Takdirku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 26 November 2017

Apa itu cinta?
Kata orang jatuh cinta itu indah dan seribu rasanya. Bagiku cinta itu bagai coklat, manis namun ada rasa pahit yang terasa meski hanya sedikit.

Apa kau pernah mencintai sahabatmu sendiri?. Jika belum, maka jangan pernah mencobanya karena itu menyakitkan. Sangat menyakitkan. Namun, jika pernah maka kau tau persis bagaimana rasanya. Jika kau beruntung sahabatmu merasakan yang sama, itu akan menjadi hal yang sangat manis dan indah yang pernah kau rasakan. Namun jika tidak, itu akan sangat menyakitkan seperti yang aku rasakan.

Kata orang, sahabat itu adalah jodoh kita yang sebenarnya. Kata orang, tidak ada persahabatan yang abadi tanpa cinta antara lawan jenis. Tapi kenyataannya tidak. Sahabat tetaplah sahabat, seorang yang hanya berada di belakangmu namun tak bisa berada di sisimu.

Ini kisahku tentang cintaku ke sahabatku sendiri. ya, itu kau. Kisah ini bermula bertahun-tahun yang lalu. Awalnya aku mengenalmu sebagai seorang gadis kecil yang manis dan pendiam. Kau teman sekelasku sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar. Kau kukenal agak pendiam dan cenderung tertutup, namun entah apa yang membuatku betah memperhatikanmu diam-diam maupun secara terang-terangan. Seiring berjalannya waktu, hari demi hari dan tahun berganti, aku semakin heran dengan diriku sendiri. Rasanya aku yang awalnya malas untuk ke sekolah justru malas jika hari minggu tiba. Aku bingung dengan perasaanku sendiri, bingung dengan jantungku yang berdebar hanya dengan melihatmu tersenyum maupun tanpa ekspresi sekalipun. Huhh… aneh memang untuk anak umur awal belasan tahun sepertiku masa itu, semua terasa aneh dan membingungkan ditambah lagi kau yang selalu hadir di setiap mimpiku, mau itu mimpi indah maupun buruk.

Waktu terus berjalan dengan cepat, perasaanku semakin hari semakin jelas. Aku mulai mengerti sedikit saat memasuki fase puber kata orang. Kau juga sudah tak lagi seorang gadis kecil lagi, semuanya berubah menjadi lebih berbeda dibanding dengan kau waktu masih seoarang gadis kecil. Kau mulai menginjak fase remaja dimana kau mulai mengenal kata pacaran. Kau tau, aku benci mengatakan ini namun itulah faktanya, aku sama sekali tidak suka melihatmu bersama pria lain apalagi tertawa bersama.

Kata orang, jika kau merasakan jantungmu berdebar saat dekat dengan seseorang dan tidak suka jika dia dengan orang lain, maka itulah yang dinamakan cinta. Entah sejak kapan rasa ini muncul, namun aku semakin yakin dengan perasaanku ketika kau menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri.

Kau tau, rasanya waktu berhenti berjalan saat itu juga. Rasanya dunia tak lagi berputar, dan aku berdiri sendiri tanpa rasa yang jelas tentang apa sebenarnya yang kurasakan. Ya, inilah yang dinamakan sakit hati. Untuk pertama kalinya sepanjang 14 tahun usiaku, saat itu aku merasakan yang namanya sakit hati. Jujur saja itu menyakitkan, bagai seluruh isi dunia berada di atasku.

Waktu kembali berlalu, aku akhirnya bisa bernafas lega saat hubunganmu dengan sahabatku kandas. Namun aku salah, justru itu adalah awal dari semua rasa sakit yang siap menghantuiku kapan saja dimasa yang akan datang. Ya, bagiku rasa ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Meski Tahun kembali berganti, seragam putih biru berubah menjadi putih abu-abu. Namun tidak dengan perasaanku, tahun dan seragam boleh saja berganti tapi perasaanku masih sama seperti sebelumnya, bahkan lebih. Sakit hati yang menantiku akhirnya satu persatu menyerangku, aku ingat jelas ketika kau menjalin hubungan dengan salah satu senior kita, disaat itulah aku harus beberapa kali menelan pil pahit sakit hati ketika melihatmu berduaan dengannya sengaja maupun tak sengaja. Andai saja tuhan memberiku kesempatan mengulang waktu, aku akan memilih untuk tidak mencitaimu namun menganggapmu sebagai sahabat seutuhnya seperti kau menganggapku sebagai sahabat.

Entah sudah berapa waktu kuhabiskan untuk menghilangkan namamu di hatiku. Kata orang, jika ingin melupakan seseorang, maka carilah penggantinya. Memang benar, aku setidaknya bisa melupakanmu sejenak sejak kehadiran seorang gadis mengisi hariku. Namun, semua sirna hanya dalam sekejap mata, kau kembali membuatku tak bisa berkutik. Seperti yang kubilang, kau telah menanamkan rasa dalam diriku itu seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Dan benar saja, bom itu kembali meledak dan melumpuhkan perasaanku untuk orang lain. Kalau begini, apa yang bisa kulakukan? Apakah aku harus membiarkan rasa ini tetap tumbuh? Apakah aku bisa memperjuangkannya saja?. Berbagai pertanyaan dalam benakku akhirnya terjawab ketika kenyataan memisahkan kita. Ya, aku punya kesempatan melupakanmu dengan jarak yang ada. Tapi, fakta berkata lain, tak ada yang berubah pada akhirnya.

Kini, aku serahkan semua kepada sang waktu untuk menjawabnya. Jika memang kau tercipta untukku maka akan ada suatu saat dimana aku akan mendapatkan hatimu. Namun tidak, maka akan ada suatu saat dimana aku akan mendapatkan penggantimu di hatiku. Aku yakin itu, tuhan selalu adil kepada hambanya.

“hey, sedang apa?” aku menatap sosok lelaki yang baru saja duduk di sampingku. Aku menglihkan wajah
“tidak, bukan apa-apa”
“baiklah, sebaiknya kita pergi, aku bosan di sini” ujarnya tersenyum.
“baiklah” jawabku membalas senyumnya lalu berdiri.

Dia sahabatku, namanya Alif. Dia satu-satunya orang yang kupercaya mengetahui semua perasaanku. Meski kami baru kenal setahun lalu, dia telah membuatku yakin dan membuatku sadar akan arti sahabat yang sebenarnya.

‘percayalah saudara, tuhan sudah menyiapkan jodoh untuk semua hambanya, tinggal kita bersabar dan menanti waktu kita akan dipertemukan. Dan sahabat, pada sejatinya adalah orang yang senantiasa di belakangmu bukan di sisimu.’ itulah kalimat yang sering diucapkannya, dan aku percaya itu.

“Seandainya aku mengikuti rasi bintang di langit malam
Dapatkah aku pergi ke sana?
Bahkan jika aku begitu berharap
Tidak ada seorang pun yang bisa menjawabnya

Seandainya aku bertemu lagi denganmu suatu hari nanti
Aku akan memberitahukan padamu semua cerita tentang diriku dan perasaanku
Sampai aku ada di sana mengikuti sang bintang
Tolong tunggu aku dan tatap aku
Untuk diriku

Aku akan bertanya padamu, apakah ingat padaku
Pertanyaan, yang dunia pun tidak bisa menjawabnya

Seandainya aku bertemu lagi denganmu suatu hari nanti
Aku akan memberitahukan padamu semua cerita tentang diriku dan perasaanku
Sampai aku ada di sana mengikuti sang bintang
Tolong tunggu aku dan tatap aku

Jalan yang tidak terlihat dan tidak terdengar menujumu
Aku akan bertahan meski itu sepi dan sulit
Tolong tunggu aku dan tatap aku
Untuk diriku”

Green cacao ft. monet – if i meet her again someday

The End

Cerpen Karangan: Bhara Rifal
Blog / Facebook: bharastar.blogspot.com / bhara rifal
Nama: Bhara Rifal
Line: bhara-star

Cerpen Takdirku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Dari Desa

Oleh:
Ketika cahaya pagi mulai masuk melewati tirai kamarku aku segera terbangun untuk berolahraga, karena hari ini adalah hari pertama libur panjang. “Pagi nesha, mau olahraga ya?” tanya mama padaku.

Menyesal

Oleh:
Gubrakk “maaf maaf aku gak sengaja”, Reynald yang tidak sengaja menabrak orang yang gak asing lagi. “ohh iya gak apa kok”, Nayya pun berdiri sendiri. Reynald anak yang terkenal

Rumitnya Cintaku

Oleh:
Cinta memang tak selamanya berjalan mulus seperti yang kita inginkan. Yah,, itulah cinta yang ku alami. Sebut saja namaku Dini. Aku seorang gadis berusia 18 tahun yang bekerja sebagai

10 November (Part 1)

Oleh:
Hari ini hari upacara bendera dan seperti biasanya aku terlambat, akhirnya aku dihukum berdiri di tengah lapangan sampai pelajaran pertama selesai. Astaga, bayangkan saja di terik matahari pagi walaupun

Sesuatu Yang Menghilang

Oleh:
Diambilnya kertas dari buku tulis pelajaran bahasa indonesia lalu disobeknya sembarangan setelah itu digumpalkannya dengan keinginannya. Lalu seonggok kertas yang sengaja digumpal itu menjalankan tugasnya. Dibidik kepala seseorang yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *