Terima kasih Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 November 2017

Hummm, malam yang dingin kurasakan tanpa hangat pelukan, ciuman mesra di kening dan sapaan yang begitu mesra…

Cinta memang aneh, terkadang aku berpikir yang orang katakan tentang cinta bahwa Cinta itu Buta… Selalu kukatakan, cinta itu buta tapi Jangan buta karena cinta. Artinya dalam bercinta* (*menjalani cinta maksudnya) tetap harus menggunakan akal sehat dan logika berpikir secara dewasa dan matang. Jangan sampai kita menjalani cinta yang salah dan akhirnya penyesalan yang di dapat… Ya itu teorinya… tapi kenyataannya? Tidak selamanya dapat terlaksana sesuai logika kita dan akhirnya kita mengatakan mungkin sudah takdir demikian.

Masih terngiang di telingaku ketika ku membaca ulang pesan singkat di hp ku beberapa waktu lalu. Tampak jelas setiap kata yang terucap olehnya baik melalui sms maupun email. Hari itu hatiku galau… antara percaya dan tidak. Meskipun aku tahu, bahwa itu semua terjadi karena emosi sesaat. Dan aku yakin, kita akan baik kembali. Ya galau beberapa saat juga sih… ternyata keyakinanku nyata lagi.

Dalam pikirku… kita tuh gak akan bisa berhenti untuk komunikasi, saling mendengarkan satu sama lain, perhatian dan bahkan mengungkapkan sayang kita. Kalau dulu awal bertemu dan dekat, lebih banyak kata-kata terucap untuk mengungkapkan perasaan dan tidak ingin kehilangan meski tak berujung. Kalau sekarang serasa tak butuh kata-kata tetapi perbuatan nyata untuk mengungkapkan perasaan.
Ketika logika berpikir dan kata demi kata terucap rasanya kita mampu untuk melaluinya dengan baik, tetapi ketika wajah saling menatap, tangan bersentuhan perasaan pun kembali memainkan peranannya dan tak dapat dibendung oleh pikir yang terucap. Entah apa namanya itu semua?

Aku merasakan hangat dekapannya yang penuh tanda tanya dalam ku… Rasa sayang dan hasrat itu kurasakan tetapi penuh keraguan. Aku ingin menanyakan padanya, benarkah yang kurasakan itu? Apa sebenarnya yang Ia rasakan terhadapku? Aku sungguh ingin tahu, kali ini aku butuh kata-kata tidak sekedar pelukan dan kecupan mesra saja. Berikan aku jawaban…

Selang berapa hari kemudian, aku berpikir lagi… Kita tidak akan pernah bisa saling melepaskan diri satu sama lain kecuali 1 hal. Luar biasa, belum sempat kubicarakan dengannya, jawaban itu mulai nampak. Jalan menuju ke sana mulai terbuka. Dan aku yakin beberapa hal akan terjadi pada saat itu. Dan saat itu adalah hal terindah buat kita. Trust me! Jika saatnya tiba nanti aku ingin kita tetap saling mendukung, saling menyayangi dan peduli serta saling mendoakan untuk kebahagiaan kita.

Aku mungkin bukan orang yang paling berarti dalam hidupmu bahkan bukan seorang yang perlu dipertahankan, tetapi jika berkenan.. Izinkan aku selalu ada (meski tak selamanya ada) dan menjadi bagian dari hidupmu yang berarti karena kamu pun sangat berarti bagiku.
Sampai kapanpun, di manapun meski jarak dan waktu akan memisahkan tetapi hati dan doaku akan selalu untukmu…

Terima kasih tak kan berhenti kuucapkan sampai mulut dan lidah ini tak bisa berkata lagi. Terima kasih karena kamu masih ada hingga saat ini. Aku berharap apa yang kamu katakan (aku masih menyimpan semuanya, tak kan pernah kuhapus karena akan menjadi kenangan indah suatu saat nanti meski dalam ingatan pun tak kan pernah terhapus)
“I don’t know what to say.. I do fascinated. Everything u do to me is from your deepest heart. I’m impressed for what u did.. Thank u for loving me… I will always care about u.. Forever.”
Aku selalu berharap kau takkan lupa dengan janji itu

Cerpen Karangan: Denizia
Blog: denizia13.blogspot.co.id

Cerpen Terima kasih Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gelap Terang Senyuman

Oleh:
“Gapai semua jemariku, rangkul aku dalam bahagiamu, ku ingin bersama berdua selamanya. Jika ku buka mata ini ku ingin selalu ada dirimu dalam kelemahan hati ini bersamamu, aku tegar”

The Elementer’s Games

Oleh:
“Yak! Latihan hari ini cukup sampai di sini. Kerja bagus semuanya!” Seru Petra, pelatih di Elementers Academy. “hei kau!” Seorang gadis bertubuh mungil berbalik. “Aku?” Tanyanya. “Iya kau! Latihlah

Angin, Aku Tunggu Kamu di Jogja

Oleh:
Pagi cerah menyapa bumi. Mentari bersinar membuka pagi yang indah. Bercampur awan putih menghiasi langit. Hmm.. sangatlah enak dipandang. Bel sekolah di sekolah SMA ternama di Jogja itupun berbunyi

Tanpa Aku

Oleh:
“Aku rindu saat-saat itu. Saat semuanya masih baik-baik saja, tentunya tanpa kehadiran sosok lain yang kini singgah di hatinya.” Malam demi malam yang kulalui rasanya semakin sunyi saja. Tanpa

Dear Love

Oleh:
Menunggumu bukanlah suatu hal yang mudah. Sudah lama aku duduk di bawah pondok ini, sekitar 2 jam aku menikmati angin sore yang menembus kulit ku. Hal ini sudah menjadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *