Tempat Camping

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 April 2017

“Kaylaaa…” teriak pacarnya Naufal, dan langsung duduk di sebelah Kayla dan menoyor kepala Kayla.
“ishh, kebiasaan banget. kepala gue udah difitrah.”
“biarin aja hahaha.. lo beli apa Kay?” tanya Naufal yang mendekat ke arah makanan yang dipesan Kayla.
“makanan.”
“gesrek.”
“lo sih noyor kepala gue mulu, otak gue jadi geser nih.” ledek Kayla dan memakan makanannya.
“mau Kay.”
Kayla mengambil tusuk gigi yang ada di hadapannya, lalu menusukan satu batagor untuk Naufal. Dia melanjutkan makanannya dan Naufal memesan minuman untuk dirinya.

Mereka di kantin duduk berdua saja, Kayla asik memakan batagornya. Selesai makan, dia minum teh yang tadi ia pesan.

“sabtu jalan yuk Fal.”
“ngapain mau jalan doang nunggu hari sabtu? abis makan juga lo jalan.”
“iya dah, terserah apa kata lo.”
“hahahaha.. ngambek..” ledek Naufal yang mencubit pipi Kayla.
“ngapain ngambek sama orang yang gak peka dan PLAYBOY!!”
“gimana mau peka, cowok juga manusia kali.. gak semuanya dia tahu meskipun tentang ceweknya.”
“terus?” cuek Kayla sambil menyeruput tehnya.
“mau ribut?” tawar Naufal.
“ayo, pulang sekolah gue tunggu lo di lapangan.”
“Ya Allah Kayyy… gue pacar lo apa musuh lo sih?”
“babu gue haahaha.. Bercanda Fal, maaf ya..” sambil mengusap kepala Naufal.
“gak gue maafin, gimana dong?” dengan alisnya yang naik satu dan melirik ke Kayla.
“ya udah, ribut haahahaha..”
“yee, dasar Kayla. Gue mau ke kelas dulu ya, byeee..” Naufal mengacak rambut Kayla.
Lalu pergi ke kelasnya, Kayla menatap punggung Naufal yang pergi sampai benar-benar hilang di belokan tangga. Kayla diam sejenak, dia baru sadar bahwa Naufal hanya memesan minum tidak memesan makan. Kayla membeli roti untuk Naufal. Lalu dia naik ke kelas Naufal.

Di koridor sekolah, banyak yang menyapa Kayla. Karena dia terkenal semenjak pacaran dengan Naufal. Karena cantik juga, dan tidak semua murid suka dengan hubungan Naufal dan Kayla.

“kak Kaylaaa..” sapa adik kelasnya.
“iyaa..” sambil tersenyum.

Sampai di depan kelas Naufal, dia menengok ke jendela dari bagian belakang. Naufal sedang memainkan hp nya, dia pergi ke jendela bagian Naufal. Kayla melempar rotinya ke meja Naufal, dan Naufal langsung berdiri melihat yang melempar roti.

Kayla nyengir dengan santainya. Naufal keluar dari kelasnya membawa roti.

“makan dulu.”
“ciee perhatian haahaha.. thanks ya..”
“iya.. ya udah dimakan rotinya, gue mau ke kelas.”
“nanti duitnya gue ganti.”
“gak usah. kan lo juga sering bayarin gue. bye…”
Kayla pergi dari depan kelas Naufal. Sedangkan Naufal memakan rotinya di dalam kelas.

Tiba hari sabtu, Naufal melajukan motornya ke rumah Kayla. Sampai, rumah Kayla, dia masuk dan langsung ke dapur. Mencari minuman karena tenggorokannya haus. Kayla turun dan mengambil sapu yang ada di pojok kulkas.

Naufal menengok dan kaget karena Kayla sudah berdiri di belakangnya membawa sapu dan bertolak pinggang.

“weitzzz santaiii..”
“lagian lo, masuk rumah orang main masuk aja.”
“kan anggap rumah sendiri hahaha..”
“jadi jalan gak?”
“wailahh, gue baru nyampe. belum duduk.”
“ck, lama.. ayooo..” Kayla menarik jaket Naufal. Mereka pergi bersama ke mall tersebut.

Sampai di depan mall, Kayla iseng bertanya pada Naufal.
“lo ada duit gak?”
“ada lahh, kalau gak ada ngapain gue ngajak lo. Emang kalau gak ada, lo mau bayarin gue? asikkk..”
“PD banget, kalau gak ada duit gue kasih kantong plastik.”
Naufal mengerutkan dahinya.
“buat apaan?”
“lo duduk di depan mall, terus lo bilang ‘bu/pak saya belum makan.’ hahahaha” tawa Kayla menggelegar.
“lo tuh terlalu cerdas kayanya Kay. hahahaha… uuhhh, rasanya pengen gue ceburin kali.” sambil mengacak rambut Kayla.
“ishh berantakan.. jangan diceburin ke kali, nanti lo kangen lagi sama gue? atau kaya yang di film suicide squad yang Joker nyelamatin Harley quinn hahaha..”
“hahahaha.. gue jadi Naker, Naufal kembaran Joker hahaha..” dibalas dengan toyoran.

Permainan pertama yang mereka coba adalah ice skating di sebuah mall. Kayla berpegangan pada Naufal karena takut terjatuh. Mereka bermain sambil berpegangan tangan karena Kayla belum terlalu bisa.

Kayla sedang berjalan di sebuah mall, dia pergi ke restaurant yang ada di mall itu. Tidak sengaja dia melihat Naufal yang sedang bersama perempuan. Dia lebih memperhatikannya lagi, dan ternyata benar itu adalah Naufal. Dia hanya diam saja.

Besoknya di sekolah, Naufal menghampiri Kayla yang sedang duduk sendiri di taman belakang sekolah.

“Kay..”
“yoo” Kayla menengok ke Naufal.
“gue pengen ngomong seseuatu deh.”
“ngomong aja, gue gak larang hahaha..”

Naufal tampak berfikir sejenak. Setelah itu, dia menghembuskan nafasnya berat.
“gue-gue hmmm..”
“kenapa?” tanya Kayla yang sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Naufal.
“kita putus ya?”
Kayla tidak kaget dengan pertanyaan Naufal, dia mengangguk santai.
“oke, putus.”
“maaf ya Kay, gue bahagia pernah bareng sama lo.”
“gue juga bahagia Fal, bahkan sangat bahagia. Kita juga masih bisa main bareng kan?”
“pasti Kay..”
setelah itu hening menyelimuti mereka berdua. Hening itu tidak terlalu lama.

“lo udah makan?” tanya Kayla.
“udah, hmm Kay sekali lagi maaf ya.”
“santai aja kali Fal, lagian gue udah tahu kok lo akan ngomong gitu. Makan yang teratur, jangan telat makan mulu, nanti sakit lo.”
“iya Kayla bawelll hahaha.. lo udah lihat pas gue jalan sama dia? haahaha gue juga lihat lo. Tapi, kita sahabat kan?”
“iyaaa haahah..”
Naufal memeluk Kayla, dan Kayla membalas pelukan Naufal.
“gue ke kelas duluan ya?”
Kayla mengangguk. Setelah Naufal pergi, barulah Kayla menangis.. Waktu 1 tahun yang ia jalani dengan Naufal hanya sebuah tahun yang istimewa, tapi seterusnya itu adalah waktu yang lebih istimewa bagi mereka berdua….

Cerpen Karangan: Ummu Sayidah
Nama: Ummu sayidah
Instagram: Ummu_syd
wattpad: ummu_syd08
terima kasih, yang sudah baca.

Cerpen Tempat Camping merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadir Mu, Sang Penolong (Part 3)

Oleh:
“Apakah begitu sulit menjadi malaikat untuk malaikat?” Randy. — Hari ini hari minggu. Hubungan Rita dan Pian sudah berusia seminggu. Mereka menjalani hari-hari seperti biasanya. Tak ada yang terlalu

Tak Tersampaikan

Oleh:
“brisik” grutuku mendengar orang-orang di sebelah rumahku sedang melakukan pembangunan rumah. Bangunan tingkat dua sama seperti rumahku. Rumah itu sudah hampir jadi sekarang. Aku tak sabar menuggu rumah itu

Missing Birthday

Oleh:
Kutatap foto masa kecilku sewaktu berumur 5 tahun. Masih terlihat imut-imut apalagi aku berfoto dengan sahabatku. Ya, sahabat yang aku kenal semenjak aku TK. Dan persahabatan kami berlanjut sampai

Tak Bisakah Kita Hanya Bersahabat?

Oleh:
Kenalkan namaku Bintang, saat ini tengah menempuh kuliah semester 4 di salah satu Universitas Swasta. Aku tidak sendirian, ada sahabat baik yang selalu setia menemaniku. Namanya Dion, pria bertubuh

Hadir Mu, Sang Penolong (Part 1)

Oleh:
“Aku ingin menjadi malaikat bagi malaikat.” Randy. Seorang gadis berjalan ke sekolah sendirian. Rita melangkah santai meskipun sudah terlambat. Sebuah headset besar menggantung di kepalanya. Wajahnya sedikit terangkat dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *