Tak Secerah Bulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 December 2013

Malam ini bulan bersinar dengan sangat cerah, tapi itu tak secerah hatiku saat ini. Rembulan, itulah namaku. Aku tengah menantikan sang bintang yang bisa menerangi hari-hariku. Sayangnya takdir berkata lain, dari mulai terbit sampai terbenam tak ada satu pun bintang yang bisa membuat hariku lebih cerah. Bintang-bintang lebih mementingkan urusannya sendiri dengan bersinar sesuai kemampuannya sendiri.

Suatu hari aku bertemu dengan seseorang, namanya Bumi. Dia memintaku untuk menemaninya dalam menjalani hidupnya. Aku pun bersedia menjadi pasangannya, ya bisa dibilang pacar. Tapi takdir berkata lain, beberapa minggu setelah terjalinnya ikatan spesial itu Bumi berkata bahwa kami tak bisa bersama lagi. Aku menerima alasannya bahwa aku tidak bisa menerangi hari-harinya.

“Baiklah, kamu juga bukanlah seseorang yang selama ini kucari,” ucapku padanya malam itu. Bumi memang bukan bintang, dia sangat sibuk dengan kegiatan-kegiatan sehari-harinya. Aku pun menyadari bahwa kami tidak bisa saling menerangi.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, aku masih belum menemukan seseorang yang sesuai untukku. Sampai suatu malam hati ini terasa sangat cerah. Aku melihat seseorang yang amat sangat memukau. Hati ini bergetar ketika kumelihat senyumannya. Tapi kali ini otakku berkata lain, aku tidak akan mungkin memilikinya. Dan perkataan otakku membuat hati ini sakit dan berusaha menghapusnya yang telah bersemayam dalam hati ini. Perkataan itu menjadi awal dari tingkahku yang tak berani menanyakan namanya, menyapanya, bahkan untuk tersenyum kepadanya. Dan di setiap pertemuannya, kami hanya diam dan aku hanya menunduk.

Kini aku tengah mencari seseorang yang lain untuk mengusirnya dari hati ini. Tapi itu masih sangat jauh dari jangkauan, karena di hati ini penuh dengan dirinya.

Meski tak memilikinya, aku masih bisa merasakan cahayanya menerangi hari-hariku sehingga malam ini masih terasa cerah. Karena tak tahu dan tak pernah ingin tahu namanya, aku menyebutnya MATAHARI…

Cerpen Karangan: Septi Rahayu
maaf ya kalau terlalu singkat atau ngebingungin. Mohon dimaklumi, be studying! 😉

Cerpen Tak Secerah Bulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Love is Salah Orang (Part 1)

Oleh:
Angin bergemuruh dari bilik dinding bercat putih memudar, terdengar sayu rintik-rintik hujan bergesekkan di antara dedaunan basah. Mataku masih berkaca-kaca, sesekali kuusap tetesan air mata yang tak sanggup kubendung.

Bukit Angin

Oleh:
Bukit mungil itu berdiri di pinggir Desa Sunyi. Di punggungnya ilalang tumbuh dengan subur. Pohon besar yang tumbuh di sana tak sampai 20 batang. Belasan pohon jambu mente tersebar

Hampir 3 Tahun Penantian Itu

Oleh:
Siang itu, aku duduk di bawah pohon depan kelasku. Aku kelas X SMA. Melihat cowok manis lewat di depanku dengan sepeda modifannya. Tiap jam istirahat, aku pun sering melihatnya.

Separuh Jiwaku Kembali

Oleh:
Harum semerbak bunga-bunga yang bermekaran di taman depan kamarku membangunkanku dari mimpi, entah mimpi indah ataukah mimpi buruk, yang jelas aku sudah lupa dengan semua itu. Kulangkahkan kaki mendekati

Benci Jadi Cinta

Oleh:
Panggil saja aku kiki, cerita ini dimulai saat aku duduk di kelas 2 SMP, ya aku seprti anak-anak abg yang lain.. Kehidupan ku sangat menyenangkan menurut ku, sampai akhir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *