Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Memeluk Duka Dua Wanita

Aku masih ingat saat keluargaku pindah ke kampung tanah tosora pada tahun 1985. Saat itu, aku berumur 9 bulan. Sebelumnya, keluargaku hidup dalam gubuk di kampung bersebelahan yang tak jauh dengan kampung tanah tosora yang...

Senandung Indah Untuk Tiara

Musik selalu menemani hari-hariku, ia menempati urutan nomor satu dalam hidupku. Menurutku ga ada musik itu pertanda ga ada kehidupan. Sayangnya suaraku tidak begitu merdu, bisa dibilang suaraku itu pas-pasan. Tapi aku tetep...

Cinta Lain Kali (Part 1)

Ku pencet LED watch warna biru tua yang melingkar di tangan kiriku, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 06.45, artinya hanya ada waktu 15 menit untuk pergi ke sekolah. Bagaimana ini? Hari ini adalah hari pertama masuk...

Itu Cinta…

“Aku tak mampu terpejam tanpa mengingat wajahnya yang secerah matahari terbit.” Mataku menerawang, menatap birunya langit. “Tidak juga bisa kulupakan senyumannya yang seindah mawar mekar,” lanjutku. Aku berakting,...

Sebuah Jawaban diujung Jurang

“Setiap orang berhak bahagia”. Itu kata-kata yang sering aku dengar dari mulut orang-orang. Dan aku fikir itu adalah perkataan yang benar. Karena aku pernah merasakan kebahagiaan itu. Dulu, aku adalah orang yang bahagia....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply