Tentangmu


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 31 March 2013

Menyebalkan,
Itulah satu kata yang bisa ku ungkapkan untuk menggambarkan apa yang ku rasakan sekarang.

Hari ini di sekolah,
Cerpen yang ku tulis di note pribadiku, tiba-tiba sudah terpajang di mading sekolah, dengan identitas lengkap penulisnya yaitu aku sendiri, Clara Arsyanal, XI Sosial 1.
Ntah siapa yang dengan sengaja mencopy paste cerpen ku itu.
Yang jelas karena perbuatan oknum yang tak bertanggung jawab tersebut, aku jadi bahan pembicaraan seluruh makhluk di sekolah ku.

Aku tak masalah jika cerpen ku membuat ku terkenal, tapi yang membuat ku risih adalah pertanyaan orang-orang itu, yang mempertanyakan apakah kisah cerita yang ku tulis itu tentang aku yang di campakan oleh Dony.
Tanpa harus klarifikasipun, aku yakin mereka sendiri pun sudah bisa memastikan kebenarannya. Mereka yang bertanya itu adalah teman-temanku yang mengetahui persis kisah tentangku.
Apalagi tokoh ceritanya ku ambil dari nama asli ku (dalam cerpen: Arsya), Dony Herriyadi (Riyad), dan Hany Aqiyla (Keyla/pacar Dony).

Habislah aku,
Dony yang juga nggak ketinggalan membacanya terlihat berpikir keras, mungkinkah aku sedepresi itu hingga meluapkannya melalui tulisan umum ini.

Dalam cerpen itu memang aku menceritakan semua yang terjadi tentang lika liku cintaku dengan Dony yang serba nggak jelas awal dan muaranya.
Cerita tentang persaan yang nggak pernah terungkap diantara kami, tentang rasa yang juga tak bisa terjamah oleh waktu.
Ku utarakan gundahku disana, kecewaku akan sikapnya.
Aku dan dia sudah saling mengenal cukup lama, bahkan jauh sebelum kami mengenal apa itu cinta.
Awalnya kami teman tanpa jarak, tanpa angkuh.
Tapi kemudian berubah menjadi teman yang saling diam.. itu karena suatu waktu aku mengetahui satu hal, dia menyukaiku.

Aku bingung, aku bukan orang yang mudah menggambil sikap saat itu.
Itu pertama kalinya, dalam sepuluh tahun aku bernafas, ku dengar seseorang menyukaiku.
Bahkan aku tak tau, diusia demikian benarkah perasaan seperti itu telah hadir, meski disekitar ku sering juga ku dapati hal seperti ini, tapi tetap itu membuat ku nggak percaya.

Cinta dan rasa suka
Apakah itu nyata di masa lalu.
Hanya semburat ketidakpercayaan yang ku rasakan kala itu, diperparah dengan minderku yang selangit, aku sama sekali nggak bisa berfikir jernih untuk memahaminya.

Dia memang tak pernah mengatakan nya secara langsung. Dia hanya sekali mengungkapkan nya melalui surat. Surat cintaku yang pertama, yang ku buat balasan namun tak berani ku sampaikan.
Inti tulisan ku di surat itu, ku katakan bahwa sepertinya aku juga menyukai dia. Sayangnya percuma, karena surat itu tidak ku berikan padanya. Yang ada suratnya rusak karena kena air hujan.
Semakin berlalunya sang waktu, lama terpendam sudah lara hatiku mungkin juga lara hatinya yang kian tak ada penjelasan.

Kini, aku mempertanyakan kembali tentang perasaan itu, mungkinkah masih tersimpan indah untukku.
Tapi… kenyataan membuka tabir kecewa ku.
Dia..
Melabuhkan hatinya pada orang lain.. bukan aku.
Tepat disaat aku semakin berharap rasa yang dulu pernah ada masih tetap ada dalam hatinya.
Dia.. berpacaran dengan seorang gadis yang jauh segalanya dariku.. yang membuat ku merasa iri akan semua yang ada pada dirinya. Termasuk karena dia merebut Dony dariku.

Sejauh ini Dony tak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Itulah mengapa aku selalu beranggapan dia masih tak beranjak dariku.
Banyak dari sikapnya padaku yang nggak berubah dari dulu.
Caranya melihatku pun tetap meneduhkan..
Diamnya tentang ku masih seperti isyarat yang melukiskan perasaannya padaku dulu masih tetap sama.
Dia.. benar-benar membuat ku gila.

Namun memilukan, saat ku sadari aku hanyalah kepingan masa lalu yang sudah tak dianggap.
Aku memang bodoh.
Mengapa tak pernah ku yakinkan hatiku sebelumnya, jika nggak ada perasaan yang nggak berubah.
Bodohnya aku.. karena aku semakin hari semakin menyukainya, meski itu dalam diam.
Inilah akhir yang ku tunggu dari penantian bodohku.
Bukan salahnya jika aku kecewa, bukan salahnya jika aku terluka.
Dia berhak untuk bahagia.

Harusnya aku yang sadar, jika memang dia mengharapkan ku pasti dia sudah mengatakannya.
Semua orang yang mengetahui tentang kisah ini pasti merasa kasihan paadaku.
Tapi ya sudahlah,
Nggak ada gunanya lagi ku ratapi. Cinta itu dinamis bukan statis, hal seperti ini sudah biasa terjadi.
Aku mungkin kecewa, tapi aku nggak akan menyesal telah menyukainya..
Aku ikut senang karena dia mendapatkan seseorang yang memang cocok dengannya, perfect dalam segi apapun.

Seminggu sudah cerpen memalukan itu terpampang di mading sekolah. Dan sepenglihatan ku, sudah seminggu pula Dony selalu terpaku disana. Di tempat yang sama, di posisi yang persis tepat dimana cerpen ku di tempel.
Banyak teman sekelasku yang mengatakan bahwa dia setiap pagi membaca cerpen ku itu.
Dia seperti memahami isi ceritaku yang jelas menceritakan dirinya.
Aku sendiri memang beberapa kali melihatnya terpaku di depan mading, tapi aku nggak mau geer kalau dia disana karena membaca cerpen ku.
Huft.. melihat dia.. membuat ku berharap lagi.
aku nggak boleh seperti ini! aku harus move on darinya.

Hari ini adalah pentas seni sekolah ku. Semua orang sibuk mempersiapkan segala halnya.
Tapi tidak termasuk aku. Aku nggak terlalu antusias dengan acara ini.
Bahkan aku sempat berencana untuk nggak ke sekolah tadi. Tapi temanku Ninda memaksa ku untuk hadir, kalau saja dia tak menjemputku aku malas mengikuti acara tahunan ini.
Dan disinilah aku sekarang, duduk terpaku di aula sekolah. Dan di depan sana panggung megah acara pensi yang penuh kemeriahan.
Acara pensi sudah dimulai.
Beberapa pengisi acara sudah menunjukan kebolehannya dan para penonton sudah terhanyut dalam suasana yang tercipta.
Tinggallah aku dengan mood ku yang jelek.
Haakhh..

Tiba-tiba.. seseorang naik ke atas panggung, membuat ku terhenyak.. Dony.
Dengan membawa gitar akustik dia dengan pedenya menyapa audiens sembari tersenyum ramah.
Senyum itu malah membuat perasaan ku kalut.
Sekilas aku merasa pandangan nya tertuju padaku.. akh.. tapi itu nggak mungkin..! atas dasar apa.
Secara.. dia sudah punya pacar..
Dony bukan tipe cowok ganjen.

“Ehem.. ehem.. baiklah.. lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang telah mengukir kisah indah dalam kehidupan saya.” kata Dony sebelum memulai aksinya.

Riuh tawa dari para audiens langsung terdengar. Sebagian fokus mereka tertuju pada Hany. Hany terlihat tersipu malu menanggapinya..
Tapi.. yang diatas panggung nyatanya bukan melihat ke tempat Hany berada..
Dony.. malah menatap kearah ku tajam.
Aku nggak tau apakah orang-orang disini menyadarinya, yang jelas tatapan Dony membuat jantung ku berdegup tak karuan.

“Semoga semuanya menikmati”

Dony tak menghiraukan riuh di sekitarnya, dia mulai melantunkan sebuah lagu tanpa mengalihkan pandangan nya padaku.

Mungkinkah kau tau
Rasa cinta yang kini membara
Yang masih tersimpan dalam lubuk jiwaku
Ingin ku nyatakan lewat kata yang mesra untukmu
Namun ku tak kuasa untuk melakukannya

Mungkin hanya lewat lagu ini
Akan ku nyatakan rasa
Cintaku padamu rinduku padamu tak bertepi
Mungkin hanya sebuah lagu ini
Yang selalu akan ku nyanyikan
Sebagai tanda betapa aku inginkan kamu

Song by: ungu_laguku

Lagu selesai dinyanyikan, tepuk tangan meriah menghiasi akhir pertunjukan Dony.
Sebelum turun panggung Dony tersenyum, senyum yang ku kira itu tertuju untukku.
Deg…
Senyum itu melelehkan ku.

Lagu itu menjadi tanda tanya besar bagiku..? apakah itu mewakili perasaannya selama ini.
Sepanjang Dony bernyanyi tadi, aKu hanya tertunduk meresapi satu demi satu larik yang ia nyanyikan dan semuanya menelusup ke relungku.
Benarkah itu yang ia rasakan terhadapku.
Aku sudah nggak ingin berharap apapun lagi.
Tapi apa daya.. perasaan ku malah menginginkan nya.

Sejak acara pensi itu, . aku kembali memikirkan Dony.
Dony menyebalkan… kenapa sih sikap nya seakan akan aku nggak boleh melupakannya.

Dan satu hal lagi yang membuat ku bingung. Hari ini, di mading ada sebuah tulisan yang sepertinya ditujukan padaku.
Isi tulisannya,

Kita mungkin masa lalu yang hampir terlupa..
Tapi kita bukan kenangan kelam yang harus dilupakan
Kita sebuah cerita yang manis
Yang akan selalu jadi bagian terindah dalam hati kita
Kita sama sama tak memahami perasaan yang ada..
Hingga saat itu tiba
ku harap kau setia menanti nya..
Yang harus kau tau kini..
Aku jujur ketika mengatakan nya saat itu
Aku menyukaimu.
Tentang mu..

Huft… itu…
Hanya ada satu orang yang tau satu kata yang selalu menjadi inspirasiku.. “Tentangmu”
Yach.. dia adalah Dony..
Tulisan ini, Dony yang menulisnya.

Sekarang aku tau apa yang harus ku lakukan pada hatiku, aku nggak perlu melupakannya.
Mungkin saat ini kami belum berjodah.
Tapi dimasa depan siapa yang bisa memastikan. Hanya perlu percaya dan bersabar..
Jika memang perasaan kami hanya di takdirkan sebatas ini. Aku tetap bersyukur, atas anugerah cinta yang
Tuhan berikan untukku.
Tentangmu.. selalu memberi arti dalam kisah ku.

Cerpen Karangan: Juwita Aini
Facebook: Juwita Aini

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta Cerpen Cinta Romantis Cerpen Galau

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 Responses to “Tentangmu”

  1. AmalSant says:

    Critanya bkin Aku flashback :’(

  2. juli says:

    bgs ceritax nihh :)

  3. ekowati says:

    Jempol 10 untuk tulisanmu ini. Bikin org sendu ingat masa lalu. Masa2 remaja

  4. hellasukma11@gmail.com says:

    Bagus kak cerpennya, bikin hati aku gemetar..

Leave a Reply