MyCerpen 1: Terakhir Kuingat Namamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Misteri, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 2 October 2012

Namaku Ajang, sekarang ini aku berada dikelas 10 SMK. Aku sangat senang belajar disekolah kejuruan ini, gak pernah terpikir kalau aku akan melanjutkan sekolah lagi. Biaya sekolah yang mahal, kembali menjadi beban orang tuaku.

Pagi hari di semester kedua aku belajar. Terlihat ada seorang perempuan tersenyum padaku dari kejauhan, dan melambaikan tangannya. Aku tidak mau kegeeran, jadi saat itu aku hanya menundukan kepala. Ternyata dia adalah siswi baru disekolahku, dan kebetulan memilih sekelas denganku. Hmm, dilihat dari dekat… Ternyata dia cantik juga, pikirku. Dan saat dia perkenalan di depan, serentak kelasku langsung berisik. Wajar saja, karena sekolahku mayoritasnya laki-laki. Dikelasku juga cuman ada dua perempuan, dan itu juga tidak terlalu cantik. Jadi, wajar saja kehadiranya memberi warna baru.

Pulang sekolah seperti biasa, aku nongkrong dulu di warnet. Aku buka Facebook, ternyata ada seorang perempuan yang minta konfirmasi pertemanan di berandaku. Dia sangat sangat cantik, tapi sepertinya aku mengenalnya… Hmm, ternyata dia adalah anak baru tadi. Aku tak menyangka dia mengenalku, tapi aku tidak tahu kalau dia kenal, sejenak aku berpikir… Siapa ya? Dimana dia mengenallku? Mungkin dia teman se SD ku dulu, Ah gak mungkin! Gak ada temen SD ku yang secantik dia. Hari itu aku menghabiskan satu jam chat dengannya. Aku sempat tanyakan, dimana dia mengenalku. Tapi dia hanya bales,”Masa gk tau, bukankah dulu kamu sering temani aku bermain”. Aku semakin bingung dan penasaran, aku tanya saja siapa namanya, karena dikelasku tadi bising banget, jadi gak kedengar saat dia perkenalan. Tapi dia malah bales pakai bahasa Alay yang enggak sama sekali aku mengerti,”ya udh nmq ErN Sr, knl gk”. Serentak aku bingung, siapa ya? Tapi…
Foto
Saat itu kulihat billink sudah lebih dari satu jam, aku langsung tutup akun, dan ku putuskan chat kami berhenti disini, tanpa kusampaikan kata-kata penutup. Kali ini aku pulang pakai mobil angkot biar hemat, haha. Aku menunggu dulu angkot yang lewat, cukup lamaaa… Dan akhirnya ada juga! Aku masuk keangkot dan ternyata masih kosong, baguslah biar tidak pengap. Setelah itu, tiba-tiba mobil berhenti… Oh! Ternyata ada yang mau naik. Ehh tunggu dulu sepertinya itu teman baruku tadi, yang masih belum aku kenal namanya… Ternyata benar! Langsung saja kami berbincang-bincang saat itu. Dia bilang “gimana udah tau namaku, maaf ya bahasanya. Tapi itu bahasa gaul, ngerti kan”, Ya mengertilah! Jawabku.,”Ayoo, siapa?” Ah kamu ngerjain aku ya, usilku. “Kamu juga, sok pura-pura gak kenal! Kamu tau kan dulutuh aku sering banget maen kerumah kamu” . Saat dia bercerita seperti itu, aku semakin bingung dan semakin lama, dia malah bercerita tentang pengalaman serunya denganku dulu, aku semakin susah mengingat namanya. Lalu setelah dia turun, aku perhatikan kemana dia pulang, semoga dengan itu aku mengetahuinya, aku tak tau siapa namanya. Oh sial! Kenapa tadi aku jujur aja dan tanyakan langsung aja namanya, huh gagal lagi aku…

Pagi-pagi sekali aku bangun, segera aku berangkat sekolah. Aku tidak sabar untuk menanyakan kembali namanya, hari ini aku gak boleh gagal. Sampai disekolah aku langsung masuk kelas. Eh kemana ya dia? Apa dia sakit? Aku tanya pada teman sekelas, tapi tak ada seorangpun yang tau. Apa mungkin dia bolos, tapi masasih perempuan bolos. Saat itu bell berbunyi, dan semua siswa masuk kekelasnya. Aku masih memikirkan, kenapa dia tidak masuk sekolah, padahal hari ini aku ingin sekali mengetahui namanya, masa harus nunggu besok. Kemudian ada dua pengurus OSIS masuk kekelas, aku tau mereka pasti mau minta sumbangan buat bakti sosial. Eh, tapi ternyata salah, mereka mengumumkan informasi dengan subjek seperti ada yang meninggal. Siapa ya?… Astagfirullah… Ternyata yang meninggal adalah temanku itu, yang kuerindukan kedatangannya hari ini… Semua temanku meneteskan air mata, padahal baru kemarin mereka kenal. Terus! Apalagi aku, aku mencoba menahan air mataku, tapi itu tak bisa kulakukan. Serentak, aku rasakan tubuhku lemas, seperti mau melayang. Aku benar-benar sedih, dan baru kali ini aku menangis untuk seorang perempuan.

Seharian aku merenung dengan kesedihanku. Tapi aku sadar, aku tak boleh seperti ini. Sorenya aku datang kepemakamannya, saat selangkah kaki, aku sudah bisa mencium aroma harum bunga makam yang khas, dan bau tanah merah yang masih baru. Aku duduk disebelah makamnya dan aku lihat tulisan dibatu nisan “Erin Sari bin Ahmad”. Ya Ampun!!! Sekarang aku benar-benar tahu siapa dia, dia adalah teman sejak kelas satu SMP, dia pindahan dari jakarta. Aku ingat, ketika dulu dia sering bela-belain jalan dari rumahnya kerumahku yang cukup jauh, hanya untuk bermain catur denganku. Dan aku lupa, karena setelah kelas dua dia pindah lagi kejakarta. Aku tak mengerti, kenapa aku baru ingat dia, setelah aku tahu namanya? Kenapa harus lewat batu nisan, aku tahu namanya? Kenapa harus dia yang lebih dulu dipanggil? Padahal aku ingat, kalau waktu SMP dulu, dia sempat mengungkapkan kalau dia suka sama aku, tapi aku gak beri jawaban apapun. Karena aku berencana untuk menembaknya balik, tapi karena malu yang aku besarin. Sampai dia pindah lagi aku tak pernah sempat lakuin itu.

Dan sekarang aku benar-benar menyesal, ada rasa yang dia tinggalkan dariku. Tapi, aku percaya dan aku akan bangun kembali dan semangat. Aku masih akan terus berusaha bangun terus untuk dia. Dan kuucapkan dalam hati, Selamat jalan Erin…..

Cerpen Karangan: Ajang Rahmat
Facebook: http://facebook.com/ajangrahmat
Blog: http://boytrik.blogspot.com/
Web: www.ajangrahmat.com
Twitter: @ajangrahmat
motto hidup: Sukses adalah spirit saya untuk tidak gagal, dan gagal spirit saya untuk bisa sukses.

Cerpen MyCerpen 1: Terakhir Kuingat Namamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Malam Minggu Pertama

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 7 malam, aku menyiapkan piring lalu mengambil nasi dan lauk yang telah dimasak oleh Ibuku, lalu aku kembali bermain laptop sambil makan. Tidak beberapa lama ada

Terlupakan, Gak Mungkin (Part 1)

Oleh:
Namaku Els Muise Waise, aku siswa kelas 11 Sekolah Menengah Atas di sebuah kota yang sangat buruk keadaannya. Huft keadaan udara di sekitar kota semakin panas. Asap kendaraan tersebar

Dan Kamu Nggak Tau

Oleh:
Dimana hati, dimana pikiran, dimana raga udah linglung. whatever sih orang mau bilang apa atau mau bilang gimana, tapi yang pasti perasaan nggak bisa dipaksa buat dihentikan kan? Mungkin

Lupa Caranya

Oleh:
Sabtu malam ini aku hanya menghabiskan waktuku dengan bermain gitar bareng Naco dan Saka di rumah. Pukul 20.00 tiba-tiba Naco merasa bosan dan mengajak kami untuk hang out setidaknya

Aku Pulang!

Oleh:
Kenapa semua cerita dongeng selalu berakhir bahagia? Adakah 1 kisah saja yang berakhir tragis. Agar menemaniku di sini yang sedang mencoba menghilangkan perasaan ini untuknya. Haruskah aku melupakanya karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *