Takdir Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 August 2014

Aku sedang membereskan kamar baruku, 3 hari yang lalu adalah hari pernikahanku dengan orang yang selama ini aku cari, ketika aku membereskan buku-buku aku melihat foto yang berserakan dan aku lupa membereskannya. Saat aku menata foto-foto tadi ada satu foto saat masa SMA yang aku ingat dan mengembalikanku pada masa lalu. Masa-masa SMA yang tak pernah terlupakan.

Hari itu hari pertamaku masuk Sekolah Menengah Atas dan hari pertamaku masuk ekstakulikuler yang aku pilih yaitu beladiri. Setelah jam pelajaran selesai aku langsung menuju aula tempat latihan beladiri. Ternyata latihan sudah dimulai, karena aku sangat malu jadi aku memilih untuk pulang. Saat berbalik badan ada seorang laki-laki yang lebih tinggi dariku masih berseragam putih abu, saat aku menengok ke atas ternyata itu ketua dari ekskul beladiri. Tambahlah aku malu karena ketauan tidak jadi latihan “kamu mau kemana? kenapa gak jadi latihan?” katanya heran
“A.. em.. sss… saya mau ganti baju dulu kak, permisi” kataku gugup sembari pergi.
“Tunggu!!” katanya sambil memegang tanganku
“Kamu mau kemana? kan ada wc putri sebelah aula ini?” dia bertanya
“Ohh.. maaf kak saya gak tau, sssa.. saya baru ikut eskul ini kak” kataku stuck karena sebenarnya aku tau di sebelah aula ada wc putri, lalu tiba-tiba “Nama kamu siapa? udah pernah ngisi formulir?” dia bertanya.
“Olivia kak, panggil aja Oliv. Oh iya pernah kok kak. Kalau boleh tau kakak kelas berapa?” Aku mencoba untuk beradaptasi,
“ya udah kalau udah. Oh iya perkenalkan nama saya Rafa kebetulan saya kelas 11 IPA 2, kamu?” dia mengulurkan tangan.
“salam kenal kak. Saya kelas 10 2 kak” kataku sambil mengulurkan tangan juga.
Akhirnya kami saling mengobrol dan tak terasa jam latihan beladiri pun sudah selesai, teman-teman beladiri yang lain sudah berbubaran ke luar aula untuk pulang. “Aduh.. udah jam setengah 6 aja ini waktu, maaf ya gara-gara saya kamu jadi gak ikut latihan hehe. Oh iya boleh minta nomor handphone?” katanya,
“Oh iya kak boleh kok. 085221868283, kalau gitu saya permisi pulang duluan ya kak” kataku pamit pulang.
“Oh iya silahkan, hati-hati dan makasih ya” katanya.
“Iya ka sama-sama” kataku sambil jalan untuk pulang.

Setelah beberapa bulan aku mengikuti eskul ini gak tau kenapa tiba-tiba timbul rasa suka, nyaman, dan setiap bertemu dia hatiku dag dig dug tidak karuan bisa dibilang mungkin aku sedang jatuh cinta padanya.

Setelah latihan seperti biasa aku selalu pulang bersama teman yang lainnya termasuk Ka Rafa. Malam harinya tiba-tiba Kak Rafa menelfonku, lalu kami berbincang-bincang tentang mantan satu sama lain disertai canda dan tawa yang selalu kami lakukan tiba-tiba di akhir pembicaraan kami Kak Rafa mengatakan sesuatu “Emm, Oliv. Kamu… kamu.. kamu mau jadi pacar saya?” hatiku langsung berdetak tak karuan dan perasaanku campur aduk antara kaget, senang, gak nyangka, dan bingung harus jawab apa tiba-tiba aku mengatakan sesuatu yang tak kusadari “Iya Oliv mau”. Semenjak hari itu detik itu tanggal 20 Agustus pukul 20.30 WIB aku resmi menjadi pacar seorang ketua eskul beladiri yang keren, kalem dan hitam manis itu.

Hari demi hari bulan demi bulan kami lewati suka, duka senang dan sedih. Tepat 4 bulan kami pacaran dan akhir-akhir ini kami selalu saja berantem entah itu masalah yang sulit atau sepele sekalipun kami selalu debatkan. Jujur aku bosan dengan semua ini, dengan hubungan kami yang tidak seperti dulu lagi bahkan smsan atau telfonan pun jarang. Ada ketakutan terbesar dalam hatiku, aku takut dia masih mencintai mantan pertamanya dan aku takut aku cuman dijadikan pelampiasan saja.

Tiba-tiba handphoneku berbunyi dan ada sms dari Ka Rafa “Hari ini kita ketemuan di tempat biasa jam 4 sore ya. Saya tunggu” katanya singkat. Aku tidak mau membalas sms tersebut biarlah aku datang dan menuruti apa yang dia mau nanti.

Aku melihat jam tangan dan waktu sudah menujukkan jam 15.45 WIB itu artinya 15 menit aku sudah harus sampai taman tempat kami akan bertemu. Setelah sampai di taman ternyata dia sudah menungguku dan aku duduk di sampingnya dengan gugup, karena aku sudah lama tak bertemu dia, dan ini seperti pertama kali jalan berdua dengan dia 4 bulan yang lalu. “Ka.. kamu apa kabar?” dia memulai percapakan
“Baik. Kakak?” kataku singkat.
“Baik juga. Emm kakak rasa hubungan kita udah mulai gak bener semakin kita ketemu semakin kita sering berantem. Kakak rasa kita udah gabisa kaya dulu lagi. Hubungan kita cukup sampai disini dan kita jadi teman saja bagaimana?” Katanya pelan, air mataku turun tanpa kusadari
“Memangnya kenapa? Kakak masih cinta kan sama mantan kakak itu? Kenapa kakak mau jadi pacar aku kalau kakak masih cinta sama mantan kakak? Kakak tau? Sekarang hati Oliv sakit kak. Kakak gak pernah ngerasain apa yang Oliv rasain kan? Kakak egois!!!” kataku marah kecewa. Aku sudah tak tahan lagi dan aku pergi begitu saja dan dia hanya diam menunduk tanpa mengejarku atau berkata apapun.

1 minggu setelah aku putus dari Ka Rafa dan benar saja kata Ka Tirta sahabat Ka Rafa dia sedang dekat dengan mantannya bernama Ayu. Dari sana aku sering sekali cerita tentang kesedihanku pada ka Tirta. Semakin hari aku dan ka Tirta semakin dekat dan kami sering cerita tentang segalanya walau dia sudah punya pacar tetapi aku merasa nyaman berada di dekatnya. “De, kayanya kakak mau putusin pacar kakak aja deh. Soalnya kakak udah gak nyaman sama sikap dia yang selalu selingkuh di belakang kakak dan melalukan kebohongan ini itu” aku mendapat sms dari ka Tirta, “Ya udah kalau misalnya kakak cape gak mau makan hati lagi dan itu yang terbaik buat kakak sama pacar kakak, ade setuju” kataku.

Semenjak hari itu kita semakin dekat dan selalu main bersama entah itu nonton ataupun touring. Gak tau kapan persisnya kami jadian tapi kita udah kaya yang pacaran, tapi kami menjalani ini dengan sembunyi-sembunyi karena kak Rafa sahabat dari kak Tirta dan kami satu eskul. Akhirnya kak Tirta memberanikan diri untuk bicara dengan kak Rafa “Raf, emm gimana kalau aku pacaran sama Oliv? kamu gak apa-apa?”, lalu kata ka Rafa “Iya ga apa-apa kalau kalian bahagia, lagian aku gak bisa bahagian dia karena aku masih sayang sama Ayu. Jaga dia baik-baik ya ta” sambil tersenyum. Setelah kami mendapat restu ada suatu kelegaan dalam hatiku karena aku merasa pacaran diem-diem itu gak tenang kaya pencuri yang bersembunyi karena takut ketauan warga.

6 bulan sudah berlalu dan hubungan kita baik-baik saja, sekali-kali kami bertengkar layanknya orang pacaran, tapi makin hari aku rasa hubungan kita ada yang salah. Kami selalu berantem hebat yang ujung-ujungnya membahas masa lalu, padahal kami sudah melupakan itu. Akhirnya dia menghilang, aku sms gak dibales aku telfon direject sampai akhirnya aku telfon nomorya tidak aktif. 1 minggu dia menghilang, aku tungguin. 2 minggu kemudian dia baru ada kabar dan tiba-tiba sms “Hubungan yang cocok untuk kita saat ini mungkin adalah pertemanan” aku terkejut melihat sms dari dia yang menghilang tiba-tiba lalu datang kembali dan berkata seperti itu. Tak kusadari aku meneteskan air mata untuk kedua kalinya karena masalah cowok. Aku tak mau berkata apa-apa, aku tak mau memperpanjang masalah, aku cuman bisa pasrah saat itu. Hingga aku mendengar dia telah mempunyai seseorang pengganti diriku yang mungkin lebih baik dariku, dan semenjak saat itu aku kapok dengan yang namanya pacaran, tapi aku galau kalau kata orang sekarang aku itu susah move-on. Yaiyalah susah gimana gak susah coba tiap hari selama 6 bulan ketemu dan dia selalu ada buatku disaat senang maupun sedih, tapi aku tak mau terus dibayangi oleh bayang-bayang masa lalu bersamanya.

Teman-temanku sempat ingin menjodohkanku dengan teman sekelas. Iya sih memang kami sering pulang bersama dan aku merasa nyaman sama dia, tapi sepertinya dia biasa aja dan menganggap kami hanya sekedar teman yang sering pulang bareng karena rumah kami searah. Samapi akhirnya dia pacaran dengan teman sekelasku juga. Semenjak saat itu aku cuman pasrah sama keadaan, toh jomblo juga gak sendirian-sendirian amat masih ada sahabat yang selalu ada buat kita sampai kapanpun.

Sempat waktu itu aku pernah melihat foto kelas 11 IPA 1 cowo semua dan aku melihat sosok laki-laki keren karena memakai jam tangan. Konyol gak sih? tapi ya itu cinta bisa datang kapan aja dan dimana aja. Aku cari tau namanya siapa dia suka apa dan lain lain, dan dia bernama Nata. Tenyata setelah 1 minggu aku mengaguminya dia telah memliki seseorang teman 1 angkatan kita, ya sudah terpaksa aku cuman mengaguminya ya istilahnya jadi secret adminer gitu deh. Anehnya setiap ada training tentang kampus yang aku idamkan mungkin juga dia kami selalu ketemu dia salah satu tempat entah itu pertanda atau hanya kebetulan ya aku gak tau hehe.

Akhirnya aku lulus dan aku masuk kuliah di universitas negeri yang aku inginkan, dan tak ku sangka aku satu kampus, satu jurusan dan satu kelas dengan kecenganku dulu. Hingga akhirnya kami dekat dan setelah kami lulus dan mendapat gelar Sarjana dan Profesi dia membawaku untuk makan malam dan merayakan keberhasilan kami. Saat kami makan malam, tiba-tiba suasana di restaurant tersebut menjadi romantis dan dia mengeluarkan sebuah kotak merah yang di dalamnya berisi cincin sepasang dan dia berkata “Will you marry me?” tanpa berpikir panjang aku langsung menjawab “Yes, I will”

“Oliv, Oliv.. kamu dimana sayang?” ada yang teriak memanggilku, aku menjawab
“Disini, di kamar aku sedang beres-beres kamar, dan lihat deh?” aku menunjukkan foto kami saat SMA yang kami tidak sadar pada saat itu kami difoto bersebelahan. “Ternyata dari dulu kami udah ditakdirkan untuk bersama ya sayang” katanya sambil tersenyum dan mengusap rambutku “Iyaaa” aku balas dengan senyuman kembali. Ternyata Tuhan telah memberikan pentunjuk padaku bahwa saat itu aku menyukai dia dan sering bertemu tanpa disengaja, satu kampus dan satu kelas dengannya hingga kita dekat adalah pertanda bahwa aku telah bertemu jodohku, sosok yang aku idam-idamkan dan aku tunggu-tunggu hingga akhirnya kami menikah. Siapa sangka yang tadinya aku seorang secret adminer sekarang sudah menjadi istrinya. Kalau jodoh gaakan kemana dan gak akan ketuker karena Tuhan telah menjodohkan kita saat kita dilahirkan di dunia ini.

Cerpen Karangan: Fitria Sari
Facebook: Fitria Sari
nama saya Fitria Sari seorang siswi SMK negeri di bandung jurusan farmasi

Cerpen Takdir Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mata Terindah

Oleh:
Dia datang dan menghampiriku. Lalu ia memberikan setangkai bunga mawar merah yang sangat cantik, seraya berkata, “Terimalah bunga ini. Bunga yang cantik seperti parasmu. Aku akan selalu hadir di

Unpredictable Unbelievable

Oleh:
Hari itu seperti biasa, Lisa mahasiswi baru itu datang ke kampus membawa kamera yang dikalungkan di lehernya. Apapun yang dirasanya menarik pasti tidak luput dari jepretan kameranya. Dari memotret

(Dinda III) Mawar Merah

Oleh:
Kau tahu dinda, malam saat kau melingkarkan kedua tanganmu di pundakku dan mencoba merangkulku, aku tahu bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Cinta telah bermain-main di kedalaman hati kita,

Cinta Anak Pramuka

Oleh:
Setetes peluh yang ku keluarkan hari ini mengiringi perpisahanku di tempat ini, di mana tempat ini adalah tempatku menimba ilmu. Yang mempelajari bagaimana kerja lapangan sebenarnya, namaku Safanti Ranah

Gue dan Mereka

Oleh:
Selama gue break gue punya banyak banget cerita yang sebenernya keren-keren buat gue ceritain. Tapi mungkin buat ngedetail ceritanya gue agak kesulitan nulisnya, jadi gue tulis dulu yang paling

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Takdir Cintaku”

  1. Zavira Wahyu Dewi Pratiwi says:

    Cerpennya keren kak.
    Kalo boleh tau amanat dari cerpen ini apa ya kak?
    Kereenn poouulll!!!!!
    #Suwek
    Maklum yaa Kakak saya Comate soalnya

  2. ihang says:

    jodoh udah ada yg ngatur, dan istilah jodoh ga akan kemana emang ada benernya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *