohon yang ada di belakang kami, sementara aku masih bingung, kutatap air danau yang begitu tenang.

Tak lama Delan datang membawa kue ulang tahun berwarna merah jambu yang di atasnya terletak angka yaitu 17. Aku tersenyum melihat kue yang dibawa Delan, itulah yang selama ini aku impi-impikan. Delan duduk di hadapanku merogoh sesutu benda di dalam saku baju seragam putuh abu-abunya. Lalu Delan membakar lilin angka 17 itu dan kembali menatapku dengan senyuman mautnya.
“happy birthday to you… happy birthday to you… happy birthday… happy birthday… happy birthday… happy birthday to Syifa…” Delan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku.
Aku begitu terharu kembali lagi aku menitikkan air mata, karena disaat ada masalah masih ada orang yang mau menghibur dan memberi kejutan padaku. Aku menghapus air mata di pipiku.

“sekarang kamu tiup lilinnya ya, eits jangan lupa make a wish ya Fa”
*fffhhhoooouuuuuhhh*
Dalam hati aku berdoa semoga orangtuaku tidak akan pernah bertengkar lagi, dan aku ingin mendapat kado terindah di ulang tahunku sekrang ini.

“Delan, makasih ya surprisenya. Aku gak nyangka kamu bakalan tahu hari ulang tahun aku, dan makasih juga kamu telah repot-repot beliin kuenya buat aku. Makasih…”
“ini semua aku lakukan karena aku sayang kamu Syifa, aku ingin melihat kamu tersenyum di hari yang paling istimewa ini”
“oh ya, kok kamu bisa tahu aku ada di sini?”
“maaf kalau setahun terakhir ini aku sering memperhatikan kamu”
“iya gak papa kok”

“oh ya aku mau ngasih kamu kado, tapi kamu tutup mata dulu ya. Nanti kalau aku bilang tiga kamu baru boleh buka matanya ya”
“iya”
Aku merem

“Delan? Udah belum?”
“belum Fa, bentar yah, aku hitung sekarang ya… satu, dua, ti… ga!”
Aku membuka mataku dan betapa terkejutnya. Ayah, ibu, dan ketiga adikku berada di depan mataku. Aku heran sekaligus bingung dengan apa yang terjadi. Aku melirik Delan sedangkan Delan hanya tersenyum padaku.
“happy birthday sayang, ayah dan ibu akan mendoakan yang terbaik buat kamu” kata ayah.
“iya, ibu sama ayah sengaja mau ngasih surprise buat kamu, selamat ulang tahun ya Syifa” tambah ibu.
“happy birth day kak Syifa” ucap ketiga adik-adiku serentak.
“hah? Jadi semua tadi hanya sandiwara ayah dan ibu? Aku gak nyangka!”
“iya sayang”
“makasih ya Ayah, ibu, Delan, makasih semuanya”

Ternyata apa yang aku khayalkan menjadi nyata, mulai dari hari ulang tahunku, Delan dan aku menjadi lebih dekat. Dan ternyata selama ini Delanl lah orang yang selalu memperhatikanku di sekolah. Tepat di ulang tahun Delan, ia menyatakan perasaannya padaku. And everything happy ending.

Cerpen Karangan: Sisi Aulia Putri
Facebook: Sisi Aulia Putri

Cerpen Surprise Sweet Seventeen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 1)

Oleh:
Pagi itu langit cerah. Gumpalan awan putih nampak bertebar membentuk suatu formasi yang indah jika dilihat lebih seksama. Namun tidak seperti kemarin, jika pandangan diarahkan jauh ke utara, puncak

Mungkin Jodohku

Oleh:
Mentari mulai memancarkan sinarnya, seperti biasa aku berangkat sekolah menaiki sepeda biru tua. Sesampainya di kelas aku bertemu temanku lalu menyapaku “Hi nuriz, dapet salam dari kakak kelas” “apaan

Cinta Sahabatku Untukku

Oleh:
Namaku Dina Azizah Rasdipati. Aku akrab di panggil Dira. Ada pula yang memanggilku Dina dan ada pula memanggilku Mbak Rasti. Tapi yang memanggilku Mbak Rasti, Cuma teman-teman terdekatku doang.

Move On With You (Part 1)

Oleh:
Pagi ini aku terbangun dengan mercon sebagai alarmnya. Aku langsung menutup kedua telingaku dengan bantal. Duar! Diar! Hanya itu yang aku dengar. “uuuhhhh… berisik banget sih…” keluhku sambil mempererat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *