Tahun Baru Untuk Helen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 April 2013

Cinta itu aneh, kadang orang yang kita cintai tak mencintai kita dan orang yang mencintai kita tak kita cintai. namun, di balik semua itu hanya satu kata yang tepat untuk itu semua yaitu cinta tak harus memiliki.

Helen adalah siswa SMU. hari-harinya di penuhi dengan keceriaan. dari luar dia tanpak tak memiliki beban apa pun. tak ada masalah, tak ada galau dan yang pasti hanya keceriaan yang mewarnai hari-harinya. setiap hari dia di kelilingi teman-teman yang sayang padanya. karena sikapnya dia sangat di sukai semua temannya.
“Helen… aku di tembak ma Damar.. gimana menurut elo…?” kata Rara temannya. “yah.. kalau kamu suka kenapa tidak?” katanya tersenyum ramah kepada temannya. “tapi kamu kapan mau pacaraan len?” tanya temannya lagi. “hahaha… mungkin menjelang aku meninggal kali?” kata Helen terbahak-bahak. “apaan sih lo?” kata Rara lagi. “iya… iya.. bagi saya yang terpenting adalah kebahagiaan sahabatku”.

Pagi itu Helen ke toilet sekolah. “Helen…” teriak seorang lelaki dari belakang. “eh.. Damar ada apa?” tanyanya merapikan rambutnya dan membuang beberapa helai rambutnya yang rontok. “aku sudah lakukan apa yang kamu minta…” kata Damar kemudian. “iya.. makasih”. kata gadis mungil yang periang itu lagi. “tapi len.. kenapa kamu lakukan ini padaku? aku menyukai kamu bukan Rara…” kata damar memegang tangan helen. “hahaha… kamu mar.. lebay deh.. kita kan sahabatan jadi nggak mungkin dong. sebaiknya kamu jaga baik-baik deh pacar kamu sekarang, kalo enggak kamu nggak bakalan lihat aku lagi, yah.. udah ah… aku masuk dulu. daaa Damarku cyank…” katanya kemudian berlari meninggalkan Damar sendiri…

“Helen… nanti malam aku ke rumah kamu yah!” teriak Rara di dalam mobil Damar. “siiip… sambil mengacungkan jempol… tepat pukul 07.00 malam Rara datang ke rumah Helen dan dengan Damar tentunya.. mereka belajar bersama. tiba-tiba helen berhenti sambil menatap satu persatu sahabatnya itu. “Ra… mar… aku punya permintaan ma kalian berdua… boleh tidak?” sambil meminum sirup yang warnanya beda dari yang di minum kedua temannya. “apaan sih len?” tanya Rara. aku mau kamu kalian akan terus bersama bahkan ketika aku pergi nanti. kata helen sambil sesekali melihat ke arah Damar. terlihat matanya memohon kepada sahabatnya itu… “iya len”. kata damar seakan mengerti bahasa isyarat mata Helen.

Siang itu Helen duduk di bawah pohon di halaman sekolah. menulis sesuatu pada diarynya. akhir-akhir ini hobbynya berubah dari yang semula suka kegiatan yang menantang tiba-tiba jadi suka nulis. jika di tanya dia selalu saja bisa jawab. “hidup harus dinamis, jadi apa salahnya jika aku juga mencoba sesuatu yang baru” itulah jawaban yang dia keluarkan setiap kali di tanya…

“Helen.. kamu di sini? aku pengen curhat dengan kamu!” kata bella sambil nangis. “iya Bella cerita saja.. ada apa? aku di sini untuk kamu bel.. jadi cerita dong kalau ada masalah”. katanya memeluk sahabatnya. “aku putus len… aku bingung bagaimana aku bisa melupakan orang itu? tolong aku len!” memeluk helen erat. “eh.. gini deh.. aku punya kenalan baru namanya Rahmat.. kamu ambil aja nomornya biar aku kenalin. ok!” kata helen dengan senyum khasnya. thanks yah len. kamu selalu mengerti aku!

Seminggu kemudian ternyata Bella dan Rahmat jadian. “kamu telah berhasil len.. kata Rahmat saat bertemu Helen di depan salah satu apotik… “iya dong!” kata Helen terlihat begitu semangat. “iya len.. meskipun kamu melukaiku tapi apa pun akan kulakukan untuk kamu!” kata lelaki itu… “kamu harus mendahulukan yang lebih butuh mat.. dan tindakan kamu sudah tepat!” kata helen lagi. “eh aku pergi yah.. soalnya orang rumah pada nunggu obat ini. bye rahmat”.

***

“Helen.. tahun baru nanti kamu mau kemana?” tanya Desi salah seorang sahabat akrab helen. “emang kenapa?” tanya Helen masih memegangi buku cerita yang sedang di bacanya. “kan kita bisa ngerayain bareng-bareng len..” ujar gadis itu. “kamu tidak akan rayain dengan aku des… kata Helen masih serius dengan buku di tangannya. “loh kok kamu ngomong gitu sih len?” tanyanya dengan nada sedikit emosi. “ha ha ha kan tahu baru sebulan lagi des.. itu masih lama”. kata Helen tersenyum kepada sahabatnya. “tapi pokoknya kamu harus datang soalnya ada kejutan yang tak terduga untuk kamu…

Pagi itu Helen berjalan terhuyung-huyung ke arah kelasnya. letak kelasnya yang berada di lantai dua membuatnya nyaris terjatuh. untung saja di tolong oleh Bara temannya. Bara kemudian membawanya ke UKS sekolah. Helen terjaga dari pingsan nya. “aku di mana?” tanyanya berusaha bangun dari tidurnya. “hati-hati len… kamu masih sakit” kata Bara dengan tenang terlihat rasa khawatir di mata lelaki itu. “thanks bar… tapi aku sudah tidak apa-apa.” yah sudah aku antar pulang yah?” kata Bara menawarka bantuan “ngggak usah bar.. aku akan ikut belajar saja”. Bara hanya tersenyum geli mendengar kata-kata Helen saat itu. senyumnya manis dan ada sesuatu yang beda dari diri lelaki itu, Helen dapat merasakannya. sesaat mata mereka bertatapan dan itu membuat Bara menghentikan senyumnya namun, sorot matanya tak dapat berbohong bahwa dia masih geli dengan kata-kata Helen barusan. “kenapa sih bar… kok kamu senyum-senyum gitu?”. nggak Helen.. kamu lucu. “lucu apanya?”. kata Helen mulai marah. “ini sudah jam pulang Helen.. kamu tidak mungkin belajar sendiri di kelas”. kata Bara kembali tersenyum. Helen baru menyadari betapa lamanya dia pingsan saat itu dan tentunya lamanya Bara menugguinya hingga siuman.

Di motor Helen melamun memikirkan kejadian yang terjadi pagi ini. tapi baginya Bara adalah satu anugerah besar karena dapat menolongnya dan mengantarnya pulang. bisa dikatakan selalu ada untuknya. “inikah yang di rasakan pasangan kekasih di luar sana? saliang melengkapi dan menjaga satu sama lain?” entah mengapa Helen tiba-tiba memikirkan hal itu. kemudian berusaha menjauhkan pikiran bodoh itu dari benaknya. “usss… jangan ngelamun kata Bara dari depan yang dari tadi memperhatikan Helen dari kaca spion motornya”. iya… kata Helen tersenyum. Bara menyadari betapa cantik dan manisnya Helen untuk ukuran wanita yang tidak ingin pacaran. “aku kagum dengan kamu len..” kata-kata itu refleks keluar dari mulut Bara. “maksud kamu?” tanya Helen melihat Bara dari kaca spion itu. “ahh… maksud aku kamu hebat bisa pingsan selama itu” katanya kemudian tertawa.

Sampai di rumah. Helen turun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bara untuk hari itu.
Waktu berlalu begitu cepat kini, tahun baru akan di rayakan seminggu lagi. dan entah berawal dari mana Helen dan Bara semakin dekat. “Bar.. kamu antar aku ke apotik yah…” kata Helen di percakapan lewat telephone itu. “siip boss” jawab Bara.
Beberpa menit kemudian Bara datang dengan sepeda motornya. “ayo berangkat” kata Bara memberika helm. “iya”. “Helen emangnya ini obat apa sih?” tanyanya. “ini itu obat nenekku Bara.. sudahlah kamu nggak usah nanya lagi” kata helen santai.
“Bara.. dua hari lagi tahun baru.. tolong bantu aku belanja dan siap-siap untuk semuanya yah” kata Helen sedikit merengek kepada lelaki itu. hari itu dia tampak beda dari yang biasanya ada sesuatu beda dari gadis itu. “iya.. deh.. apa pun untuk kamu tuan putri” teman-teman Helen yang kebetulan ada di tempat itu heran melihat tingkah Helen akhir–akhir ini terutama hari itu. tapi dengan cepat mereka sadar bahwa kini Helen telah dewasa dan mungkin saja memilih bara sebagai cinta pertamanya.

dari berbelanja di mini market Helen, Bara dan teman-temannya kemudian pergi ke mall untuk belanja beberapa pakaian. “Helen nggak usah terlalu rame deh persiapannya toh.. masih ada tahun depan” kata Rara kepada Helen. “pokoknya tahun ini harus spesial ra” kata Helen santai sambil memilih baju yang pas untuknya.
“teman-teman kita makan yuk.. aku lapar nih” seru Helen mengajak temanya. sore itu mereka makan di sebuah restoran yang menyediakan seafood. “pokoknya aku mau makan kepiting” kata Helen kembali seperti anak-anak. “what… kepiting?” sontak semua temannya kaget. “tapi kalian yang bukain cangkangnya soalnya aku malas” kata Helen saat pelayan itu membawa menu makanan pesanan helen. “kamu kenapa sih len, aneh banget? pokoknya aku tidak mau. Bara aja deh yang bukain untuk kamu. iya kan bara?” tanya bella.

Helen terlihat menikmati makanannya sore itu. bara mellihatnya dengan tersenyum dan kemudian memberikan makanan lagi kepada Helen.. entah mengapa hari itu Helen sepertinya tidak mempedulikan Bara yang tidak makan karenanya.
Malam itu semua temannya berangkat ke rumah Helen, baru saja pembantu di rumahnya mengabarkan bahwa Helen pingsang entah kenapa? semua temannya panik dan meyadari mengapa Helen aneh hari ini. “apa dia sakit?” tanya Rara pada Desi di mobil.

Sesampainya disana mereka benar-benar kaget dengan apa yang di temuianya. Helen sedang terduduk di depan meja dengan sebuah kue tart di hadapannya. “what, apa lagi ini len. katanya kamu pingsan”. kata mereka kesal. “aku tidak apa-apa aku hanya mengerjai kalian soalnya kalian pasti lupa hari ini kan ultahku” kata Helen dengan wajah yang tetap senyum.
Helen… maafkan kami yah? kami sampai lupa ulang tahun kamu. padahal kamu selalu ada untuk kami… kata teman-temannya sambil bergantian memeluk Helen. “sudahlah sekarang aku pengen tiup lilin dulu” kata Helen kemudian melihat kearah Bara menutup mata dan kemudian meniup lilin yang bertuliskan angka 17 tahun itu.

Dari sore semua teman-teman Helen sibuk mempersiapkan untuk perayaan pesta tahun barunya malam nanti. “pokoknya malam ini akan menjadi malam yang paling membahagiakan untuk helen” kata Bella sambil tersenyum kepada yang lainnya. “bukannya malam ini kita juga akan merayakan ulang tahun Helen bel?” tanyanya Rara. “iya ra.. seharusnya bukan kemarin tapi hari ini, rencananya sih kita ngerjain Helen dengan pura-pura lupa dengan ultahnya supaya dia marah.. eh malah kita yang di kerjai dia semalam, anak itu memang aneh” kata Bella dengan sedikit kesal kerena rencananya sudah gagal.

Hingga jam 7 malam Helen belum datang. Bara mulai khawatir dengan keadaan Helen” sudahlah Bara, santai saja. malam ini Helen akan menjadi milik kamu” ledek teman-temannya. “Bara hanya tersenyum kemudian menelfon Helen. ternyata Helen tidak apa-apa dia masih di rumah katanya dia lagi nulis sesuatu dulu sebelum kesini. “pasti ngisi deary dulu”.. kata Rara sedikit mengejek.

Tiba-tiba pada pukul 22.00 malam Bella menerima pesan bahwa Helen jatuh pingsan di rumanhya. awalnya mereka tidak percaya namun pada akhirnya mereka yakin karena sms itu datang berkali-kali. mereka meninggalkan acara yang di rancangnya malam itu. mereka berhamburan ke rumah Helen. namun, telat di sana mereka hanya mendapati buku harian Helen tergeletak tepat di samping bantal dan boneka dolphine miliknya. “perlahan Rara membaca diary yang terbuka itu.”

Dear deary…
Ku rasa hari ini adalah hari terburuk yang pernah ku alami, aku harus mendengar kenyataan yang membekkakkan telingaku. aku tahu ini adalah takdir, tapi mengapa takdir ini harus menghinggapiku. aku merasa tak sanggup untuk menjalaninya. tapi satu hal yang membuatku bertahan. aku ingin menanti ulang tahunnku yang ke 17. semoga aku dapat merayakannya.

Dear.. deary..
hari ini aku di tembak oleh damar temannku. aku tak menerimanya karena ku tahu rara lebih dulu menyukainya dan aku tahu kalo rara akan menjadi yang terakhir untuknya. aku hanya akan menjadi perusak bagi mereka lagi pula cepat ato lambat aku pasti akan meninggalkan mereka semua. selamat berbahagia aku ingin kalian tetap bersatu ada maupun tidak ada aku di samping kalian.

Rara merasa Helen memang malaikat. bahkan di saat di hampir meniggal pun di masih berkorban dengan orang lain. tangisnya makin menjadi-jadi membaca tulisan itu.

Dear… deary
hari ini aku mendapat kenyataan yang sangat pahit bagiku. aku di tembak rahmat. aku menolak karena aku tidak mungkin berbahagia saat temanku sedih. iya, bella lagi sedih. aku akan membuat bella senyum dengan caraku sendiri. bella akan jadian dengan rahmat apa pun caranya. hidup kalian masih panjang, kalian pantas mendapatkan kebahagiaan.

Membacanya Bella menyesal telah menceritakan masalahnya kepada Helen. dia seharusnya tahu bagaimana sifat helen. dia akan melakukan apa saja untuk sahabatnya. “helen” katanya sambil menangis.

Dear deary
seiring rontoknya rambut ini, tahun baru segera datang. tuhan, tolong buat hidupku lebih panjang. beri aku kesempatan untuk bertahan hingga tahun baru nanti. bukan tahun barunya yang kuharapkan tapi ulang tahunku yang ke 17. aku sangat ingin menikmati hari itu. kata teman-temannku 17 tahun adalah usia yang pantas untuk pacaran. aku tidak ingin pacaran aku hanya ingin kamu beri kesempatan untuk mengenal yang namanya cinta walau itu hanya di penghujung usiaku yang singkat ini. tuhann… kabulkan permintaanku malam ini.

Rara tiba-tiba teringat “Helen… aku di tembak ma damar.. gimana menurut elo…?” kata rara. “yah.. kalau kamu suka kenapa tidak?” katanya tersenyum ramah kepada Rara. “tapi kamu kapan mau pacaraan len?” tanya Rara lagi. “ha ha ha… mungkin menjelang aku meninggal kali?” kata Helen terbahak-bahak. “apaan sih lo?” kata Rara lagi. iya… iya.. bagi saya yang terpenting adalah kebahagiaan sahabatku.

Dear.. deary
hari ini aku pingsan lagi, aku mencoba untuk bertahan lebih lama. tapi satu hal hari ini yang membuatku bahagia, untuk pertama kalinya aku merasa tenang dan merasa dilindungi dengan seorang lelaki. dialah yang menolongku hari ini. aku ragu menamakannya bagaimana yang jelas rasa ini semakin dalam padanya.

Dear.. deary
pria sederhana yang membuatku bahagia itulah yang paling pantas untuknya. aku ingin hari-hari terakhirku bersamanya. aku ingin dia terus menemaniku karena aku merasa hariku lebih indah saat bersamanya. dan sekarang aku tidak ragu lagi. aku cinta dengannya. tuhan terima kasih telah mengabulkan do’aku. kini di penghujung usiaku cinta itu datang padaku.

Dear.. deary
hari ini aku dan teman-teman ke minimarket membeli bahan kue. aku katakan bahwa ini untuk acara tahun baru. tapi sebenarnya aku ingin membuat kue ulang tahunku. aku tahu teman-teman lagi mempersiapkan itu semua nanti malam. tapi aku khawatir tidak akan sanggup bertahan selama itu. teman-teman maafkan aku. aku hanya ingin merasakan ulang tahunku yang ke 17.

Desi tiba-tiba teringat “Helen nggak usah terlalu rame deh persiapannya toh.. masih ada tahun depan” kata Rara kepada Helen. “pokoknya tahun ini harus spesial ra” kata Helen santai sambil memilih baju yang pas untuknya.

Dear.. deary
hari ini aku belanja di mall… aku belanja baju yang agak banyak karena aku yakin waktuku akan tiba dan aku khawatir kali ini adalah hari terakhirku berbelanja dengan mereka dan untuk selamanya. oh iya, baju yang bewarna biru ini akan ku pakai malam tahun baru nanti karena bagiku ini spesial. pilihan dari seseorang yang ku sayangi. terimah kasih telah memilihnya untukku.

“aku pilih yang mana yah. bingung nih?” kata Helen kepada Bara siang itu. “yang ini aja len.. ini kayaknya cocok untuk kamu”. balas Bara sembari memberikan baju itu untuk Helen. masih teringat betul warna dan model baju yang diplihkannya untuk Helen saat itu. Bara semakin sedih mengingat semuanya.

Dear.. deary
hari ini aku makan di restoran, aku sadar telah salah memilih makanan tapi aku hanya ingin mendapat perhatian dan di suapi walau itu sekali saat aku makan. dan ternyata impianku menjadi kenyataan aku di suapi olehnya. aku sadar dia berkorban untuk Tidak makan demi aku. tapi percayalah ini kali pertama dan terakhirnya kamu menyuapiku. terima kasih telah memberi suasana makan yang terindah dalam hidupku.

Bara kembali mengingat saat-saat dia menyuapi Helen. dia senang sekaligus kesal karena perutnya kelaparan saat itu. namun, Helen telah membuatnya bertahan walau kelaparan seperti itu.

Dear.. deary
hari ini aku benar-benar merayakan ulang tahunku yang ke 17 aku sangat senang. meski ku tahu waktuku di dunia ini hanya tinggal beberapa jam lagi. tuhan, terima kasih telah memberiku kesempatan untuk merayakannya.

Bara teringat saat Helen sedang terduduk di depan meja dengan sebuah kue tart di hadapannya. “what, apa lagi ini len. katanya kamu pingsan”. kata mereka kesal. “aku tidak apa-apa aku hanya mengerjai kalian soalnya kalian pasti lupa hari ini kan ultahku” kata Helen dengan wajah yang tetap senyum.

“Helen… maafkan kami yah? kami sampai lupa ulang tahun kamu. padahal kamu selalu ada untuk kami… kata teman-temannya sambil bergantian memeluk helen. “sudahlah sekarang aku pengen tiup lilin dulu” kata Helen kemudian melihat ke arah Bara menutup mata dan kemudian meniup lilin yang bertuliskan angka 17 tahun itu.

Dear deary
malam ini adalah malam tahun baru. aku di telfon oleh bara. aku sangat senang. tapi aku tidak akan datang ke pesta itu. aku akan menghabiskan waktuku di sini.
bara… terima kasih telah membuatku merasakan perlindungan dari seorang kekasih, walau ku tahu kau bukan kekasihku dan tak akan pernah menjadi kekasihku untuk selamanya.
bara… terima kasih telah memberiku kesempatan merasakan menit-menit terindah di atas motor bersamamu.
bara… terima kasih telah memilih baju ini untukku. aku akan memakainya hingga akhir hayatku. bagiku belanja siang ini seperti di temani oleh kekasihku tapi aku sadar aku salah.
bara… terima kasih kau telah menyuapiku waktu itu. kamu tahu itu adalah makan yang paling bahagia untukku. kebayang tidak orang yang entar lagi meninggal masih makan banyak. aneh kan?? he he he
bara, terimah kasih telah menelfonku malam ini. bagiku ini adalah wujud kepedulianmu padaku.
teman-teman maafkan aku. aku tidak bisa bersama kalian lagi. aku tidak bisa mengikuti langkah kalian lagi. perjalanannku sampai disini saja. aku harap kalian lanjutkan apa yang selama ini menjadi cita-citaku yaitu membangun toko bunga yang indah. kalian adalah sahabat terbaikku hingga aku meninggal.

Kamar itu di penuhi oleh tangis kesedihan. semua fakta sudah terungkap Helen memang mengidap suatu penyakit. Bella, Rara, dan Desi berpelukan erat di kamar itu. “sudahlah, kita ke rumah sakit, Helen di larikan kesana” kata Bara dengan mata yang berkaca-kaca. tampak kesedihan di mata orang itu.

Di rumah sakit, Helen terbaring lemah, teman-temannya masuk melihatnya. “Helen mengapa kamu melakukan ini semua pada kita?” kata mereka sambil memegang tangan Helen yang terasa dingin. bibirnya pucat namun matanya begitu tenang. dia sudah tak seperti Helen yang biasanya, yang selalu ceria, semangat dan tertawa dengan tingkah teman-temannya.
“sudahlah kalian tidak perlu sedih, bagiku dunia memang hanya ada satu.
satu kali di lahirkan
satu kali merasakan jatuh cinta
dan satu kali merasakan mati…
thanks for all… teman-teman.

Suara petasan bergemuruh di luar sana. langit malam bertaburan dengan kembang api menandakan tahun 2013 telah tiba. “selamat tahun baru len” kata teman-temanya dengan tangisan yang tak terbendung. Pupus sudah harapan Bara untuk menyatakan perasaanya kepada Helen malam tahun baru ini. kini Helen telah tiada. dia sudah di alam lain merayakan tahun barunya dengan malaikat-malaikat di tempat barunya pula. selamat jalan len…!

Tamat

Cerpen Karangan: Andi Wardaniati
Email: andiwardaniati[-at-]yahoo.co.id
Facebook: Bluen Lollypop/Wardanisamutmainna

Cerpen Tahun Baru Untuk Helen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Icha

Oleh:
Aku tidak mengerti akan kejadian ini. Dalam sekejap dia pergi. Aku hampir tak percaya sepupu sekaligus teman kecilku meninggalkanku tanpa sempat aku meminta maaf kepadanya. Suatu hari terdengar kabar

Cinta Tak Terduga

Oleh:
Aku sedang berbicara lewat hp dengan sahabatku, Anggun, “Iya, Gun nanti sore jadi kok ke toko buku. Tenang aku antar kamu kok.” kataku sambil menyeruput minuman dingin yang ku

First and Last Love

Oleh:
Pada suatu pagi di SMA Garnie International, ada seorang murid siswi bernama Putvi dipanggil Pak Frans. Pak Frans adalah guru matematika yang terkeren dan terbaik. Putvi adalah anak yang

Ayah, Aku Rindu Padamu (Part 2)

Oleh:
Entah mengapa kini aku telah berada di ruangan dingin dan terang, aku membuka mataku perlahan. Ini dimana? “Senja, kamu udah bangun?” ujar ibuku yang seketika berada di sampingku bersama

Surat Terakhir Viona

Oleh:
Hari ini angela dan viona pergi ke sekolah bersama, mereka berdua adalah sahabat yang tak terpisahkan, hari ini hari senin dan hari ini angela menjadi petugas bendera tetapi viona

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *