Tak Seindah Cinta Drama Korea

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 11 December 2013

“Ada film baru gak?” Tanyaku saat mengunjungi toko kaset langganan.
“He is beautifull” jawab si penjual sambil memberikan selembar CD (compact disk ya maksudnya, awas jangan ngeres) drama korea terbaru.
“Seru gak?” aku pun membolak balikkan CD yang diberikan penjaga toko.
“Coba aja, kalau gak seru boleh dibalikin” jawabnya ramah.
“Ok deh” Aku menyetujuinya dan segera berlari ke luar.

Oh ya kita belum kenalan, aku Alika, remaja yang sedang kecanduan drama korea. Di rumahku sudah bertumpuk-tumpuk koleksi yang berhubungan dengan artis korea mulai dari CD, aksesoris, poster-poster, umbul-umbul, spanduk (emang mau kampanye?) pernak pernik sampai stiker bergambar pun lengkap di kamarku, sampai-sampai ruangan itu lebih layak disebut toko daripada sebuah kamar. Aku punya seorang kakak, namanya Arya, dia baik, tampan, rajin menabung dan tidak sombong (fitnah) dan dia juga jorok, jarang mandi, suka ngupil dibuang sembarangan lagi, suka mengganggu dan 1 lagi dia itu playboy kelas ekonomi (nah ini yang betul hahaha) pokoknya bukan pria idaman banget deh.

Aku memasuki toko ku (eh kamar maksud saya, lanjut ok..?!) aku pun segera memplay CD baru yang aku dapatkan, dengan penuh kekhusyuk’an dan penghayatan aku menikmati adegan demi adegan yang di mainkan oleh para aktris dan aktor tersebut. Sedang asyik nonton ada yang mengetuk pintu kamarku.
“Siapa?”
“Ada tamu tuh” terdengar teriakan dari luar.
“Siapa?” teriakku
“Liat aja sendiri” jawab kakak ku.
“Ganggu aja” gerutuku sambil menuju ruang tamu “O my god…!!!” aku mendekap mulutku yang terbuka lebar karena kaget. Edward… Dia ketua osis di sekolahku, juga pemuda idaman ku dia ganteng, baik, ramah, jujur, lugu dan bijaksana (kok kayak Bung Hatta ya?) pokoknya dia itu perfect pake banget, yang jadi pertanyaan untuk apa dia ke rumahku? (bagi yang tahu jawabannya silahkan kirim ke no di bawah ini ya :p)

Aku menghampirinya.
“Kak Edward?” (yaelah udah tau masih tanya)
“Hai, ganggu ya?” ia tersenyum, membuatku meleleh seketika.
“kalau yang ganggu model begini mah gue rela kok” batinku, aku pun duduk di hadapan kak Edward
“Enggak ko, ada apa kak?” jawabku semanis mungkin.
“Saya cuma mampir aja kok, kebetulan lewat sini” jawabnya
(“Sering-sering aja deh xixixi”)
“Besok ada acara gak?” lanjutnya
“Em… Gak ada kak, emang kenapa?” tanyaku pura-pura polos.
“Besok bisa temenin saya?”
“Kemana?”
“Ke taman kota, bersepeda”
Tanpa lihat kiri kanan tanpa pikir 2 kali aku pun segera mengangguk menyetujuinya
“Oke, kalau gitu jam 6, saya jemput ya”
Aku mengangguk-angguk lagi tak tahu harus berkata apa lagi.

Aku melompat-lompat di kamar, menciumi poster kim bum sampai lecek. “Pasti mimpi, bukan ini bukan mimpi” aku terus melompat-lompat.

Esoknya, aku bangun Subuh-subuh, segera ku kenakan pakaian terbaik yang aku punya. Aku mengacak-acak isi lemariku.
“Kesambet apa sih pagi-pagi berisik banget”. Gerutu kakakku yang tiba-tiba nyelonong masuk kamar.
“Pokoknya hari ini akan jadi hari bersejarah buat gue” aku merapikan riasan di wajahku
“Busyet… Ngelenong dimane lo?”
Hampir saja ku lempar ia pake bedak, tapi aku tahan.
“Jangan emosi demi Edward inget Alika EDWARD”
“Dah gue cabut” Aku pergi meninggalkan kamar dan menunggu oppa (kakak dalam bahasa Korea, bukan kakek ya, red) Edward. Meski baru jam 5 tapi aku rela menunggumu walau 1000 tahun lamanya (lebay).

Tepat pukul 6 yang ditunggu-tunggu datang juga. Aku segera menyambutnya dengan senyum yang cerah secerah cuaca di pagi ini.
Sungguh hari yang sangat menggembirakan buatku.
Ini bukan mimpi kan? kalau ini mimpi aku tak ingin terbangun, tapi jika bukan mimpi aku tak mau tidur karena aku takut saat bangun ini hanya mimpi. (jadi maunya gimana dong? #garuk-garuk bingung)

Malam pun tiba, aku duduk di depan perapian (ngapain…?), aku membolak balik sesuatu di tanganku (o… Lagi bakar ikan) tiba-tiba hp ku bergetar, di layar tertera sebuah nama Edward (siapa) Edward, membuat jantungku berdetak tak karuan, aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan…?

“Hallo…” suaraku yang sudah halus ini ku buat semakin halus (pake apa? #mikir)
“Halo, ganggu gak?” tanya suara sang pangeran di ujung sana (lebay :p)
“Enggak kok kak, kenapa?” (ini kan dialog yang tadi ya? #mikir lagi)
“Aku mau ngomong sama kamu” (dari tadi juga kan lagi ngomong) “Emmm” (katanya mau ngomong?) “Semenjak jalan sama kamu aku ngerasa ada sesuatu” (apa tuh?)
“Maksud kakak?”
“Aku ngerasa nyaman sama kamu, aku pengen kamu ada selalu di samping aku, saat kamu jauh aku ngerasa ada yang hilang dari diri aku, mungkin kamu adalah belahan jiwa aku. Mau kah kamu jadi pacar aku? Alika? Haloo… Lika…?”
(Apa yang terjadi pada Alika? Dia terkapar di lantai dengan mulut terbuka dan mata membelalak #iyaak…)
“Aku tunggu jawaban kamu, besok ya” Edward menutup telponnya.
Sementara itu aku masih shock, serasa kejatuhan durian runtuh (plus kulitnya, red) aku merasa melayang di awang-awang ketemu Arjuna dan memanahkan busur cinta nya tepat di dadaku (lebay). Jam di dinding menunjukan pukul 01.00 dini hari, tapi aku belum juga dapat memejamkan mata, aku masih terngiang-ngiang kata-kata dari sang pangeran tadi sore.

Aku tiba di sekolah dan melihat teman-teman Oppa Edward berdiri di depan gerbang, satu per satu mereka berbalik memegang kertas bertuliskan Edward Love Alika. Dari belakang mereka muncul lah sang pangeran membawa setangkai mawar merah dan kertas bertuliskan “YOU WILL GET MY GIRL FRIEND?” Ia bersimpuh di hadapanku dan…
Krrring… krrring…
Jam weker di mejaku menjerit membangunkanku dari mimpi indah itu.
“Sial…” aku melirik jam di meja belajarku, rasanya pengen aku banting dia, tapi dia malah mengejutkan ku lagi dengan menunjukan jarum pendeknya menunjuk angka 7 dan jarum panjangnya menunjuk angka 12 seolah-olah ia memberi tahu bahwa sekarang sudah pukul 07.00 pagi (belibet amat ya, red).
Aku buru-buru mengambil handuk dan mandi seperlunya, pakai baju seperlunya, dandan seperlunya dan sarapan seperlunya.
“Kali ini lo selamat, awas ya nanti” ancamku pada jam kecil itu.

Sampai di sekolah gerbang sudah ditutup.
“Pak tolonglah pak, tadi jalanan macet pak” Rayuku pada sang penjaga gerbang.
“Sudah tahu macet, kenapa tidak berangkat lebih awal?!” jawab sang penjaga
“Saya sudah berangkat pagi pak, tapi tetap aja terlambat pak, tolonglah pak” aku memasang tampang memelas.
“Tak ada ampun, kamu tunggu di sana” tunjuk sang jin botol. dengan langkah gontai tak terarah (kok jadi sarjana muda red) aku menghampiri mereka, Jonas, Nathan, Andre teman-teman pangeran ku juga datang terlambat, pasti karena mereka ada di mimpiku jadi ikut telat juga (hihihi).

Lama juga menunggu gerbang dibuka lagi, jam 8 baru deh aku bisa masuk, itu pun untuk menerima hukuman. Sang guru BP terjun langsung ke lapangan.
“Oke untuk melatih kecepatan kalian biar tidak terlambat lagi. Lari 10 keliling.. CEPAT…!!!”
Malu banget rasanya, sebagai calon pacar ketua osis masa mencontohkan yang tidak baik kepada murid yang lain.

Aku duduk di kursi samping lapangan menenangkan diri setelah marathon tadi. Pangeranku datang menghampiri membawakan sekaleng minuman dingin. Oh indahnya dunia ini. Belum sempat aku meminumnya minuman itu jatuh mengguyur pakaianku gara-gara bola basket yang menghantamnya, tak bisa ku biarkan aku pun melempar kaleng tadi pas mendarat di kepala Andre. Aku pun tersenyum puas.

Sungguh hari yang melelahkan, aku merebahkan diri di kamar, ku urungkan niat untuk membanting weker kecil yang tak berdosa itu. Aku pun terhanyut dalam lamunan
“Andai aku Park Ha, Chun Yang atau Han Ji En juga boleh deh, yang penting endingnya aku bahagia dengan orang yang aku idamkan (ketinggian tuh) Hm indah sekali dunia ini. Aku cukup cantik (fitnah) jika aku bersanding dengan Oppa Edward pasti cocok. Oppa I LOVE YOU…”
“Woy brisik banget si, Lo kudu gue bawa ke psikiater kayak nya dari tadi bengang bengong, ketawa-ketawa sekarang malah teriak-teriak gak jelas”
“Sirik aja lo, ngapain lo ke kamar gue?” bentakku
“Ada tamu”
Aku pun segera menuju ruang tamu, disana sudah duduk sesosok makhluk yang ku kenal. Andre

Andrea membawaku menyusuri jalanan sepi. Aku tak bisa berbuat apa-apa, aku hanya duduk diam di belakangnya. Ia pun berhenti di sebuah taman bermain.
“Kenapa lo bawa gue ke sini?” Tanyaku memberanikan diri.
“Tadi gue udah bilang, ini sebagai balasan karena lo udah buat jidat gue bocor” Andrea menunjuk keningnya yang di balut perban. Ia lalu menarikku untuk ikut dengan nya. Kami berhenti di sebuah wahana roll coaster.
“Gue mau naik itu, temenin gue”
“Hahaha lo takut?”
“Gue cuma butuh temen”
“Aih aih, takut kan takut kan?” aku terus meledeknya, namun hap… ada yang menabrakku dan aku pun jatuh dia menahanku (ow ow) wajah kami sangat dekat, matanya, bibirnya indah sekali.
“Sorry” dia melepaskan pelukannya. Aku pun segera tersadar dan menjauh.
“Ayo…” ajakku. Kami pun bermain menikmati setiap wahana yang ada. Sungguh sangat menyenangkan.

Aku menghampiri Andrea yang sedang duduk. Ku berikan satu cup ice cream padanya. Kami pun menikmatinya, sedikit curi-curi pandang padanya, tampan juga (eh mata keranjang ternyata).

Andrea mengantarku pulang. Oh betapa terkejutnya aku Edward sedang duduk di halte depan rumahku, Andrea pun berhenti (nah lo, gue gak ikutan ya).
“Dari mana?” tanya Edward dingin
“Em tadi ak, aku abis nemenin Andrea” jawabku gugup.
Edward menarik tanganku dan mengajakku pergi. Tapi dengan cepat Andrea menarikku lagi. Aku pusing ditarik kanan kiri, tanganku sakit, serasa remuk badanku setelah seharian keliling di taman hiburan dan sekarang aku harus menghadapi dua orang yang sedang mempertahankan ego masing-masing. Oh Tuhan kenapa harus aku yang jadi korban? Apa yang harus aku lakukan? Aku mengumpulkan sisa-sisa tenagaku.
“Aaaaa… Lepasin gueee… Gue mau pulaaang… Gue cape…”
Edward dan Andre saling bertukar pandang. Aku pun segera melepaskan diri dari mereka dan masuk ke dalam rumah. (nah lo)

Hp ku berbunyi, Sms dari Edward dan Andrea, ah malas aku.
“Aku gak mau kayak di film. Aku mau jadi diri sendiri aja. Aku gak mau jadi Park Ha, Han Ji Eun atau Chun Yang aku mau jadi ALIKA”

SELESAI

Cerpen Karangan: Nona Raiha
Facebook: Nona Rambu

Cerpen Tak Seindah Cinta Drama Korea merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gak Lucu

Oleh:
Sebulan full ini idup gue udah gak karuan, waktu udah gak teratur, makan aja udah lupa. Tidur slalu malem ampe jam empat subuh, eh gue tidur, solatpun ketinggalan bro,

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Matahari telah bersinar, embun masih menempel di dedaunan. Pagi ini udara begitu sejuk, hari ini aku akan berangkat ke sekolah. Aku adalah seorang siswi SMA. Sesampainya di sekolah, aku

My Name Is Angel Part 5, 6 & 7

Oleh:
Part 5 Angel merebahkan dirinya dikasur nya yang empuk. Angel melihat sebuah boneka Teddy Bear nya yang berwarna pink yang dibelinya ketika liburan di London. Angel mengambil boneka itu

Kesabaran

Oleh:
Ketika matahari mulai terbit dan memancarkan cahaya yang begitu indah, kubuka jendelaku dan kulihat seseorang yang sedang duduk di atas rumah. Siapakah gerangan orang itu? ia adalah Rini seorang

Kamulah Takdirku

Oleh:
Tak terasa kini sudah 2 minggu, tapi kenapa rasa kecewa bercampur dengan kesedihan ini tak kunjung surut dimakan oleh waktu. Apa karena diriku terlalu sedih dan tak dapat menerima

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tak Seindah Cinta Drama Korea”

  1. ira ws says:

    Gokiiiiilllll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *