Tepati Janjimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 15 July 2018

Aku masih sangat mengingatnya, mengingat detik demi detik senja yang indah dengan semburat jingganya. Saat saat yang berlalu bersama akhir kebersamaanku dengan seorang shandy ferbriyan. Senja yang mengantarkan sebuah senyuman yang indahnya melebihi badai petir luar bumi yang direkam satelit luar angkasa. Senja itu aku dan shandy duduk menikmati americano hangat di kafe new modan, berdua di meja sudut yang menghadap garis pantai.

“Mungkin ini hari terakhir kita untuk jalan jalan shelly..” ucap shandy padaku. Aku terperangah tak mengerti. “Maksudmu?” tanyaku. “Besok aku berangkat ke luar negeri, melanjutkan kuliahku.” jelasnya. “Lalu aku bagaimana?” tanyaku sembari menatap mata teduhnya “Jarak dan waktu bukan ukuran untuk perpisahan kita shel.. Aku akan tetap setia, biarkan aku pergi demi masa depan kita.. Aku janji, kamu mau menanti sampai aku kembali kan?” aku mengangguk pelan. “Empat tahun.. Kamu harus kembali”.

Memang benar, itulah senja terakhirku bersama shandy. Esok paginya senyum raguku melepas kepergiannya. Rasa kehilangan menyelimuti begitu pesawat sq 180 lepas landas.

Awal kami berpisah, shandy sering menghubungiku via email, namun berakhir di tahun kedua. Shandy benar benar pergi, dari hidupku, bukan artian pergi yang diucapkannya. Empat tahun hatiku nelangsa menantinya, semua percuma. Empat tahun menanti yang tak pasti bukan ujian ringan bagiku. Hingga kuputuskan untuk merelakannya.

Empat tahun cukup untuk membuktikan kesetiaan dan kesabaranku. Aku tak lagi menantinya di tahun selanjutnya. Tak mudah melupakan memang, kufokuskan pikiran pada karir yang kujalani. Hingga di suatu pagi yang cerah, enam tahun kepergiannya, saat hatiku telah bersanding dengan yang lain menyempurnakan hidup, shandy kembali.

“Tepati janjimu pada takdir yang kau minta” hanya itu kalimat yang kudengar darinya sebelum di berbalik pergi.
Aku hanya terpaku bisu. Apakah aku salah? Tidak, aku telah menantinya sampai batas waktu yang kusanggupi. Apa aku mengingkari takdirku? Tidak, karena takdir yang kusanggupi adalah batas empat tahun. Apakah aku yang salah? Tidak, empat tahun bukan waktu yang singkat kulalui tanpa penjelasan.

Biarlah kujalani hidupku yang sekarang, shandy adalah masa laluku. Mungkin ini yang terbaik. Shandy dan shelly memang tak ditakdirkan untuk bersatu.

Cerpen Karangan: Astryd Zeanitha
Blog / Facebook: Astryand Mgzean

Cerpen Tepati Janjimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dara

Oleh:
Suatu hari di sebuah bukit kecil yang asri seorang sedang berangan-angan tentang masa depannya, ia membayangkan bahwa seorang pendamping hidupnya kelak adalah orang yang dapat merubahnya menjadi orang yang

My Sweet Dreams

Oleh:
“Siapa dia? Siapa jodohku? Dengan siapa aku akan dinikahkan?” Tak seorangpun di tempat yang ramai ini menjawabnya. “Hai!! Lelaki tua! Aku ingin bertanya, dengan siapa aku akan menikah? Tolong

Hujan Hari Jumat

Oleh:
Hujan, hujan itu berkah dari yang Maha Kuasa, hujan patut disyukuri. Hujan memberi berkah tersendiri bagi dunia ini. Tak terkecuali denganku. Sore itu aku duduk di koridor sekolah menanti

Bukan Lelaki Pecundang

Oleh:
Pecundang… pecundang… pecundang, berkali-kali kata-kata itu teriang-iang di telingaku, entah dari mana asalnya, melintas saja bak kereta api listrik yang membelah pulau jawa. Aku terduduk disebuah pantai, sendirian, sembari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *