Tatapan itu Membuat Ku Jatuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 July 2014

Hai… Perkenalkan, Namaku Clarissa, kerap disapa dengan Rissa. Aku adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku SMA. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara.

Kring… kring… kring alarm berbunyi, kubuka mataku ternyata sudah menunjukkan pukul 06.30 Pagi. Aku bergegas bersiap-siap untuk ke sekolah, tiba-tiba terdengar teriakan suara memanggilku, “Ris… Rissa cepat, udah jam berapa ini, kakak tunggu di bawah ya”, ternyata itu aria saudara laki-laki ku.

Akhirnya aku bergegas menuju mobil dan ternyata kakakku itu telah berada di sampingku, ya benar dia adalah orang yang selalu mengingatkanku bahwa waktu itu adalah uang, akan tetapi aku selalu mengabaikan kata-katanya itu.

Setiba di sekolah, ternyata bel sudah berbunyi, segeralah aku menuju kelas, sesampai di pintu kelas, aku melihat ada seorang anak laki-laki yang berdiri di samping bu arini, Dia menatap wajahku seakan akan ingin mencelaku, aku malu, tiba-tiba bu arini menyapaku dengan nada lembut “Risa, terlambat lagi ya, ayo duduk, lain kali jangan terlambat lagi ya”, ya benar, hanya kata itu yang kudengar.
Setelah aku menduduki kursiku, aku mendengar suara yang bernada lembut, seakan akan irama perkenalan, ternyata dia si anak baru.

Teng… teng… teng, bel berbunyi tanda istirahat telah dimulai, aku segera menuju ke kursi rina untuk membahas pelajaran matematika yang diterangkan oleh bu arini tadi, ya benar Rina adalah sahabat karibku dari SMP dulu. Secara spontanitas wajahku mengarah ke anak baru itu, ya, Namanya indra, tetapi tiba-tiba Aku terkejut, ternyata itu suara gertakan Rina yang mengagetkanku, “Haiii… ngeliatin siapa kamu ris, kamu ngeliatin indra ya, cie… cie” kata Rina seakan mengejek, “hmmm… ng.. gak kok rin, aku Cuma ngelamun aja tadi”, jawabku dengan nada terbata-bata.

Setelah perdebatan tadi, tiba-tiba indra, tersenyum dan menatapku dengan wajah ramah, tetapi entah kenapa, bibir dan mataku terasa kaku untuk membalas senyum dan tatapan itu. Entah berapa lama aku berbicara dengan rina, tiba tiba kami pun mendengar bahwa seluruh siswa diperbolehkan pulang karena ada Rapat antar guru. Aku dan Rina berteriak dengan kegirangan, ya maklum saja, aku dan Rina adalah tipe orang yang periang, tetapi Tatapan itu membuatku seakan akan hanya bisa diam dan terpaku.

Setiba di rumah aku langsung masuk ke kamarku dan merenungi segala kejadian yang aneh tadi, terkadang aku berfikir, sebenarnya apa yang ku rasakan? tiba-tiba Tok… tok… tok, “Ris.. Rissa”, lagi-lagi ada orang yang mengagetkanku, “Ris.. kamu kenapa?” Tutur kak aria. “Aku gak kenapa-napa, hmm.. kak.. aaaku, boleh nanya gak kak?” tanya risa dengan nada gugup. “boleh Ris, nanya apa”, Sahut kak aria. “Kaaak.. orang yang jatuh cinta itu gimana sih kak rasanya?” tanya risa dengan nada lugu. Tiba-tiba kak aria tertawa dengan pertanyaan yang ku Tuturkan itu. “Rissa… Rissa, ternyata adik kakak lagi falling in love ya, baiklah akan kakak kasih tau bagaimana rasanya jatuh cinta, kamu mau tau gak, jika kamu sedang jatuh cinta atau kamu suka sama seseorang, kamu pasti akan merasa menggigil atau kaku disaat dia ngeliat atau senyum sama kamu”, jawab kak aria, “kok sama ya kak seperti apa yang aku rasakan sekarang” sahut Ria dengan wajah bingung. Tiba-tiba “udah udah ris, makan yuk”, ajak kak aria.

Setelah perbincangan tadi aku segera menuju ke Meja makan untuk makan bersama kak Aria, kebetulan kedua orangtua kami ada urusan pekerjaan selama beberapa hari di luar kota dan aku hanya di rumah bersama bi inah dan kak aria, mereka lah yang selalu menghibur ku disaat aku sedang kesepian. Tiba-tiba kudengar ketukan pintu yang datang dari arah luar dan jam berdentang menunjukkan pukul 03.00 sore, lalu kak aria segera membuka pintu depan, tetapi alangkah terkejutnya aku, ternyata dia, ya benar Indra anak baru itu. Terlintas di benakku, “mau apa dia datang kemari, apa mau membuatku kaku lagi?”.
Dengan rasa kaget, Tiba-tiba kak aria memanggilku, dan berkata “Ris… perkenalkan ini Indra, temen kakak”, sapa kak aria. “Rissa udah kenal kok kak, dia itu temen sekelas rissa lah kak” jawab Rissa. “beneran In? hampir lupa, Oh iya, ayo In ikutan makan!”, sahut kak Aria. “oke Ar, oh Iya, aku baru tau lho kalau kalian berdua adik kakak,” sahut Indra, sambil tersenyum lagi dengan tatapan ramah, Lagi–lagi tatapan dan senyum itu, aku hanya bisa terdiam, kaku dan membisu di tengah suasana yang sebenarnya seru banget, tetapi apalah daya.

Disaat yang sama, Rina pun datang mengunjungiku untuk mengerjakan tugas yang diberikan bu arini tadi, tetapi disaat Rina tengah mengajakku bersenda gurau aku malah memalingkan wajahku ke arah meja dan kursi itu, ya kursi yang sedang diduduki oleh Indra sambil termenung memikirkan hal yang sama, sesuatu yang membuatku resah dan gelisah, tiba-tiba “dooorrr” aku terkejut akan suara itu, “Rin, kamu apa-apaan sih,” sahut Rissa. “Ris.. kamu kenapa, kamu ngeliatin apa, lagi-lagi kamu ngeliatin indra ya, udah lah Ris, kamu suka sama Indra kan?” Tanya Rina. “ngg… gak kok, aku cumaaa…” jawab risa dengan nada gugup. “Cuma apa ris?”. sahut rina. “oke… oke Rin, kali ini aku ngaku aku suka sama dia, aku suka sama indra” jawab Rissa dengan nada yang keras hingga terdengar ke telinga Indra. Tetapi indra hanya tersenyum dengan tatapan yang sama. “apa ris, beneran, ya ampun Risa kenapa kamu gak bilang,” tanya Rina. “aku malu tau, Rin” sahut Rissa. “tapi, lebih malu mana, dengan kejadian barusan, dia denger lho apa yang barusan kamu bilang”, jawab Rina.
Tiba-tiba, aku melihat langkah menuju tempat dimana aku duduk bersama Rina, ternyata itu indra, ia berkata “hai, semua, maaf Rin, boleh aku berbicara dengan Rissa sebentar”, tanya Indra. Aku kaget dengan pertanyaan yang dilanturkan indra. “Oh.. tentu in, kalau begitu aku tinggal dulu ya Ris”.

Disaat Rina telah pergi meninggalkanku, aku hanya terdiam dan pura-pura membaca buku yang berada di depanku, tetapi tiba-tiba dia menyebut namaku, “Rissa.. Ris” sebut indra. Dengan spontanitas aku berkata “Kamu mau apa sih In, kalau gak ada yang penting, lebih baik kamu pergi dari sini” jawabku dengan nada yang mungkin menurutku itu sangat menyakitkan. Tiba-tiba “Risa risa, Udah deh kamu gak usah, sok cuek gitu, coba aja kamu bilang kalau kamu suka sama aku, aku kan juga sama kamu” jawab Indra. Aku kaget, tapi dengan lantangnya aku berkata “Kamu gak usah kepedean, siapa juga yang suka sama kamu”, sahut Rissa. “oke… kalau kamu gak suka sama aku, Gimana kalau aku yang suka sama kamu?” jawab Indra, dengan senyum dan tatapan yang sama. Lagi-Lagi aku hanya bisa terdiam, tiba-tiba indra pergi meninggalkan ku, setelah 3 langkah berjalan, aku langsung memanggilnya dan mengucapkan sesuatu, tanpa disadari aku telah mengucapkan bahwa aku juga menyukainya, setelah itu dia memalingkan wajahnya ke arah ku dan lagi-lagi ia menatapku dengan tatapan yang selalu membuat ku jatuh.

Cerpen Karangan: Nadya
Facebook: nadyatiara

Cerpen Tatapan itu Membuat Ku Jatuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Love Story of My Life

Oleh:
Sembari duduk di pinggir sungai, Aku menghabiskan waktu istirahat sekolah yang sangat membosankan, angin-angin genit mulai menghembus kecil seraya membisikan kepadaku bahwa selama aku masih bernafas, aku akan menunjukkan

Nino’s Story

Oleh:
Seperti biasa, Nino menyapa siapa saja yang dia lihat saat akan menuju kelas dengan senyum yang lebar. Dia memang sosok yang ceria dan ramah. Idola di sekolahnya. Sangat sempurna,

Kita

Oleh:
Menjadi seorang yang jutek dan cuek bukan sikap yang disengaja, hanya saja aku ingin menjadi seseorang yang pantang untuk berharap dan memberi harapan. Bukan karena enggan membuka hati namun

PSPH (Part 2)

Oleh:
“Bos!” “Napa Ga?” “Lu belum denger ya?” “Belum, apaan?” “Si Reza, katanya dia malming kemaren jalan bareng sama Tiara.” “Tiara kelas 11 IPS-3?” sahut Acuy yang baru saja tiba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *