Tapi, Ginjalku Akan Selalu Berusaha

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 November 2014

Tangan mereka saling erat senja itu. Tak harus menitihkan air mata untuk menandai mereka di senja sana. Halung yang menegarkan diri dan jauh di dalam jiwa tenangnya hanya mampu tersenyum kecil. Memang tak perlu sebuah keikhlasan dalam senyuman, tapi arti bentang bibir memang benar-benar masuk ke relungan Sarah. Tak ada kata yang keluar dari keduanya dekat jendela kayu, namun mereka sadar sakit dalam batin.

Gemericik hujan sore itu, mungkin jadi tetesan akhir kebersamaan Halung di samping Sarah. Sebelum akhirnya Halung kehilangan banyak ingatan akan hari-hari beruntungnya bersama mereka yang ada dan selalu mendorongnya setiap pagi.
“lihat merpati itu Sarah, mungkin esok aku lupa apa yang kini kulihat, tapi setidaknya aku berterima kasih kepada tuhan, masih banggalah aku menatap kepakan sayap itu”
Senyum Halung sembari menatap merpati indah itu. Sarah hanya mampu menggenggam erat jemari Halung, kawan karibnya dari kecil, hingga kini.

Ranjang sempit Halung dikelilingi keluarga dan kerabat dekat, tak terkecuali Sarah dan keluarganya. Halung masih ingat siapa saja mereka, dengan senyum Halung menceritakan kisah semasa kecil. Cairnya malam itu hanya dapat diabadikan Sarah lewat handphonenya. Tak ada sepenggal tawa ataupun kata dari Sarah. Sesekali menghadapkan dagunya ke atas dan memejamkan matanya.

Fajar terbit dengan keceriaan. Namun berebeda dengan Sarah, doa dalam subuh mengemas puluhan harap untuk Halung agar terus bersama berbagi cerita dengan senyum ikhlasnya. Saat akhir sebelum baju terusan hijau lekat di tubuh Halung.
“tenang bu, pak.. aku akan baik-baik dan tak akan melupakan siapapun”
“maaf, bapak dan ibu bisa menunggu di luar” ujar suster berambut pendek.
Dibukalah pintu ruang operasi dan berlarilah ibu Halung.
“sayang, kamu baik-baik saja?” tak ada jawaban dari Halung selain tatapan kosong menatap atap putih di atasnya.
Yang sempat naik turun itu tak mampu bertahan lama. Gelombang yang meneteskan harapan harus lurus tak bergerak. Semua tak percaya hal itu. Digebuknya ranjang sempit dimana Halung bergolek tak bergerak. Terselip disana kertas putih lusuh di bawah kepala Halung, tertoreh..
“Ibu, Bapak, kalau tiba saatnya aku tak ingat kalian. Maafkan aku, jikalau bahagia kalian terenggut olehku, kalian lebih dari sekedar keluargaku.
Tak ada yang salah dari hidupmu Sarah, kecuali aku. Aku tak dapat berkata apapun, tapi ginjalku akan selalu berusaha lebih dari yang ku katakan kali ini. Tu me Mesques”.

Cerpen Karangan: Risky Eka Amriyanto
Blog: http://sengkring97.blogspot.com
Facebook: https://www.facebook.com/risky.eka1
oke, perkenalkan nama saya Risky Eka Amriyanto. maaf jika tulisan diatas kurang berkenan, maklum selama buat ni cerpen, saya bodoh sesaat karena imajinasi yang kurang. wassalam,

Cerpen Tapi, Ginjalku Akan Selalu Berusaha merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terima kasih Cinta

Oleh:
Hummm, malam yang dingin kurasakan tanpa hangat pelukan, ciuman mesra di kening dan sapaan yang begitu mesra… Cinta memang aneh, terkadang aku berpikir yang orang katakan tentang cinta bahwa

Diary Chelsea

Oleh:
Chelsea, itulah namaku. Aku terlahir dari keluarga kecil bahagia. Ayah, ibu dan adik. Ketiga orang itu, orang terhebat dalam hidupku. Pagi ini, aku kesal. Atau bahkan setiap pagi. Aku

Mengalah

Oleh:
Hari ini tepat satu hari setelah usia hubunganku dengan dia berjalan 32 bulan. Dengan kata lain hampir 3 tahun sudah aku menjalani hubungan ini. Suka dan duka pasti sudah

Yang Terbaik

Oleh:
“Selamanya.. hanya dirimu yang selalu ada dalam hatiku.. selamanya.. tentang dirimu, kau selalu hadir dalam mimpiku.. engkau satu cintaku selamanya..” Itulah lagu yang sering kita nyanyikan. Bayu, nama pacarku.

Senja yang Sempat Terjeda (Part 2)

Oleh:
“Selamat pagi,” Sapa Pak Yudi, selaku guru matemati yang langsung dibalas dengan serempak. “Pagi juga, Pak.” Pak Yudi bertepuk tangan dua kali. “Bagus, bagus, di pagi hari memang harus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *