Tanda Tanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 4 February 2016

Saat itu aku masih kelas 6 SD. Seperti biasa di sore hari sebelum adzan magrib anak-anak sudah harus berkumpul di musala untuk belajar membaca Al-QUR’AN. Pada hari itu aku melihat sosok asing yang datang ke musala, aku bertanya dalam hati, “siapa ya dia?” lalu aku bertanya pada teman baikku, Binti.
“eh Bin siapa sih dia?” tanyaku.
“ehm itu ya, itu keponakannya guru ngaji kita Mbak namanya Mas Hadi..” jawab Binti.
“Oalah..” lanjutku. “dia katanya mau sekolah madrasah kelas 7 di sini Mbak..” tambah Binti.
“Ouch sama Mas Lucky ya?” tanyaku lagi. “iya Mbak,” jawab Binti.

Allahuakbar Allahuakbar…adzan pun sudah berkumandang anak-anak bergegas mengambil air wudu. Seperti biasanya setelah selesai membaca Al-QUR’AN, anak-anak bermain di halaman musala untuk menunggu adzan iSya’ dan di waktu itu aku mencoba untuk berkenalan dan bercanda dengan dia, si anak baru itu. Aku tak tahu kenapa sejak saat itu aku selalu terbayang wajahnya. Aku berpikir, “ah itu mungkin hanya cinta monyet.”

Tiga tahun kemudian, lama-lama aku benar-benar suka sama dia. Yang membuat aku suka sama dia, dia itu pendiam, baik, rajin, juga pandai. Dia selalu mendapatkan juara 1 di kelasnya. Hmm pandainya dia. Tak tahu kenapa teman-teman selalu mengolok-olok aku dengannya, “eh Sofia kamu dicari Mas Hadi.” dan sebaliknya “eh Mas Hadi kamu dicari Sofia” aku hanya bisa tersipu malu di hadapan mereka. Hmm beberapa lama kemudian ia sering sekali ngobrol dengan temanku yang namanya Risa.

Ya memang aku akui Risa itu cantik, tinggi, dewasa, dan punya suara bagus. Risa itu seumuran sama Mas Hadi. Dan lama-lama kemudian aku tahu kalau Mas Hadi itu suka sama Risa. Huufhh betapa kecewa aku. Okelah ya tak apa aku bisa terima itu kok. Tak lama kemudian Mas Hadi lulus dari sekolah madrasahnya, dan ia menjadi jarang sekali berkunjung ke desa kami. Aku berusaha untuk menghubunginya sampai-sampai aku mencuri nomor telepon selulernya dari Hp adekku. Yeeee aku dapat nomor teleponnya, aku SMS-lah dia. Aku pun menjadi semakin akrab sama dia.

Karena aku tahu kalau dia suka sama Risa aku tawari saja dia nomor teleponnya Risa. Dia pun bilang mau tapi aku tanya duluan sama Risa boleh gak nomornya aku kasih.. Eh ternyata sama Risa Gak boleh. Huhuhu ternyata Risa tak ada perasaan sama Mas Hadi. Hmm betapa bahagianya aku. Hehehe dan sekarang pun aku masih punya perasaan sama dia walaupun dia udah jauh dan sibuk dengan urusan kuliahnya. Aku juga gak tahu apakah dia sudah punya pacar atau belum sedang aku di sini sudah dekat dengan orang lain. Aku terkadang berdoa, aku berharap kalau dia itu jodohku yang akan membimbingku untuk tetap berada di jalanNya.

Cerpen Karangan: Sofa Zalikhok
Facebook: Sofa Imoet

Cerpen Tanda Tanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seribu Kertas Burung Bangau

Oleh:
Hari ini sudah menghasilkan 23 buah kertas burung bangau. Kalau dihitung-hitung sama hasil yang kemarin-kemarinnya sih? Horree.. ada 90 buah. Berarti harus bikin 910 buah burung bangau lagi nih

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Matahari telah bersinar, embun masih menempel di dedaunan. Pagi ini udara begitu sejuk, hari ini aku akan berangkat ke sekolah. Aku adalah seorang siswi SMA. Sesampainya di sekolah, aku

Setengah Bagian Hidup Rania

Oleh:
Sejak masa ospek yang berlangsung selama tiga hari itu, hubungan Rania dengan Oki bertambah akrab. Meskipun jurusan yang mereka ambil berbeda, tapi tidak membuat keduanya saling menjauh. Melainkan jadi

Dania

Oleh:
Di sana, di balik kaca yang berembun aku masih melihat bayangan wajahmu, Dania. Kereta Sriwedari yang kutumpangi kini merapat di Stasiun Purwosari. Dua belas menit memisahkan kita, masihkah kau

Kelebihan (Dan) Cinta

Oleh:
Cuaca pada pagi ini sangat terik, angin pun tak tampak hilir mudik sejak tadi, daun-daun kering yang berguguran mengotori seluruh halaman rumah. Aku duduk di kursi bambu di depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *