Tentang Mencintai dan Dihianati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 23 April 2013

Suara gemuruh sorak bergembira teman teman sekolahku memenuhi halaman sekolah mendengar pengumuman hasil UN di SMA ku (Salah satu SMA di Pekalongan) 100% lulus. Begitupun aku dan teman teman satu gengku (Aku, Faiz, Isti, Fitri, Yuli, Afid, Dewi), baju seragam putih kami pun tak lepas dari coret2an tanda tangan dan sekedar ucapan dari semua teman seangkatan ku. Seperti ini seharusnya ga boleh di ikutin ya… Hanya satu temanku yang baju nya masih bersih putih tanpa coretan “Isti” namanya.

Waktu itu aku dan teman teman satu geng, pergi merayakanya di pantai. Tak lupa pulang terlebih dulu untuk ganti pakaian, Nampak raut wajah bahagia di wajah teman temanku. Kami bercerita untuk kedepanya setelah lulus SMA ini.

“hemmm… teman teman rencana setelah ini kalian mau ngapain?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Aku mau kuliah di Akbid aja deh di Pekajangan” Jawab Afid
“Aku kerja lah, ga ada biaya kuliah… hehehe” Sahut Fitri
“Sama aku juga sama seperti Fitri” Sahut Faiz, Yuli, Dewi, dan Isti bersamaan.
“Kamu sendiri Cha?” Tanya Faiz berganti bertanya padaku
“Aku si pengen kuliah… tapi cari pengalaman kerja dulu deh setahun, wat bantu biaya kuliah aku sendiri, atau ga kerja sambil kuliah” terangku
“Ya sudah, apapun aktifitas kita nanti.. kita harus tetap menjadi sahabat” ucap Faiz

Selesai kami bercengkerama, bercanda menikmati masa kebersamaan. Aku pun menjelaskan kepada teman teman kalau minggu depan aku akan berangkat ke Jakarta untuk tinggal bersama orang tuaku. Teman temanku pun memeluku dengan hangat, sambil memberikan nasehat satu per satu. Aku pun merasa sedih karena akan berpisah dengan sahabat sahabatku itu. Tapi apa di kata orang tuaku memang tinggal di Jakarta, aku di pekalongan tinggal bersama kakak pertamaku hanya untuk bersekolah saja.

****

Sabtu pagi, Aries sudah berada di depan rumahku. Aries kekasihku yang sudah setahun aku menjalin hubungan dengannya. Wajah Aries nampak sedih yang menungguku di kursi teras rumah. Aku menghampirinya, dan duduk di sebelahnya. Selama 10 menit kami terdiam, tak sepatah katapun keluar dari mulut Aries dan aku.

“Kakak, bicaralah…” Ucapku sambil memegang tangan Aries.
“Bagaimana aku bisa berkata kata, kalau nanti malam pacarku ini mau meninggalkanku disini, sendiri” Ucap Aries
“Kak Aries, lihat aku… Aku ke Jakarta juga mengikuti orang tuaku. Aku juga ingin berkumpul dengan orang tuaku, tapi aku janji sama kakak aku akan menghubungi kakak terus, aku akan telp kakak, aku akan sms kakak setiap hari, aku janji setia sama kakak. Kakak juga janji ya setia sama aku, insya allah kalo kita berjodoh, kita akan di pertemukan lagi” Ucapku sambil memandangi Aries yang wajahnya nampak sayu.
“Iya sayang, aku janji akan setia untukmu” ucapnya
“Awas aja nanti kalo kakak berangkat ke Semarang lirik lirik cewek lain” Candaku sembari mencubit Aries
“Mana ada, aku lirik lirik. Setahun juga aku lewatin kamu di Pekalongan aku di semarang. Kamu tu nanti, awas aja kalo lirik cowok lain” Balasnya sambil memencet hidungku

Selama setahun Aries di Semarang setelah lulus kuliah langsung bekerja di semarang, mungkin memang karena kehidupanya di sana.

Sabtu sore, Aries mengantarkanku ke stasiun menuju Jakarta. Tak tega aku menatap muka nya yang terlihat seperti menahan air yang akan jatuh dari mata nya. Aku pun ingin menangis namun aku harus tetap tinggal bersama orang tuaku.

Sebulan, dua bulan hubunganku masih lancar dengan Aries, sampai suatu ketika hapeku di curi orang sewaktu aku masih di angkutan umum sepulang dari kantor ku yang ada di daerah Pulo Gadung. Sesampai di rumah setelah selesai mandi dan bersih bersih ku cari hapeku di tas kerjaku, sampai jungkir balik ku cari tak ketemu, padahal tadi sangat yakin sebelum pulang aku masukin hape ke tas. Dan di angkutan pun tadi masih sempat mengobrol dengan Aries di telephone. Aku Tanya sama Bunda dan Ayah pun mereka tak melihat. Tubuhku terasa lemes, aku tak bisa mengabari aries kalo handphone ku ilang.

Aku tak bisa berkomunikasi lagi dengan Aries, karena aktifitasku juga banyak disini. Berangkat pagi jam 6 dan pulang malam jam 20.00. aku berusaha untuk memberi kabar Aries, namun hapenya setiap aku hubungi tidak aktif. Sebulan kemudian aku baru bisa membeli hape baru, namun setiap kali aku hubungi aries tetap saja tidak aktif. Aku pun menyerah seketika, aku kesel juga tak bisa ku lampiaskan dengan siapa.
Bulan Desember th 2008 aku dapat kabar dari fitri, kalau dia mau menikah. Karena dia sahabat karibku, aku meminta cuti untuk pulang mengahadiri pernikahan Fitri.

*****

Malam Pernikahan Fitri, aku sudah hadir sebelum tamu lainya hadir. Melihat Fiitri sedang di dandanin oleh perias, aku pun senyum senyum sendiri. Ku dekati Fitri dan bertanya denganya.

“Fit, kamu undang kak Aries ga?” tanyaku
“Lho?, Aku fikir kamu bakal datang sama Aries kesini, aku malah mau Tanya sama kamu, Aries kemana?” jawab Fitri.
Aku menunduk lesuh, “Ga Fit, aku datang sendiri… sudah hampir setahun aku ga berhubungan sama dia” dan aku pun meninggalkan ruangan Fitri untuk ke depan menunggu tamu yang lain datang.

Karena aku bertemu dengan teman teman yang lain, sejenak aku melupakan aries, kami bercerita tentang aktifitas kami sehari hari. Jam 23.00 aku pamit untuk pulang ke rumah. Aku berniat untuk pulang ke Jakarta besok malam, karena aku tak ada aktifitas lain disini.

***

Paginya aku malas sekali untuk bangun, namun ku mencoba bangun dari singgasanaku untuk jalan jalan ke Pasar setono beli batik untuk oleh oleh temanku di Jakarta. Jam 10.00 ku keluarkan motor, aku melewati rumah aries namun nampak sepi. Awalnya aku berniat untuk mampir namun terlihat pintu pagarnya di gembok. Dan aku Tanya tetangga sekitar kalau Aries dan keluarganya sudah pindah ke Semarang. Pupus sudah harapanku untuk bertemu Aries kembali, ku lanjutkan perjalananku menuju Kota Pekalongan, di temani Faiz. Di pasar setono sedang asik memilih batik, aku melihat sesorang yang sepertinya aku mengenalnya.

“Kak Aries…” Teriaku, aku tersenyum ketika orang itu membalikan badanya, dan benar ternyata itu Aries.

Aku menghampirinya dan ingin sekali rasanya memeluknya, namun aku sadar aku berada di tempat umum. Ku sentuh wajah Aries, ku genggam erat tanganya. Begitupun dengan Aries, dia kaget melihatku dan dia langsung merangkulku. Berkali kali aku meminta maaf padanya. Kami pun mencari tempat untuk mengobrol.

“Kak, maafin aku…” Ucapku lirih
“Kenapa kamu menghilang begitu saja?” Tanya Aries
“Kak, waktu itu hape aku hilang di curi orang, namun saat aku kembali menghubungi kakak, nmr hape kakak ga aktif, setiap hari aku mencoba hubungi kakak, namun tak pernah aktif, sms yang aku kirim pun gagal” lanjutku

Namun Aries hanya terdiam mendengar penjelasanku.

“Kamu jadi kuliah?” Tanya nya
“Iya, aku udah masuk kuliah, pagi nya kerja dan sore nya aku kuliah kak, kakak kenapa ga kabarin aku kalau kakak pindah menetap di Semarang?, aku kesulitan mencari kabar kakak” tanyaku, tak terasa ku meneteskan air mata yang sedari tadi kucoba tahan.
Aries memelukku erat sekali, seakan dia juga merasakan apa yang ku rasakan.

“Aku menyayangimu Cha, sangat menyayangimu, jangan pergi lagi dari ku” ucap Aries sambil menyeka air mataku.

****

Setelah kembali ke Jakarta hubunganku dengan Aries berlanjut, setiap libur panjang Aries menyempatkan datang mengunjungiku di Jakarta. Aku pun sangat senang akan hal itu.

Sampai sewaktu Aries ke Jakarta mengajak temanya, namanya “Tian”. Datanglah mereka ke rumahku Minggu pagi jam 10.00, kami mengobrol banyak dan teman Aries pun enak di ajak ngobrol. Aries memainkan gitar kesayanganku yang ada di sampingku. Tiba tiba dia menyanyikan sebuah lagu yovie – Nuno “Janji Suci”

Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan ku sampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkan kesungguhan hati…
Aku ingin… mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Aku lah yang terbaik untukmu

Sebagai wanita aku pun sangat senang mendengar lagu Aries, aku tersenyum mungkin jika film kartun, wajahku sudah memerah dan diatas kepalaku muncul love love banyak sekali.

Setiap 3 bulan atau ada libur panjang Aries selalu mengunjungiku di Jakarta.

****

Sampai suatu hari pertengahan tahun 2009, Tian (Teman Aries) yang memang tinggal di Jakarta menghubungiku. Dia datang ke rumahku, kupersilahkan dia masuk. Lama aku dan Tian keasyikan ngobrol, hingga dia berkata kepadaku

“Cha, aku kasihan ma kamu, tapi aku lebih kasihan lagi jika kamu ga mengetahui apa yang terjadi” Ucapnya
“Kenapa si yan, kaya nya ada yang serius nih” tanyaku sambil becanda
“Kamu tau ga? Mas Aries tu sudah punya tunangan. Aku kasihan melihatmu gembira tapi di bohongin seperti ini, sebenarnya aku ga mau ngomong ini semua, aku bener bener ga tega untuk mengatakanya, tapi aku lebih kasihan lagi jika nanti kamu kecewa. Aku ga ada maksut apa apa sueeer” Terangnya

Aku terdiam, aku tertunduk sejenak. Ku ambil nafas panjang dan ku beranikan untuk menatap Tian.

“Masa sih, aku ga percaya selama ini Kak Aries ga pernah mencurigakan kok. Aku ga percaya, kalo aku ga dengar langsung dari mulut kak Aries” Jawabku

“Sekarang initinya, mana ada maling mau ngaku. Saranku kamu lebih hati hati saja deh, kamu ini cantik banyak kok yang lebih baik dari Aries di luar sana, serius” lanjutnya

“Sudah lah, itu nanti yang jadi urusanku. Jadi kamu kesini hanya untuk bilang gitu ke aku?” Tanyaku

“Iya” Jawab Tian singkat.

Setelah Tian menceritakan semua itu kepadaku, aku langsung menghubungi Aries untuk menanyakan kabar pertunangan itu. Namun Aries tidak mengakuinya, dia mengatakan kalau dia belum bertunangan dengan siapapun, aku pun mempercayainya.

Desember 2009. Tanpa ada angin besar atau pertanda buruk untuku, tiba tiba Aries agaknya menghindar jika aku hubungi, aku tanya karena sudah hampir lima bulan dia tak datang mengunjungiku. SMS dan tlp dari ku tak pernah ada jawaban. Aku mulai teringat akan kata kata Tian 6 bulan yang lalu. Namun aku segera menepisnya, kusibukkan diri dengan aktifitasku.

Ponselku pun berdering dan terpampang sebuah nama “Aries my sweety”. Aku pun dengan sigap langsung mengangkat panggilan tersebut.

“Hallo, Assalamu’alaikum” ucapku
“Wa alaikum salam “jawab Aries
“Kakak, kemana aja sibuk ya? Sms sama tlp aku ga pernah di angkat, aku kan kangen sama kakak tau…!” ucapku
“Cha, maafin aku ya… aku Cuma mau bilang apa yang di omongin Tian itu benar, cuman kakak ga tega ngomong sama Echa, kakak terlalu sayang sama kamu Cha, maafin kakak. Kakak jahat sama kamu Cha, tapi kakak tunangan sama dia itu bukan karena kakak sayang dia, tapi terpaksa.” Terang Aries

Aku tak bisa berkata kata, mendengar pengakuan Aries. Air matakupun langsung berjatuhan tanpa bisa ku hentikan. Dadaku terasa sakit seperti sehabis di hantam batu besar, suara isak tangiskupun terdengar oleh Aries dari seberang. Aries mencoba menanangkanku, namun aku tetap tak bisa menghentikan tangisku.

“Tapi kenapa kakak baru bilang sekarang, bukan waktu kita bertemu kembali dulu, kakak memberi harapan padaku” ucapku kemudian sambil terbata bata
“Karena kakak menyayangiku Cha, kakak mencintaimu. Tak ada yang lain di hati kakak… xxxxxxxxxxxxxxx” ucap Aries berusaha menjelaskan kepadaku namun aku tak mendengar ucapanya. Aku langsung memutuskan tlpnya.

Tak pernah terfikir olehku jika akhirnya akan menjadi seperti ini, apa yang di ucapkan Tian ternyata benar namun aku tak mempercayainya. Hatiku terasa hancur mendengar semua pengakuan itu.

Lama sekali waktu untuk bisa ku terima kenyataan tentang Aries. Berkali kali dia mencoba menghubungiku kembali namun tak pernah ku perdulikan.

Berbulan bulan lamanya tak ku perdulikan tubuhku yang tersa amat ringan. Tubuhku semakin mengecil saja begitu kata teman teman aku di sini. Namun aku tak memperdulikanya, sampai sahabatku faiz menyadarkanku, kalau semua yang aku alami itu adalah petunjuk dari Allah kalau Aries bukan lah yang terbaik untukku dan tak ada gunanya untuk menyiksa tubuhku sendiri. Perlahan ku mulai bangkit, ku mulai aktifitasku. dan lama lama aku terbiasa dengan kehidupan baru ku tanpa Aries.

Bulan Oktober 2010, Tian memberi tahuku bahwa Aries akan menikah tgl 5 oktober 2010. Namun aku tak memperdulikanya, aku sudah ga mau dengar lagi apapun yang berhubungan dengan Aries. Tiap kali Aries menghubungiku selalu aku abaikan, sms smsnya pun tak kubaca dan langsung ku hapus.

5 oktober 2010 jam 3.00 WIB

Aku terbangun dari tidurku untuk melaksanakan Saur, karena waktu itu bulan Ramadhan. Ku cuci mukaku dan ku bantu kakaku menyiapkan makan sahur. Aku kembali ke kamar sebentar untuk mengambil ponselku. Ponselku pun berdering, tanpa nama tanpa nomor. Pikirku mungkin temanku yang iseng ingin membangunkanku. Langsung ku tekan tombol Ok

“Hallo Assalamu’alaikum, aku dah banguun telat banguninya” Ucapku tanpa mengetahui terlebih dulu siapa yang menghub ungiku
“Wa alaikum salam, baguslah kalo sudah bangun” Jawab dari seberang.

Aku terdiam, aku mengenal betul suara orang yang menghubungiku. Ya… dia Aries

“Cha…” panggilnya
“Iya, Kak Aries kah?” tanyaku
“Iya”
“Mau ngapain nelpon aku?” tanyku sinis
“Aku kangen sama kamu Cha” jawabnya
“oooh”
“Bolehkah kakak kangen sama kamu Cha?”
“hemmmm”
“Cha, kakak sangat mencintaimu Cha, kakak sangat menyayangimu, di hati kakak tu Cuma ada kamu Cha, percaya sama kakak”
“Udah lah… kakak ga pantas ngomong gitu”
“Kenapa Cha, tapi kakak serius. Kakak jujur hanya cinta sama kamu Cha”
“Kakak tu harusnya mikir, besok kakak menikah kan?, ngapain masih ngomong cinta cinta ke aku, belum puas buat aku sakit hati?”
“terserah kamu percaya apa engga, kakak Cuma pengen kamu tau sampai saat ini detik ini kakak mencintaimu, pernikahan kakak besok itu terpaksa”
“oooohhh… terpaksa? kalo terpaksa, kalo kakak beneran cinta sama aku datang kesini, tinggalin pernikahan kakak, berani ga?” ucapku menantang Aries
“Gila kamu Cha”
“Ya udah kalo ga berani, aku mang gila kok. Orang gila juga masih di cintai” jawabku dengan nada agak tinggi
“Cha, sampai kapanpun kakak akan mencintaimu, percayalah”

Aries berkali kali meyakinkan ku, dengan kata kata yang sama dari awal. Aku hanya berfikir kasihan sekali wanita yang akan di nikahin Aries jika mengetahui calon suaminya sebelum akad nikah merayu gadis lain dan masih berucap cinta cinta.

Ku putus telephon dari Aries karena aku merasa ga aka nada ujung pangkalnya ngomong dengan orang seperti dia. Aries kembali berkali kali mencoba menghubungiku namun ku abaikan.

Ku menangis sejadi jadinya pagi itu, setelah sholat Shubuh ku bersujud minta pengampunan pada allah, agar aku bisa di beri kekuatan untuk menghadapi hari esok. Tanpa ku sadar aku tak bisa menahan air mataku. Suara tangisku pun memecah keheningan pagi di rumahku. Sampai kakaku mengetuk pintu kamarku, ku buka pintu kamarku dan ku peluk tubuh kakaku erat sekali. Aku menangis sejadi jadi nya dan menceritakan apa yang aku alami. Kakaku ku pun menenangkanku.

Cerpen Karangan: Nafisa
Blog: http://nafeesakansa.blogspot.com
Facebook: http://www.facebook.com/nafeesa.kansa

Cerpen Tentang Mencintai dan Dihianati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senyap Untukmu

Oleh:
Kriiinggg… Kriiinggg… Gubrak! Aku melempar jam berisik itu sekuat tenagaku. Sungguh aku masih ingin terlelap, menghabiskan sisa mimpi semalam. Tapi belum saja genap lima menit aku tenggelam lagi, suara

Gue Benci Hari Itu

Oleh:
Saat di ruangan kelas. Saat pelajaran Fisika, saat itu bu Ranty tidak hadir “Christine, sini deh!, Ada yang ingin gue omongin sama lo!” Sapa Yeni. “Ada apa Yeni?” Jawab

Jomblo Kronis di PHP in

Oleh:
Jomblo kata orang adalah takdir tapi yang namanya single adalah pilihan itu sih kata orang jomblo yang sedang berabili tapi beda lagi dengan yang namanya nathania, dia sekarang sedang

Ve

Oleh:
“Ve!!!” teriak pak Dendi yang kelelahan akibat mengejar Ave “Rasain” Ujar Ave kepada Pak Dendi dan kemudian berhasil meloloskan diri dari kejaran guru BP itu dengan melompati pagar sekolah.

Cinta Di Batas Asa

Oleh:
“Apa-apaan kamu ini? Apa kamu sudah gila? Apa kamu sudah tidak bisa mencari pendamping hidup yang lebih baik? Kuliah tidak lulus, eh sekarang minta nikah sama perempuan malam juga!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *